Kamis, 22 Oktober 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 141

Eks Jubir COVID-19 dr. Achmad Yurianto Wafat

0

Juru bicara (Jubir) Pemerintah Untuk COVID-19 Periode 3 Maret-20 Juli 2020 yang juga mantan Dirjen Pencegahan dan pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Achmad Yurianto meninggal dunia pada Sabtu 21 Mei 2022. Sebelumnya almarhum sempat mendapatkan perawatan di RSUD Syaiful Anwar, Malang.

Almarhum dr. Achmad Yurianto atau kerap disapa dr. Yuri itu wafat pukul 18.58 WIB. Meninggalnya almarhum dipastikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha, S.E.,M.A.,Ph.D.

”Telah berpulang ke rahmatullah, Bapak kita, Pak Yuri atau dr. Achmad Yurianto tadi pukul 18.58 WIB di RSUD Syaiful Anwar, Malang,” katanya di Jakarta, Sabtu (21/5)
Alamat kediaman almarhum di Jl. Ir Soekarno 31, Kota Batu, Malang, Jawa Timur.

Almarhum akan dimakamkan secara militer pada Minggu, 22 Mei 2022 pagi di pemakaman umum Dusun Areng-Areng, Dadaprejo, kota Batu, Malang, Jawa Timur.

”Semoga beliau diberikan tempat terbaik disisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran. Aamiin ya Robbal alamin,” ucap Sekjen Kunta.

Almarhum dr. Yuri memiliki rekam jejak yang baik sebagai pejabat Kemenkes maupun sebagai Jubir COVID-19 Kemenkes. Sebagai pejabat Kemenkes, almarhum sempat menduduki jabatan Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dirjen Pencegahan dan Pengandalian Penyakit, serta Staf Ahli Menkes bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi. Setelah dari Kemenkes, beliau menjabat sebagai Dewan Pengawas BPJS Kesehatan.

Sebagai Jubir COVID-19 Kemenkes, almarhum dr. Yuri memiliki rekam jejak yang baik di mata wartawan. Banyak wartawan menyampaikan duka citanya melalui Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes.

Pemerintah Ajak Masyarakat Dukung Empat Agenda Prioritas G20 Bidang Pendidikan

0

Bandung, 19 Mei 2022 — Juru Bicara Presidensi G20 Indonesia, Maudy Ayunda mengajak masyarakat untuk mendukung empat agenda prioritas G20 bidang pendidikan. Pada pertemuan perdana, Kelompok Kerja Pendidikan atau Education Working Group (EdWG) yang diselenggarakan di Yogyakarta, negara-negara anggota G20 telah menyepakati  komitmen untuk mendukung empat agenda prioritas Indonesia di bidang pendidikan yaitu Pendidikan Berkualitas untuk Semua, Teknologi Digital dalam Pendidikan, Solidaritas dan Kemitraan, serta Masa Depan Dunia Kerja Pasca Covid-19 sebagai solusi bersama untuk bangkit dari situasi pandemi.
 
“Melalui kepemimpinan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), mari kita jalankan apa yang menjadi arahan Presiden Joko Widodo untuk menghasilkan langkah konkret dari presidensi Indonesia,” ujar Maudy Ayunda yang disampaikan secara daring melalui YouTube Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Kamis (19/5).
 
“Saya mengajak kita semua untuk mendukung keempat agenda prioritas G20 pada EdWG. Harapannya, EdWG dapat memberikan manfaat bagi Indonesia dan dunia melalui komitmen terhadap pendidikan yang berkualitas untuk semua,” lanjut dia.
 
Terkait agenda prioritas pertama, yaitu Pendidikan Berkualitas untuk Semua, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, mengambil contoh transformasi pembiayaan pendidikan yang kini lebih berkeadilan sosial seperti dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan perluasan cakupan berbagai jenis beasiswa. Mendikbudristek juga menjelaskan terobosan Merdeka Belajar yang menjadi basis pembahasan agenda prioritas Teknologi Digital dalam Pendidikan.
 
