Selasa, 20 Oktober 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 188

Raker dengan Wagub Kaltara, Ketua DPD RI Sampaikan Persoalan Fundamental di Konstitusi Hasil Amandemen

0
(Foto: Doc. DPD RI)

BULUNGAN, JAGAINDONESIA.COM – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengajak semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan di daerah dari hulu, atau akar masalah. Menurutnya, selama ini banyak pihak berdebat dan berdiskusi untuk masalah yang ada di hilir. 

LaNyalla menyampaikan hal tersebut saat Rapat Kerja dengan Wakil Gubernur Kalimantan Utara Yansen Tipa Padan di Kantor Pemprov Kaltara, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Rabu (26/5/2021).

Menurut LaNyalla, yang harus diselesaikan oleh banyak permasalahan adalah seputar peraturan atau Undang-Undangnya. Hal ini juga berlaku untuk masalah daerah, termasuk Sumber Daya Alam.

“Yang menjadi akar masalah adalah karena penguasaan oleh swasta dan asing yang memang sah dan dibolehkan oleh Undang-Undang. Ini bukan salah pemerintah. Karena, pemerintah hanya menjalankan Undang-Undang. Memang kita sering menemukan penyimpangan oleh pemangku kebijakan. Tetapi itu soal lain. Itu soal perilaku koruptif,” terangnya. 

LaNyalla menilai ada persoalan fundamental di konstitusi hasil amandemen sejak tahun 1999 hingga 2002.

“Karena pada praktiknya, konstitusi hasil amandemen tersebut memberi keleluasaan kepada swasta nasional maupun asing untuk mengelola Sumber Daya Alam di daerah,” tuturnya.

Diterangkannya, hal ini yang terjadi dalam Pasal 33. LaNyalla mengatakan, kalimat di Pasal 33 ayat (2) menyebutkan bahwa cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.

“Namun, amandemen membuat kalimat ‘Dikuasai Negara’ diartikan berbeda dengan adanya tambahan ayat (4) dan ayat (5). Kalimat ‘Dikuasai Negara’ tidak lagi mengacu kepada ayat (1) dan (3), tetapi dimaknai oleh Mahkamah Konstitusi sebagai frasa negara cukup mengatur dan mengawasi,” ungkapnya. 

Padahal, lanjut LaNyalla, semangat ayat (1) dan ayat (3) adalah sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat. 

“Para pendiri bangsa ini telah berpikir jauh kedepan saat menyusun Undang-Undang Dasar di Tahun 1945 ketika itu. Yaitu semangat koperasi, semangat tolong menolong dan semangat ekonomi kekeluargaan,” katanya.

Senator asal Jawa Timur ini menjelaskan, Undang-Undang Dasar hasil amandemen telah membuat situasi ini terjadi.

“Sehingga sehebat apapun kualitas Gubernur atau Walikota dan Bupati, tetap tidak boleh mengambil kebijakan yang melanggar Undang-Undang. Sekalipun melalui Peraturan Daerah. Karena Peraturan Daerah juga bisa dibatalkan ketika menabrak Undang-Undang,” ujarnya.

LaNyalla juga menyoroti perlunya pembenahan manajemen ekonomi bangsa, dimana arah dan kebijakan pembangunan ekonomi ke depan harus diletakkan dan dikembalikan secara konsisten sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa. Hal ini ditujukan untuk pemerataan pembangunan di daerah, peningkatan indeks fiskal daerah dan kesejahteraan serta kemakmuran rakyat di daerah.

“Karena itu, agenda nasional tentang rencana amandemen konstitusi ke-5 harus disambut sebagai momentum untuk melakukan koreksi atas amandemen 1, 2, 3 dan 4 yang telah dilakukan sejak tahun 1999 hingga 2002 silam,” terang LaNyalla.

DPD RI yang saat ini sedang berjuang agar ada perbaikan pada hasil amandemen UUD 1945 itu, memastikan akan memperjuangkan kepentingan daerah dan seluruh stakeholder di daerah dapat terakomodasi dalam agenda amandemen-5 tersebut. 

“Karena DPD RI adalah wakil daerah,” tegasnya.

Dalam rapat kerja ini, LaNyalla hadir bersama sejumlah senator, yakni Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi, Wakil Ketua Komite II DPD RI Bustami Zainudin, Ketua Komite III DPD RI Sylviana Murni, Senator asal Sumatera Selatan Jialyka Maharani, dan Andi Muh Ihsan (Sulawesi Selatan).

