Kamis, 22 Oktober 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 140

Filep Wamafma Harap Nasib Tenaga Pendidik di SMA/SMK Direspons Pj Gubernur Papua Barat

0
Wakil Ketua I Komite I DPD RI Filep Wamafma terima aspirasi para guru SMA/SMK se-Papua Barat.

MANOKWARI, JAGAINDONESIA.COM – Wakil Ketua I Komite I DPD RI Dr. Filep Wamafma menerima aspirasi tentang keluhan guru SMA/SMK di Papua Barat soal nasib mereka yang akan dikembalikan ke kabupaten/kota. Keluhan ini diterimanya saat kunjungan kerja di Manokwari, Papua Barat, Selasa (5/7/2022).

Menanggapi aspirasi itu, Filep Wamafma berharap Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw dapat memberikan respons positif dan kebijakan segera bagi para tenaga pendidik SMA/SMK di kabupaten/kota se-Provinsi Papua Barat.

Para guru ini berharap agar SMA/SMK tidak dikembalikan ke kabupaten/kota lagi. Pasalnya, kondisi saat ini SMA/SMK dinilai justru lebih baik dan dipermudah ketika berada di bawah koordinasi Pemerintah Provinsi.

“Ada mekanisme yang dapat ditempuh oleh para guru SMA/SMK, sebab hanya Gubernur Papua Barat yang dapat memberikan kebijakan menyelamatkan nasib guru,” jelas Filep Wamafma, Selasa (5/7/2022)

Menurut Filep, Pj Gubernur dapat secara langsung berhubungan dengan Kemendikbudristek di Jakarta untuk meninjau kembali aturan yang berdampak kepada nasib guru SMA/SMK di Papua Barat.

“Ketika pemerintah daerah tidak merespons hal ini, maka bisa saja para guru SMA/SMK berencana mogok mengajar. Apalagi dalam aspirasi mereka sudah ditekankan bahwa akan lakukan mogok mengajar,” katanya.

 “Artinya kita semua tidak mau sampai proses belajar mengajar di SMA/SMK terhambat karena adanya mogok massal, maka selaku wakil daerah asal Papua Barat di DPD RI, saya berharap adanya respons positif dari bapak Gubernur Papua Barat,” tambah Filep. (WRP)

DPC Sahabat Ganjar Biak Terbentuk, Dukungan Ganjar Capres 2024 Terus Mengalir

0
Ketua sahabat Ganjar Provinsi Papua, Dr. Drs. Hans Y Hamadi (baju warna abu-abu) didampingi Jimmy Lengkong (jaket orens).

BIAK, JAGAINDONESIA.COM – Ketua sahabat Ganjar, Dr. Drs. Hans Y. Hamadi M.Si, tiba di Biak dan melakukan pertemuan guna membahas pembentukan DPC sahabat Ganjar di kabupaten Biak Numfor, Sabtu, (2/7/2022).

Dalam pertemuan singkat yang digelar di salah satu hotel dan berakhir di KFC Biak ini, Hans memberikan peluang posisi Ketua DPC sahabat Ganjar kepada Jimmy Lengkong.

“Ya, jadi tidak ada syarat atau apa yang harus disiapkan untuk menjadi pengurus sahabat Ganjar. Siapapun bisa. Untuk Biak, silahkan Jimmy yang jadi ketua DPC sahabat Ganjar,” ujar Hans.

Hans mengatakan akan terus maju dan bergerak guna mendapatkan dukungan dari masyarakat Papua untuk Ganjar Pranowo dengan cara melebarkan sayap pengurus sahabat Ganjar di setiap kabupaten/kota di provinsi Papua.

Menurutnya, dengan terpilihnya Jimmy sebagai Ketua DPC sahabat Ganjar kabupaten Biak Numfor maka telah menambahkan jumlah yang sudah ada menjadi 13 kabupaten dari 28 kabupaten dan 1 kota di provinsi Papua yang terbentuk pengurus pendukung sahabat ganjar.

“Jadi saat ini sudah ada 13 kabupaten yang sudah kami pilih ketua DPC sahabat Ganjar Capres 2024. Dalam waktu dekat setelah pelantikan pengurus DPD sahabat Ganjar kemudian akan dilanjutkan dengan pelantikan pengurus DPC sahabat Ganjar dan akan dilantik langsung oleh Ganjar Pranowo,” ucapnya.

