Senin, 19 Oktober 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 35

Bahas Pengembangan IHPP, Ketua STIH Sampaikan Aspirasi Soal Lahan Infokom Manokwari ke Wakil Ketua II DPRK Manokwari

0
Johani Brian Makatita, wakil Ketua DPRK Manokwari.

MANOKWARI, JAGAINDONESIA.COM – STIH Manokwari melakukan agenda Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka pengembangan menjadi Institut Hukum Pembangunan Papua (IHPP). Kegiatan yang melibatkan para pelajar dan stakeholder di kabupaten Manokwari, Papua Barat itu berlangsung selama dua hari yakni 21-22 Maret 2025.

Dalam momen FGD itu, turut hadir Wakil Ketua II DPRK Manokwari, Johani Brian Makatita. Di kesempatan ini Filep Wamafma selaku Ketua STIH Manokwari mendorong agar gedung Infokom kabupaten Manokwari yang dikabarkan sudah dikosongkan dapat dihibahkan untuk pengembangan STIH oleh pemda Manokwari melalui DPRK.

“STIH Manokwari berdiri tahun 1975 hingga tahun 2025 ini sudah genap 50 tahun, namun lahan sangat sempit dan sudah tidak memungkinkan bangun ke belakang, depan, atau samping kiri kanan, maka kami membutuhkan pengembangan kedepannya,” kata Filep disambut antusias oleh peserta FGD, Sabtu (22/3/2025).

“Sehingga kami minta apabila gedung Infokom tidak lagi ditempati oleh instansi terkait, maka kami harap bapak bupati dan wakil Bupati maupun DPRK Manokwari bisa hibahkan kepada STIH Manokwari untuk bisa pengembangan infrastruktur ke arah samping kanan,” ungkap Filep lagi.

Menurut Filep, STIH Manokwari salah satu perguruan tinggi swasta yang berdiri tepat di tengah jantung kota Manokwari yang memerlukan pengembangan lahan. Oleh sebab itu, ia juga meminta Gedung Samsat lama yang berhadapan dengan STIH Manokwari di jalan Karya Abri Sanggeng dapat dihibahkan juga kepada STIH Manokwari.

“Ini hanya usulan dan aspirasi kami, namun semua ini dikembalikan kepada Pemda Manokwari dan provinsi Papua Barat berkaitan dengan pengembangan pendidikan tinggi. Harapan kami aspirasi ini bersambut baik,” katanya.

Menanggapi hal itu, Johani Brian Makatita, wakil Ketua DPRK Manokwari menyambut baik aspirasi Ketua STIH Manokwari. Dia mengatakan akan membahasnya di DPRK, juga dengan bupati dan wakil bupati Manokwari.

“Kami menerima aspirasi ini dan akan kami tindaklanjuti kepada stakeholder terkait,” ungkap Makatita. (WRP)

Di Daerah Investasi, Senator Filep Dorong Swasta Berperan Signifikan Atas Masalah Pendidikan di Papua

0
Senator Papua Barat Dr. Filep Wamafma.

PAPUA BARAT, JAGAINDONESIA.COM – Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, SH, MHum menyoroti kondisi pendidikan di tanah Papua yang masih sangat memprihatinkan. Filep menyayangkan masih tingginya angka anak tidak mengenyam pendidikan formal meskipun di Papua dan Papua Barat berdiri perusahaan tambang mineral yang terkemuka di dunia, yaitu PT. Freeport Indonesia dan perusahaan migas BP Tangguh.

“Selain dampak ekonomi, adanya investasi di daerah juga diharapkan berdampak pada peningkatan mutu SDM melalui pendidikan. Keberadaan Freeport dan BP Tangguh ini menjadi harapan besar bagi masyarakat Papua khususnya Orang Asli Papua (OAP) untuk menjamin kehidupan yang lebih baik, misalnya dengan CSR yang sudah semestinya menjadi hak masyarakat Papua. Namun, kenyataannya sampai saat ini pun masyarakat belum terlepas dari masalah pendidikan juga kemiskinan yang sangat tertinggal dibandingkan daerah lainnya di Indonesia,” ungkap Filep dalam keterangan yang diterima, Selasa (25/3/2025).

