Senin, 19 Oktober 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 45

Validitas Dapodik Krusial, Senator Filep Dorong Penguatan Kapasitas Operator Sekolah di Papua Barat

0
Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, SH, MHum.

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum mendorong penguatan pelatihan khusus ataupun bimbingan teknis bagi para operator sekolah dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK di Papua Barat kepada Kementerian Pendidikan.

Menurut Filep Wamafma, pelatihan khusus bagi operator di sekolah sangat penting dan dibutuhkan sehingga penyusunan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) valid dan akurat. Pasalnya, Dapodik yang merupakan sistem pendataan nasional memuat informasi tentang satuan pendidikan, peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, substansi pendidikan.

“Penguatan kapasitas SDM operator sekolah sangat penting, karena kita perlu memastikan validitas dan akurasi Dapodik di sekolah-sekolah di Papua Barat. Perlu saya tekankan, Dapodik ini harus update sekaligus akurat karena menyangkut banyak kepentingan kebijakan dan realisasi program, misalnya saja menjadi dasar realisasi beasiswa PIP,” ujar Filep kepada awak media, Kamis (14/11/2024).

Lebih lanjut, dia menerangkan fungsi Dapodik diantaranya sebagai dasar pemberian Program Indonesia Pintar (PIP), menjadi sumber utama statistik pendidikan, sebagai dasar pemberian kuota internet, hingga menyusun kebijakan asesmen nasional bahkan dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah pusat.

“Jadi penting memastikan operator sekolah menginput data dengan benar agar jangan sampai data siswa maupun mahasiswa tidak sinkron dalam sistem sehingga menjadi masalah bagi pihak sekolah. Lalu harus diakui bahwa mayoritas sekolah di Papua Barat membutuhkan operator yang memiliki skill tersebut yang bisa dipenuhi dengan menguatkan bimtek ataupun pelatihan khusus lainnya,” kata Pace Jas merah itu.

“Mendengar sejumlah kendala dari Kepala Sekolah, saya juga mendorong perhatian khusus dari pemda baik dinas pendidikan provinsi dan kabupaten inisiatif memastikan kapasitas operator sekolah melalui pelatihan khusus. Jadi kita memang harus bekerja betul untuk melihat sisi-sisi yang perlu ditingkatkan dan perlu diperbaiki, utamanya di sektor pendidikan masih banyak persoalan, itu PR kita bersama,” ungkap Filep.

Sesuai kewenangan di Komite III DPD RI, senator Filep berkomitmen akan mengawal persoalan-persoalan pendidikan di Indonesia, termasuk di tanah Papua. Dia berharap permasalahan yang sedang terjadi bahkan telah berlangsung lama dapat segera ditemui upaya-upaya penyelesaiannya. (WRP)

 

Filep Wamafma: Pengalihan kewenangan SMA ke kabupaten perlu dievaluasi

0
Senator Papua Barat Filep Wamafma.

MANOKWARI, JAGAINDONESIA.COM – Komisi III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia menilai bahwa pengalihan kewenangan pengelolaan SMA dan SMK dari pemerintah provinsi kepada pemerintah kabupaten di Papua Barat perlu dievaluasi.

Ketua Komisi III DPD Republik Indonesia Filep Wamafma di Manokwari, Kamis, mengatakan pengalihan tersebut merupakan amanat Peraturan Pemerintah 106 Tahun 2021 tentang Kewenangan dan Kelembagaan Pelaksanaan Kebijakan Otonomi Khusus Papua.

Penerapan regulasi tersebut dinilai memberatkan anggaran pemerintah kabupaten yang sebelumnya sudah mengelola satuan pendidikan dari tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar, dan sekolah menengah pertama.

“Implementasi PP 106 dengan alihkan pengelolaan SMA dan SMK ke kabupaten dinilai tidak efektif,” kata Filep.

Dia menjelaskan bahwa evaluasi dimaksud dapat dilakukan dengan merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 106 Tahun 2021 terutama narasi pasal yang berkaitan dengan pengalihan kewenangan pengelolaan SMA dan SMK/sederajat.

Revisi amandemen terbatas wajib mempertimbangkan dinamika setelah diberlakukan peralihan kewenangan, sehingga tata kelola pendidikan berjalan tanpa ada permasalahan yang menghambat peningkatan mutu dan kualitas.

“Banyak aspirasi yang kami terima dari guru-guru SMA dan akan kami perjuangkan di Jakarta,” ucap dia.

Selain itu, kata dia, pemerintah daerah juga perlu mengevaluasi pemanfaatan belanja pendidikan yang bersumber dari dana otonomi khusus (otsus) 30 persen, dana bagi hasil minyak dan gas bumi (DBH Migas) 35 persen, dan APBN serta APBD masing-masing 20 persen.

Hal itu bermaksud memudahkan pemerintah daerah mengukur ketepatan pemanfaatan belanja pendidikan dari sisi ketersediaan sarana prasarana di semua sekolah, serta jaminan kesejahteraan bagi tenaga pendidik mulai dari PAUD hingga SMA/SMK sederajat.

