Rabu, 21 Oktober 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 157

Legislator Minta SILPA 2021 Tidak Digunakan untuk PMN Kereta Cepat

0
Anggota Komisi XI DPR RI Hendrawan Supratikno (tengah) dalam Forum Legislasi bertema "Berantas Pinjol Ilegal, Seberapa Kuat Aturan OJK" di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (19/10/2021). Foto: Opi/Man

JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI Hendrawan Supratikno meminta agar Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) 2021 tidak digunakan untuk dana Penyertaan Modal Negara (PMN) Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Sebelumnya, Direktur Utama PT KAI Didiek Haryanto mengklaim pemerintah akan menyuntikkan dana untuk proyek tersebut sebesar Rp4,3 triliun.

“Apa Menkeu Sri Mulyani sudah setuju? Karena SILPA itu seharusnya digunakan untuk pengeluaran kontingensi, untuk pengeluaran rutin. Misalnya, saat cukai belum masuk tiga bulan pertama di awal tahun, pajak belum masuk bulan pertama, maka gaji dan biaya operasional itu kita gunakan SILPA,” ujar Hendrawan usai menjadi narasumber pada Forum Legislasi di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (19/10/2021).

Karena itu, Komisi XI DPR RI, jelas politisi PDI-Perjuangan tersebut, masih dalam posisi menunggu kepastian dan pembahasan dengan pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan, saat memasuki masa sidang nanti pasca-reses. Hal ini berdasarkan amanat dari UU Nomor 2 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan (KKSK).

“Kan di UU Nomor 2 Tahun 2020, dikatakan selama 2021, 2022, dan 2023, APBN sepenuhnya dikelola pemerintah. Pemerintah yang jadi leading sector-nya. Hak budget DPR untuk sementara selama 3 tahun ini ‘dibekukan’ meskipun banyak anggota dewan komplain. Tapi, itu sudah kesepakatan kita bersama dalam penanganan Covid-19 ini,” tambah Hendrawan.

Diketahui, Dirut PT KAI Didiek Haryanto menjelaskan dana PMN sebesar Rp4,3 triliun tersebut sedang dalam proses pencairan. Setelah PMN cair 100 persen, KAI akan menggunakan dananya untuk membayar setoran modal proyek KCJB. Pemberian PMN ini, menurutnya, sesuai dengan Perpres Nomor 93 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 107 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat Jakarta-Bandung. (rdn/sf)

Libur Maulid Digeser Pemerintah 20 Oktober, Padahal Keramaian Sudah Mulai Dibuka!

0
Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin

Jakarta (Kemenag) – Pemerintah menggeser hari libur peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw menjadi 20 Oktober 2021. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi munculnya kasus baru Covid-19.

“Sebagai antisipasi munculnya kasus baru Covid-19, hari libur Maulid Nabi digeser 20 Oktober 2021,” tegas Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin di Jakarta, Sabtu (9/10/2021). 

Kamaruddin Amin menegaskan, bahwa Maulid Nabi Muhammad Saw tidak berubah, tetap 12 Rabiul Awal. Hanya, hari libur dalam rangka memperingatinya yang digeser.

“Maulid Nabi Muhammad Saw tetap 12 Rabiul Awal. Tahun ini bertepatan 19 Oktober 2021 M. Hari libur peringatannya yang digeser menjadi 20 Oktober 2021 M,” paparnya.

Perubahan ini tertuang dalam Keputusan bersama Menag, Menaker, dan Menpan RB No 712, 1, dan 3 tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Bersama Menag, Menaker, Menpan dan RB No 642, 4, dan 4 tahun 2020 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama.

Sebelumnya, perubahan juga dilakukan pada hari libur peringatan tahun baru hijriyah. Tahun barunya tetap 1 Muharram 1443 H, bertepatan 10 Agustus 2021. Namun, hari libur dalam rangka memperingatinya digeser menjadi 11 Agustus 2021.

“Perubahan juga terjadi terkait cuti bersama dalam rangka Hari Raya Natal yang awalnya ditetapkan pada 24 Desember, akhirnya diputuskan untuk ditiadakan,” tandasnya.

