Rabu, 21 Oktober 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 86

Sebut Bakal Tingkatkan DBH, SKK Migas Lakukan Pengeboran di Blok Kepala Burung Papua

0
Ilustrasi pengeboran eksplorasi migas. (Foto: dok Pertamina Hulu Energi).

JAGAINDONESIA.COM – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan terdapat 3 dari 57 target pengeboran sumur eksplorasi 2023 berada di wilayah Provinsi Papua Barat Daya.

Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) asal Singapura, Petrogas (Basin) Ltd. yang berkontrak dengan SKK Migas telah memulai pengeboran sumur eksplorasi Riam-1 pada Jumat (21/7/2023) yang terletak di lapangan Walio Barat, tepatnya di Blok Kepala Burung, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

Program pengeboran sumur eksplorasi ini diperkirakan akan dilaksanakan hingga 2 bulan ke depan. Adapun sumur eksplorasi ini akan dibor secara berarah menggunakan PBL Rig 3 (750 HP) dengan rencana kedalaman akhir sumur di 4.250 ftMD.

“SKK Migas dan KKKS terus mendorong program pengeboran sumur eksplorasi di kawasan timur Indonesia, karena potensi minyak dan gas terbesar saat ini berada dikawasan tersebut. Pengeboran sumur eksplorasi sumur Riam-1 di Blok Kepala Burung, adalah dalam rangka untuk mengoptimalkan potensi minyak dan gas di Papua Barat dalam rangka menemukan sumber cadangan migas untuk mendukung pemenuhan kebutuhan nasional,” ujar Deputi Eksplorasi Pengembangan Dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Benny Lubiantara dalam siaran pers, Sabtu (22/7/2023).

“Ke depan wilayah Sorong akan semakin strategis, seiring upaya pemerintah mendorong hilirisasi hulu migas dengan mendorong tumbuhnya industri dalam negeri pengguna gas, termasuk rencana pendirian pabrik pupuk di Sorong”, sambungnya.

Ia menambahkan, SKK Migas akan terus menggiatkan pengeboran sumur ekplorasi di Sorong.  Menurutnya, kesiapan industri hulu migas untuk mendukung peningkatan cadangan migas nasional melalui pengeboran sumur eksplorasi yang lebih masif dan agresif pada 2023.

“Masifnya program pengeboran sumur eksplorasi menunjukan optimisme industri hulu migas terhadap potensi yang ada serta merupakan langkah nyata sebagai upaya untuk menemukan sumber cadangan migas baru,” kata Benny.

Sementara itu, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D Suryodipuro, Ahad (23/7/2023) mengatakan kagiatan eksplorasi pengeboran sumur migas memerlukan dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat di Papua Barat Daya.

Menurut Hudi, kegiatan sektor hulu migas ini memberi dampak positif terhadap pendapatan daerah melalui dana bagi hasil (DBH) baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Kegiatan hulu migas juga sudah ciptakan efek berganda yang dirasakan masyarakat lokal di Papua Barat Daya,” ungkap dia, dikutip dari Antara.

Hudi menambahkan bahwa kegiatan eksplorasi Riam-1 bermaksud untuk menguji sekaligus mengevaluasi potensi kandungan migas yang terdapat pada Formasi Kais. Dirinya berharap proses pengeboran dapat berjalan lancer dan diselesaikan sesuai target waktu yang ditentukan.

“Remaining reserve dari lapangan yang saat ini diproduksi di Sorong, berasal dari wilayah kerja operator Petrogas dan PT Pertamina EP,” kata Hudi. (UWR)

Sampaikan Aspirasi, Tokoh Pemuda Wamesa Yakini Sosok Filep Wamafma Setia Perjuangkan Kepentingan Rakyat

0

BINTUNI, JAGAINDONESIA.COM – Seorang tokoh pemuda Wamesa, di kabupaten Teluk Bintuni, Armando Idorway menyatakan keyakinannya terhadap sosok Filep Wamafma yang telah banyak terbukti bekerja untuk rakyat Papua Barat di parlemen Senayan, Jakarta.

