Selasa, 20 Oktober 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 179

Satgas Nemangkawi Tangkap Terduga Jaringan Penjual Senpi dan Amunisi ke KKB Puncak Jaya

0
Kasatgas Humas Ops Nemangkawi Kombes M. Iqbal Al-Qudusy. (Foto: Doc. Divisi Humas Polri)

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Satgas Nemangkawi menangkap Ratius Murib alias Neson Murib yang diduga merupakan jaringan penjual senjata api (senpi) dan amunisi ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Puncak Jaya, Papua.

“Yang bersangkutan Neson Murib diduga jaringan penjual senjata api dan amunisi ke KKB di Puncak Jaya,” kata Kasatgas Humas Ops Nemangkawi Kombes M. Iqbal Al-Qudusy, Selasa (15/6/2021).

Menurut Iqbal, Neson Murib diketahui sudah melakukan sejumlah transaksi mencapai miliaran rupiah terkait dengan penjualan dan pembelian senpi beserta amunisinya.

“Total yang dikirim dan diterima Rp1.393.100.000,” ujar Iqbal.

Neson Murib diamankan ketika sedang transit di Bandara Mulia Kabupaten Puncak Jaya oleh anggota KP3 Bandara Mulia Polres Puncak Jaya. Ketika itu, ia ingin menuju Kabupaten Timika.

Saat ditangkap, Neson kedapatakan membawa uang sebanyak Rp370 juta. Menurut Iqbal, diduga dana tersebut untuk membeli senjata api dari seseorang.

Iqbal menegaskan, sampai saat ini, jajaran aparat penegak hukum masih terus melakukan pendalaman terhadap jaringan penjual senpi dan amunisi tersebut.

“Tim masih akan terus menggali informasi sumber dana serta aktifitas pengiriman uang untuk membeli senjata dan amunisi dari terduga Neson Murib,” tutup Iqbal. (rls)

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris JAD di Bogor

0
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono. (Foto: Doc. Divisi Humas Polri)

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) berinisial KDW (30) di Bogor, Jawa Barat, kemarin. Polri mengungkap KDW berperan sebagai penyedia bahan baku untuk bom.

“Densus telah mengamankan satu tersangka pelaku teror di Indonesia. Diamankan di Bogor, Jawa Barat, atas nama KDW berumur 30 tahun. Ini termasuk di dalam kelompok Jamaah Ansharut Daulah,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Selasa (15/6/2021).

“Peran tersangka KDW ini yang mempersiapkan bahan-bahan kimia yang akan digunakan sebagai bahan baku pembuat bom,” sambungnya.

Selain itu, Brigjen Rusdi membeberkan sejumlah barang bukti saat Densus 88 menangkap KDW. Beberapa di antaranya bahan kimia seperti Dekstran, Sodium Borate, hingga HCL.

“Dari tersangka KDW diamankan bermacam-macam bahan-bahan kimia, antara lain Dekstran, Magnesium Sulfat, Sodium Borate, HCL, Belerang, dan bahan-bahan kimia lain. Ini diamankan dari tersangka KDW,” tutur Rusdi.

Lebih lanjut, Brigjen Rusdi menyampaikan peran lain dari KDW. KDW, kata Rusdi, sering menyebarkan konten seputar JAD melalui media sosial miliknya.

Terlebih, KDW juga menjadi admin di salah satu grup WhatsApp. Di dalam grup itu, KDW kerap berdiskusi soal jihad.

“Selain itu teridentifikasi juga KDW sering menyebarkan konten-konten tentang Daulah di beberapa medsos yang dimiliki olehnya. Kemudian juga KDW ini menjadi admin salah satu WA group yang tentunya WA group terdiri dari kelompok KDW ini, yang senantiasa mendiskusikan jihad dan daulah,” katanya. (rls)

Kebocoran Data 279 Juta WNI, Polri Segera Sita Server BPJS Kesehatan

0
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono. (Foto: Doc. Divisi Humas Polri)

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Polisi masih mengusut kasus dugaan kebocoran data 279 juta data Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga identik dengan data BPJS Kesehatan. Polri sedang mengurus surat izin sita ke Pengadilan untuk segera menyita server BPJS Kesehatan.

“Kemudian telah membuat permohonan izin khusus penyitaan terhadap server BPJS Kesehatan,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Selasa (15/6/2021).

Adapun surat izin penyitaan itu diajukan ke Pengadilan Negeri Surabaya. Hal tersebut karena server BPJS Kesehatan ada di Surabaya.