Tiga senator daerah pemilihan (dapil) Kaltara turut mendampingi LaNyalla. Mereka adalah Martin Billa, Hasan Basri, Fernando Sinaga. Serta Sekjen DPD RI Rahman Hadi yang juga ikut mendampingi rombongan Senator.

Rapat kerja dipimpin Wagub Yansen, sebab Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang sedang memiliki kesibukan lain. Raker dihadiri Sekda Provinsi, H. Suryansah beserta jajaran Pemprov Kaltara lainnya. (*)

Nono Sampono: Masyarakat Berperan Penting untuk Tekan Jumlah Kasus Covid-19

0
(Foto: Doc. DPD RI)

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono, mengingatkan penambahan jumlah kasus virus corona di Indonesia harus terus diwaspadai. Dalam hal ini masyarakat berperan penting dalam menekan jumlah kasus Covid-19.

”Masyarakat merupakan garda terdepan dan bagian penting dalam menekan jumlah penularan Covid-19, dan saya yakin masyarakat kita bisa menerapkan prokes dengan benar,” kata Nono Sampono, Rabu, (26/05/2021).

Hal tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat Pimpinan dan Anggota DPD RI tentang Pandangan dan Tantangan Daerah Dalam Menanggulangi Pandemi Covid-19 di Tahun 2021 bekerjasama dengan Garuda KPPRI Kota Bandung. 

“Cara utama yang dapat dilakukan sekaligus sikap tanggung jawab, melalui isolasi mandiri di fasilitas kesehatan secara terpusat, khususnya bagi pelaku perjalanan yang terdeteksi positif saat testing acak di titik-titik penyekatan,” ujarnya Nono Sampono.

Selain itu, Nono Sampono menekankan perlunya data akurat dengan peningkatan kualitas pencatatan dan pelaporan kasus yang merupakan hasil sinergi antara Babinsa, Babinkamtibas, Puskesmas, tokoh masyarakat serta unsur lainnya. Semua itu dilakukan agar upaya pencegahan berjalan maksimal.

Selanjutnya Nono menilai pengawasan perlu diperketat berdasarkan data aktual yang mencakup total kasus, kesembuhan, dan kematian di masing-masing daerah. Otoritas pemerintah setempat juga harus menggalakkan literasi data kesehatan bagi masyarakat.

Nono Sampono menambahkan, pandemi Covid-19 yang muncul sejak tahun lalu, juga sangat mempengaruhi keadaan ekonomi dunia. Tak hanya dari sisi kesehatan, juga melemahkan ekonomi yang membuat negara-negara mengalami resesi ekonomi.
Indonesia masuk ke salah satu daftar negara yang pertumbuhan ekonominya negatif akibat virus corona hingga mengalami resesi ekonomi.

Turut hadir mendampingi Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono, Anggota DPD RI Provinsi Jawa Barat Eni Sumarni, Anggota DPD RI Provinsi Jawa Barat Oni Suwarman, Anggota DPD RI Provinsi Jawa Barat Asep Hidayat, Anggota DPD RI Provinsi Jawa Barat Amang Syafrudin, Ketua Harian Gugus Covid Provinsi Jawa Barat Drs. H Daud Ahmad dan Plt. Kepala Dinas kesehatan Dr. Ir. Dewi Sartika. (rls)

Waspada Klaster Lebaran, SBN Minta Pemerintah Tingkatkan Tes Covid-19

0
Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Klaster Covid-19 di area pemukiman mulai bermunculan di sejumlah wilayah ibu kota pasca libur lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah. Seperti yang terjadi di kawasan RT 03 RW 03, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, yang terpaksa menerapkan mini lockdown.

Menyikapi hal ini melalui keterangan resminya Rabu (26/5/2021), Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin, meminta pemerintah sampai ketingkat paling bawah RT/RW untuk dapat berpartisipasi.

“Pemotongan rantai sebaran Covid-19 harus dimulai dari tingkatan keluarga. Jadi selain keaktifan pemerintahan di lingkungan RT/RW perlu pula didukung oleh partisipasi publik itu sendiri. Jika ada pihak masyarakat yang merasakan gejala atau melakukan kontak dengan pasien positif maka harus melaporkan diri kepada pihak kesehatan setempat,” ujar Sultan.

