Rabu, 21 Oktober 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 164

Kemendikbudristek: Wujudkan Profil Pelajar Pancasila melalui Lokakarya Wawasan Aksi Kebangsaan

0

JAKARTA – Direktorat Sekolah Menengah Atas (SMA), Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dikdasmen), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus mendorong lahirnya agen perubahan yang sejalan dengan “Profil Pelajar Pancasila”.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Lokakarya Wawasan Aksi Kebangsaan (WAK) Tahap I yang ditujukan untuk pembina kesiswaan Sekolah Menengah Atas (SMA). “Lokakarya ini dimaksudkan untuk memberikan penguatan pemahaman konsep nilai Bela Negara untuk ketahanan nasional kepada para pembina ekstrakurikuler di SMA,” ungkap Direktur SMA, Suhartono Arham saat memberikan sambutan dalam pembekalan lokakarya.

Seiring dengan hadirnya era kebiasan baru pada masa pandemi Covid-19, lanjut Suhartono, sosialisasi wawasan aksi kebangsaan tentu membutuhkan strategi dan implementasi yang lebih baik. “Untuk itu, melalui lokakarya ini kami hadir agar Bapak/Ibu dapat menjadikan Pancasila sebagai benteng utama para siswa dalam menghadapi krisis identitas serta menyadarkan peserta didik terhadap pentingnya berbagai aksi kebangsaan,” lanjutnya.

Untuk itu, Suhartono berharap melalui lokakarya ini, para peserta dapat memperoleh pemahaman terkait teknik-teknik dalam membentuk pola pikir dan sikap siswa, serta bagaimana membentuk peserta didik menjadi agen perubahan untuk melaksanakan Aksi Kebangsaan dengan memberdayakan ekosistem sekolah.

Senada dengan itu, Plt. Asisten Deputi Organisasi Kepemudaan dan Kepramukaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Imam Gunawan, menyampaikan bahwa diperlukan adanya sinergi lintas pihak dalam aksi kebangsaan melalui beberapa langkah diantaranya: pemetaan kondisi ekosistem, membuat alternatif strategi, pemilihan strategi bersama, adanya kerangka rencana aksi untuk implementasi rencana aksi.  

“Untuk membangun organisasi kepramukaan yang baik di sekolah, diperlukan pendekatan personal yang tepat serta melibatkan semua pemangku kepentingan yang potensial. Dengan muatan kegiatan kepramukaan yang disinergikan dengan 5 aksi kebangsaan serta perundangan tentang Gerakan Pramuka, mari kita siapkan generasi muda yang berdampak luar biasa untuk bangsa dan negara,” urai Imam.

Salah satu peserta lokakarya, Stefanus Toni Kurniawan mengungkapkan pentingnya lokakarya yang diadakan dalam membangun karakter positif dari peserta didik. “Melalui lokakarya ini kiranya guru dapat mendorong adanya wawasan aksi kebangsaan untuk peserta didik,” tutur guru Bahasa Indonesia SMA Strada Bhakti Wiyata Bekasi yang sekaligus menjadi pembimbing ekstrakurikuler Jurnalistik dan Pramuka.

Sementara itu, peserta lainnya yang merupakan guru Kimia SMAN 1 Kota Sukabumi, Efi Sofia mengutarakan kegembiraannya dapat mengikuti lokakarya WAK. “Lokakarya WAK ini dapat menumbuhkembangkan rasa cinta tanah air di antara peserta didik di tengah isu radikalisme yang marak saat ini,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Kristiyanti, guru Kimia SMA Mardiyuana Kota Sukabumi mengungkapkan harapannya agar lokakarya WAK ini dapat diikuti oleh guru lainnya di seluruh Indonesia. “Selepas lokakarya, para guru kiranya menjadi fasilitator dalam mengimplementasikan aksi kebangsaan di sekolah,” urai Kristiyanti yang sekaligus menjadi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan.

Pada lokakarya ini, Direktorat SMA menghadirkan beberapa narasumber diantaranya dari Kementerian Pertahanan, Badan Narkotika Nasional, dan pengajar dari pendidikan tinggi. Sedangkan peserta lokakarya berasal dari unsur Dinas Pendidikan dan pembina kesiswaan dari SMA yang berada di wilayah Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Banten, Kota dan Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kota dan Kabupaten Bogor, Kota dan Kabupaten Sukabumi. Para peserta sangat antusias mengikuti pemaparan aksi kebangsaan dari narasumber serta dinamika kelompok dengan protokol kesehatan yang ketat.  