Pempus Siapkan Bantuan Dana Tunai Bagi Rumah Tangga Miskin Ekstrem di Papua

0
Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin saat menghadiri penutupan PON XX Papua

JAYAPURA – Pemerintah Pusat dalam sisa tiga bulan kedepan bakal menyiapkan bantuan berupa tambahan dana tunai khusus bagi rumah tangga miskin ekstrem di lima kabupaten prioritas Provinsi Papua dengan menggunakan data yang saat ini tersedia. 

Menurut Wapres Ma’ruf Amin, untuk program khusus di 2021 ini, pemerintah akan menggunakan program Sembako dan BLT-Desa untuk memberi dukungan tambahan bagi kelompok miskin ekstrem di 5 kabupaten prioritas.

“Sebab terkait dengan percepatan pembangunan kesejahteraan di Papua, sesuai amanat Inpres Nomor 9 Tahun 2020, maka kita harus memberikan perubahan nyata dan hasilnya benar-benar dapat dirasakan manfaatnya khususnya bagi Orang Asli Papua (OAP), yang diupayakan melalui strategi percepatan pembangunan kesejahteraan yang bertumpu pada 5 kerangka kebijakan yaitu: pembangunan SDM unggul, transformasi dan pembangunan ekonomi, pembangunan infrastruktur, pelestarian kualitas lingkungan, dan tata kelola pemerintahan,” tegas Wapres di Jayapura, Sabtu (16/10/2021).

Wapres pada kesempatan itu meminta agar gubernur dan seluruh bupati wilayah prioritas pada sisa tahun 2021 di Papua, untuk dapat bekerja keras memastikan seluruh rumah tangga miskin ekstrem menerima seluruh program pusat.

Baik program pengurangan beban pengeluaran maupun program pemberdayaan. 

“Gubernur dan para bupati agar juga memperkuat perencanaan dan penganggaran program pengurangan kemiskinan ekstrem dalam APBD masing-masing, khususnya yang sesuai dengan karakteristik miskin ekstrem di wilayah masing-masing,” tegasnya.

Usai menutup secara resmi pagelaran PON XX 2021 Papua, Wakil Presiden K.H Ma’ruf Amin Sabtu (hari ini) melakukan dialog dengan Tokoh Masyarakat, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di Papua guna membahas dua agenda penting yaitu, pengurangan kemiskinan ekstrem dan percepatan pembangunan kesejahteraan di Provinsi Papua. 

Dialog tersebut dihadiri oleh Gubernur Papua dan Para Bupati yang wilayahnya dijadikan prioritas dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem di tahun 2021, yaitu Kabupaten Jayawijaya, Puncak Jaya, Lanny Jaya, Mamberamo Tengah dan Deiyai. 

Dialog ini merupakan rangkaian kunjungan kerja di Provinsi Papua dalam rangka rapat koordinasi percepatan pembangunan kesejahteraan di Papua dan Papua Barat sesuai Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2020, sekaligus untuk membahas prioritas Pemerintah untuk pengurangan kemiskinan ekstrem tahun 2021 yang ditujukan untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem sampai nol persen pada tahun 2024. 

Diketahui, Papua merupakan salah satu dari tujuh provinsi prioritas penanggulangan kemiskinan ekstrem tahun 2021, Sebelumnya Wapres telah melakukan kunjungan kerja di Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Maluku dan Papua Barat, yang setelah di Papua akan dilanjutkan ke Provinsi NTT. ***

Perhiasan Buatan Anak Indonesia Menggebrak Singapura

0

Singapura – Sebagai bagian dari perjalanan menuju Singapore Jewels Expo, perhiasan karya anak Indonesia mulai menggebrak Pasar Singapura. Produk perhiasan dari emas, perak, dan mutiara dipamerkan secara daring dari Adinata Center, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura, Kamis (14/10/2021).

Acara bertajuk “Celebration of Indonesian Jewel” diselenggarakan atas kerja sama Atase Perdagangan pada KBRI Singapura dan Bank Indonesia Perwakilan Singapura. Tahun ini Indonesia menjadi country partner dan membuka Pavilion Indonesia dalam pameran perhiasan internasional bergengsi, Singapore International Jewelry Expo (SiJE-2021), Desember mendatang.

Caroline Wihono yang merupakan pembuat perhiasan generasi ke-4 asal Indonesia membantu mempromosikan produk perhiasan asal Indonesia. Caroline merupakan desain perhiasan yang sudah masuk pasar Amerika dan merupakan lulusan dari Gemologist Institute of America (GIA).

Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Suryo Pratomo dalam sambutannya mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan sejarah dan latar belakang budaya sehingga menjadi bangsa yang besar, khususnya dalam bidang kerajinan. Perhiasan dibuat dengan beberapa alasan mulai dari fashion hingga keperluan seremonial.

Indonesia adalah negara kebanggaan yang menghasilkan emas, mutiara, perak dan juga batu permata bermutu tinggi. Peran perhiasan itu sendiri juga digunakan untuk menunjukkan status sosial, dan dipergunakan dalam kegiatan keagamaan, dan untuk keperluan upacara kepada keluarga kerajaan di Indonesia dan di seluruh dunia.

Pada kesempatan webinar yang diikuti hampir 100 orang peserta tersebut, dilakukan promosi produk perhiasan dari UKM binaan Bank Indonesia dan Kementerian Perdagangan dari berbagai Provinsi seperti dari Nio El dari Jatim, Nahdi dan Vite dari Jakarta, Pyo dari Sumatera Selatan, Anna Pearl, NTB Pearl, Maza Pearl, dan Lilars yang merupakan produsen Mutiara dari Nusa Tenggara Barat. Selain itu dipromosikan juga perhiasan unik dari Yogyakarta yang diwakili Joglo Ayu Tenan dan Bara Silver dari Bali.

Semua promosi disampaikan secara langsung oleh Caroline dengan menunjukkan barang contoh dari masing-masing produk UKM tersebut. Produk-produk perhiasan yang unik dan istimewa tersebut termasuk fine jewelry produksi CW Jewel milikCaroline akan ditampilkan di Pavilion Indonesia.

Pada kesempatan kemarin Dubes Suryo Pratomo menyampaikan bahwa Indonesia juga akan menyelenggarakan Trade Expo Indonesia yang ke-36 dalam versi “Digital Edition” mulai 21 Oktober hingga 4 November 2021 secara interaktif. Sementara products catalogue showcase akan diselenggarakan sampai dengan 20 Desember 2021 di mana akan dipromosikan juga produk perhiasan dari beberapa propinsi pilihan.

Dalam kata penutupnya Dubes Suryo Pratomo mengajak seluruh peserta untuk mengunjungi Paviliun Indonesia di SiJE 2021 dan mendorong untuk membeli dan menikmati kekayaan serta keindahan Indonesia melalui hasil karya kreatifnya.

(Sumber: KBRI Singapura)​

Serap Aspirasi, Filep Wamafma Temui Mahasiswa/I Arfak di Asrama Mansinam Malang

0

MALANG, JAGAINDONESIA.COM- Senator DPD Republik Indonesia asal Papua Barat Dr. Filep Wamafma, SH.,M.Hum berkesempatan menemui mahasiswa /mahasiswi Arfak di Asrama Mansinam V, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur.

Kebersamaan terlihat saat Filep Wamafma datang untuk berdiskusi, sekaligus melihat secara dekat fasilitas Asrama Mansinam yang menjadi tempat tinggal mereka untuk mengikuti perkuliahan di kota studi Malang, Minggu (17/10) siang.

Setelah berdiskusi singkat bersama mahasiswa/i disana, Filep menyebut masih banyak persoalan mendasar yang harus menjadi perhatian pemerintah kabupaten Manokwari, Pegunungan Arfak, Manokwari Selatan dan Provinsi Papua Barat.

“Jadi mahasiswa/i Papua yang menempati asrama Mansinam V di Malang mengaku bahwa asrama sudah harus direnovasi, sebab ketika hujan dan angin air dapat tembus kedalam asrama tersebut “kata Filep Minggu malam.

Setelah menyerap aspirasi dengan mahasiswa/i Arfak di kota studi Malang, Wakil Ketua I Komite I DPD RI ini menyarankan kepada pemerintah Pegaf, Mansel, Manokwari untuk mengambil langkah tepat menjawab persoalan asrama Mansinam di Malang.

“Saya meyakini bahwa sudara bupati Manokwari, Pegaf, Mansel maupun Gubernur sudah memikirkan kebutuhan mahasiswa/i Arfak disini, maka saya berpesan agar para mahasiswa Arfak untuk tetap semangat menuntut ilmu di kota studi Malang.” ungkap Filep.