“Porsi alokasi dana pendidikan yang signifikan setiap tahun perlu dievaluasi supaya tahu sejauh mana keberhasilan penyelenggaraan pendidikan,” jelas Filep.

Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat Abdul Fatah menjelaskan pengalihan kewenangan SMA dan SMK sesuai Peraturan Pemerintah 106 Tahun 2021 diberlakukan sejak 1 Januari 2023, termasuk pemindahan data tenaga pendidik dan anggaran.

Dinas Pendidikan provinsi hanya mengelola tiga sekolah khusus di Kabupaten Manokwari yaitu Sekolah Luar Biasa (SLB) Terpadu Panca Kasih, SMA Taruna Kasuari, dan SMA Keberbakatan Olahraga.

“Tetapi tidak menutup kemungkinan provinsi akan membantu kelengkapan sarana prasarana sekolah,” ujar Abdul Fatah.

Ia mengakui banyak guru-guru SMA dan SMK menginginkan agar pengelolaan dikembalikan kepada pemerintah provinsi seperti sebelumnya, karena terdapat berbagai permasalahan misalnya keterlambatan gaji dan lainnya.

Perubahan pengalihan kewenangan itu dapat dilakukan melalui rapat pemangku kepentingan baik itu eksekutif maupun legislatif untuk mencapai satu kesepakatan yang memiliki kekuatan hukum tetap.

“Semua pembiayaan SMA dan SMK sudah diserahkan ke pemerintah kabupaten. Bisa diubah, tapi semua pemangku kepentingan harus sepakat,” jelas Abdul Fatah. (Rls/ANTARA)

Reses di Manokwari, Ketua Komite III DPD RI Bahas Penerimaan Beasiswa PIP Bersama Kepala Sekolah

0

MANOKWARI, JAGAINDONESIA.COM – Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, SH., M.Hum melakukan pertemuan dengan perwakilan kepala sekolah tingkat SD, SMP dan SMA di kabupaten Manokwari, Papua Barat. Agenda pertemuan itu diantaranya membahas tentang proses penerimaan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) bagi pelajar.

Adapun pertemuan berlangsung di ruang magister hukum STIH Manokwari, Rabu (13/11/2024). Selain menyampaikan paparan, Filep Wamafma juga menyerap aspirasi dari para kepala sekolah tentang program PIP yang menekankan bahwa proses penerimaan beasiswa ini menjadi prioritas bagi pelajar dan harus diperjuangkan.

“Padahal program PIP ini merupakan program lama yang sudah ada, jadi kita perlu mengetahui betul realisasinya di daerah, apakah sudah berjalan dan terbuka bagi pihak sekolah sebagai penerima atau tidak. Maka saya harap ini harus tepat sasaran, karena beasiswa adalah hak pendidikan bagi pelajar,” ujar Filep.

“Sayangnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari Martinus Dowansiba tidak memenuhi undangan kegiatan ini. Ya tentu, saya sangat sesalkan karena pertemuan ini penting. Sejak awal, saya fokus betul masalah pendidikan di Papua, juga untuk meningkatkan mutu pendidikan di Tanah Papua,” katanya lagi.

Lebih lanjut senator Papua Barat itu menekankan bahwa masalah pendidikan di Kabupaten Manokwari dan Papua Barat pada umumnya memerlukan kolaborasi dari pihak Dinas Pendidikan untuk menjawab berbagai persoalan yang terus dikeluhkan masyarakat.

“Tentu harus ada kerjasama dan kolaborasi yang baik. Apalagi belakangan ini banyak keluhan guru untuk beragam masalah pendidikan. Banyak hal yang harus diperbaiki untuk meningkatkan mutu pendidikan di Manokwari. Contohnya kuota beasiswa KIP untuk mahasiswa dan PIP untuk SD, SMP dan SMA/SMK. Karena sangat membantu siswa-siswi termasuk mahasiswa/i. Hanya saja program itu juga terkendala beberapa hal, seperti sinkronisasi data pusat dan daerah,” katanya.

“Soal data misalnya, harus sinkron juga karena berdampak pada kuota penerima dua beasiswa itu. Padahal bantuan ini membantu untuk menjawab masalah pendidikan di daerah,” ungkap Filep.

Kata Filep, pertemuan ini sekaligus menyerap aspirasi para guru dan kepala sekolah yang mengeluhkan kesejahteraan, yang hingga saat ini masih jauh dari kata sejahtera.

“Jangankan tunjangan, rumah dinas saja tak layak huni. Selain itu, seragam ASN juga dijahit sendiri. Saya juga dengar keluhan pengadaan seragam siswa yang tak merata dari dinas dan itu juga masalah. Misalnya siswanya 80, tetapi hanya mendapat seragam belasan. Masalah ini siapa yang tanggungjawab?,” tanya dia lagi.