Filep lantas menyinggung data Badan Pusat Statistik tahun 2023 yang menyebutkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Papua adalah yang terendah di Indonesia, yakni sebesar 63,01 pada tahun 2023. Hal ini diantaranya tercermin dari jumlah anak yang tidak bersekolah, yang mencapai sekitar 620.000 anak dalam kategori Penduduk Usia Sekolah (PUS).

“Angka ini merepresentasikan jumlah hampir sepertiga dari total populasi anak usia sekolah di Papua, yang menunjukkan betapa seriusnya krisis pendidikan yang terjadi di kawasan timur Indonesia ini. Kita lihat lebih dekat di Papua data terbaru SIO Papua pada 2020-2025 menyebut sekitar 15,29% atau sekitar 16.839 jiwa tidak mengenyam Pendidikan formal. Selanjutnya, jumlah lulusan SD juga sangat kecil hanya 3,09%, SMP 12,30%, SMA 3,74%. Data ini menunjukkan banyak penduduk tidak melanjutkan pendidikan setelah SMP, yang dapat disebabkan oleh faktor ekonomi, geografis, atau minimnya fasilitas pendidikan yang tersedia,” urainya.

Pace Jas Merah itu lantas menyebutkan laporan Claus Wamafma sebagai Director & Executive Vice President (EVP) Sustainable Development PT. Freeport Indonesia bahwa pada pada tahun 2023, Freeport menggelontorkan dana kemitraan di bidang pendidikan sebesar Rp350 miliar, dan pada tahun 2024 meningkat menjadi Rp400 miliar namun kontribusi ini belum memberikan perubahan yang signifikan terhadap kondisi pendidikan di Provinsi Papua.

“Di Papua Barat, data Saikplus menunjukkan Partisipasi Sekolah Tahun 2025 di Papua Barat warga umur 7 tahun sampai dengan 24 tahun, didapati jumlah penduduk belum pernah sekolah yaitu sebanyak 16.293 jiwa atau 6.50% dari total jumlah jiwa di Papua Barat, sedangkan untuk penduduk yang sudah tidak sekolah lagi, yaitu sebanyak 31.316 jiwa atau 12.50%. Maka sebesar 19% penduduk usia sekolah di Papua Barat tidak mengenyam pendidikan yang seharusnya mereka dapatkan. Ini sangat miris, semestinya keberadaan BP Tangguh dapat membantu meningkatkan perekonomian dan kualitas pendidikan masyarakat sekitar melalui dana CSR-nya. Angka ini menunjukkan bahwa masih ada tantangan besar dalam memberikan akses pendidikan yang merata bagi masyarakat, terutama bagi OAP,” tegasnya.

Sebelumnya, senator Filep telah merilis Laporan Advokasi berkaitan dengan BP Tangguh di Teluk Bintuni Papua Barat tahun 2023. Ia mendapati beberapa fakta lapangan yang tidak sesuai dengan klaim dari BP Tangguh, diantaranya klaim adanya transparansi CSR, yang pada faktanya BP tidak pernah mempublikasi secara transparan sumber dana CSR BP Tangguh.

Dalam laporan advokasi tersebut juga dipaparkan mengenai klaim BP Tangguh yang menyatakan bahwa kontribusinya terkait pendidikan antara lain yakni Angka Harapan Lama Sekolah tahun 2020 naik 3 kali lipat dibandingkan pada tahun 2009. Namun demikian, mirisnya berdasarkan Data BPS 2023, menunjukkan bahwa tidak ada satupun SMA hingga tahun 2022 di Aroba, Kuri, Wamesa, Manimeri, Tuhiba, Dataran Beirnes, Aranday, Weriagar, Moskona Selatan, Biscoop, Masyeta, Moskona Barat, dan Moskona Timur.

Di sisi lain, senator yang juga ketua tim pansus Otsu situ mengatakan bahwa dalam peraturan turunan UU Otsus yaitu PP Nomor 106 Tahun 2021 tentang Kewenangan dan Kelembagaan Pelaksanaan Kebijakan Otonomi Khusus Provinsi Papua telah menegaskan peran penting melibatkan masyarakat adat dan orang asli Papua dalam proses pengembangan perusahaan, termasuk usaha perekonomian di Papua dilakukan dengan memperhatikan SDM setempat dan mengutamakan OAP.