Lokakarya WAK ini dihelat untuk mendukung implementasi “Profil Pelajar Pancasila” melalui 5 aksi kebangsaan yang akan direpresentasikan oleh peserta lokakarya melalui dinamika kelompok ataupun perseorangan. 5 aksi tersebut adalah 1) Berpikir positif terhadap Indonesia, 2) Peduli Budaya Indonesia, 3) Peduli Lingkungan dan Alam Indonesia, 4) Berkarya Nyata Membangun Kemandirian, dan 5) Rajut Jejaring Kebinekaan Indonesia.

Lokakarya tersebut dilakukan dengan menerapkan protokol Kesehatan 5M secara ketat. Adapun untuk peserta yang hadir secara fisik dilakukan swab antigen sebelum melakukan acara dengan hasil negatif serta diwajibkan memakai masker selama lokakarya berlangsung. (Andrew William Fangidae)

Panglima TNI, Kapolri dan Menpora Tinjau Kesiapan Stadion dan Arena Akuatik PON XX

0

JAKARTA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Menpora Zainudin Amali, meninjau langsung kesiapan Stadion Lukas Enembe dan arena akuatik, menjelang pelaksanaan PON ke-XX.

Dalam tinjauannya, Sigit dan rombongan memastikan bahwa dua arena olahraga tersebut bakal siap digunakaan untuk pesta olahraga nasional tersebut pada bulan Oktober 2021 mendatang.

“Alhamdulillah dalam tinjauan kali ini, kami memastikan bahwa persiapan pelaksanaan PON ke-XX sudah maksimal untuk digunakan,” kata Sigit, Jumat (27/8/2021).

Meski begitu, mantan Kapolda Banten ini tetap mengimbau kepada penyelenggara untuk tetap memperhatikan hal yang masih dirasa kurang. Tujuannya, agar ketika pekan olahraga itu berlangsung dapat berjalan maksimal dan memuaskan.

“Namun tetap untuk memperhatikan segala kebutuhan yang masih harus dilengkapi. Sejauh ini sudah bagus, pertahankan,” ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Sebelumnya, saat memimpin rapat di Forkopimda Jayapura, Sigit menekankan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan PON ke-XX dan penanganan serta pengendalian Covid-19 atau virus corona.

Dengan diselenggarakannya PON XX, menurut Sigit, hal itu akan mendorong pertumbuhan perekonomian di Bumi Cenderawasih itu. Dengan begitu, masyarakat setempat akan sejahtera.

“Pelaksanaan PON XX akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Papua pada kuartal II 2021 ekonomi Papua dengan pertambangan dan penggalian sebesar 13,14 persen sedangkan tanpa pertambangan dan penggalian sebesar 2,81 persen,” ujar Sigit.

Ditengah Pandemi Covid-19, perekonomian Indonesia mulai tumbuh sebesar 7,07 persen. Sementara, peningkatan produksi komoditas emas dan tembaga cukup signifikan menyebabkan pertumbuhan ekonomi Papua dengan pertambangan dan penggalian tumbuh positif sejak kuartal IV 2020. Pertumbuhan ekonomi Papua tanpa pertambangan dan penggalian tumbuh sebesar 2,8 persen.

Mantan Kabareskrim Polri ini juga mengimbau kepada Forkopimda Jayapura untuk memperhatikan penanganan dan pengendalian Covid-19, terkait dengan pelaksanaan PON ke-XX. Menurut Sigit, dalam penyelenggaraan tersebut tetap harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

“Protokol kesehatan pencegahan dan penanggulangan Covid-19 serta vaksinasi bagi semua pihak terkait, harus dilaksanakan,” ucap Sigit.

Dengan diterapkannya prokes yang disiplin, sambung Sigit, pelaksanaan PON ke-XX akan berjalan lancar dan kesehatan masyarakat dari virus corona pun dapat terjamin.

“PON XX Papua sukses dan lancar, investasi aman, pertumbuhan ekonomi meningkat, Papua semakin maju dan modern, masyarakat sehat dan sejahtera,” tutur Sigit.**

Soal Somasi Luhut ke Haris, Filep Wamafma: Rakyat Papua Tidak Butuh Somasi, Rakyat Butuh Keterbukaan Informasi!

0
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan (kiri) / Anggota DPD RI Papua Barat, Dr. Filep Wamafma (kanan)

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Wakil Ketua I Komite I DPD RI, Dr. Filep Wamafma menyoroti somasi yang dilayangkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kepada Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar dan Koodintaor KontraS Fatia Maulidiyanti.