Armando yang menjadi panutan bagi tokoh masyarakat dan selalu berdiri tegak untuk memperjuangkan hak dua suku yaitu Suku Kuri dan Suku Wamesa mengapresiasi kinerja senator Filep Wamafma terutama dalam mengadvokasi berbagai permasalahan di daerah.

“Meskipun baru satu periode dipercaya duduk di DPD RI mewakili kami rakyat Papua Barat, namun bapak Filep Wamafma selalu menjadi kebanggaan rakyat Papua, sebab suaranya tegas membela rakyat dan terbukti bekerja sesuai apa yang kami kehendaki, mewakili kepentingan rakyat,” ucap Armando saat pertemuan tokoh masyarakat suku Wamesa dan Kuri bersama senator DPD RI Dr. Filep Wamafma di Teluk Bintuni Rabu pekan lalu.

Dirinya meyakini, aspirasi yang sudah diserahkan oleh tokoh masyarakat, tokoh LMA, dan tokoh pemuda dari suku Kuri dan Wamesa kepada Filep Wamafma akan diperjuangkan, lantaran rekam jejak dari Filep Wamafma selama ini sudah  banyak membantu mengawal aspirasi masyarakat.

Lebih lanjut, Ketua Karang Taruna Papua Barat ini menyampaikan bahwa saat ini masyarakat dua suku tersebut sangat berharap kepada Filep Wamafma untuk meneruskan aspirasi dan menjawab persoalan yang sudah disampaikan.

“Jadi bapak, om, tante dan sudara dong semua tahu bahwa anggota DPD RI yang selama ini kita lihat dan berbicara tentang kepentingan rakyat Papua hanyalah sosok Filep Wamafma, maka kami yakini bahwa lewat pertemuan ini akan dapat memberikan kemudahan kepada kami,” tambah dia.

Dalam kesempatan itu, Armando menyampaikan bahwa selama ini belum ada sosok di pemerintahan maupun DPR yang menjadi tumpuan harapan mewakili masyarakat dua suku untuk melihat persoalan yang mereka hadapi saat ini.

Oleh sebab itu, dirinya pun berharap agar salah satu putra terbaik Kuri dan Wamesa kelak bisa menduduki kursi DPR Otsus untuk mewakili kepentingan masyarakat Kuri dan Wamesa. (WRP)

Hadiri Undangan Penutupan KKR Advent se-Manokwari, Filep Wamafma Turut Serahkan Perpuluhan

0
Filep serahkan bantuan secara simbolis ke panitia pembangunan gereja Advent di Amban pantai, kabupaten Manokwari saat hari Sabat Advent, Sabtu (22/07/2023).

MANOKWARI, JAGAINDONESIA.COM – Senator Papua Barat Dr. Filep Wamafma menghadiri undangan penutupan ibadah KKR Advent wilayah Manokwari yang meliputi Kota Manokwari, Prafi dan Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan. Ibadah penutupan KKR itu berlangsung di gedung Gereja Advent Pionir, Brawijaya, Sabtu (22/7/2023).

Pada kesempatan itu, Filep Wamafma turut menyerahkan perpuluhan berupa 100 sak semen untuk membantu pembangunan gereja Advent di Amban, Manokwari. Bantuan perpuluhan itu diserahkan pada saat warga jemaat Advent melakukan ibadah KKR.

“Bantuan ini memang tidak bisa membantu sepenuhnya untuk menyelesaikan program-program pembangunan di gereja, namun semoga dapat meringankan kerja-kerja panitia pembangunan,” ungkap Filep.

Rusli Momot selaku Ketua panitia KKR yang merupakan pengurus dalam struktur jemaat gereja Advent menyampaikan banyak terima kasih kepada senator Filep Wamafma yang sudah hadir sekaligus menyerahkan perpuluhan berupa 100 sak semen untuk membantu panitia pembangunan.

Usai penyerahan bantuan, pendeta Advent Pdt. Artur mendoakan Filep Wamafma di hadapan warga jemaat Advent yang hadir pada penutupan KKR. Pendeta mendoakan agar Tuhan selalu melindungi setiap aktivitas Filep Wamafma, diberikan kesehatan, dan rencana arah politik yang baik di tahun 2024.