Sebagai respons atas kondisi pendidikan itu, senator Filep memberikan empat rekomendasi untuk peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

“Pertama, bagi Pemerintah daerah, sesuai amanat Otsus dan PP 106/2021, wajib memberikan pendidikan gratis untuk OAP, mulai dari tingkat pendidikan paud hingga tingkat pendidikan tinggi dengan penguatan kerja sama dengan PT. Freeport dan BP Tangguh. Kedua, bagi Freeport dan BP Tangguh dapat secara optimal memberikan tanggung jawab sosialnya kepada masyarakat dengan bantuan pendidikan,” katanya.

“Ketiga, bagi Anggota DPRP, dapat melakukan pengawasan dan pemantauan terkait tanggung jawab perusahaan kepada OAP, dan keempat, kepada masyarakat adat, agar dapat memperkuat basis adat sehingga dapat melakukan pembelaan secara masif dan terstruktur jika ada penyelewenangan dana pendidikan, termasuk dana abadi BP Tangguh,” pungkasnya.

Reses di SP-1 Prafi Manokwari, Ketua Komite III DPD RI Terima Aspirasi Bangun Madrasah

0

MANOKWARI, JAGAINDONESIA.COM – Anggota DPD RI asal Provinsi Papua Barat, Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum melakukan Reses di SP-1 Distrik Prafi, kabupaten Manokwari pada Minggu (23/3/2025). Bertemu masyarakat muslim saat agenda buka puasa bersama, Filep menerima aspirasi berupa permintaan masyarakat tentang pentingnya membangun sekolah yakni madrasah.

Madrasah merupakan Lembaga pendidikan formal yang didalamnya memuat kurikulum tentang ke-Islaman di bawah naungan Kementerian Agama. Madrasah mencakup jenjang pendidikan dari pendidikan anak usia dini yang dikenal dengan sebutan Raudhatul Athfal (RA), Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama atau Madrasah Tsanawiyah (MTs) hingga Sekolah Menengah Atas atau Madsasah Aliyah (MA).

“Mengingat pentingnya kemajuan pendidikan bagi masyarakat Papua Barat dan khusus di dataran transmigrasi Manokwari, maka hal ini penting untuk dipikirkan secara bersama-sama. Pendidikan agama juga sangat penting untuk diperhatikan, saya menerima aspirasi masyarakat ini,” ungkap Filep.

Menanggapi aspirasi tersebut, Filep Wamafma menyampaikan akan menindaklanjuti kepada pemegang kuasa anggaran di daerah yakni Gubernur Papua Barat dan Bupati serta wakil Bupati Manokwari, termasuk DPRK dengan harapan mendapat respons yang positif.

Tidak hanya itu, Filep Wamafma, juga akan menggunakan kewenangan yang dimilikinya untuk menindaklanjuti aspirasi itu kepada pemerintah pusat melalui kementerian terkait di Jakarta. Ia menyambut baik aspirasi masyarakat Prafi dalam rangka kemajuan pendidikan di Papua Barat.

“DPD RI tidak kelola aspirasi dana infrastruktur sehingga aspirasi yang sudah disampaikan saat ini menjadi bagian penting yang akan kami perjuangkan melalui mekanisme di pemerintahan. Harapannya agar masalah infrastruktur sekolah yang diminta masyarakat akan mendapat tindaklanjut. Aspirasi pendidikan ini sangat penting, karena menyangkut kualitas generasi yang kita harapkan semakin baik di masa yang akan datang,” ujar Filep. (WRP)

STIH Manokwari Siap Bertransformasi Jadi IHPP, Filep: Target Kita Akan Hasilkan Lulusan Siap Kerja

0

MANOKWARI, JAGAINDONESIA.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari tengah melakukan berbagai persiapan untuk meningkatkan statusnya menjadi Institut Hukum dan Pembangunan Papua (IHPP). Untuk memantapkan status STIH Manokwari menjadi Institut, maka Ketua STIH menghadirkan para guru besar dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta sebagai pemateri.

Dalam agenda itu, Ketua STIH Manokwari Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum menyampaikan bahwa STIH harus terus bergerak maju dan bertransformasi di bidang pendidikan memajukan sumber daya manusia di tanah Papua.

