Kamis, 22 Oktober 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 106

Jeda Kemanusiaan: Batal Tanpa Diimplementasikan, Gagal Tangani Konflik dan Permasalahan Pengungsi Papua

0
Ilustrasi TNI di Papua. [Foto: Dok. Puspen TNI]

JAGAINDONESIA.COM – Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan menyoroti Perjanjian Jeda Kemanusiaan Papua yang dibatalkan tanpa pernah diimplementasikan sebelumnya.

Perjanjian Jeda Kemanusiaan merupakan kesepakatan yang ditandatangani pada tanggal 11 November 2022 oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Majelis Rakyat Papua (MRP) dan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) di Jenewa sebagai respon atas kondisi pengungsi yang terdampak “konflik bersenjata” di enam wilayah Papua.

Sejak akhir 2021, warga sipil pada enam wilayah yaitu Maybrat, Pegunungan Bintang, Nduga, Intan Jaya, Yahukimo dan Kabupaten Puncak telah mengalami dampak negatif dari konflik bersenjata, puluhan ribu warga sipil pun mengungsi meninggalkan tempat tinggal masing-masing.

Berdasarkan informasi terakhir pada bulan Desember 2022 setidaknya 60.642 warga di enam wilayah tersebut menjadi pengungsi dengan 732 di antaranya meninggal dunia. Selain harus meninggalkan tempat tinggal mereka, warga juga dihadapkan dengan gizi buruk yang menimpa anak-anak pengungsi disebabkan oleh kurangnya asupan makanan yang cukup selama warga berada di pengungsian.

Jeda kemanusiaan yang disepakati di Jenewa rencananya dilakukan di Kabupaten Maybrat. Inisiatif yang dimaksud adalah mekanisme untuk secara sementara menghentikan “kontak senjata” di antara para pihak yang berkonflik, dalam konteks konflik bersenjata di Papua jeda kemanusiaan yang dimaksud disebut bertujuan untuk menghentikan konflik serta memberikan kesempatan untuk membantu para pengungsi dan menangani tahanan, sayangnya perjanjian jeda kemanusiaan tersebut dihentikan pada bulan Februari 2023 tanpa pernah diimplementasikan.

Sejak awal perjanjian Jeda Kemanusiaan tersebut sesungguhnya terkesan dibuat dengan tidak serius, para pihak yang terlibat konflik seperti TNI dan TPN-PB tidak dilibatkan, Panglima TNI secara tegas menyatakan bahwa pihaknya tidak yakin dengan perjanjian jeda kemanusiaan, kelompok TPN-PB juga menyatakan bahwa mereka menolak isi perjanjian jeda kemanusiaan.

Pada sisi lain pemerintah Indonesia melalui Menkopolhukam menyatakan bahwa pemerintah sama sekali belum membentuk tim pelaksana jeda kemanusiaan, Komnas HAM Periode 2022-2027 juga menyatakan bahwa mereka tidak berada dalam posisi untuk melanjutkan perjanjian jeda kemanusiaan.

Berangkat dari kondisi mengenai batalnya pelaksanaan jeda kemanusiaan tanpa pernah diimplementasikan serta kondisi pengungsi Papua yang terkesan diabaikan, KontraS melakukan sebuah catatan kritis terkait dengan kondisi pengungsi di Papua dan kaitannya dengan jeda kemanusiaan yang tidak juga menyelesaikan akar persoalan konflik yang terjadi di Papua.

Catatan kritis ini diharapkan menjadi acuan maupun referensi bagi publik dan pemangku tanggung jawab untuk menilai dan mengukur solusi atas persoalan konflik bersenjata dan dampaknya terhadap keselamatan masyarakat sipil khususnya para pengungsi internal. 

Pasca perjanjian jeda kemanusiaan tersebut ditandatangani hingga kemudian batal, berdasarkan hasil pemantauan yang kami lakukan situasi kekerasan serta pengabaian hak masyarakat sipil Papua tak kunjung membaik. Mulai dari hak pengungsi yang semakin diabaikan, terjadinya eskalasi konflik antara TNI dengan kelompok bersenjata Papua, penyanderaan pilot hingga pernyataan serampangan beberapa pihak mengenai darurat sipil di Papua menunjukkan nihilnya tanda-tanda perbaikan atas situasi kekerasan dan pelanggaran HAM yang terjadi di Papua.