“Servernya itu ada di Surabaya. Server BPJS-nya ada di Surabaya, sehingga penyidik membuat permohonan izin khusus penyitaan terhadap server itu ke Pengadilan Negeri Surabaya. Karena servernya ada di Surabaya,” sambungnya.

Brigjen Rusdi memastikan proses penyidikan dugaan kebocoran data BPJS Kesehatan yang dilakukan oleh Bareskrim tak mengganggu pelayanan. Dia menyebut layanan BPJS Kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan.

“Penyidikan berjalan dan pelayanan pada masyarakat tetap berjalan,” ucap Rusdi.

Sementara itu, Brigjen Rusdi mengungkapkan Bareskrim mulai berhasil mengidentifikasi pelaku yang membuat data BPJS Kesehatan bocor. Hanya, identitas serta lokasi pelaku masih didalami penyidik.

“Lalu juga telah memeriksa secara online cryptocurrency yang diduga itu milik pelaku. Untuk sementara penyidik telah menemukan profil milik pelaku yang ada di dalam Raid Forum itu. Profilnya, penyidik sudah membaca itu. Tinggal didalami oleh penyidik. Ke depan ada perkembangannya. Tentunya sudah mengarah profil ke pelaku,” tutupnya. (rls)

Dukung Pemberantasan Premanisme dan Pungli, Ketua DPD RI: Preman Harus Dapat Pembinaan

0
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, memberikan dukungan terhadap langkah Polri yang memberantas aksi premanisme di jalanan. Namun, LaNyalla meminta dilakukan pembinaan kepada para preman agar tidak mengulangi aksinya. 

Menurut LaNyalla, Indonesia tidak boleh memberi ruang buat segala aksi premanisme dan pungutan liar.  

“Namun para preman itu harus diberikan pembinaan. Bila perlu diberikan juga pembekalan sehingga mereka dapat mencari rezeki dengan cara yang baik,” tuturnya, Selasa (15/6/2021). 

Senator asal Jawa Timur ini juga meminta masyarakat agar tidak segan untuk melaporkan jika mendapati aksi premanisme dan pungli jalanan. 

“Harus ada efek jera untuk para preman. Mereka harus sadar jika ulah yang mereka lakukan sangat merugikan masyarakat. Di saat itulah pemerintah harus hadir untuk memberikan pembinaan. Sehingga penanganannya tidak hanya dirazia, dihukum, kemudian dilepas lagi,” ujarnya.  

Aparat Kepolisian sendiri mulai mengambil tindakan tegas lantaran aksi premanisme telah meresahkan masyarakat. 

“Apresiasi harus diberikan kepada Polri yang berupaya memberantas premanisme yang selalu meresahkan. Para preman ini kerap melakukan pemalakan terhadap sopir truk yang membawa barang-barang ke pasar di beberapa kota, seperti Banten, jalur Pantura, hingga Gresik,” kata LaNyalla. 

Namun, mantan Ketua Umum PSSI ini menilai jika keresahan bukan hanya dirasakan para supir. 

“Masyarakat umum lainnya juga merasakan keresahan. Oleh karena itu, aksi premanisme harus diberantas. Polisi pun harus memberantas orang-orang yang ada di belakang aksi mereka. Jika tidak, aksi mereka akan merebak kembali jika dirasa telah aman dari razia penertiban,” katanya. 

LaNyalla meminta Polri untuk melakukan penertiban premanisme hingga ke akar-akarnya. 

Pemberantasan premanisme dilakukan aparat Polri disejumah daerah. Di Jawa Timur, Polres Kabupaten Gresik menciduk lima preman yang kedapatan melakukan pungutan liar (pungli) kepada sopir truk kawasan Pantai Utara (Pantura), Jatim, dan pengunjung pasar.  

Hal serupa dilakukan di wilayah DKI Jakarta. Sebanyak 49 preman terduga pelaku pungli di Tanjung Priok ditangkap Tim Gabungan dari Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Utara dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok. 

Di Jakarta Barat, Polres Metro Jakarta Barat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap 22 orang tersangka preman karena diduga melakukan pungutan liar (pungli). (*)

Raker dengan Mendikbud, Komite III DPD RI Adukan Nasib Guru Non PNS

0
(Foto: Doc. DPD RI)

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Komite III DPD RI menggelar rapat kerja atau Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud-Ristek), Nadiem Makarim, Selasa 15 Juni 2021 secara virtual. Dalam RDP ini, senator asal Lampung dr. Jihan Nurlela mengadukan nasib tenaga pendidikan Non PNS. Jihan mengusulkan agar sertifikasi guru Non PNS dipermudah dan ada upah minimum bagi guru khususnya Non PNS.