”Kemendikbudristek melakukan banyak terobosan yang belum pernah dilakukan sebelumnya seperti platform Merdeka Mengajar. Tidak seperti pandangan umum yang fokus pada aplikasi belajar daring, platform yang dirancang Kemendikbudristek berfokus untuk memberdayakan dan mendukung kepala sekolah serta guru untuk mengoptimalkan potensi mereka,” terang Menteri Nadiem dalam sambutan pertemuan kedua G20 EdWG, Rabu (18/5).
 
Selain itu, Mendikbudristek juga menjelaskan platform SIPLah sebagai lokapasar yang membantu sekolah mendapatkan kebutuhannya secara efisien. Selain itu, terdapat platform Kedaireka yang menghubungkan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).  Kemendikbudristek selalu berupaya untuk makin membuka keterlibatan berbagai organisasi dengan perguruan tinggi guna menghadirkan pendidikan yang lebih relevan dengan DUDI.
 
Selanjutnya, terkait agenda prioritas ketiga, yakni Solidaritas dan Kemitraan, Menteri Nadiem menjelaskan kepada delegasi EdWG G20 terkait program Organisasi Penggerak dan dana padanan (matching fund) sebagai transformasi pendanaan pendidikan tinggi yang mengedepankan kerja sama lintas sektor dalam peningkatan mutu pendidikan.
 
Mendikbudristek juga menjelaskan berbagai terobosan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang menjadi basis agenda prioritas keempat, yaitu Masa Depan Dunia Kerja Pasca Covid-19. Melalui MBKM kata dia, mahasiswa didorong untuk belajar di luar kelas dan mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan di dunia nyata.
 
“Indonesia melihat ke masa depan, kita melompat ke arah masa depan, dan kita tidak ingin hanya mengejar ketertinggalan,” tegas Mendikbudristek.  
 
Mendikbudristek optimistis bahwa konsensus dalam pertemuan EdWG G20 yang tertuang dalam Laporan EdWG G20 dan Deklarasi Menteri Pendidikan, akan menjadi tonggak penting dalam perjalanan dunia pendidikan di dunia dalam upaya memulihkan pendidikan sebagai dasar untuk mencapai masa depan yang berkelanjutan. (Denty/Desliana)

Wakil DPD Papua Barat Harap Baju Adat Papua Tak Dijadikan Lelucon

0
tangkapan layar video senator filep kecam Ruhut sitompul.

PAPUA BARAT – Cuitan Ruhut Sitompul yang mengunggah foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggunakan pakaian adat suku Dani Papua menjadi trending topic di Twitter beberapa waktu lalu. Unggahan ini sontak menuai reaksi dari berbagai kalangan terutama para tokoh dan masyarakat Papua.

Terkait unggahan Ruhut, Senator Papua Barat Dr. Filep Wamafma, SH., M.hum secara tegas menyatakan Ruhut Sitompul harus segera mengklarifikasi unggahan tersebut dan meminta maaf secara terbuka kepada suku Papua, khususnya kepada suku Dani.

“Sebagai anak bangsa, sudah harusnya saling menghargai ciri khas dari setiap suku yang ada. Sebab ketika ada postingan yang menyindir salah satu suku Papua sebagai bahan lelucon, maka secara tidak langsung pemilik akun yakni Ruhut Sitompul telah mencederai harkat dan martabat suku Papua,” tegas Filep, Kamis (12/5).

Filep sangat menyayangkan tindakan Ruhut yang menggunakan adat Suku Dani dalam cuitan itu. Menurutnya, apabila ada persoalan politik antara Ruhut dengan Anies, maka sangat tidak perlu untuk menyertakan maupun menggunakan adat suku Papua.

Menurut Wakil Ketua I Komite I DPD RI ini,  masyarakat asli Papua juga sangat menghargai dan menghormati perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan, baik suku asli Papua maupun non Papua. Sehingga sikap saling menghormati dan menghargai sangatlah penting untuk memelihara kerukunan dan persatuan NKRI.