Melalui Catatan Kritis ini KontraS menganalisis bahwa perjanjian jeda kemanusiaan sama yang kini telah dibatalkan tersebut gagal memberikan solusi atas konflik yang terjadi di Papua serta menangani permasalahan pengungsi yang terjadi.

Berdasarkan catatan-catatan tersebut KontraS mendesak:

  1. Pihak yang berkonflik dalam hal ini TNI-Polri dan TPN-PB untuk segera menghentikan konflik bersenjata dan menjamin keselamatan warga sipil di Papua;
  2. Pemerintah Indonesia harus segera memperjelas situasi penanganan konflik yang terjadi di Papua. Situasi yang ada juga harus dijelaskan secara transparan dan berbasis akuntabilitas kepada publik serta masyarakat internasional;
  3. Pemerintah Indonesia untuk segera menangani dan memberikan hak dasar pengungsi dari enam wilayah Papua sesuai dengan standar-standar hak asasi manusia.
  4. Pemerintah Indonesia dan Komnas HAM untuk melakukan dialog damai dan mediasi dengan kelompok bersenjata di Papua. (rls)

Ditargetkan Beroperasi Komersial 2027, Wamen BUMN Ungkap Sejumlah Persoalan Pembangunan PSN Pupuk di Fakfak

0
Ilustrasi, Pabrik pupuk PKT. [Foto: PT Pupuk Kaltim]

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Pemerintah melalui Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia sekaligus selaku Satgas Percepatan Investasi melakukan kick-off meeting pembangunan kawasan industri pupuk di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat pada Senin (27/2/2023) sore kemarin.

Rapat yang langsung dipimpin oleh Bahlil itu juga dihadiri Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I Pahala Mansury, perwakilan anggota Satgas, pejabat daerah Kabupaten Fakfak, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Bakir Pasaman dan Direktur Utama PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) Rahmad Pribadi.

Proyek kawasan industri pupuk di Fakfak, Papua Barat ini ditargetkan beroperasi secara komersil pada semester II tahun 2027 mendatang. Berkaitan dengan rencana percepatan pembangunan proyek ini, Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury menyampaikan sejumlah persoalan yang harus menjadi perhatian khusus dalam proyek tersebut.

“Perlu menjadi perhatian khusus terkait feasibility study (FS) proyek agar angka Internal Rate of Return (IRR) yang diproyeksikan tidak berbeda jauh dengan realisasinya nanti,” ucap Pahala seperti dikutip dari keterangan resmi BKPM pada Rabu, 1 Maret 2023. 

Lebih lanjut, Pahala juga mengungkapkan persoalan mengenai pembebasan lahan kawasan pembangunan pabrik hingga penyiapan infrastruktur pendukung seperti pelabuhan dan akses jalan. Menurutnya, diperlukan koordinasi lanjutan dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Sesuai arahan Menteri BUMN, kami sangat mendukung proyek industri pupuk ini dan juga memastikan agar produksi gas di kawasan Timur Indonesia betul-betul termonetisasi dan mampu menghasilkan pupuk karena fasilitas produksi pupuk di Timur belum ada,” ujar Pahala.

Hal senada juga diungkapkan pihak PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT). PKT membutuhkan dukungan dalam hal pengadaan lahan, percepatan izin, penyiapan lahan dan akses jalan, kepastian tata ruang, dan izin-izin terkait lainnya dari kementerian terkait. Selain itu, PKT juga membutuhkan dukungan keamanan dari Kepolisian RI dan TNI serta Kejaksaan Agung dalam pelaksanaan proyek ini.

Dalam kesempatan lain, Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi mengatakan, pihaknya siap melaksanakan tugas dalam pembangunan PSN di Fakfak tersebut. Dirinya berharap pembangunan pabrik ini akan menjadi salah satu penopang kemandirian pupuk dalam negeri dan memastikan tercapainya ketahanan pangan nasional.