Sebagai orang asli Papua, Hans yang saat ini menjabat sebagai Fungsional Analisis Kebijakan Provinsi Papua menilai dari sekian Capres, hanya Ganjar Pranowo figur calon presiden 2024 yang sesuai. Menurutnya Ganjar adalah sosok yang rendah hati, elegan, biasa-biasa saja, sederhana dan mempunyai visi misi yang baik.

“Selama ini, untuk keberadaan orang-orang Papua di Jawa tengah, cukup solid untuk berada bersama-sama mereka. Sehingga dirinya yakin, yang seperti pak Jokowi hanya ada di Pak Ganjar Pranowo. Itu pilihan kami,” ungkapnya.

 “Hari ini kita lihat banyak capres, namun kami optimis, kami yakin hanya Ganjar yang seperti bapak Jokowi. Ganjar pasti menang,” katanya.

Ia pun berharap kepada semua Ketua DPC yang telah dibentuk agar dapat bekerja semaksimal mungkin untuk memenangkan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden 2024. Ia juga menaruh harapan agar PDIP bisa melihat siapa yang harus diusung partai sebagai Capres yang tidak akan merugikan partai. Menurutnya, saat ini dukungan untuk Ganjar Pranowo sebagai Capres terus mengalir hingga ke Papua. (Lisa)

Soroti Biaya PPDB, Senator Filep Harap Alokasi Dana Otsus Digunakan Secara Optimal

0
Siswa di Papua. [Foto: Antara/Anang Budiono]

JAGAINDONESIA.COM – Biaya Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) beberapa sekolah di Papua yang bervariasi dengan nilai yang terbilang cukup besar mendapat kritik pedas dari senator Filep Wamafma.

Wakil Ketua I Komite I DPD RI ini mengatakan tidak ada alasan apapun sekolah di Papua dibayar termasuk adanya biaya PPDB tersebut. Menurut Filep, jaminan pendidikan bagi masyarakat Papua terutama orang asli Papua (OAP) telah diatur dalam UU Otsus dengan alokasi dana sebesar 30%.

“Ya, UU Otsus telah memberikan alokasi dana 30% untuk pendidikan. Selain itu, Peraturan Pemerintah (PP) 106 dan 107 telah memberikan kewenangan terhadap pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota dalam bidang pendidikan, termasuk afirmasi terhadap OAP yang dibebaskan dari segala biaya pendidikan,” jelas Filep, Selasa (5/7/2022).

“Biaya pendidikan itu dibebaskan mulai dari fasilitas, biaya sarana prasarana hingga biaya pendidikan di semua jenjang pendidikan, baik itu SD, SMP, SMA/SMK bahkan ke tingkat perguruan tinggi, terlebih khusus orang asli Papua,” sambungnya.

Oleh sebab itu, Filep berharap amanah UU Otsus benar-benar dijalankan oleh pemda sehingga tidak ada lagi keluhan atau beban bagi orangtua terkait biaya pendidikan. Ia menuturkan, tujuan alokasi dana Otsus untuk pendidikan harus direalisasikan secara optimal dan tepat sasaran yakni untuk mengafirmasi pendidikan anak-anak asli Papua guna mengejar ketertinggalan sumberdaya manusia.

“Saya minta Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten/Kota jangan membebankan masyarakat, para orangtua terhadap biaya pendidikan. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil tindakan nyata terkait afirmasi sebagai wujud dari komitmen dalam melaksanakan UU Otsus,” ungkapnya.

“Tidak ada alasan tidak ada uang karena dana Otsus sudah diberikan. Kewajiban pemerintah untuk menyelesaikan dan memberikan afirmasi kepada semua putra putri Papua yang mengikuti pendidikan,” terang senator Papua Barat ini.

Fillep Wamafma yang dikenal konsisten memperjuangkan hak-hak OAP memandang apabila pemda tidak atau belum mengalokasikan dana 30% dengan memberikan kebijakan afirmasi berarti pemda terkait telah berkhianat terhadap hak-hak OAP yang telah di atur dalam UU Otsus.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Biak Numfor sekaligus Wakil Ketua Kordinator Bidang Pendidikan Komisi III, Adrianus Mambobo S. Pd., MM, mengatakan sependapat dengan senator Filep Wamafma. Adrianus juga mempertanyakan biaya PPDB yang diberlakukan mengingat telah ada alokasi dana untuk pendidikan.