“STIH Manokwari secara mandiri sudah berdiri sejak tahun 1975-2025 dan kini genap berusia 50 tahun, maka telah dan akan terus banyak pengembangan yang dilakukan untuk berkembang lebih baik, berkontribusi menata pendidikan di Papua yang jauh lebih baik kedepannya,” kata Filep dalam FGD, Jumat (21/3/2025).

Di kesempatan yang sama, Dr. Filep Wamafma mengatakan bahwa evaluasi terhadap lulusan STIH menjadi bagian penting dari upaya pengembangan perguruan tinggi tersebut.

“Salah satu langkah yang kami siapkan adalah menambah program studi. Jika kelak STIH menjadi institut, target utama kami adalah memastikan lulusan siap kerja. Oleh karena itu, selain hukum, kami memasukkan manajemen teknologi agar bisa berkolaborasi dengan industri dan seni,” kata Filep Wamafma.

Diketahui FGD yang berlangsung di aula utama kampus STIH Manokwari itu melibatkan perwakilan pelajar tingkat SMA kelas 12 di kabupaten Manokwari, mahasiswa dan dosen untuk turut berdiskusi bersama sejumlah pembicara.

Para pembicara itu antara lain Prof. Ir. Joko Budiyanto Setyohadi, M.Eng., Ph.D, Prof. Dr. Drs. MG Endang Sumiarni, S.H., M.Hum. Prof. Dr. T. Ir. Paulus Wisnu Anggoro, S.T., M.T., IPU, kemudian Prof. Dr. T. Ir. Baju Bawono, S.T., M.T., IPU dan Nugroho Mamayu Hayuning Bawono, S.T., M.T.

FGD ini dilaksanakan selama dua hari, dimana hari pertama melibatkan pelajar dan mahasiswa dan hari kedua melibatkan stakeholder di kabupaten dan provinsi Papua Barat. Dalam agenda itu, para pembicara yang merupakan guru besar ini menerima berbagai masukan dari pelajar dan guru pendamping yang bermanfaat dalam agenda alih status STIH ke depannya. (WRP)

STIH Manokwari Bersiap Alih Status Menjadi Institut Hukum dan Pembangunan

0

MANOKWARI, JAGAINDONESIA.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari tengah bersiap alih status yakni merubah nama menjadi Institut Hukum Pembangunan Papua (IHPP). Berkaitan dengan hal ini, STIH Manokwari menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama para profesor dari Universitas Atma Jaya sebagai pembicara.

Salah seorang pembicara yakni Prof. Dr. Drs. MG Endang Sumiarni, S.H., M.Hum menyambut baik kegiatan FGD ini atas inisiasi dari Ketua STIH, Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum.

Lebih lanjut, Prof Endang mengutarakan bahwa kemajuan STIH Manokwari saat ini tidak terlepas dari kerja keras Filep Wamafma. Ia pun berharap melalui FGD ini diperoleh banyak masukan dalam pembentukan IHPP sebagaimana jajaran guru besar ini akan bekerjasama dengan STIH Manokwari dalam rangka alih status perguruan tinggi.

“Saya berterima kasih kepada bapak ibu yang sudah hadir dalam agenda Ini dan tentu saja masukan dan tanggapan dari bapak ibu sangat kami butuhkan. Maka lewat diskusi ini berbagai masukan akan menjadi kajian yang akan sangat berarti membantu pengembangan STIH Manokwari,” ungkap Prof. Endang, Sabtu (22/3/2025).

Beberapa masukan dari tamu undangan dan peserta FGD sangat kontributif, termasuk penambahan program studi yakni manajemen teknologi. Apalagi kedepannya IHPP akan membangun lab khusus untuk bidang Manajemen Teknologi dan sebagai sarana untuk bidang Vokasi yang akan menunjang kemampuan mahasiswa.

Tak hanya itu, salah satu tokoh perempuan Papua Anike TH Sabami mengutarakan dukungannya terhadap perubahan status STIH. Ia juga mendukung adanya penambahan program studi untuk kemajuan pendidikan sehingga putra-putri Papua tidak perlu keluar jauh keluar dari tanah kelahirannya. 