“Saya sebagai anak Tuhan sangat bersyukur karena selalu didoakan. Sebab kemajuan Papua ini membutuhkan restu Tuhan dan doa semua umat Tuhan di Papua, yang juga saya butuhkan untuk melaksanakan amanah rakyat di parlemen DPD RI.,” tambah Filep.

Di tempat terpisah, Filep Wamafma turut menyerahkan perpuluhan berupa 100 sak semen kepada panitia pembangunan GKI Syalom Wonder di kompleks SPJ Anday, Distrik Manokwari Selatan. Hal ini merupakan wujud dari kepedulian Filep Wamafma terhadap pembangunan rumah ibadah.

“Pemberian ini memang terbatas, namun saya harap dapat  membantu panitia pembangunan gereja,” kata Filep kepada ketua panitia pembangunan P. Weyai saat didampingi Frengky Wambrauw.

Ucapan terima kasih pun disampaikan oleh Ketua panitia, sebab saat ini panitia pembangunan sedang kekurangan material semen untuk pemasangan tiang pondasi gereja.

“Terima kasih, Tuhan selalu menyertai anak Tuhan yang ringan tangan membantu dalam pelayanan pekerjaan Tuhan,” kata Weyai. (WRP)

Pilkades Kampung Idoor Tuai Gugatan, dari 6 Prosedur Sebagian Tak Dijalankan

0

BINTUNI, JAGAINDONESIA.COM – Salah satu kandidat dalam Pilkades Idoor melakukan gugatan lantaran menilai beberapa hal mendasar dalam penyelenggaraan Pilkades tidak dilaksanakan oleh panitia. Menurut informasi yang diterima, beberapa hal itu diantaranya adalah panitia tidak melakukan pengecekan Daftar Pemilih guna memastikan validitasnya.

Panitia disebut hanya menyuruh pemilih masuk di 16 kursi pertama hingga berakhirnya pemilihan dan perhitungan suara. Selain itu panitia tidak memberikan kesempatan atau waktu kepada setiap calon Kades untuk memaparkan visi dan misi serta program kerja. Bahkan disebutkan, terdapat salah satu calon yang tidak membuat visi dan misi serta program kerjanya.

Kandidat lain, disebutkan juga tidak mendapat undangan pemilihan dan tidak ada surat pengunduran diri sebagai dasar yang sah kepada panitia. Kemudian, pihak pemerintah distrik juga tidak menghadiri pemilihan dengan alasan sakit dan tidak menunjuk secara tertulis agar diwakilkan dalam kegiatan pemilihan, hanya mengabarkan melalui telepon berdasarkan keterangan dari salah seorang staf distrik.

Sementara itu, salah seorang kandidat kades mengaku dirinya meminta kepada panitia untuk memaparkan visi dan misi serta program kerja, namun dilarang oleh panitia. Menurutnya, panitia justru menyampaikan bahwa pihaknya tidak memberi waktu untuk pemaparan visi dan misi serta program kerja.

Ia menuturkan, panitia langsung membuka kegiatan secara seremonial dan melakukan pembacaan DPT, pemeriksaan kotak suara dan melakukan pemilihan. Lantaran hal ini, salah seorang kandidat ini merasa memprotes dan merasa dibohongi karena pada saat tahap awal pendaftaran panitia meminta agar kepada setiap calon harus menyiapkan visi dan misi serta program kerja untuk dimasukkan pada saat pendaftaran dan disampaikan kepada pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni.

“Saya rasa bahwa nilai jual seorang figur bukan saja dari fisiknya tetapi visi dan misi serta program kerjanya yang akan dijalankan saat terpilih dan dilantik. Jadi saya bertanya apa tujuan panitia meminta visi dan misi serta program kerja saya, jika hanya simbolis, maka saya minta agar dipertanggungjawabkan sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

“Selain itu saya bisa maju karena ada dukungan secara adat dan tradisi dari kampung Idoor ini, karena di hadapan adat, gereja dan pemerintah melalui temu adat meja persekutuan enam marga besar telah sepakat bersama untuk memberikan hak baik secar adat, agama, pemerintah diserahkan sepenuhnya kepada salah satu marga besar dari enam marga,” tambahnya.