“Ya saya sepakat dengan saudara senator Filep Wamafma. Ada Dana Otsus, ada Dana BOS yang juga digunakan untuk pendaftaran siswa. Kenapa masih ada biaya yang dibebankan kepada orangtua murid?

Adrianus mengatakan Komisi III DPRD Biak akan memanggil Kepala Dinas terkait yakni Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor terkait persoalan tersebut.

“Sementara komisi III sedang jalan ke sekolah-sekolah. Setelah itu kami akan panggil Kepala Dinas Pendidikan untuk meminta penjelasan mengapa sampai begitu dan apa dasar hukumnya”?

Ia berharap untuk setiap kepala sekolah dapat melihat persoalan ini dengan hati nurani dan tetap menegaskan keberpihakan terhadap peserta didik. Pihak sekolah harus mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat termasuk untuk pendaftaran peserta didik baru.

Seorang Pria di Papua Tewas Dibacok OTK Hingga Satu Warga Pemasok Amunisi ke KKB Diringkus Polisi

0
Ilustrasi tewas. [Foto: ist]

PAPUA, JAGAINDONESIA.COM – Seorang pria bernama Suriadi ditemukan tewas tergeletak dalam keadaan luka-luka bacokan di sekujur tubuhnya di Distrik Kawe area penambangan ilegal di perbatasan antara Kabupaten Pegunungan Bintang dan Boven Digoel Papua.

Direktur Reser Kriminal Umum Polda Papua, Kombes Pol Faizal Rahmadhani membenarkan kejadian tersebut. Akan tetapi, pihaknya belum mendapat laporan lengkap sehingga masih mengumpulkan data dari kepolisian Pegunungan Bintang.

“Iya benar, kami mendapat laporan bahwa adanya kejadian di Distrik Kawe, Kabupaten Pegunungan Bintang Papua dan satu orang dinyatakan meninggal dunia,” ujar Faizal saat dikonfirmasi, Selasa (5/7/2022).

Menurut Faizal, polisi akan mengevakuasi jenazah korban menggunakan helikopter ke Boven Digoel. Selanjutnya, jenazah akan diterbangkan menggunakan pesawat menuju ke Jayapura.

Dari informasi yang dihimpun, Suriadi dikenal sebagai seorang pedagang ilegal bersama anak buahnya 12 orang di pendulangan ilegal. Saat kejadian, teman-teman Suriadi sedang pergi bekerja. Saat kembali, mereka menemukan korban sudah tergeletak tak bernyawa. Hingga kini polisi masih berupaya mengungkap pelaku pembacokan tersebut.

Sementara itu, seorang warga sipil bernisial LT diamankan Direktorat Reskrimum Polda Papua lantaran diduga menjadi pemasok amunisi ke KKB di Papua. Kombes Pol Faizal Rahmadhani mengatakan, LT diduga berperan sebagai penyalur amunisi ke M yang ditangkap beberapa waktu lalu.

“Memang benar Sabtu (2/7) telah menangkap LT, warga Jayapura yang diduga sebagai penyalur amunisi ke M, ASN yang ditangkap di Yalimo,” kata Faizal di Jayapura, Selasa (5/7/2022).

Faizal menjelaskan, LT bertugas menyerahkan amunisi yang diperoleh dari dua anggota TNI AD. Adapun penangkapan LT merupakan hasil pengembangan dari pemeriksaan kepada M, seorang ASN dari Kabupaten Nduga yang ditangkap saat razia di Yalimo.

“Kedua anggota TNI AD itu sudah ditahan Polisi Militer Kodam XVII/Cenderawasih,” katanya.

Menurut Faizal, keduanya baik LT maupun M hingga saat ini masih terus menjalani pemeriksaan guna mengungkap jaringan jual-beli senpi dan amunisi ke KKB Papua. Adapun M ditangkap di Jalan Poros Jayapura menuju Wamena pada Rabu (29/6/2022).