Menurutnya, Luhut terkesan emosional dan kekanak-kanakan menanggapi kajian cepat yang dilakukan oleh YLBHI, KontraS, LBH Papua dan rekan – rekan lainnya.

“Ini kajian berdasarkan data yang menyebut nama-nama dibalik konsesi tambang di Papua. Kalau tidak benar, silahkan buka data yang benar ke publik. Data ya dilawan dengan data! rakyat Papua butuh jawaban, bukan somasi terkait dengan temuan tersebut. Somasi tidak dapat menghilangkan keresahan dan ketakutan rakyat Papua.” Kata senator sekaligus Akademisi Papua Barat ini.

Menurut Filep, hasil kajian cepat yang menyimpulkan adanya praktik bisnis militer kaki kedua di Intan Jaya, sekaligus menyingkap adanya potensi kepentingan ekonomi harus menjadi kajian yang lebih serius. Ia menganggap data tersebut tidak bisa dianggap main-main jika semua pihak benar-benar ingin memperbaiki Tanah Papua.

Senator Papua Barat ini mengkhawatirkan jika data tersebut benar adanya, hal itu akan membangkitkan semangat perlawanan Orang Asli Papua (OAP) terhadap para oligarki yang selama ini terus menguras kekayaan SDA Papua khususnya di Intan Jaya. Apalagi, masyarakat sipil terus menerus menjadi korban konflik berkepanjangan antara TNI/Polri dan OPM.

“Di Intan Jaya, sekitar 1200an masyarakat sipil yang terdata sebagai pengungsi, termasuk di dalamnya perempuan dan anak-anak. Mereka melarikan diri karena takut jadi korban salah tembak! Semua itu karena banyaknya TNI/Polri yang diturunkan dan terus terjadi baku tembak dengan TPNPB. Kalau benar ujung-ujungnya semua ini karena motif ekonomi, harus memakan korban berapa banyak lagi? Tegas filep dengan geram saat dimintai keterangan pada Minggu, 29 Agustus 2021.

Menurutnya, rakyat manapun tidak ingin dijadikan sebagai objek kepentingan investasi dan politik. Rakyat Papua ingin Sumber Daya Alam yang dimilikinya memberikan kesejahteraan. Sementara yang terjadi saat ini, bukannya kesejahteraan yang didapat, justru ketakutan menghantui karena adanya konflik yang tak kunjung usai dan rakyat harus menanggung dampaknya.

“Data yang mencuat ini momentum pembuktian. Siapa dan apa motifnya. Dan itu bisa membuka mata kita semua tentang problem sesungguhnya di Papua.” Tutup senator yang akrab disapa Pace Jas Merah ini. (KR)

Filep Wamafma Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Agenda Lain di Balik Operasi Militer di Intan Jaya

0
Senator Papua Barat, Dr. Filep Wamafma, SH.,M.Hum

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Wakil Ketua I Komite I DPD RI, Dr. Filep Wamafma SH., M.Hum mendesak pemerintah untuk menindaklanjuti dan mengusut tuntas dugaan adanya agenda lain di balik operasi militer di Intan Jaya, Papua.

Hal itu berkaitan dengan kajian sejumlah LSM di Papua yang kini mencuat dan bergulir ke ruang publik. Salah satunya yang dibahas di kanal Youtube Haris Azhar dengan judul “Ada Lord Luhut Dibalik Relasi Ekonomi – Ops Militer Intan Jaya‼️ Jenderal Bin Juga Ada‼️ yang di upload pada 20 Agustus lalu.

Pembahasan tersebut menyebut sederet nama pejabat penting negara termasuk Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dalam dugaan upaya penguasaan emas di Blok Wabu, Intan Jaya.

Filep Wamafma mengatakan bahwa Presiden selaku panglima tertinggi, seharusnya mengetahui persoalan ini karena sifatnya mendasar dan krusial. Sehingga muncul pertanyaan apakah temuan tersebut juga berkontribusi pada kegagalan Otsus Jilid 1. Ia berharap persoalan tersebut segera terurai dengan jelas agar cita-cita membangun kesejahteraan masyarakat Papua diantaranya melalui Otsus dapat terwujud.