“Ketika cara penggunaan atribut adat Papua dijadikan sebagai bahan cuitan dalam persoalan di Jakarta, maka tindakan ini sungguh sangat tidak menghargai adat Papua,” tegas Filep.

Diketahui akun Twitter @ruhutsitompul mengunggah meme foto Anies Baswedan menggunakan pakaian adat Suku Dani Papua pada Rabu (11/5/2022) lalu dan telah di-retweet sebanyak 70 kali. (WRP)

Demo Tolak Pemekaran di Papua Dibubarkan, Filep Kritik Keras Kepolisian

0
Pengunjuk rasa dari berbagai elemen mahasiwa menggelar aksi menolak pembentukan provinsi baru di Jalan Buper, Waena, Kota Jayapura, Papua, Selasa (10/5/2022).

PAPUA BARAT – Demonstrasi penolakan terhadap Otonomi Khusus (Otsus) dan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) terjadi di sejumlah daerah baik di Provinsi Papua maupun Papua Barat. Namun, demonstrasi di Jayapura dan Manokwari pada 10 Mei kemarin sempat dibubarkan aparat keamanan.

Menyikapi hal ini, Senator Papua Barat Dr. Filep Wamafma S.H., M.Hum angkat bicara. Menurut Filep, aparat kemanan tidak seharusnya membubarkan kegiatan hingga melakukan penangkapan. Hal itu lantaran dianggap melampaui kewenangannya dalam menjaga demokrasi dan kebebasan menyampaikan pendapat bagi masyarakat Papua di muka umum.

“Sesungguhnya demokrasi di Papua masih lemah, khususnya berkaitan dengan penyampaian pendapat di muka umum. Kita harap polisi lebih humanis dan objektif. ” ujarnya, Selasa (10/5/2022).

Filep menilai dinamika politik di daerah saat ini juga terjadi akibat ketidakmampuan Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kemendagri dan Kemenkopolhukam membangun komunikasi politik yang intensif ke daerah.

“Saya melihat bahwa Papua sesungguhnya menjadi dampak dari politik nasional. Ada satu konsep besar politik nasional yang kemudian menjadikan Papua sebagai laboratorium untuk pengalihan isu-isu nasional seperti isu minyak goreng, pelanggaran HAM hingga masa berakhirnya jabatan presiden.” ungkap Filep yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua I Komite I DPD RI.

Ia memandang, ruang demokrasi di Papua telah ditutup rapat oleh aparat penegak hukum. Hal ini menurutnya sudah bertentangan dengan konstitusi negara yang menjamin kebebasan untuk menyampaikan pendapat. Situasi ini kemudian menjadi autokritik bagi pemerintah di era reformasi saat ini.

“Saya memandang bahwa persoalan ini tidak akan pernah selesai ketika pemerintah tidak bijak dan tidak adil dalam penanganan masalah politik di daerah. Situasi ini memunculkan pertanyaan besar bagi kita tentang kemampuan pemerintah pusat dalam mengelola persoalan politik lokal di Papua,” bebernya.

“Yang mengherankan adalah ketika lembaga-lembaga formal telah menyampaikan pandangannya kepada pemerintah yakni Menko Polhukam, Mendagri, Menteri PPN hingga kepada Presiden secara langsung, namun sampai dengan saat ini kita melihat bahwa pemerintah mengesampingkan aspirasi daerah dan cenderung otoriter,” sambungnya.

Filep berharap pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi saat ini mampu menjaga harmoni, nilai-nilai kemanusiaan dan nilai-nilai demokrasi di Papua dengan baik sehingga jauh dari praktik-praktik Orde Baru yang sangat otoriter.

“Hal yang sangat disayangkan saat negara kita kembali mundur ketika berbicarademokrasi. Sudah semestinya nilai-nilai demokrasi berdampak signifikan khususnya di tanah Papua. Sehingga tidak ada lagi rakyat sipil yang jadi korban. Apalagi soal menyampaikan pendapat dan gagasan,” kata alumnus Unhas Makassar ini.