Gerak-gerik AN yang nampak mencurigakan saat dirazia dan sempat menolak polisi berujung pemeriksaan di Pos Yalimo. Hasilnya, petugas menemukan 2 buah jeriken 5 liter warna hitam berisikan ratusan amunisi tajam dan ditemukan senjata api pistol jenis FN yang juga diisi dalam jeriken serta 2 magazen amunisi jenis V2 Sabhara dan magazen jenis SS1.

Adapun jenis amunisi yang diamankan adalah MK3 sebanyak 379 butir, moser 2 butir, AK sebanyak 3 butir, SS1 sebanyak 158 butir, revolver sebanyak 10 butir, us carabine sebanyak 52 Butir dan V2 sebanyak 11 butir dengan total keseluruhan 615 butir amunisi tajam. (UWR)

Senator Filep Apresiasi Atlet FAI dan APPSBI Papua Barat Mampu Sabet Emas Meski Tak Didukung APBD

0
Senator Papua Barat, Dr. Filep Wamafma, SH.,M.Hum (Foto: Ist)

PAPUA BARAT, JAGAINDONESIA.COM – Senator Papua Barat Dr. Filep Wamafma menyampaikan selamat dan sukses kepada atlet Inorga Kormi Papua Barat atas perolehan medali emas dan perunggu untuk dipersembahkan kepada Provinsi Papua Barat pada Fornas di Palembang, Sumatera Selatan.

Filep mengapresiasi para atlet Federasi Airsoft Indonesia (FAI) dan atlet APPSBI Kormi Provinsi Papua Barat yang telah memecahkan rekor tak terkalahkan dari 33 Provinsi di Indonesia hingga berhasil menyumbang medali Emas dan Perunggu dalam event tahun ini.

Wakil daerah Papua Barat di DPD RI ini merasa bangga kepada atlet Inorga Kormi Papua Barat tetap mampu berprestasi meskipun menggunakan uang pinjaman dan uang pribadi untuk bertanding di Fornas Palembang.

Lebih lanjut, Filep berharap ada respons positif dari Pj Gubernur Papua Barat kepada atlet yang sudah menunjukkan kualitas dan kemampuan mereka serta mempersembahkan medali bagi daerah.

“Tidak mudah berjuang tanpa dukungan APBD, namun prestasi luar biasa atlet Papua Barat telah membuat bangga seluruh masyarakat Papua Barat termasuk pemerintah daerah. Oleh sebab itu, sesungguhnya ini menjadi catatan penting bagi Pemerintah Papua Barat tak boleh mengabaikan prestasi atlet,” ungkap Filep, Senin (4/7/2022).

Sementara itu, Sekretaris umum (Sekum) Kormi Provinsi Papua Barat Dr. Dody mengatakan berkat kesiapan latihan dan keseriusan para atlet, maka Papua Barat berhasil menunjukkan kemampuan dan bersaing di level nasional hingga memberikan yang terbaik bagi Papua Barat di FORNAS Palembang ke-VI tahun 2022.

Dody menyampaikan, untuk dapat hadir di Palembang, para atlet menempuh perjalanan dari Manokwari ke Jakarta menggunakan pesawat. Kemudian dilanjutkan dengan menempuh jarak 16 jam menggunakan transjakarta.

“Kita pakai bus transjakarta-Palembang menyebrang laut dengan kapal dan baru bisa sampai di Palembang. Kalaupun ada pesawat, maka bisa lebih cepat namun karena tidak ada dana yang cukup, maka alternatif lain menggunakan transportasi darat dan laut agar bisa sampai ke Palembang,” ungkap Dody.

Lebih lanjut, ia mengucap puji dan syukur sebanyak-banyaknya karena FAI Provinsi Papua Barat berhasil Meraih 1 Medali Emas dan 1 Medali Perunggu di kategori FFA/Free For All (kelas bebas).

Dody menjelaskan, kategori FFA adalah kategori yang paling bergengsi karena hanya tim tertentu yang bisa mengikuti. Sedangkan pada kategori lainnya, semua tim dapat mendaftar dan mengikuti pertandingan, namun untuk FFA hanya tim yang lolos  proses seleksi juara yang dapat bertanding.