Ia menilai bahwa program kerja yang selama ini dicanangkan pemerintah kampung tidak berjalan dan kampung Idoor masuk dalam kategori desa atau kampung tertinggal.dengan angka pendapatan kampung yang rendah serta pengangguran tinggi.

“Oleh karena itu saya terpanggil sebagai perempuan Idoor ingin membuktikan bahwa Idoor bisa dibangun dengan potensi yang ada di sekitar kampung baik potensi alamnya dan juga SDM-nya. Namun disayangkan karena kecurangan panitia dan saya telah mendapat beberapa informasi penting dari warga bahwa saat H -1 terjadi mobilisasi warga dalam keluarga pemilih kurang lebih dua longboat yang tidak memiliki DPT ikut dalam pencoblosan,” katanya.

“Tidak hanya itu saya juga telah memegang beberapa saksi yang mengaku bahwa saat H-1 diberikan dana sebesar Rp.400 ribu dari dana padat karya untuk memilih bakal calon pada tanggal pemilihan. Ini semua fakta yang disampaikan dan apabila gugatan ini diproses maka mereka siap menjadi saksi untuk mengungkapkan hal-hal ini,” ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut, dia berharap agar masalah ini diproses sesuai aturan yang berlaku. Dirinya juga meminta kepada dinas terkait agar tidak melakukan pelantikan dan melakukan pengecekan kembali untuk selanjutnya melakukan pemilihan ulang. (MW)

Beasiswa ADik Dinilai Tidak Tepat Sasaran, Frengky Wambrauw Dorong Investigasi di Setiap Tahapan Seleksi Beasiswa

0
Kepala LBH STIH Manokwari, Frengky Wambrauw.

MANOKWARI, JAGAINDONESIA.COM – Kepala Lembaga Bantuan Hukum (LBH) STIH Manokwari Frengky Wambrauw mendorong adanya investigasi secara menyeluruh terkait dugaan adanya kecurangan pada proses seleksi Beasiswa ADik tahun 2023 di wilayah Papua Barat.

Di kesempatan sebelumnya, Frengky menilai terdapat kejanggalan pada hasil seleksi beasiswa yang menurutnya sarat akan kepentingan oknum pejabat baik di tingkat provinsi maupun kabupaten untuk meloloskan anggota keluarganya menjadi penerima beasiswa ADik tahun ini.

“Saat daftar nama penerima beasiswa ADik dirilis, kami melihat ada kejanggalan. Diantara nama-nama itu cukup diketahui dan dikenal sehingga kami menduga kuat ada mafia di balik proses seleksi beasiswa ADik ini. Jika proses seleksinya terindikasi sarat kepentingan oknum pejabat tertentu, maka hal ini jelas perlu untuk segera diinvestigasi,” ujar Frengky kepada media ini, Sabtu (22/7/2023).

“Hal itu terutama pada setiap tahapan seleksi atau tahapan penerimaan beasiswa ADik, terdapat 6 tahapan ya sesuai dengan ketentuan beasiswa,” sambungnya.

Frengky lantas menerangkan poin-poin tahapan penerimaan beasiswa ADik sebagaimana tercantum dalam laman resmi Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan, Kementerian, Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI.