“Rakyat Papua membutuhkan ketegasan Presiden. Temuan-temuan dari berbagai LSM harus ditindaklanjuti, minimal dengan membentuk Satgas. Apakah Otsus Jilid 1 gagal karena permainan operasi militer namun berkedok investasi? Kita semua harus mencari benang merah ini supaya Otsus Jilid 2 tidak dihantui oleh operasi militer dan mengulangi kegagalan yang sama”, ujar Filep.

Ia juga melihat data mencurigakan terkait tingginya biaya keamanan di Papua yang terus digelontorkan.

“Kita juga menaruh curiga terkait permainan dana Otsus. Biaya keamanan itu termasuk paling tinggi. Jangan – jangan operasi militer diadakan juga hanya karena tidak ingin dana tersebut terhenti. Disamping diduga agenda-agenda lainnya.” Tegas senator yang juga akademisi ini.

Filep menegaskan, fokus persoalan tersebut tentu berdampak langsung kepada masyarakat Papua, terkait dengan hak-hak masyarakat asli Papua yang terancam apabila temuan tersebut benar. Karena itu, temuan ini menyisakan pertanyaan apakah operasi-operasi militer yang dilakukan di Papua, murni disebabkan oleh gangguan keamanan, ketertiban, dan gerakan pro kemerdekaan? Atau berbagai operasi militer tersebut sarat kepentingan investasi?

Yang pasti, keberadaan militer dan peristiwa-peristiwa di Papua telah menyebabkan rasa traumatis bagi masyarakat.

“Saya tidak ingin menunjuk siapa yang berada di balik ini semua. Entah pajabat entah bukan pejabat, yang jelas temuan di atas harus ditindaklanjuti. Bila perlu, Komnas HAM ikut turun tangan untuk menguraikan, kejahatan HAM di balik investasi dan operasi militer. Kalau sampai temuan itu benar, mau dibawa ke mana wibawa Pemerintah dalam hal ini Presiden? Karena sudah puluhan tahun berjalan.” tegasnya dengan nada geram.

Sebelumnya, rilis para peneliti dari YLBHI, Pusaka Bentala Rakyat, LBH Papua, WALHI Papua, WALHI Eksekutif Nasional, KontraS, Greenpeace Indonesia, Trend Asia, dan JATAM, menemukan indikasi adanya hubungan antara operasi militer di Papua dengan konsesi perusahaan tambang di sana. Studi kasus Intan Jaya dengan pendekatan ekonomi-politik akhirnya menegaskan bahwa oligarki sedang bertumbuh di Papua.

Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti dalam YouTube Haris Azhar pada Jumat (20/8) menyebutkan beberapa nama pejabat di perusahaan-perusahaan yang terlibat.

“Ada sejumlah nama-nama purnawirawan Jenderal TNI (AD) dan beberapa elit di setiap perusahaan ada Lord Luhut (Luhut Binsar Panjaitan Menkomarvest), Hinsa Siburian, dan Paulus Prananto lalu ada beberapa purnawirawan Polisi, TNI,” ucapnya.

Selain itu, Fatia mengatakan dari selain Luhut, Hinsa dan Paulus juga terdapat pejabat lain, seperti Muhammad Munir anggota penasehat Badan Intelijen Negara (BIN) ada di perusahaan di Mind ID, Purn TNI Agus Surya Bakti di PT Antam.

“Di PT Antam ada Purn TNI Agus Surya Bakti, Komjen Pol Bambang Sunar Wibowo jadi di Antam itu di isi oleh purnawirawan jadi komisarisnya. Selain itu ada Letjen Purn Doni Munardo, dan Muh Munir (MIND.ID),” jelasnya.

Ia menambahkan, pemilik konsensi pengelola tambang emas di Intan Jaya, Papua merupakan tim pemenangan Pilpres 2014 untuk Presiden Jokowi. Menurut Fatia, dari bisnis militer lalu ditarik dari konsesi-konsesi terdapat 3 perusahan besar di sana yaitu PTFI, Toba Sejahtera, Mind Id.

“Lord Luhut sudah jelas atau dikatakan Bravo 5, ya itu tadi. Apakah itu sebagai hadiah diberi gunung emas, atau bisa jadi, itu sumber dana pemenangan Jokowi. Jadi kalau ditarik mereka tim pemenangan Jokowi 2014-2015,” ujarnya.