Lebih lanjut, kata Filep, kebutuhan mendasar yang saat ini diperlukan oleh mahasiswa /i adalah masalah pembayaran air, listrik dan lain sebagainya. Artinya ada solusi dari tiga pemerintahan di Papua Barat untuk menjawab kebutuhan mendasar mereka.

Filep menyampikan bahwa mahasiswa/i Arfak yang sedang mengikuti perkuliahan di kota studi Malang memiliki kemampuan dan semangat juang tinggi untuk menyelesaikan studi mereka, namun disisi lain kebutuhan dana pendidikan masih menjadi kendala, sebab rata-rata mahasiswa Arfak memiliki keterbatasan finansial dari orangtua.

Untuk itu, ketua STIH Manokwari ini juga menuturkan agar mahasiswa tidak mudah berputus asa dengan segala keterbatasan. Karena dengan pengetahuanlah menurutnya kehidupan dapat diperbaiki.

Dengan demikian ia berharap dan berpesan kepada mahasiswa/i Arfak di Malang untuk terus semangat menutut ilmu, sebab keberhasilan mereka akan menjadi tolak ukur untuk kembali membangun daerahnya sendiri.

Setelah diskusi dan menyerap aspirasi dengan mahasiswa/i Arfak, Filep memberikan sumbangan kasih kepada mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan mereka di asrama. (WRP)

Arahan LaNyalla ke Warga PSHT, dari Sejarah dan Falsafah Hingga Cara Sikapi Konflik

0

MADIUN – Usai dikukuhkan sebagai warga kehormatan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, memberi pengarahan kepada para pengurus dan pendekar PSHT.

LaNyalla menyampaikan beberapa hal yang menurutnya penting
untuk diingat dan dihayati Warga PSHT. Pertama mengenai sejarah lahirnya PSHT.

“Karena hanya dengan mengingat sejarah, kita akan tetap memiliki semangat juang dan dedikasi untuk kebesaran organisasi ini,” kata LaNyalla dalam acara yang berlangsung di Gedung Graha Kridha Budaya Padepokan Pusat PSHT, Kota Madiun, Jawa Timur, Minggu (17/10/2021).

PSHT tercatat berdiri tahun 1922. Tetapi, cikal bakal PSHT telah lahir sejak tahun 1903. Saat Ki Ageng Ngabehi Surodiwiryo meletakkan dasar gaya pencak silat Setia
Hati di Kampung Tambak Gringsing, Surabaya.

Oleh muridnya, Ki Hajar Harjo Utomo, pencak silat itu diteruskan di Madiun pada tahun 1922 dengan mendirikan perguruan Pentjak Sport Club atau PSC, kemudian diganti nama menjadi Pemuda Sport Club, yang singkatannya juga sama, yaitu PSC.

“Sebenarnya penggunaan nama Pemuda Sport Club adalah sebuah siasat saja. Untuk menghindari kecurigaan Penjajah Belanda saat itu, sehingga kata ‘Pentjak’ diganti dengan ‘Pemuda’,” ujar LaNyalla.

Akhirnya, Ki Hajar Harjo Utomo leluasa mengajarkan ilmu bela diri kepada rakyat dan pemuda-pemuda di Madiun saat itu. Padahal, ilmu bela diri saat itu hanya bisa diajarkan kepada mereka yang berstatus bangsawan saja.

“Sumbangsih luar biasa pendiri PSHT inilah yang melahirkan pendekar di kalangan rakyat kebanyakan dan merupakan cikal-bakal para pejuang kemerdekaan. Meskipun tujuan mulia itu harus
ditebus dengan pengorbanan oleh Ki Hajar Harjo Utomo, yang ditangkap dan diasingkan Belanda ke Jember, kemudian dipindah ke Cipinang dan Padangpanjang,” tutur LaNyalla.

Melihat sejarah panjang tersebut, lanjut LaNyalla, berarti PSHT telah memberi
kontribusi penting bagi perjuangan
kemerdekaan Indonesia. Karena cikal-bakal pejuang perintis kemerdekaan bangsa ini, salah satunya adalah pendekar-pendekar PSHT, yang dididik langsung oleh pendiri PSHT, Ki Hajar Harjo Utomo.

Hal kedua yang disampaikan LaNyalla
adalah kebanggaan sebagai Warga PSHT. Karena tercatat memiliki 15 juta pengikut baik di Indonesia maupun di luar negeri.