“Tentunya di setiap tahapan seleksi itu terdapat pihak-pihak yang mengurus dan bertanggung jawab hingga akhirnya sampai pada pihak yang memutuskan nama-nama yang lolos sebagai penerima beasiswa. Kalau publik mempertanyakan, maka stakeholder terkait perlu cepat tanggap. Karena pembiayaan beasiswa ADik ini juga bersumber dari APBN dan APBD, sehingga harus tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Adapun Tahapan Penerimaan Beasiswa ADik adalah sebagai berikut:

  1. Setelah menerima jumlah kuota, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten/Kota menentukan sekolah yang akan mengusulkan siswa calon penerima ADik dengan koordinasi bersama Disdik Provinsi dan sekolah;
  2. Siswa mengisi berkas pendaftaran dengan bantuan sekolah dan kemudian sekolah menyerahkan seluruh berkas pendaftaran ke Disdik Kabupaten/Kota;
  3. Disdik Kabupaten/Kota mendaftarkan melalui SIM-ADik secara online atau offline (bagi yang memilliki kendala khusus) sesuai kuota. Siswa asal kabupaten penerima kuota ADik yang LULUS SNBP dan Peserta SNBT melakukan pendaftaran mandiri melalui SIM-ADik secara online;
  4. Tim pelaksana ADik Puslapdik Kemendikbudristek melakukan verifikasi dan validasi berkas pendaftaran;
  5. Pemimpin Perguruan Tinggi dibantu Tim pelaksana ADik Puslapdik Kemendikbudristek melakukan seleksi penerima ADik. Penentuan mahasiswa penerima ADik dilakukan oleh pemimpin perguruan tinggi;
  6. Kepala Puslapdik Kemendikbudristek melakukan penetapan mahasiswa baru penerima ADik.

Lebih lanjut, Frengky berharap agar kritik maupun masukan dari masyarakat terhadap jalannya program beasiswa ADik ini dapat segera ditindaklanjuti. Terlebih beasiswa ini menjadi salah satu harapan masyarakat asli Papua terutama yang memiliki keterbatasan finansial agar dapat mengenyam pendidikan tinggi.

Selain itu, lanjutnya, program ADik merupakan salah satu intervensi kebijakan pendidikan yang bersifat afirmasi dalam bentuk Bantuan Pemerintah untuk memberikan kesempatan belajar kepada mahasiswa karena kondisi dan keberadaanya sehingga mengalami kesulitan dan keterjangkauan akses pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi.

“Melihat tujuan program beasiswa ADik ini sangat baik, maka kita perlu mengawal bersama agar implementasi program tepat sasaran dan benar-benar menyasar target penerima beasiswa. Juga agar keadilan terutama bagi yang masuk kategori beasiswa juga terpenuhi, termasuk hasil seleksi program beasiswa ini nantinya bisa diterima seluruh masyarakat,” ujarnya.

Seperti diketahui, skema bantuan beasiswa ADIK pada tahun 2023 ini terdiri atas beasiswa ADik untuk siswa Wilayah Papua baik yang direkomendasikan oleh pemerintah daerah, jalur siswa ADEM atau yang mendaftar secara mandiri; siswa asal daerah khusus yang mengacu pada Permendikbud Nomor 14 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Permendikbud Nomor 23 Tahun 2020 tentang Pedoman Penetapan Daerah Khusus dalam Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Nasional; dan siswa anak TKI di perbatasan Indonesia.

Melalui skema bantuan ini, pemerintah memberikan bantuan pendidikan bagi mahasiswa asal Papua dan Pupua Barat dengan skema bantuan Afirmasi secara penuh baik terkait seleksi dan pembiayaan guna mendukung pemerataan pendidikan dan kemajuan SDM Papua dan Papua Barat di masa depan. (UWR)

Terindikasi Ada Politik Uang, Pilkades Idoor Diharap Kembali Digelar dengan Jujur dan Bersih

0
Pilkades Idoor, 10 Juli 2023. (Foto: MW)

BINTUNI, JAGAINDONESIA.COM – Pemilihan Kepala Desa atau Kepala Kampung di Idoor, Bintuni, Papua Barat yang digelar pada 10 Juli 2023 menyisakan persoalan. Pasalnya pelaksanaan Pilkades terindikasi adanya praktik money politic alias politik uang.

Hal ini diantaranya diketahui dari pengakuan salah seorang warga Idoor. Dirinya mengaku menerima sejumlah uang dari kerabat salah seorang calon Kades di Idoor tepat satu hari menjelang hari pemilihan.