“Saya pikir sudah saatnya kita mengevaluasi bersama-sama tentang persoalan ini dan sebagai Senator kami sangat sayangkan dinamika politik lokal yang diselesaikan dengan pendekatan keamanan. Saya harap ada perhatian khusus dari Presiden, Panglima TNI dan Kapolri terkait dengan situasi politik daerah dimana pihak keamanan sangat agresif dan cenderung represif yang kemudian menimbulkan situasi politik yang tidak stabil,” tutur Filep.

Hepatitis Akut Menular Lewat Saluran Cerna dan Saluran Pernafasan, Begini Cara Mencegahnya

0
Adenovirus. Jenis virus ini sangat banyak dan menyebabkan berbagai penyakit. Umumnya, banyak menyebabkan flu dan pilek. Belakangan, kasus hepatitis akuut misterius pada anak, diketahui disebabkan oleh jenis virus Adenovirus 41.(CDC/Dr. G. William Gary via WIKIMEDIA COMMONS)

Penyakit Hepatitis Akut yang sedang melanda dunia diduga telah masuk ke Indonesia setelah tiga anak dilaporkan meninggal dunia akibat terinfeksi penyakit misterius ini.

Kementerian Kesehatan sampai saat ini masih melakukan investigasi melalui pemeriksaan panel virus lengkap dan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui lebih lanjut penyebab dari penyakit ini.

Meski belum diketahui pasti penyebab penyakit Hepatitis Akut pada Anak , Prof. Dr. dr. Hanifah Oswari, Sp. A, yang merupakan dokter Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi RSCM FK UI menyebutkan bahwa dugaan awal disebabkan oleh Adenovirus, SARS CoV-2, virus ABV dll. Virus tersebut utamanya menyerang saluran cerna dan saluran pernafasan.
Untuk mencegah risiko infeksi, Prof Hanifah menyarankan agar orang tua meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan tindakan pencegahan. Langkah awal yang bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

”Untuk mencegah dari saluran pencernaan, jagalah kebersihan dengan cara mencuci tangan dengan sabun, memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi itu matang, tidak menggunakan alat-alat makan bersama dengan orang lain serta menghindari kontak anak-anak kita dari orang yang sakit agar anak-anak kita tetap sehat,” jelas Peneliti di RSCM dan FK UI ini dalam keterangan pers pada Kamis (5/5).

Selain itu, untuk mencegah penularan Hepatitis Akut melalui saluran pernafasan dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 seperti memakai masker, menjaga jarak dan mengurangi mobilitas.

Upaya lainnya yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah penularan Hepatitis Akut adalah pemahaman orang tua terhadap gejala awal penyakit Hepatitis Akut.

Prof Hanifah menyebutkan secara umum gejala awal penyakit Hepatitis Akut adalah mual, muntah, sakit perut, diare, kadang disertai demam ringan. Selanjutnya, gejala akan semakin berat seperti air kencing berwarna pekat seperti teh dan BAB berwarna putih pucat.

Jika anak mengalami gejala-gejala tersebut, orang tua diminta segera memeriksakan anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan diagnosis awal.
Jangan menunggu hingga muncul gejala kuning bahkan sampai penurunan kesadaran.

Karena kondisi tersebut menunjukkan bahwa infeksi Hepatitis sudah sangat berat. Jika terlambat mendapatkan penanganan medis, maka momentum dokter untuk menolong pasien sangat kecil.

”Bawalah anak-anak kita ke fasyankes terdekat untuk mendapatkan pertolongan dari tenaga kesehatan. Jangan menunggu sampai gejalanya lebih berat, karena kalau berat kita kehilangan momentum untuk bisa menolong lebih cepat. Apalagi kalau sampai sudah terjadi penurunan kesadaran, maka kesempatan untuk menyelematkannya sangat kecil,” kata Prof Hanifah.

Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama yang solid antara orang tua, tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan agar bisa menemukan gejala Hepatitis Akut sedini mungkin agar anak segera mendapatkan pertolongan medis.