Menurutnya, memperbaiki mutu pendidikan juga harus diiringi dengan kesejahteraan tenaga pendidik (guru).

“Salah satu permasalahan yang terjadi dan menjadikan masalah lainnya muncul adalah belum ada kebijakan Upah Minimum Guru Pak Menteri, sehingga gaji guru honorer sangat kecil dan tidak laik,” ujarnya. 

Upah minim, jam kerja yang padat setara bahkan melebihi guru PNS, dampak ekonomi dari pandemi Covid-19, membuat guru semakin susah. Gaji kecil yang tidak layak ini, menurutnya ditemui saat reses di lapangan, khususnya aspirasi dari Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori usia 35 tahun ke atas (GTKHNK 35+) di Provinsi Lampung. 

“Keluhan yang sering kami terima juga misalnya, guru Non PNS sulit mendapatkan sertifikasi, salah satu masalahnya adalah sulitnya mendapat NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan) sebagai persyaratan mendaftar sertifikasi tenaga pendidik,” jelasnya. 

Dalam RDP ini, senator cantik dari Lampung ini juga bertanya kepada Nadiem, mengenai program Kampus Mengajar. Menurutnya anggaran untuk Kampus Mengajar bisa saja dialokasikan untuk guru honorer yang memang mengajar di daerah terpencil, atau terluar. 

“Mengenai Kampus Mengajar, apakah program tersebut sudah mempertimbangkan persoalan anggarannya. Sudahkah proporsional jika dibandingakan dengan anggaran yang digelontorkan bagi guru honorer dan tenaga pendidik? Apakah tidak lebih bijak mengalokasikan sedikit lagi tambahan untuk para guru honorer terlebih untuk GTKHNK+35?,” paparnya. 

Terakhir, adik kandung Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim ini menanggapi mengenai Pelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah yang mulai diberlakukan. 

“Saya sepakat bahwa PTM tetap harus dicoba untuk mengobati psikologis anak dan orang tua yang seperti bapak katakan mereka sudah banyak yang menjadi loss generation, banyak gejala yang sudah muncul atas ketiadaan pembelajaran secara langsung oleh guru terutama persoalan akhlak. Anak bangsa ini harus menjadi anak yang berbudi pekerti dan hal tersebut sulit didapat tanpa pembelajaran langsung dari para guru, sulit ya bukan tidak bisa, tapi memang sulit,” tutupnya. (*/rilis)

Polri Ungkap Penyelundupan Narkoba 1,1 Ton Jenis Sabu Jaringan Timur Tengah

0
(Foto: Doc. Divisi Humas Polri)

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Tim Satgas Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap kasus penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 1,129 ton yang diduga melibatkan jaringan Timur Tengah dari Iran dan Afrika.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan ada tujuh tersangka yang ditangkap oleh aparat di tempat dan waktu yang berbeda-beda.

“Penangkapan kali ini dilakukan oleh rekan-rekan anggota Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Pusat secara beruturut-turut diakhir Mei sampai Juni setelah diamankan lima warga negara Indonesia serta dua warga negara Nigeria,” kata Kapolri dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (14/6/2021).

Kapolri mengatakan bahwa barang bukti yang diamankan tersebar di empat lokasi yang berbeda. Pertama, tim menemukan 393 kilogram (kg) sabu di wilayah Gunung Sindur, Bogor. Tersangka yang ditangkap dari TKP itu berinisial NR dan HA.

Kemudian, polisi juga menggerebek ruko di Pasar Modern Bekasi Town Square, Bekasi Timur dan menemukan barang bukti sebanyak 511 kg sabu.

Di lokasi itu, polisi menemukan dua tersangka yang merupakan warga negara asing (WNA) berinisial NW dan UCN.

Kemudian, lokasi lain yang dilakukan penggerebekan ialah apartemen Basura, Jakarta Timur yang ditemukan 50 kg sabu dengan tersangka berinisial AK. Terakhir, penyidik menemukan 175 kg sabu lainnya di Apartemen Green Pramuka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat dengan tersangka berinisial H.

Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 115 ayat (2) lebih subsider Pasal 112 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman minimal enam tahun maksimal hukuman mati,” ucap dia. (rls)

Banggar Apresiasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional

0
Anggota Badan Anggaran (Banggar) Mukhtarudin dalam Rapat Kerja Banggar di Gedung Nusantara I, Senayan. (Foto: Andri/nvl)

JAGAINDONESIA.COM – Anggota Badan Anggaran (Banggar) Mukhtarudin mengapresiasi kerja jajaran pemerintah yang telah bekerja keras untuk melakukan pemulihan ekonomi nasional termasuk dalam konteks penanganan masalah Covid-19. Dilihat dari parameter secara umum di seluruh kementerian, menurutnya program pemulihan ekonomi nasional sudah on the track dan sesuai dengan harapan.

“Kami melihat parameter umum dari seluruh Menko, secara ekonomi pertumbuhan ekonomi kita di tahun 2021 kuartal I sudah menunjukkan angka yang cukup bagus, artinya program pemulihan ekonomi nasional ini sudah on the track,” jelasnya dalam Rapat Kerja Banggar dengan Menko Bidang Perekonomian, Menko Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (14/6/2021).

Lebih lanjut, menurut politisi Fraksi Partai Golkar ini, pemulihan ekonomi nasional sangat terkait dengan permasalahan Covid-19. Sehingga Mukhtar berharap program vaksinasi nasional terus ditingkatkan oleh pemerintah. Di sisi lain, peran serta dan kesadaran masyarakat juga sangat penting dalam mengikuti program vaksinasi tersebut.

“Walaupun akhir-akhir ini juga ada peningkatan (kasus Covid-19, red) mungkin barangkali akibat daripada dampak IdulFitri pada waktu yang lalu. Tapi saya kira pemerintah dan jajaran sangat konsen dan serius menangani masalah ini dan pemulihan ekonomi nasional bisa baik jika dengan kesehatan rakyat juga sudah baik,” tambah legislator dapil Kalimantan Tengah itu.

Di sisi lain, Anggota Banggar DPR RI Cornelis menekankan untuk semua kementerian agar dapat membuat anggaran dengan secermat mungkin. Menurut politisi PDI-Perjuangan itu, di tengah krisis ekonomi akibat Covid-19 yang tengah melanda, rata-rata usulan anggaran Kementerian naik di atas tiga sampai lima persen dari pagu indikatif 2021 yang telah ditentukan.

“(Tahun) 2020 target kita tidak tercapai, 2021 anggaran belum berjalan sudah dipotong alias refocusing. Nah, ini kan menyulitkan pak. Jadi kalau bisa membuat anggaran ini sudah diperhitungkan krisis ini, jangan seperti biasa, jadi rata-rata naik dan naiknya di atas 5 persen, di atas 3 persen,” ujar legislator dapil Kalbar I ini. (bia/sf)

Ketua Komisi XI Optimis Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Terus Membaik

0
Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto. (Foto: Mentari/Man)

JAGAINDONESIA.COM – Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto optimis perekonomian di Triwulan I-2021 terus membaik. Berbagai intervensi ekonomi telah dilakukan melalui perbaikan berbagai kebijakan dalam mendukung stabilitas ekonomi dan keuangan. Leading indicator menunjukkan perbaikan di bulan Maret 2021 sesuai ekspektasi sebagai efek dari penerapan PSBB di awal pandemi, antara lain terlihat pada Indeks Penjualan Ritel (RSI), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), Penjualan Mobil, Konsumsi Listrik, Google Mobility, PMI, serta ekspor impor.

“Sinyal pemulihan ekonomi juga terus berlanjut seiring perluasan pemberian vaksin dan kebijakan PPKM yang terkendali. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2021 menguat, terealisasi sebesar 93,4, dan merupakan yang tertinggi sejak Desember 2020,” kata Dito dalam rapat kerja membahas mengenai Evaluasi Perekonomian Nasional dan Stabilitas Sistem Keuangan Triwulan I Tahun 2021 di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (14/6/2021).

Politisi Fraksi Partai Golkar itu menambahkan, aktivitas konsumsi masyarakat juga menunjukkan perbaikan, dan diperkirakan akan terus menguat pada Triwulan II Tahun 2021, terutama konsumsi makanan dan minuman, informasi dan transportasi, pakaian, serta perlengkapan rumah tangga dan rekreasi. Data BPS menunjukkan, perekonomian Indonesia dalam proses menuju pemulihan dengan tumbuh – 0,74 persen di Kuartal I-2021.