Ada beberapa hal saat ini yang mesti ditingkatkan, tambah Sultan, yaitu mengejar tingkat vaksinasi kepada umur lansia dan memasifkan sebanyak-banyaknya langkah tes-lacak-isolasi di daerah-daerah rawan atau yang memiliki pasien terinfeksi yang tinggi.

Adapun menurut data satgas penanganan Covid-19 saat ini (data terakhir 24/5) telah ditemukan kasus baru sebanyak  5,907 kasus dengan total secara keseluruhan telah menembus angka 1,78 juta kasus dengan 1,64 juta yang sembuh dan 49,455 ribu meninggal dunia.

“Dari data tersebut angka rata-rata penambahan perminggunya masih tinggi yaitu 5,297 kasus. Dan saya yakin belum semua orang yang terinfeksi telah terinput secara data. Maka pemerintah harus segera melakukan tracing kepada klaster-klaster baru yang berpotensi menambah penyebaran di masyarakat,” tegas Sultan.

Sultan sangat menyarankan bahwa posko Covid-19 sebaiknya mulai melakukan skenario pengendalian sesuai status zonasi tingkat RT masing-masing. Jika RT berstatus zona merah atau memiliki kasus lebih dari lima rumah, maka mikro lockdown harus diterapkan.

Upaya yang dilakukan selama mikro lockdown adalah mengawasi ketat warga yang melakukan isolasi mandiri, menemukan suspek, melacak kontak erat serta menutup tempat umum yang mengundang keramaian kecuali yang termasuk sektor esensial.

Lalu, melarang perkumpulan lebih dari tiga orang dan meniadakan kegiatan sosial serta menetapkan peraturan keluar masuk wilayah dengan penetapan jam malam.

“Jadi seluruh masyarakat saat ini tidak boleh lengah. Yang kita takutkan setelah lebaran adalah kasus yang timbul akibat importasi dari luar wilayah. Maka apapun kegiatan yang dilaksanakan mesti tetap mematuhi protokol kesehatan,” tutup Sultan.

Sebagai informasi bahwa saat ini telah ditemukan munculnya klaster Covid-19 di sejumlah daerah. Diantaranya klaster baru Covid-19 di Klaten, Cianjur, Pati, Bogor dan Cilacap.

Selain itu, muncul klaster baru Covid-19 halalbihalal di Jakarta, klaster tarawih di Banyumas, Pati, Malang dan Banyuwangi. (rls)

Panglima–Kapolri Beri Arahan Khusus Kepada Anggota TNI-Polri yang Bertugas di Papua

0
(Foto: Divisi Humas Polri)

PAPUA, JAGAINDONESIA.COM – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan kunjungan kerja ke Papua. Beberapa agenda dilakukan keduanya di Bumi Cendrawasih itu diantaranya memberikan motivasi kepada prajurit dan melakukan pertemuan terhadap tokoh masyarakat Papua.

Dalam arahannya kepada personel TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Operasi Nemangkawi, Kapolri memberikan pesan khusus bahwa selain tugas pengamanan yang dilakukan, personel juga harus menyampaikan bahwa kehadirannya untuk mengawal agenda pemerintah membangun Papua.

“Tugas saudara semua mengawal untuk memberitahu akan pembangunan yang sudah dilakukan. Petakan dengan baik apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Papua,” kata Kapolri dalam keterangan tertulis, Kamis (27/5/2021).

Begitu saat melakukan pertemuan tertutup dengan tokoh agama, adat dan masyarakat Papua, Kapolri menyampaikan bahwa pemerintah sangat konsen dan fokus membangun Papua.

“Pemerintah sangat konsen membangun Papua seperti pembangunan infastruktur. Memang apa yang dilakukan oleh pemerintah belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh masyarakat Papua,” ujarnya.

Terkait RUU Otonomi Khusus atau Otsus, Kapolri menegaskan agar betul-betul dikawal sehingga upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua tepat sasaran.

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menghimbau kepada seluruh personel yang bertugas di Bumi Cendrawasih agar memiliki formula khusus bagaimana merebut hati rakyat Papua agar tetap teguh mencintai NKRI. Ia juga meminta semua unsur personel yang bertugas meningkatkan sinergitas sehingga kesejahteraan masyarakat Papua dirasakan lebih cepat.