Adapun proyek pembangunan kawasan industri pupuk di Fakfak Papua Barat ini nantinya akan memiliki kapasitas produksi pupuk Urea sebesar 1,15 juta ton dan 660 ribu ton untuk Amoniak.

Hal itu merupakan salah satu pengembangan di fase kedua pertumbuhan PKT, yang ditargetkan mampu terealisasi dalam lima tahun ke depan. Melalui proyek pembangunan ini juga diharapkan bisa membawa PKT menempati peringkat atas Pabrik Pupuk Urea di Asia Pasifik. (UWR)

Bertemu Kapolri, Komnas HAM Sampaikan 9 Isu Prioritas

0

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Komnas HAM  berkoordinasi dengan Polri sekaligus menyampaikan 9 Isu Prioritas yang diusung Anggota Komnas HAM RI Periode 2022-2027 sebagai panduan program kerja di bidang pemajuan dan penegakan HAM.

Dalam sebuah pertemuan di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Senin (27/2/2023) Ketua Komnas HAM RI Atnike Nova Sigiro memaparkan 9 isu prioritas, di antaranya Pelanggaran HAM yang Berat; Permasalahan HAM di Papua;  Konflik Agraria; Kelompok Marginal (Disabilitas, Pekerja Migran, Masyarakat Adat dan PRT); Perlindungan Pembela HAM; Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan; Bisnis dan HAM; Antisipasi Pemilu 2024; dan Pemantauan RANHAM 2022-2024.

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyambut baik pertemuan yang dihadiri pula oleh Wakil Ketua Internal Pramono Ubaid Tanthowi, Wakil Ketua Eksternal Abdul Haris Semendawai, Koordinator Sub Komisi Pemajuan HAM Anis Hidayah, Komisioner Pengaduan Hari Kurniawan, Komisioner Mediasi Prabianto M. Wibowo, Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan Putu Elvina serta Komisioner Pengkajian dan Penelitian Saurlin P. Siagian.

Turut hadir Irwasum Polri Komjen Pol. Agung Budi Maryoto, Kabaintelkam Polri Komjen Pol. Ahmad Dofiri, Kabareskrim Polri Komjen Pol. Agus Andrianto, Dankor Brimob Polri Komjen Pol. Anang Revandoko, Asops Kapolri Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi, Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Syahardiantono, Kadiv. Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo, serta Kadiv. TIK Polri Irjen Pol. Slamet Uliandi. (rls)

Kabupaten di Papua Barat Ini Terima DBH Migas Rp 96 M Hingga Komitmen Bappeda Kawal Realisasinya untuk Pendidikan

0
Ilustrasi pendidikan. [Shutterstock/Cherries]

PAPUA BARAT, JAGAINDONESIA.COM – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (PBD) menerima Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi (DBH Migas) senilai Rp 600 miliar lebih, tepatnya Rp 664.556.142.600,- Menurut Penjabat Gubernur Papua Barat Daya Muhammad Musa’ad, besaran DBH Migas itu akan dibagikan kepada daerah penghasil migas dan daerah-daerah penyangga.

Untuk Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama Papua Barat menerima DBH Migas senilai Rp 96 miliar pada tahun 2023 ini. Besaran dana tersebut meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yakni Rp 49 miliar. Hal itu disampaikan oleh Bupati Teluk Wondama Hendrik Mambor.

“Sekarang lumayan cukup tinggi. Untuk DBH Minyak kita menerima Rp19 miliar, sedangkan untuk DBH Gas kita menerima Rp77 miliar. Dalam APBD 2023 kita rencanakan penerimaan DBH Minyak Rp9 miliar, sedangkan DBH Gas Rp40 miliar,” ujar Mambor, dikutip dari Antara, Selasa (28/2/2023).

Atas kenaikan ini, Hendrik Mambor menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kerja keras dari jajaran Pemkab Teluk Wondama. Menurutnya, kenaikan DBH Migas ini akan menopang anggaran belanja pembangunan lantaran daerah ini masih sangat tergantung pada dana transfer dari pusat.