“Ini menunjukkan bahwa PSHT sebuah perguruan yang sangat besar dan memiliki
magnet yang sangat kuat sehingga banyak diminati dan diikuti oleh puluhan juta pengikut,” ungkapnya.

Poin ketiga, kata LaNyalla, PSHT dikenal memiliki banyak sekali falsafah kehidupan. Semuanya tertulis dalam kumpulan kalimat bijak Warga PSHT. Kalimat-kalimat tersebut, hingga hari ini, menjadi prinsip hidup setiap Warga PSHT secara turun temurun.

“Yang saya tahu, sedikitnya ada 30 kalimat bijak yang menjadi falsafah bagi Warga PSHT, dimana falsafah yang terkandung dalam kalimat-kalimat bijak tersebut, hingga kini masih menjadi pegangan dan diamalkan oleh Warga PSHT secara turun temurun. Ini harus terus dipegang teguh,” tegasnya.

Terakhir Senator asal Jawa Timur itu menyoroti dinamika organisasi, terutama menyangkut dualisme kepengurusan PSHT. LaNyalla meminta sebaiknya hal itu disikapi dengan dewasa dan pikiran yang jernih.

“Jangan terbawa emosi. Karena kemarahan hanya akan merugikan kita sendiri. Yakin saja, bahwa kebenaran bisa disalahkan, tetapi kebenaran tidak akan bisa dikalahkan. Sejalan dengan ajaran luhur Warga PSHT, bahwa ‘Sing Resik, Uripe Bakal Mulyo’, atau yang bersih hidupnya akan mulia,” tuturnya.

Hadir dalam pengarahan Ketua Umum PSHT Drs. R. Moerdjoko H.W, Ketua Dewan Pusat PSHT H Issoebiyantoro SH, Rizal Edy Halim (Kepala BPKN yang juga sebagai warga kehormatan), Forkopimda Kota Madiun, Forkopimda Kabupaten Madiun, Pamter (Pasukan Pengaman PSHT) serta pengurus PSHT dari berbagai daerah.(*)

Kebijakan Smelter Freeport, Pupus Sudah Kepercayaan Rakyat Papua!

0
Senator Papua Barat, Dr. Filep Wamafma, SH.,M.Hum

JAGAINDONESIA.COM – Rabu, 12 Oktober 2021, Presiden Jokowi meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur. Dengan optimis pula Jokowi menyampaikan bahwa Smelter yang akan beroperasi pada tahun 2023 ini, akan menjadi Smelter terbesar di dunia yang mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Adapun kapasitas  pabrik pemurnian lumpur anoda untuk menjadi emas mencapai 6.000 ton per tahun.

Setali tiga uang dengan kebahagiaan Jokowi, Gubernur Jawa Timur (Jatim) pun mengungkapkan bahwa pembangunan Smelter ini merupakan kado terindah bagi HUT Jatim ke-76, dan berpotensi meningkatkan perekonomian Jatim.

Sejak 1996, PT Freeport Indonesia telah membangun Smelter di Gresik yang beroperasi pada 1998 dengan kapasitas 1 juta ton konsentrat per tahun. Oleh karena produksinya mencapai 3 juta ton per tahun, maka PT Freeport Indonesia kemudian membangun Smelter lagi di Gresik untuk menutupi kekurangan tersebut.

Mengapa bukan Papua yang dipilih sebagai tempat pembangunan Smelter tersebut? Hasil akhir dari Smelter ialah asam sulfat yang bisa dimanfaatkan oleh pabrik pupuk dan semen, di mana di Gresik telah terdapat pabrik semen dan pupuk. Selain itu, perlu dibangun pula pabrik pengolahan asam sulfat dengan kebutuhan pasokan listrik yang sangat besar, sehingga Papua “dianggap” belum siap untuk itu.

Menariknya, pada Mei 2021, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia pernah memastikan bahwa di Papua, yaitu di Kabupaten Fakfak, akan dibangun Smelter untuk melengkapi proses pengolahan hasil tambang emas PT Freeport Indonesia. Sayangnya, janji itu hanya terucap di bibir saja. Pertanyaan yang sangat sederhana dilontarkan, Orang Papua dapat apa?