Kemenkes: Tidak Ada Kaitan antara Vaksinasi COVID-19 dengan Penyakit Hepatitis Akut pada Anak

0
Prof. dr. Hanifah Oswari, Sp. A(K)

Kementerian Kesehatan membantah adanya kaitan antara vaksinasi COVID-19 dengan penyakit Hepatitis Akut yang Belum Diketahui Penyebabnya pada Anak.

Hal tersebut disampaikan oleh Lead Scientist untuk kasus ini, Prof. dr. Hanifah Oswari, Sp. A(K), pada acara keterangan pers di Jakarta (5/5).

”Kejadian ini dihubungkan dengan vaksin COVID-19 itu tidak benar, karena kejadian saat ini tidak ada bukti bahwa itu berhubungan dengan vaksinasi COVID-19,” ungkap Prof Hanifah.

Lebih lanjut Prof Hanifah menyampaikan bahwa sampai saat ini juga belum ada bukti yang menunjukkan adanya kaitan penyakit Hepatitis Akut Yang Belum Diketahui Penyebabnya dengan virus COVID-19, melainkan adanya kejadian yang koinsiden (bersamaan).

Sebagai upaya peningkatan kewaspadaan, pencegahan, dan pengendalian Infeksi Hepatitis Akut pada Anak, pemerintah telah menerapkan beberapa hal, diantaranya dengan mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology).

Selain itu, Kemenkes telah menunjuk antara lain Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso dan Laboratorium Fakultas Kedokteran UI sebagai laboratorium rujukan untuk pemeriksaan spesimen.

Pemerintah juga meminta seluruh tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi, khususnya untuk infeksi virus. Selain itu juga diharapkan adanya rumah sakit rujukan di setiap Kabupaten.

Senator Filep : Raker Suku Byak Didukung Pemda Raja Ampat Hingga Gubernur

0
Penjemputan Gubernur dan rombongan di kampung Yensawai, Raja Ampat

SORONG – Rapat kerja ke-1 suku Byak Papua Barat yang dilaksanakan di Kampung Yensawai, Pulau Batanta Utara, Kabupaten Raja Ampat merupakan kolaborasi dari Pemerintah dan masyarakat Raja Ampat bersama Kepala Suku Byak se-Papua Barat.

Sementara itu, penyediaan kapal motor (KM) Sabuk Nusantara 96 yang akan digunakan oleh masyarakat Biak di wilayah Manokwari Raya ke lokasi Raker Byak di Raja Ampat merupakan buah dari kebijakan dari Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan. Hal ini merupakan tindak lanjut dari surat yang diajukan oleh kepala suku Byak ke Provinsi Papua Barat dan Kementerian Perhubungan di Jakarta.

“Saya tegaskan dan perlu menyampaikan kepada publik Papua Barat bahwa raker Byak ke-1 Papua Barat di Raja Ampat merupakan tanggung jawab langsung dari masyarakat dan pemerintah Raja Ampat yang bersedia menjadi tuan rumah Raker Byak. Di samping itu dukungan juga mengalir dari kepala suku Byak dari kabupaten/kota se-Papua Barat” tegas Mansonanem Dr. Filep Wamafma kepada wartawan di Sorong, Rabu (4/5).

Lebih lanjut, Filep menjelaskan bahwa terbentuknya ikatan Suku Byak di wilayah Papua Barat bertujuan untuk turut berkontribusi bersama semua suku yang ada di Papua Barat dalam membangun kemajuan daerah bersama-sama dengan pemerintah.

Ia menambahkan, konsolidasi suku Byak di Papua Barat ini juga diharapkan dapat menjadi wadah pemersatu suku Byak secara internal dan membangun hubungan baik dengan semua suku di Papua Barat secara eksternal.

Selain itu, kehadiran suku Byak di wilayah Domberay dan Bomberay di Papua Barat ini hendak membangkitkan kembali kiprah suku Byak di daerah ini secara historis sebagai bentuk pemberdayaan di dalam suku.