“Jadi, dari PT Toba Sejahtera Group ada beberapa perusahaan masuk ke MIND ID. Kemudian, ada PT Tobacom Del Mandiri (TDM) anak perusahaan PT Toba Sejahtera Group, Presiden Direktur PT Tobacom itu adalah Purnawirawan TNI Paulus Prananto. Dan, PT Toba Sejahtera Grup ini juga kita tahu sahamnya dimiliki oleh pejabat kita namanya Luhut Binsar Panjaitan, Lord Luhut jadi Luhut bisa bermain dalam pertambangan yang terjadi di Papua,” ujarnya. (*)

Pemerintah Turunkan Level PPKM di Sejumlah Daerah Mulai 24 Hingga 30 Agustus 2021

0

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Presiden Joko Widodo memutuskan untuk menurunkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sejumlah daerah pada tanggal 24 Agustus 2021 hingga 30 Agustus 2021. Keputusan tersebut dibuat berdasarkan berbagai pertimbangan, utamanya indikator-indikator penanganan pandemi Covid-19 yang mulai membaik.

Menurut Presiden, saat ini kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia telah mengalami penurunan sebesar 78 persen jika dibandingkan saat puncak kasus pada 15 Juli 2021 lalu. Angka kesembuhan juga konsisten lebih tinggi daripada angka konfirmasi positif yang membuat angka keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) nasional berada di angka 33 persen.

“Untuk itu, pemerintah memutuskan mulai tanggal 24 Agustus 2021 hingga 30 Agustus 2021 beberapa daerah bisa diturunkan levelnya dari level 4 ke level 3,” ujar Presiden Joko Widodo dalam pernyataannya terkait perkembangan PPKM di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 23 Agustus 2021.

Presiden mengatakan, sejumlah daerah di Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Misalnya di Pulau Jawa-Bali, penerapan PPKM level 4 dari sebelumnya 67 kabupaten/kota berkurang menjadi 51 kabupaten/kota, level 3 dari 59 kabupaten/kota menjadi 67 kabupaten/kota, dan level 2 dari 2 kabupaten/kota menjadi 10 kabupaten/kota.

“Untuk Pulau Jawa-Bali, wilayah aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya Raya, dan beberapa wilayah kabupaten/kota lainnya sudah bisa berada pada level 3 mulai tanggal 24 Agustus 2021,” lanjutnya.

Sedangkan wilayah di luar Pulau Jawa-Bali, Presiden mengingatkan untuk tetap waspada meskipun telah menunjukkan perkembangan yang baik pula.

“Level 4 dari 11 provinsi menjadi 7 provinsi, level 4 dari 132 kabupaten/kota menjadi 104 kabupaten/kota, level 3 dari 215 kabupaten/kota menjadi 234 kabupaten/kota, dan level 2 dari 39 kabupaten/kota menjadi 48 kabupaten/kota,” tambahnya.

Pemerintah tetap mempertimbangkan untuk melakukan penyesuaian secara bertahap atas beberapa pembatasan kegiatan masyarakat. Adapun penyesuaian tersebut antara lain sebagai berikut:

  1. Tempat ibadah diperbolehkan dibuka untuk kegiatan ibadah maksimal 25 persen kapasitas atau maksimal 30 orang;
  2. Restoran diperbolehkan makan di tempat dengan maksimal 25 persen kapasitas, 2 orang per meja dan pembatasan jam operasional hingga pukul 20.00;
  3. Pusat perbelanjaan atau mal diperbolehkan buka sampai dengan pukul 20.00 dengan maksimal 50 persen kapasitas, dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat yang diatur lebih lanjut oleh pemerintah daerah;
  4. Industri orientasi ekspor dan penunjangnya dapat beroperasi 100 persen. Namun apabila terjadi klaster baru Covid-19, maka akan ditutup selama 5 hari.

“Penyesuaian atas beberapa pembatasan kegiatan masyarakat ini dibarengi dengan protokol kesehatan yang ketat dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk,” imbuhnya.

Terkait vaksinasi, Presiden meminta Menteri Kesehatan, untuk terus meningkatkan cakupan vaksinasi agar akhir bulan Agustus tercapai penyuntikkan lebih dari 100 juta dosis vaksin.

“Dalam beberapa hari terakhir, saya melihat cakupan vaksinasi terus meningkat dan saat ini 90,59 juta dosis vaksin sudah disuntikkan,” ungkapnya.

Di samping itu, keterlibatan TNI-Polri dalam melakukan penelusuran turut berkontribusi terhadap peningkatan rasio kontak erat. Pada 20 Agustus 2021, rasio kontak erat mencapai 6,5 jauh meningkat dibandingkan pada 31 Juli 2021 yang berada pada posisi 1,9.