Tindakan pembangunan Smelter di Gresik tersebut membuat senator Papua Barat geram. Menurutnya, Pemerintah seharusnya lebih awal memperhatikan kehidupan ekonomi Papua sebagai “tuan rumah” dari SDA yang digali.

“Otonomi Khusus (Otsus) yang sudah dimulai sejak 2001, ternyata memang gagal, karena sepertinya hasil bumi Papua tak mampu mensejahterakan Orang Papua. Terlepas dari berbagai persoalan yang mengikutinya, seharusnya alasan bahwa di Papua belum ada pusat pengolahan asam sulfat yang membutuhkan sumber daya kelistrikan yang besar, merupakan alasan yang tidak bisa diterima begitu saja dan terkesan dibuat-buat.

Bukankah sejak Kontrak Karya PT Freeport Indonesia Jilid 1, seharusnya Pemerintah Pusat memikirkan hal ini? Dari tahun 1996 hingga 2021, mengapa tidak ada usaha Pemerintah Pusat untuk mendirikan semua fasilitas pendukung guna mendukung pembangunan Smelter di Papua? Mengapa justru hasil bumi Papua diolah di Jawa?” kata Filep mempertanyakan.

Memang benar bahwa di tengah pandemi, pertumbuhan ekonomi Papua tumbuh 13,14% pada kuartal II Tahun 2021. Namun hal itu karena peran pertambangan. Tanpa pertambangan dan penggalian, ekonomi Papua hanya tumbuh 2,81% pada kuartal II-2021.

Fakta ini seharusnya menyadarkan Pemerintah Pusat bahwa pembangunan industri terkait pertambangan di Papua, tidak boleh dikeluarkan dari Provinsi Papua.

“Tingkat penggangguran terbuka di Papua masih berada di angka 3.77 % dan di Papua Barat berada di angka 6,18 %. Bila Smelter dibangun di Papua, maka masalah pengangguran dapat teratasi, dan Pemerintah Daerah akan lebih berkonsentrasi pada masalah kesehatan dan pendidikan Orang Papua.” tambah tokoh Papua Barat ini.

Di ruang politik, kegagalan Otsus Jilid I kemudian coba diselesaikan oleh Otsus Jilid II. Dalam Konsideran Menimbang UU Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua disebutkan bahwa dalam rangka percepatan pembangunan kesejahteraan dan peningkatan kualitas pelayanan publik serta kesinambungan dan keberlanjutan pembangunan di wilayah Papua, perlu dilakukan upaya untuk melanjutkan dan mengoptimalkan pengelolaan penerimaan dalam rangka pelaksanaan Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua secara akuntabel, efisien, efektif, transparan, dan tepat sasaran, serta untuk melakukan penguatan penataan daerah provinsi di wilayah Papua sesuai dengan kebutuhan, perkembangan, dan aspirasi masyarakat Papua. Konsideran ini menurut Filep yang terlibat dalam revisi Otsus, seperti sia-sia belaka lantaran konsentrasi Presiden Jokowi justru tetap di Pulau Jawa.

Menurutnya, mungkin jawaban Pemerintah Pusat hanyalah berkaitan dengan dana perimbangan, di mana sesuai dengan Pasal 34 ayat (3) buruf b angka 3 UU Nomor 2 Tahun 2021, alokasi dana perimbangan yang berasal dari bagi hasil sumber daya alam dari pertambangan umum sebesar 80%. Besarnya dana ini tentu sangat kecil dan tidak sebanding dengan besarnya manfaat yang diterima Orang Papua bila Smelter dibangun di Papua.

Menurut wakil ketua I Komite I DPD RI ini, pola pemanfaatan hasil bumi Papua dalam kebijakan pendirian Smelter di Gresik, semakin mempertegas beberapa hal ini: pertama, kuasa provinsi lain (terutama provinsi di Jawa) atas Papua; kedua, hasil bumi Papua hanya dimanfaatkan saja sampai habis; ketiga, Orang Papua tetap termarginalkan.

“Saya berada pada pondasi yang kuat untuk menolak pembangunan Smelter di Gresik. Papua, suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, harus memiliki Smelter; dan Pemerintah Pusat harus memenuhi permintaan tersebut atas dasar amanat Otsus.”tegas Filep.

Menurutnya, penegasian permintaan Orang Papua dan pembukaan Smelter di Gresik, hanyalah memupuskan kepercayaan Orang Papua.