Anike juga menyampaikan bahwa Ilmu Pemerintahan penting dan perlu dibuka agar mempermudah bagi pemerintah daerah dalam memberikan peluang karir sebagai PNS bagi putra-putri daerah. Ia pun mendukung penambahan program studi manajemen teknologi yang di dalamnya ada Vokasi.

Selanjutnya output dari FGD ini akan menjadi bahan kajian bagi tim profesor dan bagi internal STIH Manokwari. Tim berharap proses alih status STIH menjadi IHPP dapat berjalan lancar dan terwujud dengan baik untuk menjawab kebutuhan pengembangan pendidikan tinggi di tanah Papua. (WRP)



Pastikan Hak Anak Terlindungi, Senator Filep: Komite III DPD RI Siap Kawal Proses Hukum Asusila Oknum Polisi di NTT

0
Senator Filep Wamafma

JAGAINDONESIA.COM – Merespons ramainya pemberitaan perihal dugaan tindakan asusila kepada anak oleh oknum petinggi polisi yang menjabat Kapolres di NTT, yang videonya bocor di Australia, Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma mendesak Kapolri untuk mengusut tuntas dan memproses hukum perbuatan tersebut.

Sebagaimana ramai diberitakan oleh media, bahwa kasus ini terungkap dari Pemerintah Australia yang berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA).

‘’Saya rasa, tindakan penonaktifan dari jabatan dan tugas Kapolres kepada yang bersangkutan harus segera diikuti dengan tahapan lain yang merupakan rangkaian proses hukum untuk mengusut tuntas kasus ini dan membawa terduga pelaku ke pengadilan hingga dijatuhi hukuman yang setimpal,’’ tegas Senator asal Papua Barat itu.

Menurut Filep, komitmen dan ketegasan Kapolri untuk melindungi hak-hak anak tidak cukup hanya dengan membentuk Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak (PPA) dan Pidana Perdagangan Orang (PPO) di Bareskrim Polri di tahun 2024. Tetapi operasionalisasi dari direktorat tersebut juga saat ini ditunggu untuk memperlihatkan pada masayrakat bahwa hukum tidak pandang bulu, tidak tumpul ke atas tapi tajam ke bawah serta menjamin keadilan bagi semua pihak.

Di tengah komitmen pemerintah untuk menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak melalui sederet regulasi dan kebijakan, kasus ini dinilai mencoreng wajah Indonesia di dunia internasional mapun nasional. Di tingkat internasional, Indonesia hanya membutuhkan waktu 1 (satu) tahun untuk meratifikasi United Nations Convention on the Rights of the Child (UN-CRC) paska disahkan PBB pada tahun 1989.

Di tingkat nasional, lanjut Filep, meski harus berselang lama Indonesia pada akhirnya mengundangkan UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang kemudian mengalami beberapa perubahan menjadi UU No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. UU Perlindungan Anak itu diubah kedua kalinya yakni UU Nomor 17 tahun 2016, dan dicabut sebagian melalui UU Nomor 1 tahun 2023.

Saat ini, di bawah Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam menjamin perlindungan bagi anak juga telah diwujudkan melalui salah satu agenda pembangunan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan menengah (RPJMN) Tahun 2024-2029, yaitu ‘Meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing’.

Salah satu indikator capaiannya adalah untuk peningkatan kualitas anak, perempuan, dan pemuda. Artinya, pemerintah akan berupaya untuk menjamin pemenuhan hak anak dan memberikan perlindungan bagi anak dari segala bentuk diskriminasi dan kekerasan.

Dalam suara yang tersendat, Fillep menyatakan, keprihatinnya yang mendalam pada anak sebagai korban dan keluarganya.

‘’Saya menegaskan DPD RI melalui Komite III yang lingkup tugasnya membidangi pemberdayaan perempuan dan perlindungan akan mengawal proses hukum kasus ini untuk memastikan korban memperoleh perlindungan dan kepastian hukum. Suatu kebetulan bahwa pada masa reses periode Maret-April ini, persoalan perlindungan anak menjadi isu reses untuk kita perhatikan bersama,’’ ungkap Filep.