“Terima Kasih buat  Pak Dansat Brimob Polda Papua Barat selaku ketua Umum dan Pak Jimmy Lasut, S.T sebagai ketua harian FAI Papua Barat yang sudah bekerja keras dan memberikan hadiah terindah serta terbaik untuk kemajuan Olahraga Masyarakat Indonesia di Provinsi Papua Barat,” tambah Dody. (WRP)

Data Terbaru IPM Papua Terendah, Filep: Bukti Pembangunan Terpenting Bukan Infrastruktur dan DOB

0
Senator Papua Barat, Dr. Filep Wamafma, SH.,M.Hum

PAPUA BARAT – Tanah Papua dengan kekayaan alam berlimpah tentu menjadi harapan besar bagi terwujudnya cita-cita kesejahteraan masyarakat Papua. Seolah menjadi kontradiksi, beragam persoalan justru masih terjadi di wilayah paling timur Indonesia itu hingga hari ini, mulai dari pro-kontra masyarakat atas pembentukan DOB Papua, hingga konflik bersenjata yang masih terus berlangsung di sejumlah daerah.

Bahkan, persoalan-persoalan mendasar seperti masalah pendidikan dan kesehatan tak juga terselesaikan. Mayoritas desa-desa tertinggal masih ada di wilayah Papua-Papua Barat hingga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kedua provinsi ini selalu menjadi yang terendah secara nasional.

Senator Papua Barat Filep Wamafma menilai, kondisi ini layaknya sebuah paradoks dan teka-teki. Mengapa hingga kini tanah Papua masih bergejolak dan beragam persoalan tak kunjung terselesaikan.

“Jika sudah ada yang menyatakan keberhasilan pembangunan, mengapa Papua selalu menjadi Provinsi termiskin? Mengapa Indeks Pembangunan Manusia-nya selalu terendah? Mengapa pendidikan dan kesehatan selalu berjalan lambat? Kemana hasil kandungan emas dan tambang lainnya diperjualbelikan? Dan lagi, mengapa masih ada perang di Papua sampai saat ini, saat dimana berbagai daerah di belahan negara Indonesia sudah berpikir tentang Revolusi 4.0?” ungkap Senator Filep Wamafma, Minggu (12/6/2022).

Senator Papua Barat ini menyampaikan, penanganan persoalan Papua harus menyentuh pada akar persoalan yang ada. Menurutnya, pemerintah sudah selayaknya terbuka terhadap permintaan pelurusan sejarah terkait integrasi Papua ke NKRI.

“Secara de jure, tentu saja Papua milik Indonesia. Namun secara de facto, permintaan akan pelurusan sejarah sampai pada Pepera, patutlah dihargai, di negara yang menjunjung tinggi demokrasi. Apakah Pepera itu untuk meloloskan Kontrak Karya Freeport? mengingat Soeharto sudah menerbitkan Undang-Undang No.1/1967 tentang Penanaman Modal Asing pada Januari 1967? Semuanya seperti informasi yang berkabut dan penuh misteri,” katanya.

“Sesungguhnya tidak ada alasan ketakutan tertentu untuk dibuka, setidaknya agar generasi muda Papua dapat melihat sejarah sebagai milik bersama, bukan sebagai milik penguasa.” sambung Doktor Lulusan Unhas ini.

Selain itu, sejumlah kasus pelanggaran HAM di Papua terhadap OAP juga masih menuntut keadilan sepenuhnya dari pemerintah. Diantara kasus-kasus itu seperti Kasus Biak Berdarah, 6 Juli 1998, Kasus Wasior Berdarah,  Juni 2001, Kasus Wamena Berdarah, April 2003, Kerusuhan Universitas Cenderawasih, di Jayapura 16 Maret 2006, Kasus Paniai Berdarah, di Enarotali, 8 Desember 2014, Kasus Deiyai pada 1 Agustus 2017, Kasus Nduga, 2 Desember 2018.

Filep juga menyebutkan, catatan pelanggaran HAM itu juga disampaikan dalam catatan Amnesty Internasional hingga Yayasan Pusaka Bentala Rakyat. Mayoritas kasus terkait pelanggaran hak atas hidup, sebanyak 15 kasus, khususnya di daerah yang sedang mengalami konflik politik, seperti Kabupaten Intan Jaya, Yahukimo, dan Pegunungan Bintang.