“Saya selalu sampaikan bahwa sekecil apapun yang anda lakukan tetapi itu punya dampak bagi daerah dan masyarakat maka itu punya nilai yang tinggi dan saya percaya itu pasti diperhitungkan Tuhan. Karena itu saya berharap semua tetap semangat dalam bekerja,” ujar Mambor.

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan Otsus Bappeda Papua Barat Legius Wanimbo menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengawal penyusunan rencana anggaran program (RAP) untuk pembiayaan pendidikan yang bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) pada Dinas Pendidikan baik provinsi maupun kabupaten/kota.

Legius mengatakan, penyusunan program harus tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan sehingga dapat menekan angka putus sekolah, menambah jumlah tenaga pendidik hingga beasiswa jalur afirmasi. Adapun alokasinya sebesar 30 persen dari dana Otsus digunakan untuk pendidikan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021.

“Dijabarkan dalam usulan program itu tidak boleh kurang dari 30 persen, kalau lebih bisa. Itu yang Bappeda kawal,” kata Legius.

Menurutnya, biaya pendidikan afirmasi tidak hanya bersumber dari dana Otsus melainkan juga dari dana bagi hasil minyak dan gas (DBH Migas) sebesar 35 persen. Dengan begitu, total alokasi biaya pendidikan di Papua Barat mencapai 65 persen dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan bagi masyarakat terutama bagi orang asli Papua (OAP).

Selain itu, dirinya menekankan bahwa Bappeda juga melakukan asistensi dan evaluasi terhadap seluruh RAP yang diusulkan oleh seluruh Dinas Pendidikan guna memastikan pelaksanaan atau realisasi program lebih tepat sasaran.

“Peran Bappeda kawal dari sisi rencana program, secara teknis programnya seperti apa itu kembali ke dinas teknis,” ujar Legius dalam keterangannya. (UWR)

Tiga Pelajar Manokwari Masuk dalam Enam Peserta Terpilih Program Kepemimpinan Pemuda di AS

0
Southeast Asia Youth Leadership Program (SEAYLP). [Foto: Facebook SEAYLP]

PAPUA BARAT, JAGAINDONESIA.COM – Sebanyak enam pelajar di Indonesia terpilih melalui seleksi untuk mengikuti Program Kepemimpinan Pemuda Asia Tenggara atau Southeast Asia Youth Leadership Program (SEAYLP) tahun 2023 ini. Tiga dari keenam pelajar tersebut merupakan siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Manokwari, Papua Barat.

Ketiganya adalah Sarah Simanjuntak, Giorgio Mentasan, dan Antonius Rahawarin. Kepala SMAN 1 Manokwari Lucinda P Mandobar di Manokwari mengatakan, seleksi SEAYLP diikuti oleh sepuluh pelajar SMAN 1 dan hanya tiga orang yang berhasil lolos.

“Seleksinya sekitar bulan November 2022 dan tiga orang siswa kami lolos,” kata Lucinda, dikutip dari Antara, Jumat (24/2/2023).

SEAYLP merupakan salah satu program pengembangan kepemimpinan pemuda yang membawa 50 siswa jenjang SMA dan 10 pemimpin usia dewasa dari Asia Tenggara ke Universitas Illinois Utara untuk mengikuti program kepemimpinan selama 3 minggu.

Program ini diselenggarakan oleh Pusat Studi Asia Tenggara yang bekerja sama dan didanai oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Biro Urusan Pendidikan dan Kebudayaan. Adapun SEAYLP tahun 2023 ini akan berlangsung pada 7-28 April 2023 mendatang.

Lucinda menyampaikan bahwa seorang alumnus SMAN 1 Manokwari beberapa tahun lalu telah mengikuti program serupa. Menurutnya, alumnus tersebut yang memberikan rekomendasi kepada Kedutaan Besar AS di Indonesia untuk melakukan seleksi di SMAN 1 Manokwari.

“Ada enam pelajar dari Indonesia yang akan dikirim ke AS, yang tiga orang dari siswa kami,” ungkap Lucinda.