Sumber: Radar Lombok

Bersama Forum Komunikasi dan Kemitraan BPJS, Filep Himpun Data Persoalan BPJS di Papua Barat

0

MANOKWARI, JAGAINDONESIA.COM – Anggota DPD RI, Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum melakukan Reses ke Provinsi Papua Barat, Senin (17/3/2025). Di masa reses itu, Filep menghadiri kegiatan Forum Komunikasi dan Kemitraan Program Jaminan Kesehatan Nasional, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Provinsi Papua Barat yang dilaksanakan di kantor Gubernur Papua Barat lantai III di Arfai, Manokwari.

Agenda itu dibuka oleh Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan didampingi Wakil Gubernur Papua Barat Mohammad Lakotani. Pantauan awak media, nampak hadir DPR Papua Barat, pimpinan OPD terkait, Deputi Direksi Wilayah XII Mustafa, dan perwakilan BP3OKP di provinsi Papua Barat.

Dalam sambutannya, Deputi Direksi Wilayah XVII Mustafa mengatakan, per 1 Maret 2025 jumlah peserta JKN-KIS meliputi 6 provinsi telah mencapai kurang lebih 98 persen dari total penduduk, termasuk provinsi Papua Barat yang mencapai 653.818 jiwa atau lebih dari 98 persen.

“Data ini menunjukkan bahwa pemprov Papua Barat sudah sejalan RPJMN 2020-2024. Cakupan peserta JKN di Provinsi Papua Barat didominasi oleh segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) sebesar 60,27% kemudian diikuti oleh segmen PBPU Pemda sebesar 16,24%, PPU PN 15,34%,4PPU BU sebesar 4,35% dan PBPU dan BP3,30%.5,” sebut Deputi.

Ia menambahkan, peserta tidak aktif di Provinsi Papua Barat sejumlah 45.409 jiwa atau 6,95% dari total cakupan JKN. Peserta non aktif tersebut disebabkan berdasarkan SK PBI JK yang diterbitkan oleh Kemensos setiap bulannya, penonaktifan oleh Badan Usaha atau Satuan Kerja karena habis masa kerja/kontrak kerja, atau penonaktifan secara otomatis karena premi iuran PBPU Mandiri belum terbayarkan.

Menurutnya bahwa peserta non aktif ini menjadi perhatian bersama dimana BPJS Kesehatan dan Pemerintah Daerah tentunya dapat berkoordinasi dan berkolaborasi untuk menentukan solusi terbaik agar seluruh penduduk di Provinsi Papua Barat terdaftar dan aktif sebagai peserta JKN.

Hal ini, kata dia, tertuang pada Instruksi Presiden Nomor 01 Tahun 2022 terkait Implementasi 5 Program JKN dimana dibutuhkan dukungan banyak pihak termasuk K/L dan Pemerintah Daerah serta OPD terkait. Salah satu turunan Inpres 01/2022 adalah terkait Pedoman Penyusunan Anggaran JKN Daerah yang tertuang pada Permendagri Nomor 15 tahun 2024.

Dalam Permendagri 15/2024, Pemda baik provinsi, kabupaten/kota wajib menganggarkan iuran JKN pada APBD masing-masing meliputi Kontribusi PBI JK, Iuran PBPU Pemda, Bantuan Iuran PBPU Pemda, Bantuan Iuran PBPU Kelas III, Iuran Wajib Pemda, dan KP Desa. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi Inpres 01/2022 dan bentuk kolaborasi stakeholder dengan BPJS Kesehatan untuk turut serta mendukung program JKN. (WRP)

Senator se-Tanah Papua Sepakat Tolak Efisiensi Anggaran Otsus di Sidang Paripurna DPD RI

0
Sejumlah senator dari tanah Papua menyatakan sikap saat sidang paripurna DPD RI, Jumat (14/3/2025).

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) mengadakan Sidang Paripurna ke-11 Tahun Sidang 2024-2025 pada Jumat (14/3/2025). Dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin itu, anggota DPD RI se-tanah Papua menyatakan menolak kebijakan efisien anggaran Otonomi Khusus.

“Pimpinan dan seluruh anggota DPD RI di tanah Papua pada Paripurna hari ini, Jumat (14/3) menyatakan menolak secara tegas efisiensi dana Otonomi Khusus (Otsus). Penolakan ini berdasar pada beberapa hal, pertama, kita harus berpegang kembali pada hakikat kehadiran Otsus adalah untuk meningkatkan kualitas hidup berdasarkan aspirasi dan hak-hak dasar masyarakat adat, mempercepat laju pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di berbagai sektor dalam rangka mengejar ketertinggalan Papua dari provinsi-provinsi lain,” kata senator Papua Barat, Dr. Filep Wamafma.