“TNI dan Polri bermanunggal dengan rakyat. Dengan Binmas Noken dan teritorial. Bangun sinergi dengan baik antar lintas satuan,” demikian Hadi menambahkan. (rls)

Gelar Halalbihalal, Imkmafak Jabodetabek Ajak Mahasiswa & Masyarakat Fakfak Dukung Program Bupati & Wakil Bupati

0
Gelar Halalbihalal, Imkmafak Jabodetabek Ajak Mahasiswa & Masyarakat Fakfak Dukung Program Bupati & Wakil Bupati.

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Acara halalbihalal dilaksanalan oleh Ikatan Mahasiswa Kabupaten Fakfak Jabodetabek di Asrama Jl. Pisangan Baru Jakarta Timur. Kegiatan tahunan Imkmafak Jabodetabek setiap tahun dilaksanakan sebagai upaya membangun silaturahmi sesama mahasiswa Papua di Jabodetabek untuk saling maaf-memaafkan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Mahasiswa Afirmasi Papua Universitas Negeri Jakarta, Mahasiswa Pegunungan, perwakilan mahasiswa Papua dari Surabaya. Selain itu kehadiran perwakilan Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya di Asrama Imkmafak dalam rangka penyerahan buku bacaan mulai dari tingkat paud sampai umum yang diserahkan langsung oleh AKBP Bistok Manalu S.Sos M.Si dan diterima langsung oleh Erna Wagab selaku Golden Generation Of Cendrawasih yang bergerak di bidang pendidikan dan pemberdayaan Perempuan didampingi Ketua Imkmafak Jabodetabek Richard.

“Penggalangan buku ini akan kami suplay ke daerah terpencil di Papua, seperti komunitas belajar dan learning centre,” kata Erna saat diwawancarai oleh media disela-sela kegiatan berlangsung.

Membina generasi muda Papua, kata Erna, adalah sebuah kegiatan yang mulia. kita harus hadir memberikan kontribusi positif terhadap generasi Papua karena mereka akan melanjutkan tongkat estafet masa depan Indonesia, termasuk donasi buku dari Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya yang berjumlah 2.000 buku bacaan mulai dari tingkat paud sampai umum yang akan dikirim ke Fakfak agar generasi Fakfak lebih cerdas dengan menciptakan budaya baca.

Ricard selaku Ketua Imkmafak Jabodetabek saat memberikan sambutan Halalbihalal mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan. Selain itu Richard juga mengajak kepada mahasiswa Fakfak diseluruh kota study agar memberikan dukungan moral terhadap program Bupati dan Wakil Bupati Fakfak Bpk. Untung Tamsil dan Ibu Yohana Hindom agar mewujudkan Fakfak Tersenyum, yakni TERdepan SEjahtera, NYaman, Unggul & Mandiri.

Hal senada juga disampaikan Jukifli Patipi selaku ketua panitia Halalbihalal Ikatan Mahasiswa Kabupaten Fakfak Jabodetabek.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh undangan yang turut hadir dalam acara ini, termasuk donasi buku dari Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya,” ujarnya.

Sempat Tertunda, Mendagri Akan Lantik Bupati dan Wabup Supiori Terpilih

0
Sempat Tertunda, Mendagri Akan Lantik Bupati dan Wabup Supiori Terpilih.

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, akan melantik secara langsung bupati dan wakil bupati terpilih Kabupaten Supiori, Yan Imbab dan Nichodemus Ronsumbre. Meski sempat tertunda, pelantikan akan tetap dilaksanakan dalam waktu dekat di Papua. Hal itu disampaikan oleh Yan Imbab, Bupati terpilih Kabupaten Supiori pada Rabu (26/5) di Jakarta.

“Bupati Supiori tetap akan dilantik dalam beberapa hari ke depan dan yang melantik adalah bapak Menteri Dalam Negeri sendiri,” terangnya.

Yan Imbab menyampaikan bahwa keterangan tersebut diperoleh saat dirinya menemui secara langsung Direktur Jenderal Otonomi Daerah, Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik di Jakarta. Menurut Yan Imbab, Akmal Malik menjelaskan bahwa Mendagri dapat melantik bupati dan wakil bupati dalam kondisi dimana gubernur dan wakil gubernur berhalangan untuk melaksanakan pelantikan.