“Kami masyarakat kampung Idoor dikunjungi oleh oknum aparat kampung Idoor yang merupakan keluarga dari salah satu kandidat. Dan saat itu kami diberikan uang sebesar Rp 400. Dia mengatakan dengan bahasa kami bahasa Wamesa yang artinya ‘mama dorang pegang uang ini, ingat nanti tanggal 10 juli 2023 kita pemilihan kepala kampung’, katanya kepada media ini, Sabtu (22/7/2023).

“Kami yang tersentuh dengan tradisi dan budaya kami tentu menghargai suara adat dan pemberian yang diberikan. Kami takut kalau tidak memilih keluarganya nanti mereka bilang apa, jadi kami terpaksa memilih sesuai pesan dia yang merupakan saudara dari kandidat yang terpilih,” sambung warga yang enggan disebutkan namanya.

Ia lantas mendukung agar Pilkades diulang dan diselenggarakan dengan jujur, adil dan bersih dari money politic. Dirinya juga berharap kades yang terpilih nantinya memang layak untuk memimpin Idoor dan benar-benar membawa kemajuan bagi Kampung Idoor.

“Kami tidak tahu kalau nantinya ada yang melapor hal ini dan jadi seperti ini. Jadi kami berharap ya kalau bisa pemilihan ulang dan pilih ulang saja sesuai aturan yang ada. Jangan pakai dana kampung atau dana padat karya baru pakai untuk kampanyekan salah satu kandidat untuk kami memilih. Padahal selama ini kami terus terang kampung ini tidak ada sama sekali satu perubahan, kami tinggal sunyi sesuai dengan kondisi yang dulu. Untuk itu.kami berharap ada perubahan untuk kampung Idoor, kami butuh figur baru yang bisa membawa kampung Idoor lebih baik ke depan,” katanya.

“Kalau memang ini diproses dan benar ada kecurangan, tidak usah pakai pemilihan lagi, tapi kasih saja langsung kepada yang tidak main curang,” tutupnya. (MW)

Akibat Pelemparan Kaca oleh OTK, Layanan Transportasi Bus AMB di Bintuni Dihentikan Sementara

0
Halte Bus AMB. [Foto: MW]

BINTUNI, JAGAINDONESIA.COM – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) AMB, Dinas Perhubungan, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni mengumumkan pemberhentian sementara layanan transportasi Bus AMB. Hal itu diberlakukan akibat adanya insiden pelemparan terhadap kaca Bus AMB hingga pecah.

Pihak UPTD AMB menetapkan pemberhentian layanan sementara berlaku sejak 21 – 22 Juli 2023. Informasi ini disampaikan pihak UPTD AMB melalui pengumuman yang ditempelkan di dinding halte bus.

“Disampaikan kepada seluruh pengguna Bus AMB, bahwa pada hari Jum’at 21 Juli 2023 dan Sabtu 23 Juli 2023, Bus AMD tidak beroperasi. Dikarenakan pada hari ini, Jumat 21 Juli 2023 pada Pukul 06.15 WIT di daerah Pertashop KM3 telah terjadi pelemparan kaca bus hingga mengalami pecah oleh Orang Tak Dikenal,” tulisnya.

“Berhubung kejadian seperti ini sudah berulang kali terjadi dan hingga saat ini kami belum mengetahui pelakunya. Sekali lagi UPTD AMB meminta maaf atas kebijakan yang kita ambil dan mohon pengertiannya,” sambung Kepala UPTD AMB.

Akibat hal ini, beberapa penumpang tampak menunggu di halte bus dan baru mengetahui perihal pengumuman tersebut. Salah seorang penumpang yakni Jhosua akhirnya menumpang truk bermuatan kayu papan tujuan kota Bintuni.

Jhosua mengaku dirinya setelah berada di halte bus baru mengetahui pengumuman tersebut. Ia mengaku menyayangkan kejadian pelemparan itu yang akhirnya mengganggu layanan transportasi dan menghambat aktivitas masyarakat.