Catatan-catatan atas berbagai persoalan HAM tersebut bahkan telah dibahas oleh para pelapor khusus HAM PBB. Hingga di tahun 2021 Pemerintah Indonesia telah menerima komunikasi dari mekanisme Dewan HAM PBB, Special Procedures Mandate Holders/SPMH. SPMH meminta klarifikasi dan penjelasan mengenai sejumlah kasus dugaan penghilangan paksa, penggunaan kekerasan berlebihan, penyiksaan, dan pemindahan paksa di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Terbaru, adanya sebuah desakan dari LBH Papua hingga Komnas HAM kepada pemerintah untuk segera melakukan audit terhadap BIN terkait pembelian mortir Serbia. Akan tetapi Filep memandang penegakan hukum terkesan tidak tegas atas persoalan-persoalan tersebut.

“Semua pelanggaran HAM di atas, tidak berjalan linear dengan penegakan hukum dan peradilannya, yang terkesan mati suri. Tarik ulur penyelesaian berbagai kasus di atas antara Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus segera dilihat titik temunya. Sulit diterima akal sehat jika semua kasus di atas seolah dipeti-eskan. Lalu di mana rasa keadilan itu?” jelasnya.

“Yang menyedihkan, solusi Pemerintah yang terlihat hanyalah pembangunan infrastruktur. Bagaimana orang bisa makan-minum-sekolah kalau masih ada perang? Bagaimana orang bisa tidur nyeyak kalau masih lihat senjata dimana-mana? Belum lagi kalau dikaitkan dengan trauma psikologis generasi muda Papua yang harus memendam kebencian dari masa ke masa. Luka histroris OAP sulit disembuhkan, selama Tanah Papua selalu menjadi medan konflik!” ungkap Dr. Filep.

Selain itu, muncul hasil kajian sejumlah LSM yang menemukan indikasi adanya hubungan antara operasi militer di Papua dengan konsesi perusahaan tambang di Papua. Temuan ini juga membawa nama sejumlah pejabat tinggi dan persoalan ini berujung pelaporan terhadap pembela HAM.

Belum lagi, sejumlah oknum aparat keamanan justru terbukti terlibat jual-beli senpi dan amunisi di tanah Papua. Hal ini seolah mengisyaratkan konflik bersenjata di Papua tak akan pernah berakhir.

Di sisi lain, menurut Filep, bukannya berfokus menyelesaikan persoalan mendasar, pemerintah justru getol melakukan pemekaran yang apabila bercermin pada pengalaman sebelumnya telah banyak terfokus pada penyiapan dan pembangunan infrastruktur. Selanjutnya, pemekaran wilayah ini juga berbarengan dengan sejumlah program strategis nasional yang jelas membutuhkan biaya yang besar.

“Untuk saat ini, yang terpenting bukanlah memekarkan DOB. Yang terpenting ialah menyelesaikan persoalan keadilan dan kekerasan diskriminatif-spiral dalam bentuk penegakan hukum terhadap HAM, dan menyelesaikan persoalan kesejahteraan pendidikan-kesehatan OAP dalam bentuk penggunaan dana Otsus secara tepat sasaran dan pemberlakuan pengawasan serta evaluasi yang terintegrasi.

“Melihat rentetan peristiwa di tanah Papua, kita patut bertanya. Apakah Papua (sengaja) dijadikan medan konflik? Apakah ada agenda terselubung di balik ini semua?” ungkap Filep Wamafma.

Bareskrim Ungkap DNA Pro Dirikan Broker Fiktif untuk Tampung Uang Korban

0

Jakarta – Bareskrim Polri mengungkap tersangka penipuan robot trading platform DNA Pro mendirikan perusahaan broker fiktif bernama PT. Mitra Alfa Sukses. Perusahaan tersebut digunakan untuk menampung uang investasi para korban.

“Sengaja mendirikan perusahaan broker fiktif untuk menampung uang yang dideposit atau diinvestasikan oleh  para member yang seolah-olah anak perusahaan dari Alfa success Corp,” kata Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Gatot Repli Handoko dalam keterangannya, Jumat (27/5/2022).

Lebih lanjut, Gatot menyebut PT. DNA Pro Akademi menjual aplikasi robot tradingnya dengan skema piramida terbalik. Artinya, uang deposit korban digunakan untuk keuntungan marketing.

“Memanfaatkan uang yang dideposit atau diinvestasikan oleh para member untuk memberikan atau membagikan profit atau keuntungan investasi dan bonus marketing plan kepada para member,” imbuhnya.