“Kedua, adanya Otsus juga sebagai win win solution atas beragam persoalan di Papua, utamanya di sektor-sektor fundamental seperti pendidikan, kesehatan dan perekonomian. Adanya efisiensi ini akan menggerus keberpihakan pemerintah dan cenderung kontraproduktif atas tujuan pemberlakukan kebijakan politik Otsus Papua,” sambungnya.

Lebih lanjut, Filep mengatakan bahwa adanya efisiensi ini juga menjadi momentum menguji komitmen Presiden Prabowo atas kebijakan afirmasi di tanah Papua. Menurutnya, kekhususan Papua dapat menjadi pertimbangan atas pentingnya meninjau kembali efisiensi anggaran Transfer ke Daerah (TKD) yang berdampak pada pemotongan dana Otsus yang tersisa Rp 9,69 Trilun dari pagu Rp 10,04 Triliun.

“Dalam beberapa kali kesempatan saya tegas suarakan pemerintah harus meninjau kembali efisiensi yang berimbas pada pemotongan dana Otsus ini. Sebaliknya, pemerintah pusat hingga daerah harusnya memastikan realisasi kebijakan Otsus berjalan optimal sesuai pos-pos dan peruntukannya. Kita semua tahu bahwa Papua masih menjadi yang tertinggi tentang angka putus sekolah, minimnya jumlah guru, masalah stunting, kemiskinan dan lainnya,” ujar Filep yang kini menjabat sebagai Ketua Komite III DPD RI.

“Secara pribadi, saya akan terus bersuara terkait efisiensi Otsus ini agar jangan mengorbankan pemenuhan hak-hak masyarakat Papua. Terlebih, saya terlibat aktif dalam penyusunan UU Otsus ini selaku ketua tim Otsus DPD RI. Maka sikap kami ini semata-mata untuk mewujudkan percepatan pembangunan sebagaimana cita-cita Otsus di tanah Papua,” tegasnya.

Oleh sebab itu, senator yang juga Pakar Hukum Otsus itu mengingatkan agar kebijakan efisiensi tidak mengorbankan dana Otsus. Dia menekankan amanat UU Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otsus telah menegaskan poin pokok urgensi adanya Otsus Papua.

Seperti diketahui, kebijakan efisiensi anggaran era pemerintahan Prabowo Subianto di tahun 2025 ini juga menyasar anggaran Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2025 yang dipotong hingga 50,59 Triliun. Faktanya, efisiensi TKD jelas berdampak kepada pemotongan anggaran ain, termasuk dana Otonomi Khusus (Otsus).

Kemudian, Keputusan Menkeu (KMK) telah menetapkan 6 item dana TKD yang dipotong antara lain Kurang Bayar Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus Fisik (DAK Fisik), Dana Otonomi Khusus (Otsus), Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Dana Desa. Berdasarkan data, DAU yang pagu awalnya Rp446,63 triliun dipotong menjadi Rp430,95 triliun. DAK Fisik dipotong Rp18,3 triliun dari pagu Rp36,95 triliun. Dana Otsus dipotong Rp509,45 miliar dari pagu Rp14,51 triliun.

Apresiasi BTM Gandeng Constant Karma, Senator Filep: Rekam Jejak Jelas, Constant Karma Sangat Layak!

0
Senator Filep Wamafma.

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Senator Papua Barat, Dr.Filep Wamafma mengapresiasi calon gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM) yang akhirnya memilih Constant Karma sebagai calon wakil gubernur Provinsi Papua.

Deklarasi pasangan ini berlangsung di kediaman BTM yang dihadiri oleh ribuan massa pendukung Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM-CK), di Jalan Jeruk Tipis, Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Minggu (9/3/2025).

“Saya apresiasi pilihan Ini karena sosok Constant Karma merupakan tokoh yang memiliki kemampuan kepemimpinan yang mumpuni, rekam jejak beliau tidak diragukan lagi. Bersatu dengan BTM, pasangan ini merupakan pasangan ideal yang diharapkan oleh publik Provinsi Papua,” kata Filep kepada awak media, Senin (10/3/2025).