“Ketika bapak Menteri Dalam Negeri melantik bupati dan wakil bupati Supiori maka untuk pertama kalinya di Rapublik Indonesia ini, seorang bupati dan wakil bupati dilantik oleh Menteri Dalam Negeri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Imbab menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah menunggu surat resmi dari Sekda Papua terkait dengan pelantikan bupati dan wakil bupati Supiori. Ia berharap surat dapat diterima segera agar proses pelantikan dapat segera dilaksanakan.

“Sementara kita menunggu surat dari Sekda Papua dimana inti surat itu adalah meminta kepada Menteri Dalam Negeri untuk bersedia melantik bupati dan wakil bupati Supiori. Semoga dalam satau atau dua hari ini surat sudah sampai di Jakarta sehingga jadwal seterusnya bisa segera diatur,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau kepada masyarakat Supiori untuk tidak terprovokasi isu yang beredar. Ia memastikan bahwa pelantikan dirinya bersama Ronsumbre akan tetap berjalan.

“Tidak perlu beropini, bahwa pelantikan pasti akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Tidak ada bupati yang dilantik kecuali pak Imbab dan pak Ronsumbre,” tutupnya.

Sebelumnya, pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih Kabupaten Supiori, Yan Imbab dan Nichodemus Ronsumbre telah dijadwalkan pada Selasa (25/5) kemarin tertunda. Hal itu dikarenakan Papua tengah berduka atas meninggalnya wakil gubernur Papua, Klemen Tinal, yang seyogyanya bertugas melantik bupati dan wakil bupati Supiori. (UWR)

Penanganan Pandemi Indonesia Masih Jauh Dari Kata Maksimal

0
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VI DPR RI dengan BUMN Holding Farmasi secara virtual dari Moskow, Selasa (25/5/2021). Rapat fisik digelar di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta. (Foto: Geraldi/Man)

JAGAINDONESIA.COM – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung menyoroti penanganan pandemi Covid-19 yang dilakukan di Indonesia hingga tahun kedua ini. Menurutnya, pemerintah masih jauh dari kata maksimal dalam penanganannya. Ia membandingkan dengan kota di Rusia yang ia kunjungi, yakni Moskow, yang sudah tidak melakukan pembatasan-pembatasan ketat.

“Di Moskow ini misalnya, PCR testing sudah mencapai 135 juta. Sehingga mereka juga pede (percaya diri, red) untuk bisa me-manage pandemi. Pembatasan tidak lagi terlalu banyak tetapi manajemen pandemi ini yang kemudian dilakukan dengan baik,” ungkap Martin saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VI DPR RI dengan BUMN Holding Farmasi secara virtual dari Moskow, Selasa (25/5/2021). Rapat fisik digelar di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta.

Martin mengakui Indonesia kalah jauh dari negara-negara Eropa dalam hal testing dan tracing virus Covid-19. Menurutnya hal ini disebabkan kurang baiknya sistem controlling dan monitoring yang dilakukan oleh pemerintah. Hal ini pula yang menyebabkan terjadinya kasus vaksin palsu di Bandara Kualanamu tempo hari.

“Saya ingin menekankan kepada kita semua bahwa controlling dan monitoring itu sangat penting jadi ini jangan sampai terulang lagi karena ini akan meruntuhkan seluruh sistem kepercayaan kita kepada BUMN yang saat ini sedang kita bangun bersama. Jadi bagaimana bumn ini menjadi dipercaya oleh masyarakat kita apalagi dalam masa pandemi,” tegas politisi Fraksi Partai NasDem ini.

Martin menambahkan, adanya testing dan tracing yang belum maksimal oleh pemerintah, rakyat harus menanggung akibat hal tersebut, misalnya pelarangan mudik.

“Itu luar biasa saya lihat kekacauan dalam arti bagaimana kita bisa membuat orang jutaan manusia tidak bergerak dan itu tidak gampang. Kenapa kita membatasi sedemikian ketat? Karena testing dan tracing kita yang belum maksimal atau terbatas,” imbuhnya.

Untuk itu Martin meminta adanya kerja sama dari seluruh stakeholder termasuk BUMN Holding Farmasi sebagai lead dari upaya pemberantasan virus Covid-19. Ia mendorong Bio Farma dkk untuk saling bersinergi dengan masyarakat dan dunia usaha agar dapat segera mencapai target 181 juta herd immunity.