Dalam persiapan keberangkatan, kata Lucinda, para pelajar akan melakukan pengurusan visa di Jakarta. Seluruh biaya pengurusan visa para pelajar, transportasi, dan lainnya ditanggung sepenuhnya oleh penyelenggara program. Dirinya menekankan bahwa pihak sekolah mendukung kegiatan tersebut agar para pelajar berkesempatan mengeksplorasi kemampuan diri termasuk melalui program dari eksternal sekolah.

“Kalau ada kegiatan-kegiatan, kami tetap dorong anak-anak untuk ikut tapi tugas dia sebagai pelajar tetap dia jalankan,” ucap dia.

Melansir dari laman resmi Universitas Illinois Utara (Northern Illinois University) Senin (27/2), program pengembangan kepemimpinan ini akan berfokus pada pemberdayaan kaum muda, memperkuat ikatan antar masyarakat, dan menumbuhkan identitas komunitas yang lebih kohesif di Amerika Serikat dan Asia Tenggara.

Melalui program ini, para peserta akan belajar tentang kelestarian lingkungan, keamanan ekonomi dan diplomatik, keragaman, kesetaraan dan inklusi. Selain itu, peserta akan bekerja sama dan berkolaborasi dalam Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Peserta juga akan terlibat dalam sesi yang mendorong partisipasi, diskusi dan beberapa pembelajaran langsung. Para pelajar juga akan menikmati kunjungan ke sejumlah wisata di daerah sekitarnya, Chicago dan Washington DC. Selanjutnya, peserta juga akan mengikuti homestay atau tinggal selama seminggu bersama keluarga Amerika.

Adapun Pusat Studi Asia Tenggara NIU telah menjadi tuan rumah SEAYLP sejak 2009 dan menyambut para peserta dari Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar (Burma), Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Dalam program ini, para peserta juga akan mengikuti Kamp Pemimpin Pemuda atau Global Global Youth Leaders Camp bersama dengan pelajar Amerika di akhir pekan dan tur studi tiga hari ke Washington, D.C.

Kesempatan gratis ini diberikan kepada siswa sekolah menengah Illinois yang terpilih dengan usia 15-17 dan berkesempatan untuk berinteraksi dengan rekan-rekan dari 10 negara Asia Tenggara, belajar tentang beragam budaya, membangun persahabatan yang langgeng, dan melatih keterampilan kepemimpinan dan tindakan sipil. (UWR)

Tarian Adat Jawa Meriahkan Dies Natalis dan Capaian Akreditasi STIH di Prafi

0
Tarian Adat Jawa Meriahkan Dies Natalis dan Akreditasi STIH di Prafi.

PRAFI, JAGAINDONESIA.COM – Rombongan Ketua STIH Manokwari Dr. Filep Wamafma bersama dosen, staf dan BEM disambut dengan tarian adat Jawa di daerah transmigrasi Prafi, kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat.

Hiburan tersebut dipersembahkan dalam rangka memperingati Dies Natalis dan pencapaian akreditas STIH Manokwari khususnya kepada ketua STIH, ketua Yayasan Perguruan Tinggi Manokwari (YPTM), ketua IKA STIH bersama rombongan di kampus B STIH Prafi, Sabtu (25/2/2023).

Pertunjukan tari tradisonal atau goyang wayang asli Jawa itu juga dinikmati langsung oleh masyarakat Prafi. Kondisi hujan yang mengguyur wilayah Prafi dan sekitarnya tidak mengurangi semangat para penari Jawa ini.

Para penari dari Triboga Saputra asal Jawa di Prafi tersebut memainkan tarian Yakso dan tarian Senterewe. Grup tari ini diketahui sudah lama eksis dan secara turun temurun terus menghibur masyarakat transmigrasi di dataran Warpramasi kabupaten Manokwari termasuk untuk acara-acara resmi.

Dalam kesempatan itu, penari Triboga Saputra mengajak Ketua STIH Dr. Filep Wamafma untuk menari bersama-sama. Hal itu menjadikan suasana semakin meriah hingga tamu undangan turut menari bersama.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada penari yang sudah turut mengambil bagian bersama kami keluarga besar STIH Manokwari. Kami juga akan undang untuk pengembalian mahasiswa pada acara wisudawan di Manokwari nanti,” ungkap Filep.