“Pemerintah Pusat seharusnya berhati-hati, karena benih kebencian akan tumbuh semakin menguat, saat rumah Papua dimasuki dan dirampok secara diam-diam! Harus diakui bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jatim akan meningkat dengan sangat tinggi dengan adanya Smelter ini. Wajah bahagia Gubernur Jatim seolah-olah menunjukkan bahwa masyarakat Jatim akan sangat sejahtera. Sementara itu, di pedalaman Papua, bunyi letusan senjata masih menjadi bagian dari kehidupan OAP. Begitulah, yang satu bermandikan emas, yang lain masih bermandikan darah! Harus bagaimana lagi?” katanya.

LaNyalla Siapkan FGD Amandemen Konstitusi ke-5 di MPC PP se-Jawa Timur

0
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti

SURABAYA – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, kembali menyinggung perjuangan rencana lembaga yang dipimpinnya untuk melakukan amandemen konstitusi ke-5. 

Dalam waktu dekat, DPD akan membuat Focus Group Discussion (FGD) dan dialog publik terkait pentingnya amandemen konstitusi di setiap Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila di Jawa Timur. 

“Sejauh ini DPD sedang masif membuat FGD, dialog publik dan sosialisasi ke sejumlah daerah dan memang masih prioritas ke kampus. Nanti  saya akan agendakan juga untuk membuat FGD tersebut di setiap MPC agar stakeholder di daerah juga tahu perjuangan kita,” ujar LaNyalla di depan kader PP dalam acara Rakerwil MPW PP Jawa Timur, di Surabaya, Minggu (10/10/2021). 

Dijelaskan LaNyalla, Amandemen Konstitusi sebagai langkah untuk koreksi perjalanan bangsa. Kader-kader Pemuda Pancasila, menurutnya, harus tahu akan hal itu karena hal itu merupakan cita-cita mulia demi  terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

“Sudah 22 tahun amandemen konstitusi 1 sampai 4 tetapi perubahan di masyarakat tidak ada. Persoalan keadilan sosial ini harus diselesaikan dengan pendekatan yang fundamental dan benar-benar pada akar persoalan yaitu pembenahan di hulu,” tegasnya.

Menurut LaNyalla, terkait rencana amandemen konstitusi, posisi DPD RI ingin memperkuat posisi DPD yang merupakan representasi daerah. DPD menuntut kesamaan hak dengan DPR yang merupakan representasi partai politik. 

“DPD ini seperti DPR, dipilih langsung oleh rakyat tetapi wewenangnya berbeda. Makanya   kita sedang menuntut agar disamakan haknya.  Terutama hak dalam mencalonkan presiden,” jelasnya.

Menurut LaNyalla, sebelum amandemen 1 sampai 4 UUD 1945, MPR terdiri dari DPR, utusan golongan dan utusan daerah. Setelah amandemen DPR tetap ada, utusan golongan hilang sedangkan utusan daerah menjelma menjadi DPD.

“Sebelum amandemen, MPR yang terdiri dari DPR, utusan golongan dan utusan daerah itu bisa mencalonkan Presiden. Setelah amandemen hanya DPR yang bisa calonkan presiden,” lanjutnya. 

Artinya, ditambahkan LaNyalla, rakyat yang berpartai dan rakyat tidak berpartai atau non partisan harus sama-sama haknya. Calon presiden perseorangan salurannya bisa melalui DPD. 

“Saya kira rakyat juga sudah cerdas. Mereka sudah mengerti track record parpol. Makanya kita sebagai non partisan berharap banyak dukungan untuk amandemen konstitusi sehingga ada perbaikan bagi bangsa ini,” ucap LaNyalla.(*)

Nono Sampono Terima Penghargaan Tokoh Maritim Pengagas RUU Daerah Kepulauan

0
Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono menerima piagam penghargaan sebagai tokoh maritim pengagas RUU Daerah Kepulauan pada 8 Oktober 2021.

Belitung – Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono menerima piagam penghargaan sebagai tokoh maritim pengagas RUU Daerah Kepulauan pada malam puncak Musyawarah Nasional (Munas) ll Asosiasi Pemerintah daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo), di Belitung, Provinsi Bangka Belitung, Jumat, 8 Oktober 2021.