Dalam kasus ini, polisi telah mengamankan 11 tersangka. Sementara 3 tersangka lain masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Sebagian besar uang yang di deposit atau di investasikan oleh para member, dinikmati  oleh para member DNA PRO, khususnya para member yang mengikuti skema marketing plan yang telah menikmati berbagai bonus dalam bentuk barang dan uang tunai,” imbuh Gatot.

Adapun jumlah korban DNA Pro yang melapor ke Bareskrim sampai saat ini sebanyak 3.621 orang. Kerugian korban mencapai lebih dari 550 miliar.

Kenali Tanda Tanda Heat Stroke, Terutama Saat Ibadah Haji dan Umroh

0

Heat Stroke atau serangan panas menjadi hal pertama yang diantisipasi tenaga kesehatan haji dalam menjalankan tugas. Untuk itu baik petugas dan jemaah haji diminta untuk dapat mengenali tanda tanda heat stroke.

”Jangan sampai mereka tidak menyadari bahwa sudah masuk dalam tahapan heat exhausted. Mereka harus mengenali gejala heat exhausted. Seperti pusing, mual terutama pada saat aktifitas di luar ruangan,” tegas Kepala kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekkah, dr. Muhammad Imran pada rapat koordinasi tim PPIH Bidang Kesehatan, Kamis (26/5).

Menurut dr. Imran ada kondisi sebelum orang dinyatakan mengalami heat stroke. Kondisi pertama adalah heat exhausted. Kondisi ini ditandai dengan rasa sakit kepala, keringat berlebihan, kulit terlihat pucat, lembab, dan terasa dingin, nafas cepat, mual, dan nyeri otot. Kondisi ini dapat diatasi dengan minum air yang cukup, mengganti elektrolit yang hilang, menyemprot tubuh dengan air dan beristirahat setidaknya 30 menit.

Kondisi yang lebih parah, saat orang mengalami heat stroke atau serangan panas. Merupakan kondisi paling berat pada tubuh akibat cuaca panas, karena tubuh tidak dapat mengontrol suhu badan. Terjadi peningkatan suhu badan dengan cepat hingga mencapai 41 derajat celcius dalam kurun waktu 10-15 menit, dan tubuh sudah tidak dapat mengeluarkan keringat.

Heat Stroke atau serangan panas dapat memperberat kondisi orang yang sedang sakit dan menyebabkan kematian.

”Untuk itu upaya-upaya pencegahan harus gencar dilakukan, untuk petugas mulai dari edukasi cara menyemprot air, bagaimana cara melarutkan dan waktu yang tepat untuk minum cairan elektrolit. Sementara untuk jemaah, selalu melengkapi diri dengan APD dan jangan tunggu haus untuk minum,” tambah dr Imran.

Ketum PSSI Targetkan Timnas Indonesia Menang Lawan Bangladesh

0

KETUA Umum (Ketum) Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI), Mochamad Iriawan memiliki target khusus kepada Timnas Indonesia jelang FIFA Matchday Juni 2022. Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu menginginkan Timnas Indonesia menang lawan Bangladesh, demi perbaiki ranking FIFA skuad Garuda.

Sebagaimana diketahui, skuad Garuda dijadwalkan bentrok dengan Bangladesh di FIFA Matchday pada Rabu, 1 Juni 2022 malam di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung. Pertandingan merupakan laga persahabatan resmi yang masuk kalender FIFA.

Dengan begitu, tim yang menang bakal mendapatkan poin dalam ranking FIFA mereka. Sebab demikian, kemenangan atas Bangladesh bisa menambah pundi-pundi poin Timnas Indonesia yang saat ini berada di peringkat 159 dunia dengan koleksi 1001,61 poin.

Tak heran, Mochamad Iriawan memberi target kepada tim besutan Shin Tae-yong untuk bisa menghajar Bangladesh. Ia ingin Egy Maulana Vikri dan kolega menampilkan permainan terbaik mereka agar bisa membukukan hasil yang maksimal.

“Kami menargetkan timnas Indonesia mampu menang melawan Bangladesh. Hal ini sangat penting untuk menaikkan peringkat FIFA Indonesia,” kata Iriawan dikutip dari laman resmi PSSI, Sabtu (28/5/2022).