Acara Dies Natalis ini berlangsung dengan lancar dan berkesan bagi para tamu undangan yang hadir. Filep berharap kehangatan dan kebersamaan dalam momentum Dies Natalis itu dapat terus terjalain di masa-masa yang akan datang. (WRP)

Serahkan Beasiswa ke Mahasiswa STIH, Filep: Manfaatkan untuk Kuliah Bukan Berfoya-foya

0
Dr. Filep Wamafma.

MANOKWARI, JAGAINDONESIA.COM – Ketua STIH Manokwari, Dr. Filep Wamafma menyerahkan bantuan beasiswa KIP kepada puluhan mahasiswa/i STIH kelas Momi Waren, di kabupaten Manokwari Selatan. Penyerahan bantuan beasiswa tersebut dilakukan bersamaan dengan perayaan syukuran Dies Natalis dan prestasi akreditasi nilai Baik Sekali untuk STIH Manokwari.

Penyerahan beasiswa disaksikan langsung oleh orangtua mahasiswa penerima beasiswa KIP, senat STIH, dan civitas akademika STIH. Mengingat momen itu sangat penting, Dr. Filep Wamafma berpesan kepada mahasiswa untuk menggunakan dana beasiswa sesuai kebutuhan kuliah saja tanpa berlebihan atau bahkan berfoya-foya.

Lalu yang terpenting dan utama, kata Filep, para mahasiswa penerima sudah selayaknya bersyukur kepada Tuhan atas pertolongannya sehingga STIH Manokwari memperoleh berkat dan membantu mahasiswa untuk berkuliah gratis hingga memperoleh gelar sarjana hukum kelak.

“Mahasiswa penerima beasiswa tidak boleh menipu orangtua lagi, sebab saat ini kalian menerima beasiswa disaksikan dan didengar oleh orangtua sendiri. Maka manfaatkan beasiswa secara baik-baik dan hanya untuk kepentingan kuliah saja,” pesan Filep, Kamis kemarin di kampus STIH kelas Momi Waren.

Lebih lanjut, Filep mengatakan bahwa beasiswa ini juga tidak terlepas dari aspirasi yang diperjuangkan kepada pemerintah untuk menjamin pendidikan bagi mahasiswa Papua. Ia juga menekankan bahwa dana beasiswa yang diberikan kepada seluruh mahasiswa penerima tidak ada potongan sedikitpun oleh pihak kampus kecuali hanya untuk biaya SPP.

Setelah memberikan sambutan, Dr. Filep Wamafma menyerahkan buku rekening beasiswa kepada mahasiswa disaksikan oleh orangtua atau wali. Penyerahan simbolis dilakukan pula oleh Wakil Ketua II Frans Fenanlabir, SH., MH, Kaprodi Marius Sakmaf, SH., MH, Kepala LP2M Dr Yohana Watofa, SH., MH, dosen tetap Ahmad Djunaidi, SH., MH, Hengky Saiba, SH.,MH. (WRP/humas)

Terima Aspirasi, Filep Wamafma Bantu 50 Sak Semen ke Pengurus Masjid Darul Rosul Ransiki

0
Terima Aspirasi, Filep Wamafma Bantu 50 Sak Semen ke Pengurus Masjid Darul Rosul Ransiki.

MANSEL, JAGAINDONESIA.COM – Senator Papua Barat Dr. Filep Wamafma menyerahkan bantuan 50 sak semen kepada pengurus Masjid Darul Rosul di Ransiki. Bantuan itu diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan rumah ibadah khususnya umat Islam di Ransiki, kabupaten Manokwari Selatan.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Dr. Filep Wamafma kepada penanggung jawab Masjid Darul Rosul Amir Samual dan disaksikan pengurus masjid. Filep berharap bantuan itu dapat membantu memenuhi kebutuhan pembangunan masjid Darul Rosul.

Salah satu pengurus masjid Dulla menyampaikan bahwa panitia pembangunan masjid sedang mengejar waktu untuk menyelesaikan tahapan pembangunan menyambut datangnya bulan Ramadan.