Kepala Negara pun mengingatkan bahwa perbaikan situasi Covid-19 saat ini tetap harus disikapi dengan hati-hati dan penuh kewaspadaan. Pembukaan kembali aktivitas masyarakat tetap harus dilakukan tahap demi tahap seiring dengan peningkatan protokol kesehatan, pemeriksaan, pelacakan, dan cakupan vaksinasi yang lebih luas.

“Hal-hal tersebut perlu dilakukan agar pembukaan kembali aktivitas masyarakat tidak berdampak kepada peningkatan kasus,” tandasnya.

(BPMI Setpres)

Komisi VII DPR RI Dukung Tambahan Anggaran Kementerian Perindustrian

0
Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKB, Syaikhul Islam. (Foto: Parlementaria)

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Anggota Komisi VII DPR RI Syaikhul Islam menilai anggaran Kementerian Perindustrian yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp2,1 triliun merupakan sebuah bentuk ketidakadilan. Oleh karenanya, pihaknya sepakat memberi dukungan tambahan anggaran bagi Kementerian Perindustrian.

“Terkait anggaran, walaupun belum dibahas RKA K/L-nya, namun saya katakan bahwa anggaran Kemenperi yang Rp2,1 triliun itu adalah kezaliman. Bagaimana tidak, semua PDB yang kita dapat itu mayoritas asalnya dari sektor perindustrian,” ujar Syaikhul saat Rapat Kerja Komisi VII DPR RI dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (25/8/2021).

Dengan kata lain, lanjut Politisi Fraksi PKB ini, sektor perindustrian ini merupakan penghasil PDB terbesar, tapi kemudian malah diberikan anggaran yang paling kecil. Hal yang sama terjadi dengan Kementerian ESDM. Meski demikian, Syaikhul meyakini, pihaknya akan bersinergi dan mendukung penuh Kemenperin dan akan mendiskusikan hal ini dalam Panja Peningkatan Pendapatan Negara (PPN).

“Kita ada satu Panja namanya Panja PPN. Nanti kita bisa bicarakan dengan Dirjen Anggaran, yang jelas kita inginkan keadilan. Sektor manufaktur ini menjadi salah satu sektor andalan untuk bisa meningkatkan perekonomian minimal menjadi sehingga butuh dukungan anggaran juga,” tegasnya.

Kepada Komisi VII DPR RI Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meminta dukungan tambahan anggaran sebesar Rp700 Miliar untuk 9 program kerja diantaranya Pembangunan Indonesia Manufacturing Center, Program Pengembangan Material Center IKM, dan Program Penumbuhkembangan Wirausaha Baru.

“Idealnya Kemenperin butuh tambahan sebesar Rp2,3 triliun. Namun, dikarenakan kondisi fiskal yang masih terbatas, kami hanya membutuhkan tambahan anggaran sebesar Rp700 miliar untuk 9 program kerja,” papar Agus.

Dalam rapat kerja yang dipimpin oleh Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto, DPR RI sepakat untuk mendukung penambahan anggaran Kemenperin sebesar Rp700 miliar untuk 9 program prioritas dalam mendukung penguatan sektor industri di Indonesia. Hal ini dikarenakan kontribusi Kementerian perindustrian bagi sumber pendapatan negara yang cukup signifikan. (ayu/es)

Indonesia Terima Pinjaman 10 Isotanks dari India

0

​Jakarta –  Indonesia kembali menerima dukungan dari Pemerintah India berupa pinjaman 10 (sepuluh) unit isotanks untuk Liquid Medical Oxygen (LMO) dengan kapasitas masing – masing 20 MT, dalam rangka membantu penanganan pandemi Covid-19. Sebelumnya pada 24 Juli 2021 Pemerintah India juga telah member​ikan hibah bagi Indonesia berupa 300 (tiga ratus unit) oxygen concentrator dan 100 MT (seratus metrik ton) Liquid Medical Oxygen guna penanganan Covid-19.  

Sebanyak 10 unit isotanks dari India dimaksud tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada 24 Agustus 2021 pukul 11:00 WIB dan diserahterimakan oleh Dubes India untuk Indonesia, Y.M. Manoj Kumar Bharti, kepada Kementerian Kesehatan yang diwakili oleh Plh. Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Bapak Dr. Sumarjaya.

Menurut rencana, isotanks yang telah diserahterimakan ke Kementerian Kesehatan dimaksud akan langsung disalurkan ke wilayah Jawa Timur, DIY dan Sumatra dengan dukungan fasilitas transportasi dari PT Pertamina.