“Semoga para pemain terus bekerja keras, selalu memberikan kemampuan terbaik, dan meraih hasil maksimal nantinya,” imbuhnya.

Selain untuk mendulang poin, Iwan Bule mengatakan bahwa laga kontra Bangladesh juga ditujukan untuk persiapan Timnas Indonesia jelang menghadapi pertandingan Kualifikasi piala Asia 2023, yang dimulai pada 8 Juni 2022. Skuad Garuda memang ditargetkan untuk bisa menembus turnamen sepakbola terakbar antar negara Asia tersebut tahun depan.

Di babak Kualifikasi Piala Asia 2023, Timnas Indonesia dijadwalkan bertanding dengan Kuwait, Yordania dan Nepal. Semua pertandingan tersebut akan digelar di Kuwait pada rentang waktu 8 Juni sampai 15 Juni 2022 mendatang.

Eratkan Persatuan, Suku Byak Gelar Halal Bihalal

0

SORONG, JAGAINDONESIA.COM- Umat muslim suku Biak di Sorong Raya merayakan halal bihalal di gedung serba guna Pulau Dum, Kota Sorong, Papua Barat. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai agenda silaturahmi pasca Idul Fitri dan upaya pemersatu keluarga besar suku Biak dalam memupuk kebersamaan dan menjaga kerukunan umat beragama di Papua Barat.

Hadir tokoh muslim Suku Biak Sorong Raya, kepala suku besar Biak Papua Barat Hengky Korwa, Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati, Ketua DPRD Raja Ampat Abdul Warwe, Sekda Kota Sorong Yakob M. Kareth, Manfasfas DPD RI Filep Wamafma, Yosepus Mamberob Rumaikek, dan tamu undangan lainnya.

Sebelumnya acara halal bihalal dimulai, ceramah singkat dibawakan oleh Ustadz Idwar Polisoa, S.Ag. Ia menyampaikan bahwa kebersamaan dalam hubungan Agama antar suku Biak tentu memiliki sejarahnya tersendiri, sehingga tidak bisa pungkiri hubungan tersebut terjalin cukup harmonis.

Ustadz Idwar menuturkan bahwa keyakinan tentu saja boleh berbeda-beda, namun ikatan suku Biak terbukti cukup kuat dan silaturahmi terjalin baik.

“Saya hanya berpesan kita saling mengenal satu sama lain, maka melalui acara halal bihalal ini akan menjadi momentum untuk semua orang Biak di Papua Barat harus bersatu membangun suku ini lebih baik kedepannya, dan jangan lupa dengan sejarah agama sebagaimana saat ini kita kumpul” pesan Idwar, Sabtu (28/5).

Sementara itu, ketua muslim Biak Kepulauan Dum Kota Sorong Warfandu dalam arahannya menyatakan bahwa suku Biak ini bukan saja Mayoritas agama Kristen, namun muslim juga cukup banyak. Sejarah telah membuktikan bagaimana suku Biak ada karena kebersamaan agama.

Sementara, Kepala suku besar Biak Papua Barat, Hengky Korwa melalui sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksanaan halal bihalal. Menurutnya, agenda silaturahmi tersebut merupakan program kerja dari suku Biak Sorong Raya. Ia berharap kedepannya dapat terus dilakukan.

Ditegaskan Korwa bahwa kegiatan tersebut bukan dibuat untuk kepentingan siapapun. Tujuannya ialah bagaimana menjaga kebersamaan suku Biak di Sorong.

Korwa juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak sehingga kegiatan tersebut dapat berjalan lancar dan aman.

Sementara itu, Sekda Kota Sorong Yakob Kareth dalam sambutannya berharap partisipasi suku Biak di Sorong Raya dalam membangun kota Sorong. Ia berharap, komunitas suku Byak dapat terlibat menjaga keamanan dan kebersamaan dalam membangun kota Sorong yang jauh lebih kedepannya.

“Sejarah orang Biak di tanah Papua sangat luar biasa, mulai dari agama, pendidikan sangat luar biasa. Apapun yang terjadi di Papua ini orang Biak sangat berperan sekali, maka kita harap jaga hubungan suku Biak dengan suku Nusantara di daerah Sorong” pesan Sekda Kota Sorong. (WRP)

Berita Terbaru