“Harapan kami, Masjid Darul Rosul akan dapat digunakan oleh para jamaah saat bulan puasa dan lebaran mendatang, kurang lebih sebulan lagi,” katanya, Kamis (23/2/2023).

Menurut Dulla, sebelumnya dirinya menyampaikan perihal pembangunan masjid tersebut secara lisan, namun Dr. Filep Wamafma pada Kamis (23/2) segera menyiapkan 50 sak semen untuk diberikan kepada panitia pembangunan masjid Darul Rosul.

“Saya serahkan bantuan ini seadanya dan tidak ada unsur apa-apa. Bantuan ini bagian dari perpuluhan pendapatan sebagai anggota DPD RI untuk membantu umat beragama yang membutuhkan,” ungkap Filep setelah menyerahkan bantuan tersebut.

Lebih lanjut, Filep menyampaikan bahwa pembangunan masjid merupakan kebutuhan umat beragama sebagai tempat ibadah. Menurutnya, setiap urusan keagamaan akan memberikan berkah dan kebaikan kepada setiap umat yang memiliki ketulusan hati.

Dalam kesempatan itu, Amir Samual mewakili jamaah Masjid Darul Rosul menyampaikan terima kasih kepada Filep Wamafma yang sudah menjawab kebutuhan mereka untuk menyelesaikan pembangunan masjid ini. Dirinya berharap pembangunan masjid dapat segera terselesaikan dan digunakan pada bulan suci Ramadan. (WRP)

Meriah! Konvoi Rayakan Dies Natalis dan Nilai Akreditasi STIH Warnai Ransiki Mansel

0
Konvoi Dies Natalis STIH Manokwari kelas Momi Waren di Ransiki, Mansel, Rabu (23/2/2023).

MANSEL, JAGAINDONESIA.COM – Barisan mahasiswa dan alumni STIH Manokwari kelas Momi Waren di kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat melakukan konvoi bersama ketua STIH Dr. Filep Wamafma, para wakil ketua, dosen dan staf, Rabu (23/2/2023).

Konvoi ini diselenggarakan dalam rangka merayakan Dies Natalis STIH ke-48 tahun sekaligus sebagai bentuk syukur atas nilai akreditasi STIH Manokwari yang diperoleh dengan predikat ‘Baik Sekali’.

Konvoi keliling tersebut dimulai tepat di alun-alun Ransiki kemudian mengikuti jalan lama pusat kota Mansel untuk menuju ke halaman kampus STIH di Momi Waren. Selama konvoi berlangsung nampak euforia mahasiswa dan alumni mewarnai kota Ransiki dan sekitarnya. Nampak juga di sepanjang jalan utama trans Papua Barat diwarnai atribut bercorak merah sebagaimana warna kebanggaan STIH Manokwari.

Ketua STIH Manokwari, Dr. Filep Wamafma dipercaya mahasiswa/i dan alumni STIH untuk memimpin rombongan konvoi itu. Dengan gagahnya Dr. Filep berdiri di bak belakang  mobil Hilux di bawah terik cahaya matahari dan tetap bersemangat bersama rombongan konvoi hingga garis finish.

Berdiri bersama Dr. Filep yakni wakil ketua II Dr. Frans Fenanlabir, SH., MH dan koordinator kampus STIH kelas Momi Waren, Hengky Saiba, SH.,MH. Di sepanjang jalan Trans Papua Barat dari Ransiki menuju Momi Waren, rombongan konvoi STIH menjadi pusat perhatian masyarakat sekitar.

Selanjutnya, setelah sampai di depan kampus STIH Momi Waren, perwakilan mahasiswa menyambut rombongan dengan rangkaian adat Papua yakni menginjakkan kaki di atas piring adat, mengalungkan noken dan menggunakan mahkota.

Dalam sambutannya, Dr Filep Wamafma mengaku bangga dan sangat bersyukur atas kemeriahan serangkaian acara Dies Natalis STIH Manokwari. Terlebih, pencapaian akreditasi ‘Baik Sekali’ menjadi kado terindah bagi STIH di usianya yang 48 tahun ini.

Filep pun berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dan berpartisipasi untuk menyukseskan acara ini. Ia pun berharap kehangatan, kekompakan dan kebahagiaan keluarga besar STIH dapat terus terukir sepanjang masa.