Filep menekankan bahwa tidak ada keterkaitan tentang adanya riak dinamika politik tahun 2024 dengan semangat persaudaraan suku Byak saat ini. Menurutnya, persoalan pilihan politik merupakan hak masing-masing dan murni kehendak setiap individu.

“Kita bukan bicara politik tapi kita saat ini bicara suku Byak di Papua Barat, sebab selama ini kita suku Byak masih terpisah satu sama lain, namun saat inilah kita menggunakan kapasitas yang ada dengan kemampuan moril dan materil untuk persatukan suku sehingga kita ini saling kenal satu sama lain,” ungkap Filep. (WRP)

Bertahap, Pengungsi Konflik Sampang Dijemput dan Diantar Kembali ke Kampung Halaman

0

Sidoarjo – Sebagian warga pengungsi akibat konflik di Sampang kini bisa kembali ke kampung halaman. Mereka dijemput dari pengungsian dan diantar kembali ke rumahnya di Sampang.

Proses penjemputan ini dihadiri Bupati Sampang Slamet Junaidi, Wakil Bupati Sampang, Kapolres Sampang, Dandim 0828 Sampang, Ketua DPRD Sampang, Kepala Bakesbangpol Sampang, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat Sampang. Dari Kementerian Agama, hadir Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama, Wawan Djunaedi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang, dan Kabid Urais Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. 

Proses penjemputan ini dilakukan bertahap. Pada tahap pertama, ada 53 jiwa dengan 14 Kartu Keluarga (KK) yang diantar ke kampung halaman setelah mengungsi di Rusunawa Puspo Argo, Jemundo Sidoarjo, selama kurang lebih 10 tahun. “Mereka dijemput dan diantar untuk menempati rumah mereka sendiri yang sudah siap huni,” terang Wawan Djunaidi di Sidoarjo, Jumat (29/4/2022). 

Menurut Wawan, niat baik warga Sampang untuk menjemput kembali kerabat mereka yang telah mengungsi selama ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai unsur pemerintah, baik pusat maupun daerah. Penyiapan rumah tinggal bagi sekitar 82 KK merupakan salah satu faktor penting untuk menciptakan kondisi kondusif di kampung halaman mereka, yakni Desa Karang Gayam dan Desa Bluuran. 

“Pemerintah melakukan hal ini tidak lain agar sisa persoalan akibat Sampang bisa segera diselesaikan dengan koridor pemenuhan hak-hak konstitusi warga negara. Berbagai upaya negosiasi para pihak tentunya telah ditempuh dan disepakati, sehingga sampai pada kesepakatan untuk melakukan penjemputan yang terjadi pada hari ini,” jelas Wawan.

“Kementerian Agama sangat mengapresiasi Gubernur Jawa Timur yang selama ini telah mengalokasikan jaminan hidup (Jadup) untuk para warga Sampang selama tinggal di Jemundo dan Bupati Sampang beserta jajarannya yang terus mengawal proses rekonsiliasi. Semoga komitmen ini juga terus pada proses pengadaan rumah tinggal mereka di kampung halaman dan pemberdayaan sumber daya manusia untuk kemandirian secara ekonomi,” harap Wawan.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Rumadi Ahmad, menambahkan bahwa penjemputan secara bertahap ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai macam hal termasuk penerimaan sosial masyarakat Sampang. Proses penjemputan akan dilanjutkan pada tahap berikutnya dengan mempertimbangkan kesiapan pelaksanaan.

“Pemerintah, baik pusat maupun daerah akan terus bekerja keras untuk mengakhiri pengungsian, bukan hanya pengungsi akibat konflik Sampang, namun juga di berbagai tempat lain,” tegas Rumadi.

Kasubdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik (BPKI-PK) Akmal Salim Ruhana berharap jalan panjang penanganan kasus ini diteruskan dan dituntaskan secara kolaboratif oleh semua pihak.

“Semoga di Tahun Toleransi ini beberapa kasus konflik dapat segera kita selesaikan bersama-sama, seiring dengan pembinaan melalui moderasi beragama yang terus digalakkan,” pungkasnya.