“Ini kan layanan umum bagi masyarakat. Kenapa hal ini membuat macet bagi kami pemakai bus. Hal ini jadi pertanda kalau Bintuni kurang nyaman,” katanya. (MW)

Afirmasi untuk OAP Terbatas, Ketua BEM STIH Minta Pengumuman Hasil Seleksi Program ADik Tahun 2023 Dibatalkan

0
Ketua BEM STIH Herzon A Korwa.

MANOKWARI, JAGAINDONESIA.COM – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Herzon A. Korwa meminta agar program beasiswa ADik Tahun 2023 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset, dan Teknologi melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan untuk seleksi pelajar tamatan SMA/SMK yang masuk perguruan tinggi, khususnya di tanah Papua dibatalkan.

Ia mendorong agar pihak Kementerian terkait dapat segera mengevaluasi terlebih dahulu ratusan nama yang dinyatakan lolos dalam program ADik tersebut. Hal ini disampaikan Herzon Korwa, usai mencermati daftar nama pada hasil pengumuman program ADik itu.

Menurutnya, kuota bagi orang asli Papua (OAP) pun masih sangat terbatas dan masih terdapat intervensi dari oknum pejabat di daerah yang menitipkan anaknya masuk mendapat jatah.

Padahal, lanjutnya, program ADik di Papua adalah salah satu wujud afirmasi dengan kuota khusus bagi orang asli Papua sebagaimana amanat Undang-Undang No 2 Tahun 2021. Namun fakta dari nama-nama yang dinyatakan lolos dalam seleksi, jumlah OAP tidak cukup banyak.

“Kami sudah memiliki data kelulusan seleksi pelajar dari tingkat provinsi di tanah air dan khususnya di Papua Barat. Ternyata program ADik tahun 2023 itu masih dominan non-OAP, maka saya minta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset, dan Teknologi melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan untuk evaluasi SK pengumuman tersebut,” ucap Herzon kepada media ini, Kamis (21/7/2023).

Dirinya berharap agar persoalan ini mendapat atensi serius dari stakeholder terkait. Pasalnya pembiayaan program ini juga menggunakan dana Otsus.

“Yang namanya afirmasi pendidikan di tanah Papua, tentu berkaitan dengan program khusus bagi OAP sesuai amanah UU Otsus Papua. Maka saya harap ada evaluasi tentang program ADik ini,” ucap Herzon.

Diketahui bahwa Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) merupakan salah satu intervensi kebijakan pendidikan yang bersifat afirmasi dalam bentuk Bantuan Pemerintah untuk memberikan kesempatan belajar kepada mahasiswa karena kondisi, dan keberadaannya, sehingga mengalami kesulitan dan keterjangkauan akses pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi.

Adapun hasil seleksi beasiswa ini telah diumumkan pada lampiran yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Pemimpin Perguruan Tinggi pelaksana program ADik Tahun 2023. Para penerima ADik Tahun 2023 yang terdapat pada lampiran itu diminta melakukan registrasi ke Perguruan Tinggi pelaksana program ADik sesuai dengan jadwal akademik di masing-masing Perguruan Tinggi. (WRP)

Kabid Humas Benarkan Penembakan di Mansel, Polisi Siaga dan Warga Diminta Tak Terprovokasi

0
Lokasi penembakan warga di Manokwari Selatan.

MANSEL, JAGAINDONESIA.COM – Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi membenarkan terjadinya penembakan terhadap warga sipil berinisial LI di wilayah hukum Polres Manokwari Selatan. Erwindi mengatakan pihaknya telah mengonfirmasi informasi tersebut ke Kapolres Manokwari Selatan, AKBP Erliantoro, S.I.K, Jumat (21/7/2023) malam.

“Benar, ada terjadi penembakan terhadap saudara LI di Mansel sore ini oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya, namun masih dalam proses penyelidikan,” Kata Kabid Humas sebagaiman rilis yang diterima wartawan, Jumat malam ini.

Lebih lanjut, Adam Erwindi menguraikan bahwa pasca kejadian penembakan itu, korban sudah dilarikan ke rumah sakit Oransbari. Sayangnya nyawa korban tak dapat diselamatkan karena telah meninggal dunia.