Perbaikan ini, kata Dito, merupakan hasil dari pelaksanaan APBN 2021. Hal itu terlihat dari konsumsi pemerintah dan rumah tangga yang terus menguat, serta ekspor impor yang tumbuh positif. Selanjutnya, Bank Indonesia juga telah melanjutkan bauran kebijakan yang akomodatif untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Dari sisi kebijakan moneter, BI mempertahankan kebijakan suku bunga rendah dengan mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI-7DRR) di level 3,50 persen.

“BI juga perlu untuk terus melakukan triple intervention untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai fundamental dan mekanisme pasar. Selanjutnya, di tengah pandemi yang masih berlanjut, rasio prudensial sektor keuangan yang berperan penting terhadap stabilitas sektor keuangan tetap terjaga dengan baik,” jelas Dito.

Sampai bulan Maret 2021, perbankan masih menunjukkan kondisi permodalan yang kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) berada pada level 24,18 persen. Kemudian, gearing ratio industri pembiayaan juga berada di level 2,03 kali, serta Risk-Based Capital (RBC) industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing jauh di atas threshold.

Untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional, LPS juga telah menurunkan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP). Per Maret 2021, penjaminan LPS mencakup 99,92% dari total rekening atau 50,15 persen dari total nominal simpanan.

“Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong penurunan biaya dana (cost of fund) perbankan agar suku bunga kredit menjadi turun untuk mendorong pertumbuhan kredit,” pungkasnya.

Rapat kerja tersebut juga dihadiri secara langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur BI Perry Warjiyo, Ketua DK OJK Wimboh Santoso, dan Ketua DK LPS Purbaya Yudhi Sadewa. Pemerintah mewaspadai, lonjakan kasus Covid-19 akan berdampak pada stabilitas ekonomi, terutama pertumbuhan ekonomi Kuartal II-2021.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa prediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2021 berkisar 7,1 hingga 8,3 persen year on year (yoy). Sementara sepanjang tahun ini ditargetkan berada di rentang 4,5 persen sampai dengan 5,3 persen yoy.

“Seiring kenaikan Covid-19 harus hati-hati terutama proyeksi upper bound di 8,3%. Kuartal II kita berhadap terjadi pemulihan kuat, namun Covid-19 pada minggu kedua Juni akan mempengaruhi koreksi ini. Kalau Covid-19 bisa menurun, masih bisa berharap,” ungkap Ani.

Menurut Menkeu, proyeksi pertumbuhan ekonomi pada bulan Juni sekarang ini pada Juni ini akan menentukan posisi pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021. Sebab, pada April-Mei 2021, Sri Mulyani meyakini akan melonjak karena dibandingkan April-Mei 2020, basis ekonomi saat ini jauh lebih tinggi.

“Kalau kita lihat lonjakannya cukup besar. Pada Juni ini harus diwaspadai karena bulan Juni ini bulan akhir triwulan ke II, jadi nanti pasti akan terpengaruh terhadap penilaian stabilitas ekonomi triwulanan,” pungkas Ani. (alw/sf)

DPR RI Tegaskan Pentingnya Kemajuan Teknologi Wujudkan Indonesia Tangguh

0
Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel foto bersama sebelum memberikan kuliah umum di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) angkatan ke-59 di Seskoal, Cipulir, Jakarta, Senin (14/6/2021). (Foto: Jaka/Man)

JAGAINDONESIA.COM – Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel menegaskan dalam membangun ketangguhan nasional harus menyesuaikan dengan kemajuan teknologi global yang berkembang di dunia saat-saat ini dan juga di masa depan. Seiring dengan itu, Gobel menyatakan pemimpin-pemimpin di era mendatang harus dapat memahami pentingnya kemajuan teknologi yaitu teknologi informasi secara umum dan teknologi perkembangan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI secara khusus.

Pemaparan tersebut disampaikan Gobel usai memberikan kuliah umum di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) angkatan ke-59 dengan tema ‘Pembentukan Karakter Kepemimpinan Nasional di Masa Pandemi Covid-19 Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dalam rangka Terwujudnya Indonesia Tangguh’ di Seskoal, Cipulir, Jakarta, Senin (14/6/2021). Turut hadir dalam kuliah umum tersebut Danseskoal Laksamana Muda TNI Tunggul Suropati dan segenap jajaran staf dan mahasiswa Seskoal.

“Saya mendapat kehormatan untuk memberikan kuliah umum di depan para perwira Seskoal tentang kepemimpinan di masa pandemi untuk terwujudnya ketangguhan nasional. Dalam membangun Indonesia tangguh tidak bisa lepas dan harus menyesuaikan kemajuan teknologi informasi yang berkembang di dunia sekarang ini dan juga di masa depan khususnya teknologi alutsista. Pemimpin di masa depan harus bisa memahami betapa pentingnya kemajuan teknologi,” ujar Gobel.

Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Indsutri dan Pembangunan (Korinbang) tersebut mengingatkan, disisi lain jangan sampai kemajuan teknologi mengorbankan aspek lainnya seperti nilai-nilai budaya asli Indonesia. Menurut Gobel, dengan memasuki era keterbukaan dan kemajuan teknologi justru harus bisa semakin memperkuat nasionalisme dan juga memperkuat nilai-nilai kekayaan budaya yang ada di Indonesia. Sehingga, dengan kemajuan teknologi memberikan nilai tambah buat bangsa dan negara.

Gobel mengungkapkan, pembangunan kesadaran dan keterampilan akan kemajuan teknologi harus dibangun sejak awal di tingkat sekolah seperti di Seskoal. Mengingat, tutur Gobel, jika pemimpin-pemimpin di masa depan tidak mampu memahami kemajuan teknologi maka akan mengakibatkan ketertinggalan dari negara lainnya di tengah kehidupan dunia yang sudah serba IT dan serba digital.

“Ke depannya, sejak era pandemi dan di masa depan harus kita bangun bersama antara DPR dan pemerintah untuk bisa menjabarkan kebutuhan negara untuk menjaga NKRI memperkuat NKRI di tengah perkembangan global. Pemenuhan kebutuhan TNI dalam menjaga NKRI ini harus diprioritaskan dari sekarang dengan memperkuat TNI antara lain dari sisi penguatan persenjataan atau alutsistanya dan sumber daya manusia,” tutup politisi Partai NasDem itu. (pun/sf)

Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan Harus Ditangani dengan Serius

0
Anggota Komisi III DPR RI Benny K Harman di ruang rapat Komisi III, Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta. (Foto: Andri/nvl)

JAGAINDONESIA.COM – Anggota Komisi III DPR RI, Benny K Harman, meminta agar Kejaksaan Agung menangani kasus dugaan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan secara serius. Menurutnya kasus ini bisa mempengaruhi kepercayaan publik pada layanan BP Jamsostek ini. Hal ini diungkapkan Benny saat rapat kerja Komisi III bersama dengan Jaksa Agung yang membahas tentang agenda penanganan kasus yang menarik perhatian publik dan koordinasi yang dilakukan dengan lembaga terkait.

“Oleh sebab itu kami mohon sekali, ada penanganan yang sungguh-sungguh dari pihak Kejaksaan terhadap kasus BPJS ini. Jadi bagaimana penanganan hukum ini, tidak mengganggu trust publik terhadap BPJS. Ini mejadi hal yang perlu dijadikan pertimbangan, dan mohon penjelasan Bapak Jaksa Agung,” papar Benny di ruang rapat Komisi III, Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (14/6/2021).

Kalau penanganan kasus BPJS Ketenagakerjaan tidak diatasi secara sunggung-sungguh maka publik akan hilang kepercayaan. Tenaga kerja diwajibkan untuk membayar, bagi perusahaan kalau tidak membayar akan dipidana, tapi tragisnya uang iurannya dikorupsi.

“Jadi lama-lama nanti publik akan bilang, ya ndak usah lah kita kasih BPJS Ketenagakerjaan kalau hasilnya juga dikorupsi,” ujar Benny.

BPJS Ketenagakerjaan/BP Jamsostek diduga melakukan korupsi penyimpangan pengelolaan keuangan dan dana investasi. Sebelumnya Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) sudah menggeledah kantornya, sejumlah pejabat dan karyawan juga sedang diperiksa sebagai saksi atas pengajuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ada 20 pejabat dan karyawan yang diperiksa sebagai saksi dari kantor pusat BPJS Ketenagakerjaan.

Namun sampai saat ini Kejagung belum menemukan adanya perbuatan melawan hukum dalam perkara dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi BPJS Ketenegakerjaan. Di sisi lain Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Ali Mukartono mengatakan kasus itu bermula dari adanya laporan korupsi investasi di BPJS Ketenagakerjaan yang diduga merugikan negara senilai Rp22 triliun.  

Penyidik kemudian melakukan pemeriksaan dan sampai saat ini belum selesai memeriksa jutaan transaksi milik BPJS Ketenagakerjaan. Dalam meneliti kasus BPJS Ketenagakerjaan, Kejagung melibatkan BPK dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hasilnya belum ada transaksi saham yang mengarah ke tindak pidana korupsi. (eko/es)

Berita Terbaru