Filep lantas menyebut sejumlah rekam jejak Contant Karma yang pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Papua periode 2000-2005 juga sebagai Penjabat Gubernur Papua periode 2012-2013. Tak hanya itu, pensiunan ASN itu juga pernah mencapai puncak kariernya sebagai ASN ketika menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua.

“Contant Karma juga sangat mumpuni secara akademis, ia sempat menjalani profesi sebagai dokter hewan. Ia yang juga lulusan Universitas Gadjah Mada ini sangat layak mendampingi BTM yang juga memiliki catatan pencapaian karir politik yang jelas,” sebutnya.

“Oleh karena itu, sebagai anak Saireri, saya siap memberi dukungan politik kepada Pasangan BTM-CK. Semoga Tuhan berkati dalam kontestasi PSU Provinsi Papua,” ujar Filep yang kini menjabat sebagai Ketua Komite III DPD RI.

Contant Karma dinilai tepat menapak kontestasi Pilkada Papua Bersama BTM karena memiliki record birokrasi dan politik yang sama-sama bagus. Ia merupakan tokoh senior di Papua sekaligus politikus Partai Golongan Karya (Golkar).

Seperti diketahui, BTM bersama partai pengusung, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), mendeklarasikan Constant Karma di kediamannya. Adapun Constant Karma diputuskan mendampingi BTM menggantikan Yeremias Bisai yang didiskualifikasi oleh Mahkamah Konstitusi (MK) pada 24 Februari 2025.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua telah memberikan waktu tiga hari untuk pendaftaran calon wakil gubernur Papua dari paslon nomor urut 1, Benhur Tomi Mano, dan partai pendukung dari PDI-P dan PKN.

Pendaftaran pengusulan nama calon wakil gubernur Papua yang akan mendampingi BTM dalam PSU Papua dimulai dari Sabtu (8/3/2025) sampai dengan Senin (10/3/2025). Adapun jadwal penyelenggaraan PSU Provinsi Papua masih belum ditetapkan. (UWR)

HUT YPK ke-63, Senator Filep Wamafma Berikan Peluang Bagi 10 Anak YPK Kuliah di STIH Manokwari

0

MANOKWARI, JAGAINDONESIA.COM – Anggota DPD RI, Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum memberikan peluang emas kepada seorang siswa tamatan YPK Oikumene Manokwari jurusan IPA untuk berkesempatan kuliah Kedokteran di Universitas Cenderawasih, Papua.

“Untuk anak YPK Oikumene Manokwari jurusan IPA agar dipersiapkan oleh Kepala SMA YPK Oikumene, agar bisa diproses dan kuliah kedokteran di Uncen. Saya jamin anak kuliah kedokteran di Uncen di Jayapura, Papua” kata Filep.

Tak hanya itu, Filep yang juga alumni YPK Oikumene Manokwari ini memberikan kesempatan bagi 10 pelajar SMA YPK tamatan 2025 untuk berkuliah di STIH Manokwari dan berpeluang mendapat beasiswa.

Pemberian kesempatan kuliah ini merupakan hadiah emas di momen HUT YPK ke-63 pada 8 Maret 2025. Dikarenakan berhalangan hadir pada puncak HUT YPK di tanah Papua yang terpusat di SMA YPK Oikumene Manokwari, Filep memberikan pesan singkat yang disampaikan secara terbuka lewat syukuran HUT YPK tersebut.

“Jadi untuk anak-anak SMA/SMU YPK di kabupaten Manokwari saya berikan peluang beasiswa bagi 10 anak untuk kuliah gratis di STIH Manokwari. Semoga anak-anak manfaatkan dengan baik kesempatan ini,” ungkap Filep Wamafma.

Di kesempatan yang sama, Ketua STIH Manokwari ini berharap beasiswa ini dapat membantu anak-anak YPK mengenyam pendidikan di perguruan tinggi dengan baik. Ia berpesan agar pelajar asal SMA/SMU YPK di kabupaten Manokwari dapat menyiapkan berkas serta melakukan pendaftaran ke panitia penerimaan mahasiswa Baru di STIH Manokwari untuk dapat diproses lebih lanjut. (WRP)

Berita Terbaru