Terkait kronologi di tempat kejadian perkara (TKP), sebut Kabid Humas, sekitar pukul 17.30 WIT, korban bersama istrinya kembali dari kebun dan setibanya dipinggir jalan langsung ditembak oleh orang tak dikenal alias OTK.

Diduga bahwa tembakan itu berasal dari dalam sebuah mobil yang diketahui saksi di TKP. Akan tetapi, setelah melakukan penembakan pelaku melarikan diri.

Untuk mengetahui kejadian sebenarnya, pihak aparat Kepolisian di Polres Mansel kini sudah mengambil langkah pencegahan pasca kejadian tersebut. Pihak Kepolisian sudah turun ke TKP untuk dilakukan oleh TKP.

Kabid Humas mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi, sebab Polres Mansel dan Polda Papua Barat sudah melakukan siaga I guna mengantisipasi dampak dari kejadian tersebut.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik, serahkan persoalan ini kepada pihak Kepolisian untuk melakukan penegakan hukum,” pesan Kabid Humas. (WRP)

Soal Hasil Seleksi ADik Papua Barat, Frengky Wambrauw Duga Ada Mafia dan Sarat Kepentingan Oknum Pejabat

0
Frengky Wambrauw SH, MH.

MANOKWARI, JAGAINDONESIA.COM – Kepala Lembaga Bantuan Hukum Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (LBH STIH) Manokwari, Frengky Wambrauw menilai seleksi program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) tahun 2023 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset, dan Teknologi melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan berjalan tidak profesional.

Melihat nama-nama penerima Beasiswa Adik yang dirilis, Frengky menduga ada mafia dibalik seleksi Program ADik di wilayah Papua Barat tersebut yang sarat akan kepentingan oknum pejabat di Papua Barat. Menurutnya, dibalik seleksi program ini disinyalir ada titipan khusus yakni sarat kepentingan individu tertentu agar keluarga oknum pejabat teras provinsi maupun kabupaten dapat lolos menerima program afirmasi ADik.

“Selain itu, program ADik dinilai tidak berpihak kepada anak petani, nelayan maupun buruh kasar di Papua Barat ini, maka kami secara tegas meminta kepada pihak Kementerian terkait untuk segera melakukan investigasi terhadap proses seleksi di provinsi Papua Barat,” kata Frengky, Kamis (20/7/2023).

“Selanjutnya, apabila terdapat kejanggalan dalam hal seleksi program beasiswa ADik ini, maka Kementerian terkait harus memberikan perhatian khusus, sebab program ADik ini menggunakan dana yang bersumber APBN dan APBD,” sambungnya.

Dirinya menambahkan, program beasiswa ADik sudah seharusnya memprioritaskan anak-anak asli Papua yang berlatar belakang ekonomi rendah sebagai penerima beasiswa agar program ini lebih tepat sasaran.

“Kami harap ada perhatian serius tentang pengumuman beasiswa Adik yang diseleksi oleh panitia di Provinsi Papua Barat. Karena ketika membicarakan tentang kesejahteraan dalam Pendidikan, maka perlu ada kesempatan luas bagi anak-anak yang berlatarbelakang ekonomi rendah untuk berkesempatan kuliah dengan manfaatkan beasiswa Adik tersebut,” ungkap Frengky Wambrauw.

“Pasalnya, ketika nama-nama yang diumumkan merupakan anak oknum pejabat tertentu di daerah Papua Barat, maka hal semacam ini mendukung dugaan program ADik terselubungi mafia daerah,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Frengky berharap Pj. Gunernur Papua Barat, Paulus Waterpauw segera mengevaluasi terkait nama-nama penerima program ADik yang telah diumumkan ke publik, yang diantaranya terdapat anak oknum pejabat.

“Ketika benar ada anak oknum pejabat yang dinyatakan lolos, maka tentu saja menggunakan APBN, padahal itu pejabat sudah dibiayai uang negara namun masih mengambil kesempatan untuk anak-anak mereka,” ujar Frengky. (WRP)

Berita Terbaru