“Kalau perlu kumpulkan semua stakeholder yang ada di masyarakat kita juga dunia usaha kita bagaimana kita mencapai 181 juta herd immunity itu untuk bisa tercapai. Buka kesempatan yang penting adalah pencatatan yang dilakukan dengan baik oleh Kementerian Kesehatan atau pihak-pihak terkait disitu,” tandas politisi dapil Sumatera Utara II tersebut. (er/sf)

Ketua DPD RI Lakukan Groundbreaking Pembangunan Laboratorium UBT Kaltara

0
(Foto: Doc. DPD RI)

TARAKAN, JAGAINDONESIA.COM – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Laboratorium Ilmu Hayati Universitas Borneo Tarakan (UBT), Kalimantan Utara, Selasa (25/5/2021).

Peletakan batu pertama secara simbolis ini dilakukan atas permintaan Rektor UBT Adri Patton. Ketua DPD RI sendiri hadir di UBT bersama sejumlah senator, yaitu Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi, Wakil Ketua Komite II DPD RI Bustami Zainudin, Ketua Komite III DPD RI Sylviana Murni, Senator asal Sumatera Selatan Jialyka Maharani, Andi Muh Ihsan (Sulawesi Selatan), serta Sekjen DPD RI Rahman Hadi.

Empat Senator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Kaltara juga turut mendampingi. Mereka adalah Martin Billa, Asni Hafid, Hasan Basri, Fernando Sinaga (Wakil Ketua Komite I DPD).

Rektor UBT mengucapkan rasa terima kasih atas kehadiran LaNyalla dan rombongan Senator. Adri Patton juga berharap para Senator dapat membantu komunikasi kepada Pemerintah Pusat untuk mendukung pembangunan di UBT.

“Kami yakin Ketua DPD berani menyampaikan demi kebaikan masyarakat. Kami juga harap dukungannya agar UBT bisa membuka Fakultas Kedokteran. DPD RI adalah penyambung aspirasi dan DPD adalah milik rakyat,” kata Adri.

Sebelum melakukan groundbreaking, LaNyalla terlebih dahulu menjadi keynote speaker dalam FGD ‘Percepatan Program Strategis Nasional di Kawasan Perbatasan Negara Provinsi Kalimantan Utara’ yang digelar UBT.

LaNyalla menyampaikan mengenai pembangunan Kaltara sebagai daerah yang berbatasan dengan negara tetangga. Ia menyebut Kaltara merupakan provinsi baru yang beruntung sekaligus punya beban dan tanggung jawab besar untuk menyukseskan program strategis nasional.

Seperti diketahui, pemerintah sudah menetapkan sejumlah program pembangunan strategis di Kaltara. Di antaranya Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi, Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) Nunukan, dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tarakan.

“Karena itu, penataan ruang harus diprioritaskan, mengingat pengaruhnya terhadap kedaulatan negara, pertahanan dan keamanan negara, ekonomi, sosial, budaya, dan atau lingkungan. Karena kegiatan di dalamnya mempunyai pengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat di kawasan perbatasan darat dan laut,” ucapnya.

Senator asal Jawa Timur itu juga mengingatkan agar Kaltara tidak mengabaikan imbas pertumbuhan dan perkembangan perekonomian Asia Timur seperti Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Taiwan, dan Filipina. 

LaNyalla menyoroti sejumlah permasalahan seperti penyelundupan barang dan perdagangan manusia yang menjadi potensi ancaman bagi negara.

“Termasuk imbas eksploitasi Sumber Daya Alam Kalimantan Utara yang melimpah tetapi tidak terkelola, seperti pencurian ikan, penyelundupan kayu, dan pencurian kekayaan alam lainnya juga menjadi potensi ancaman,” tambahnya.

Untuk itu, ia mengingatkan perlunya peningkatan pertahanan di kawasan perbatasan menyusul imbas politik ekspansional Malaysia, seperti klaim wilayah teritorial setelah kasus Sipadan dan Ligitan. Selain itu juga aksi provokasi atas wilayah Blok Ambalat.

Secara khusus, mantan Ketua Umum PSSI itu menitipkan pesan untuk Kota Tarakan. LaNyalla mendorong agar kota terbesar di Provinsi Kalimantan Utara itu bisa setara dengan negara Singapura.

“Kota Tarakan posisinya unik, karena terpisah dari pulau induk Kalimantan. Pulau Tarakan merupakan Kota Pulau. Mirip dengan Singapura,” ungkapnya.