Sebagai Mitra Komprehensif Strategis, yang memiliki kedekatan dari akar sejarah dan budaya, Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah India atas bantuan yang kembali disampaikan dalam rangka penanganan Covid-19.

Plh. Kapuskris Kemenkes menyampaikan apresiasi kepada pihak India atas penyampaian bantuan kedua ini, dan berharap kerjasama antara kedua negara dapat terus diperkuat dan diperluas, baik saat pandemi, maupun di masa mendatang. Dubes India untuk Indonesia dalam sambutannya saat serah terima juga sampaikan dukungan ini sekali lagi membuktikan kedekatan kedua negara yang tidak hanya secara geografis, namun juga dalam kemitraan kerjasama bidang – bidang strategis.

Indonesia dan India akan terus berkomitmen memperkuat dan mengembangkan kerjasama di berbagai bidang, baik dalam lingkup bilateral, regional dan multilateral, serta saling bahu-membahu dalam upaya pemulihan kondisi ekonomi dan kesehatan yang terdampak Pandemi Covid-19.

Sumber: Kementerian Luar Negeri

YouTuber Muhammad Kece yang Diduga Hina Islam, Kini Diproses Bareskrim

0
Muhammad Kece /Yotube Muhammad Kece

JAKARTA – YouTuber Muhammad Kece dilaporkan banyak pihak ke polisi atas dugaan penghinaan agama Islam. Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menyatakan laporan terhadap Muhammad Kece itu telah diproses Bareskrim.

“Proses sedang berjalan,” ujar Agus Andrianto, Senin (23/8/2021).

Agus mengatakan Muhammad Kece dilaporkan di empat tempat. Satu di Bareskrim, sementara tiga lainnya di jajaran kewilayahan.

Lebih lanjut, Agus mengklaim Bareskrim sudah mendeteksi terlebih dahulu dugaan penghinaan Islam oleh Muhammad Kece. Menurutnya, kepolisian juga melakukan patroli siber.

“Gabungan lah, kan viral. Kita ada Cyber Patrol, kalau netizen dapat masa kita nggak. Selanjutnya ada yang buat laporan ke Mabes Polri dan jajaran (dilaporkan ada 4 laporan),” ucapnya.

Agus menjelaskan seluruh laporan terhadap Muhammad Kece bakal digabung. Bareskrim yang akan menindak lanjuti laporan tersebut.

“Semua akan dikumpulkan di Bareskrim. 1 di Bareskrim dan 3 di wilayah, kita satukan,” imbuh Agus.

Meski demikian, Agus enggan berkomentar kapan Muhammad Kece akan dipanggil. Dia hanya menyebut polisi masih memproses laporan.

Sebelumnya, YouTuber Muhammad Kece viral di media sosial. Beberapa ucapannya kontroversial, hingga menimbulkan berbagai kecaman.

Muhammad Kece dinilai telah menistakan agama Islam. Salah satu yang ia selewengkan adalah ucapan salam.

Muhammad Kece mengubah kata ‘Muhammad’ menjadi ‘Yesus’. Hal itu sampai membuat umat Muslim marah hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecamnya.

“Assalamualaikum, warrahmatuyesus wabarakatu,” ucap Muhammad Kece di dalam video yang diunggahnya di channel YouTube.

Tak hanya dalam ucapan salam saja, Muhammad Kece juga mengubah beberapa kalimat dalam ajaran Islam yang menyebut nama nabi Muhammad SAW.

Hal itu diucapkan Muhammad Kece layaknya seorang muslim sedang menyampaikan khutbah. Namun beberapa kalimatnya diselewengkan.

“Alhamduyesus hirabbilalamin, segala puji dinaikan kehadiran Tuhan Yesus, bapak di surga yang layak dipuji dan disembah,” tutur Muhammad Kece sebelum memulai pidatonya.

Satgas Nemangkawi Buru Pelaku Pembantaian 2 Pegawai PT Indopapua

0

PAPUA – Kelompok Kriminal Bersenjata kembali membantai dua warga sipil Papua yang bekerja membangun jembatan di Sungai Brazza, Kampung Kribun, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua.

Kasatgas Humas Nemangkawi, KBP Ahmad Mustofa Kamal membenarkan kejadian tersebut.

“Benar bahwa telah terjadi pembantaian dua orang sipil pekerja PT Indopapua di jembatan Kali Brasa. Dari keterangan olah TKP, diduga pelaku pembantaian tersebut adalah KKB Wilayah Yahukimo pimpinan Tendius Gwijangge.” katanya.