Oknum BPK Jabar Turut Terjaring OTT KPK, Filep Dorong BPK Lakukan Pembenahan Internal

0
Bupati Kabupaten Bogor Ade Yasin mengenakan rompi tahanan KPK usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (28/4/2022) dini hari. FOTO/ANTARA/Indrianto Eko

PAPUA BARAT – Kasus OTT KPK terhadap Bupati Bogor Ade Yasin membuka sinyal baru. Pasalnya ia ditangkap tak sendirian, melainkan Ketua tim audit BPK Jawa Barat juga turut terjaring.

Kejadian ini menunjukkan fakta bahwa terdapat permasalahan serius di tubuh BPK. Lembaga yang seharusnya memeriksa pengelolaan dan tanggungjawab keuangan negara, justru dicemari oleh oknum staff Auditnya sendiri.

Atas peristiwa tersebut, senator Papua Barat Filep Wamafma berharap BPK melakukan pembenahan internal. Menurutnya, kasus tertangkapnya oknum pengaudit tersebut cukup menjadi peringatan untuk melihat kembali independensi dan profesionalisme para pegawai BPK.

“Kasus tersebut penting untuk ditindaklanjuti lebih jauh oleh instansi BPK secara keseluruhan. Kita berharap KPK membedah laporan BPK di Kabupaten, Kota, dan Provinsi. Banyak petunjuk yang bisa didapat.” Kata Filep Wamafma.

Ia menyebut bahwa kasus tersebut seperti gunung es, kemungkinan terjadi di daerah juga cukup besar lantaran korupsi yang terus saja terjadi.

“ Kita harus jujur bahwa Opini WTP hasil pemeriksaan tak berbanding lurus dengan korupsi. Berarti ada masalah yang perlu ditindaklanjuti.” Tutur Doktor lulusan Unhas ini.

Wakil Ketua I Komite I DPD RI ini berharap BPK dapat mengeluarkan sanksi yang lebih tegas kepada setiap pegawai yang menodai nilai dasar BPK.

Cek Harga Pangan di Pasar Jungke Karanganyar, Puan Maharani Borong Bakso Untuk Buka Puasa

0
Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani melakukan blusukan di Pasar Jungke, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (26/4/2022). Foto: Eno/Man

Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani melakukan blusukan di Pasar Jungke, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (26/4/2022). Puan meninjau kondisi pasar dan harga bahan pokok jelang Hari Raya Idulfitri. Didampingi Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Puan ingin memastikan kebijakan pemerintah pusat dalam menstabilkan harga berdampak langsung ke masyarakat. 

“(Kami) turun ke lapangan, lihat langsung masalahnya, dan kita dorong Pemerintah supaya ada solusi kebijakannya. Jangan sampai kebijakan yang dibuat di Pusat untuk menstabilkan harga, tidak terasa dampaknya di lapangan,” kata Puan. Dalam kesempatan tersebut, Puan berdialog dengan beberapa pedagang.

Yanti, pedagang yang sudah 17 tahun berjualan di Pasar Jungke melaporkan harga minyak goreng ke Puan yang mencapai Rp17.500. Seorang pembeli Pasar Jungke, Siti, juga mengeluhkan harga telur yang naik jelang Lebaran. “Kalau mau hari Raya ya belanjanya buat kue kue, belanja telur. Telur biasanya Rp18.000-19.000 sekarang udah Rp26.000,” keluh Siti. Kepada Puan, mereka berharap harga kebutuhan pokok bisa terkendali jelang Lebaran ini.

Setelah meninjau beberapa kios sembako, Puan menuju los daging di area belakang Pasar Jungke. Di los daging, mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) tersebut bertemu dengan Sri Rezeki, penjual bakso. Sri dan penjual daging mengaku penjualan daging jelang Idul Fitri cenderung baik dan laku. Setelah berbincang, Puan pun langsung memborong bakso yang juga dijual di kios Sri Rezeki. (ann/sf)

Berita Terbaru