Posisi geografis yang unik dianggap bisa menjadi nilai lebih untuk peningkatan pembangunan di Tarakan. Di satu sisi, Tarakan merupakan jalur transit antar-pulau dan antar-kabupaten/kota di sekitarnya. Di sisi lain, Pulau Tarakan mempunyai batas internasional dengan Malaysia dan Filipina yang memberikan keuntungan untuk perdagangan. 

“Peran ganda ini tentu saja berimplikasi terhadap intensitas dan jenis kegiatan sosial-ekonomi kota. Karena Kota Tarakan dilewati alur laut menuju dua perairan bebas, yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Saya berharap Kota Tarakan berkembang seperti Singapura,” sebutnya.

LaNyalla pun menyatakan DPD RI juga mendukung visi terwujudnya Kota Tarakan sebagai Smart City yang bertujuan membentuk kota yang aman, nyaman, serta memperkuat daya saing perekonomian. Ia juga mendorong Kota Tarakan untuk mengembangkan beragam infrastruktur fisik dan non-fisik atau sosial.

“Pengembangan tersebut sebagai struktur fasilitas dan layanan dasar untuk kepentingan umum yang cepat, mudah, murah, dan adil,” urainya. (***)

Wakil Ketua DPD RI: UU Larangan Minol Akan Berdampak Positif Bagi Perekonomian Jangka Panjang

0
(Foto: Doc. DPD RI)

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin, melalui keterangan resminya Selasa (25/5/2021) memberikan dukungan terhadap Undang-Undang larangan minuman beralkohol (minol).

“Saya yakin UU larangan minol akan berdampak baik bagi ekonomi secara jangka panjang. Sebab dari asumsi besaran hilangnya pendapatan negara dari cukai pendapatan beralkohol tidak sebanding dengan manfaat dari pelarangan minuman beralkohol,” ujar Sultan.

Sebab, lanjut Sultan, kita dapat mengurangi dampak kerugian ekonomi berupa turunnya produktivitas masyarakat karena peredaran alkohol, tingkat kecelakaan dan gangguan kesehatan jangka panjang yang menghambat pencapaian bonus demografi yang berkualitas.

Senator muda asal Bengkulu tersebut juga menjelaskan bahwa salah satu tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang hendak diwujudkan sebagaimana diamanahkan oleh UUD 1945 adalah bahwa negara wajib melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia serta memajukan kesejahteraan umum.

Jadi kedua tujuan tersebut, tambah Sultan, dapat ditafsirkan mencakup pula perlindungan masyarakat dari bahaya minuman beralkohol dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan sejahtera.

“Kesehatan itu merupakan Hak Asasi Manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang mesti diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia. Maka setiap orang berhak mendapatkan perlindungan serta jaminan kesehatan, juga berhak mendapatkan rasa aman dari bahaya minuman beralkohol beserta dampak yang ditimbulkan,” tegasnya.

Hal ini sebelumnya juga mendapat perhatian dari Pengamat Ekonomi Bhima Yudhistira yang berpendapat bahwa penerimaan yang dihasilkan dari cukai minuman keras tidak sebanding dengan dampak yang ditimbulkan dari konsumsi minuman beralkohol, salah satunya sektor ekonomi.

“Keuntungan negara bisa dilihat dari penerimaan cukai minuman beralkohol dan etil alkohol nilainya masing-masing Rp5,76 triliun dan Rp240 miliar sepanjang 2020. Jika digabungkan nilainya cuma Rp6 triliun atau setara 3,5% dari penerimaan cukai hasil tembakau (rokok). Jadi kecil sekali sebenarnya keuntungan yang diperoleh negara,” ujar Bhima, kepada wartawan, Senin (24/5/2021).

Sementara, lanjut Bhima, dampak dari peredaran minol ini sangat berisiko bagi perekonomian. Dikatakannya, jika mengambil study yang dilakukan Montarat (2009) pada 12 negara menyebutkan bahwa beban ekonomi dari minuman beralkohol adalah 0,45% hingga 5,44% dari PDB.

“Jika dilihat, angka PDB Indonesia pada 2020 adalah Rp15.434 triliun. Jika mengambil angka yang sama dengan Amerika Serikat atau 1,66% maka di Indonesia kerugian setara dengan Rp256 triliun,” katanya.

Dia menilai tentu beban ekonomi dari minol ini sangat besar, bahkan lebih tinggi dari belanja kesehatan total di 2020 yakni Rp212,5 triliun.