“Terima kasih kepada semua mahasiswa/i, alumni di kampus Momi Waren di kabupaten Manokwari Selatan. Hari ini kita bisa memberikan warna tersendiri dan membuktikan kepada masyarakat di Mansel bahwa STIH Manokwari ada untuk terus berkembang dan maju,” ungkap Filep Wamafma. (WRP)

Filep Wamafma Segera Tindaklanjuti Aspirasi Pencari Kerja di Bintuni

0
Dr. Filep Wamafma saat menerima aspirasi dari perwakilan para pencari kerja (pencaker) di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

BINTUNI, JAGAINDONESIA.COM – Wakil Ketua Komite I DPD RI Dr. Filep Wamafma menerima aspirasi dari perwakilan para pencari kerja (pencaker) di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Perwakilan pencaker ini datang dan menemui Filep Wamafma di Teluk Bintuni usai menghadiri undangan rapat koordinasi Gereja Pantekosta Tabernakel (GPT), Selasa (21/2/2023).

“Maksud dari pertemuan singkat ini adalah untuk menceritakan kondisi yang kami hadapi selama ini, dan tidak pernah ada tanggapan dari pihak pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni maupun Pemprov Papua Barat, hingga DPRD Bintuni maupun DPR Papua Barat,” kata Frans Asyerem selaku ketua pencaker Teluk Bintuni.

Didampingi pengurus pencaker, Frans menyampaikan hal itu mewakili aspirasi masyarakat Teluk Bintuni terutama para pemuda asli Papua di Teluk Bintuni yang belum berkesempatan mendapat pekerjaan. Adapun Frans bersama pengurus lainnya saat ini sudah mendapat kesempatan bekerja di salah satu perusahaan BP Tangguh di Teluk Bintuni.

“Kami juga sudah melakukan berbagai upaya sehingga saat ini sudah ada anak asli Bintuni dan anak asli Papua di luar Teluk Bintuni bisa terakomodir mendapat kesempatan bekerja pasca covid-19 lalu. Namun masih banyak pemuda OAP yang hingga kini belum juga mendapat pekerjaan,” katanya.

Bahkan, Frans menambahkan, para pencaker sempat melakukan demonstrasi dan memalang perusahaan raksasa BP Tangguh pada 2022 lalu lantaran aspirasi mereka tidak diterima. Pasalnya, menurut Frans, sebagai anak asli daerah penghasil migas terbesar itu layak diakomodasi untuk dapat bekerja, terutama di perusahaan BP Tangguh yang beroperasi di Bintuni.

Menanggapi aspirasi pencaker, Dr. Filep Wamafma akan berupaya mencari solusi bersama-sama atas persoalan tersebut. Salah satunya selaku wakil rakyat di DPD RI, Filep akan membicarakan hal ini dengan kementerian terkait dan bila diperlukan memanggil para pihak yang terkait di BP Tangguh Teluk Bintuni guna mendapat solusi atas aspirasi anak asli Bintuni.

Selain itu, Filep Wamafma saat ini juga menjabat sebagai Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) wilayah Indonesia Timur yang meliputi NTT, NTB, dan tanah Papua. Sehingga aspirasi para pencaker akan dibahas dalam agenda kerja SPSI ke depan.

“Kami akan tindaklanjuti aspirasi ini kepada kementerian terkait agar segera ada solusi untuk teman-teman pencaker. Kami juga bersama para pengurus SPSI akan membahas masalah ini. Ke depan, SPSI juga harus dibentuk di tingkat kabupaten/kota di Papua Barat agar setiap persoalan yang dialami oleh masyarakat segera terserap dan dicarikan solusi bersama pemerintah daerah serta pihak lainnya,” ungkap Filep

Lebih lanjut, Filep meminta agar para pencaker menyiapkan data tertulis berupa deskripsi dan kronologi permasalahan sesuai fakta yang dialami. Data ini akan menjadi bahan aspirasi guna ditindaklanjuti kepada pemerintah pusat dan stakeholder terkait lainnya. (WRP)

Berita Terbaru