Kedua korban meninggal diidentifikasi saksi mata sebagai Rionaldo Ratu Roma dan  Dedi Imam Pamungkas. Saat ini kedua jenazah sedang diperiksa secara medis di RSUD Dekai.

Kasus yang terjadi di wilayah hukum Yahukimo ini menjadi perhatian utama satgas gabungan TNI Polri Nemangkawi.

Dalam keterangan kasatgas Humas Nemangkawi, aparat akan mengusut tuntas kejadian tersebut.

“Aparat tidak akan tinggal diam dan mengusut tuntas sesuai prosedur hukum pelaku pembantaian pekerja PT Indopapua ini. Kepada warga masyarakat yang memiliki info seputar KKB Wilayah Yahukimo pimpinan Tendius Gwijangge agar tidak segan melapor ke kepolisian terdekat.” tuturnya.

Sumber: Humas Polri

Fernando Sinaga Ungkap Langkah Komite I DPD RI Atasi Masalah Desa di Kawasan Hutan

0
Wakil Ketua Komite I DPD RI, Fernando Sinaga

Jakarta – Salah satu akar persoalan saat ini adalah masih sangat banyak masyarakat berada di desa–desa dalam kawasan yang disebut “Kawasan Hutan” sehingga tidak mendapat pelayanan yang memadai dari pemerintah sebagai representatif negara.

Persoalan ini telah disoroti oleh Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) yang tertuang dalam hasil aspirasi masyarakat daerah pada Masa Sidang yang lalu.

Hasil aspirasi masyarakat daerah yang dijalani oleh seluruh anggota Komite I DPD RI, mengutip dari data yang dilansir oleh Pusat Kajian Daerah dan Anggaran (Puskadaran DPD RI), salah satu rekomendasi dibidang pertanahan adalah di beberapa provinsi masih banyak Desa yang sudah ada sejak lama, yang berdasarkan UU Kehutanan, desa tersebut sesungguhnya masuk dalam kawasan hutan, sehingga menyulitkan masyarakat berkembang karena status kawasan hutan.

Disela–sela memimpin Rapat dengan Puskadaran DPD RI yang digelar secara hybrid pada Selasa (24/8) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Wakil Ketua Komite I DPD RI, Fernando Sinaga mengungkapkan beberapa langkah aksi yang akan diambil oleh Komite I DPD RI dalam menyelesaikan permasalahan desa yang berada dikawasan hutan, terutama terkait dengan pelepasan dari kawasan hutan dan mendorong optimalisasi pelayanan publik di desa yang berada di kawasan hutan.

Fernando menjelaskan, langkah Komite I sebagaimana sudah dijadwalkan dalam masa sidang saat ini, membangun komunikasi yang baik dan koordinasi yang intensif dengan menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama kementerian atau lembaga terkait pelepasan desa dari kawasan hutan, yaitu Menteri atau Wakil Menteri ATR/BPN, Menteri LHK dan organisasi masyarakat sipil.

“UU Cipta Kerja melalui PP nomor 43 tahun 2021 tentang Penyelesaian Ketidaksesuaian Tata Ruang, Kawasan Hutan, Izin dan/atau Hak Atas Tanah sesungguhnya sudah membuka ruang untuk melakukan percepatan pelepasan desa dari kawasan hutan. Maka sebagai pimpinan Komite I DPD RI, kami ingin mendengar dari Kementerian ATR/BPN, Kementerian LHK dan Kemendes PDTT apa yang menjadi hambatan pelepasan desa dari kawasan hutan”, ungkap Fernando.

Fernando menambahkan, memasuki masa sidang I tahun 2021–2022 ini pengawasan Komite I DPD RI terhadap pelaksanaan UU Pokok–Pokok Agraria (UUPA) dan UU Cipta Kerja terutama terkait pelepasan desa dari kawasan hutan dan kinerja Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) akan lebih ditingkatkan.

“Kami ingin pelepasan desa dari kawasan hutan bisa diselesaikan secepatnya oleh Pemerintah sehingga masyarakat desa dapat menikmati pelayanan publik yang jauh lebih baik dari saat ini. Komite I DPD RI juga akan mengawasi jalannya evaluasi HGU oleh Pemerintah terutama terkait alokasi 20 persen lahan untuk rakyat”, tegas Fernando yang berasal dari daerah pemilihan Provinsi Kalimantan Utara ini. (*)

Berita Terbaru