Dalam kesempatan yang sama Nono Sampono menegaskan DPD RI bersama pemerintah provinsi, kalangan kampus dan civil society akan terus mendorong percepatan pembahasan dan pengesahaan RUU Daerah Kepulauan. Diharapkan RUU ini bisa dibahas dan disahkan menjadi UU pada akhir tahun ini.

“Perjuangan RUU Daerah Kepulauan ini tidak semata sebagai upaya kita memperjuangkan kemajuan bagi daerah kepulauan, tetapi jauh lebih penting adalah upaya kita untuk mengubah cara pandang atau perspektif negara atas keberadaan Indonesia sebagai sebuah negara kepulauan,” kata Nono Sampono.

Nono menyampaikan beberapa catatan kritis terkait perjalanan panjang RUU Daerah Kepulauan. Menurutnya, perjuangan RUU Daerah Kepulauan telah berjalan dalam waktu yang cukup panjang, bahkan mereka yang telah memperjuangkan nasib anak bangsa, penghuni pulau-pulau di Bumi Pertiwi ini sudah tiada.

“Kita adalah pelanjut dan akan menjadi saksi atas jalan panjang perjuangan RUU ini. Apakah ini akan kembali menjadi pekerjaan rumah bagi generasi penerus kita ataukah akan selesai dan berhasil ditangan kita,” ujar Nono Sampono.

Nono Sampono menambahkan, Pemerintah perlu mengubah cara pandang tentang keberadaan Indonesia sebagai sebuah negara kepulauan, sehingga dalam kebijakan terutama kebijakan anggaran harus mempertimbangkan laut sebagai potensi dan masyarakat yang hidup di pesisir dan kepulauan pada umumnya sebagai aset bangsa yang perlu diberikan hak yang sama untuk maju dan sejahtera.

“Sejumlah tantangan masih akan dijumpai terutama pada eksekutif, dimana butuh kekuatan, kerja sama dan komitmen bersama kita semua untuk memperjuangkan RUU ini dan menjadi legacy kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Mengapa demikian karena hal ini senafas dengan visi beliau tentang membangun Indonesia sebagai poros maritim dunia. Wilayah kepulauan akan menjadi etalase kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia,” terang Nono Sampono.

Pembukaan kegiatan Munas II Aspeksindo diselenggarakan di atas Kapal Perang KRI Semarang-594 sebagai bentuk kolaborasi Aspeksindo dengan TNI Angkatan Laut (AL) serta upaya untuk membentuk kultur maritim. Kegiatan diselenggarakan pada 8-10 Oktober 2021. (rls)

Papua Juara Umum Cabor Aerosport Terbang Layang

0

JAYAPURA – Kontingen Papua keluar sebagai juara umum cabang olahraga aerosport disiplin terbang layang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2021.

Dalam pertandingan yang berlangsung di arena, Lanud Yohanis Kapiyau, Kabupaten Mimika, kontingen Papua menyabet lima medali emas, satu medali perak dan satu medali perunggu.

Ketua Harian Terbang Layang Papua yang juga selaku pelatih kepala, Paul Mnusefer, bangga dengan hasil yang dicapai para atlet.

“Saya puas dengan hasil yang didapatkan, ini hasil dari kerja keras dan latihan selama kurang lebih dua tahun,” kata Paul saat dikonfirmasi via telepon selulernya, Kamis sore.

Menurut Paul, anak didiknya mampu melewati target yang diberikan oleh Koni Papua.

“Target yang diberikan KONI dua medali emas, saya bangga atas pencapaian anak asuhnya karena telah mendapatkan lima medali emas meski kita berlatih selama TC tidak terlalu maksimal karena Pandemi Covid-19,” ungkapnya. 

Kontingen DKI Jakarta meraih dua medali emas, tiga medali perak dan tiga medali perunggu. Kemudian Jawa Barat juga meraih dua medali emas, satu medali perak dan tiga medali perunggu.

Kontingen Jawa Timur meraih satu medali emas dan dua medali perak. Kontingen DI Yogyakarta meraih satu medali emas, satu medali perak dan satu medali perunggu. 

Kontingen Banten meraih satu medali emas, dan satu medali perak. Kontingen Jawa Tengah meraih satu medali emas dan dua medali perunggu. 

Cabang terbang layang PON XX Papua diikuti tujuh kontingen, yaitu tuan rumah Papua, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur. ***

Berita Terbaru