Sedangkan saat antar fraksi saat melakukan rapat di Badan Legislasi (Baleg) DPR pada Kamis (14/1). RUU larangan minuman beralkohol akhirnya ditetapkan sebagai Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2021.

Sejak tahun lalu, beleid ini menjadi sorotan, karena tidak hanya melarang orang mengkonsumsi dan memproduksi, tapi tiap orang juga dilarang memasukkan, menyimpan, mengedarkan, dan/atau menjual minuman beralkohol di wilayah RI. Mereka yang melanggar pun dikenai sanksi pidana.

Terakhir Sultan juga menginginkan agar pemerintah dapat mengembangkan sektor lainnya yang dapat memberikan manfaat ekonomi dengan dampak peningkatan penyerapan sektor tenaga kerja seperti pertanian, pengolahan (industrialisasi) komoditas dan ekonomi digital.

“Kita memasuki era perkembangan ekonomi digital. Maka ada baiknya agar pemerintah lebih konsentrasi terhadap regulasi skema penerapan ekonomi digital di Indonesia daripada mengembangkan produksi serta peredaran minuman beralkohol di Indonesia. Sebab semua kebijakan bukan hanya ditinjau dari aspek keuntungan jangka pendek, tapi juga dalam bagan ekonomi secara jangka panjang,” tutupnya. (rls)

Komite I DPD RI: Pendekatan Kesejahteraan Merupakan Solusi Permasalahan di Papua

0
(Foto: Doc. DPD RI)

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Komite I DPD RI dan Menkopolhukam RI sepakat untuk mengutamakan pendekatan kesejahteraan yang komprehensif untuk menyelesaikan pemasalahan di Papua sesuai dengan Peraturan Perundangan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal ini menjadi salah satu kesimpulan Rapat Kerja Komite I DPD RI dengan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopulhukam) RI berkaitan dengan permasalahan terkini yang terjadi di Papua (25/05). 

Rapat Kerja ini dipimpin oleh Abdul Kholik (Wakil Ketua II), didampingi oleh Fachrul Razi (Ketua), Djafar Alkatiri (Wakil Ketua I), dan Fernando Sinaga (Wakil Ketua III). Sedangkan anggota yang hadir antara lain Otopipanus P. Tebay (Papua), Filep Wamafma (Papua Barat), Gusti Kanjeng Ratu Hemas (Yogyakarta), Hudarni Rani (Babel), Agustin Teras Narang (Kalteng), Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa (Sumbar), Lily Salurapa (Sulawesi Selatan), Ahmad Sukisman Azmy (NTB), Husein Alting Sjah (Maluku Utara), dan Richard Hamonangan Pasaribu. Sedangkan dari Kemenkopolhukam dihadiri langsung oleh Prof.Dr. Mohammad Mahfud MD.,S.H.,S.U.,M.I.P, Menkopolhukam RI beserta jajaranya. 

Dalam sambutannya, Senator Abdul Khalik menjelaskan bahwa Rapat Kerja dengan Menkopolhukam bertujuan untuk membahas persoalan Politik, Hukum, dan Keamanan yang terjadi di Papua, antara lain persoalan: permasalahan keamanan dan labeling teroris dimana pemerintah mengumumkan KKB sebagai teroris; pembahasan revisi UU Otsus Papua; dan permasalahan lainnya yang terjadi di Papua.

Sementara itu, Prof. Mahfud menegaskan bahwa pendekatan kesejahteraan yang komprehensif merupakan prioritas solusi bagi permasalahan di Papua. Menurutnya, ada tiga kelompok yang ada di Papua: Kelompok Politik, Klandestin (Intelejen), dan KKB. Hal ini diutamakan dengan pendekatan dialog sedangkan pendekatan keamanan dipergunakan terhadap pelaku kekerasan sesuai dengan Perundangan yang berlaku. 

Rapat Kerja ini pada akhirnya menghasilkan dua kesepakatan sebagai berikut:

  1. Komite I DPD RI dan Menkopolhukam RI sepakat untuk mengutamakan pendekatan kesejahteraan yang komprehensif untuk menyelesaikan pemasalahan di Papua sesuai dengan Peraturan Perundangan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  2. Komite I DPD RI meminta pemerintah melalui Menkopolhukam RI agar dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua tidak hanya sebatas untuk memperpanjang keberlakuan Dana Otonomi Khusus, melainkan untuk menjadi solusi yang kompherensif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di Papua. (rls)

Berita Terbaru