Berkaitan dengan masalah ini, Filep berharap segera ada evaluasi, utamanya bersama pemerintah melalui dinas pendidikan agar persoalan dan keluhan yang diterima dapat diklarifikasi dan ditindaklanjuti sehingga menemukan upaya-upaya penyelesaian yang baik. (WRP)

Jadi Kebutuhan, Nelayan Kampung Korano Jaya Harap Pemda Bintuni Bangun Jeti Apung

0
Masyarakat nelayan Kampung Korano Jaya tengah melakukan pengukuran kayu. [Foto: MW]

BINTUNI, JAGAINDONESIA.COM – Masyarakat Kampung Korano Jaya, Distrik Manimeri, Kabupaten Teluk Bintuni yang mayoritas bekerja sebagai nelayan mengharapkan bantuan pembangunan jeti di kampungnya.

Salah seorang nelayan, Riclof mengatakan bahwa kebutuhan jeti sangat mendesak lantaran aktivitas nelayan yang padat dan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.

“Untuk kelancaran mobilitas laut, masyarakat menyediakan lahan untuk pembuatan jeti kayu. Beberapa bulan lalu para petuanan dan juga nelayan bersama meminta dilakukan pengukuran guna pembuatan jeti yang layak sehingga menjadi tempat berlabuhnya parahu-perahu nelayan mereka,” katanya.

“Kami tidak hanya nelayan ikan, ada nelayan kepiting hingga udang yang sangat membutuhkan jeti yang kualitas baik,” sambungnya.

Menurut Riclof, para nelayan udang, ikan dan kepiting dari Kampung Korano Jaya setiap pulang selama empat hari melaut tidak mempunyai tempat untuk menyandarkan perahu.

“Kami biasa ikat di pohon-pohon dan perahu kami menepi di pinggiran pesisir. Ini cukup beresiko karena jika kali Muturi banjir perahu kita bisa ludes terseret banjir dan mesin johnson bisa hilang karena terseret banjir,” sebutnya.

“Untuk itu kami menyediakan lahan dan bahan yang ada dan kami berharap pemerintah melalui dinas terkait dapat memprogramkan satu jeti kayu atau apung. Dan kami siap membantu bekerja dengan prinsip gotong royong, agar cepat selesai. Yang penting pemerintah mau bantu memprogramkan kami satu jeti untuk kami para nelayan di kampung Korano Jaya. Saat ini kami bersama sudah mengukur panjang dan lebar dan tinggi jembatan serta kapasitas tampung perahu perahu kami,” jelasnya menambahkan.

Lebih lanjut, dia juga berharap jembatan yang dibangun lebar dan kuat sehingga dapat menampung keranjang kepiting dan udang serta ikan hasil tangkapan nelayan. Menurutnya, hasil tangkapan para nelayan telah banyak ditunggu para pembeli langsung di atas dermaga dan siap dipasarkan ke luar Papua. (MW)

Partisipasi HUT Mansel ke-12, Mahasiswa/i STIH Momi Waren Ikuti Gerak Jalan

0

MANSEL, JAGAINDONESIA.COM – Mahasiswa STIH Manokwari kelas kuliah Momi Waren di kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) turut berpartisipasi merayakan HUT kabupaten Manokwari Selatan ke-12 yang jatuh tepat pada tanggal 16 November 2024.

Mahasiswa/i STIH nampak antusias mengikuti gerak jalan dengan menggunakan atribut STIH. Aksi ini sekaligus memberikan pertunjukan dan hiburan bagi masyarakat di Ransiki.

Di bawah Koordinator Mas’ud, mahasiswa tampil dengan sempurna dan menjadi kebanggaan bagi mahasiswa STIH pada umumnya, sebagai representasi sivitas akademika diperguruan tinggi.

“Mahasiswa STIH di Momi Waren turun berpartisipasi merayakan HUT Mansel ke-12. Meskipun latihan mendadak tetapi mahasiswa kita tampil luar biasa dan menghibur masyarakat yang menonton sepanjang jalan utama di Ransiki” kata Mas’ud, Senin (11/11/2024).

Menurutnya, dalam rangkaian kegiatan HUT Mansel ke-12 ini, mahasiswa STIH di kampus Momi Waren juga akan turun berpartisipasi pada acara pawai budaya. Ia berharap, kehadiran mahasiswa STIH dapat turut memeriahkan

Adapun kegiatan gerak jalan ini mengambil titik Start di panggung hiburan dan finish di sekitar Bypass Ransiki. Para peserta lainnya yang turut berpartisipasi adalah dari pelajar hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Mansel. (Humas STIH)

Jemaat GKI Ora Et Labora Waroser Oransbari Sukses Laksanakan Sidang Jemaat ke-XIX

0

MANSEL, JAGAINDONESIA.COM – Jemaat GKI Ora Et Labora di kampung Waroser, Distrik Oransbari kabupaten Manokwari Selatan sukses melaksanakan Sidang Jemaat ke-XIX tahun 2024. Demikian disampaikan ketua panitia sidang jemaat GKI Ora Et Labora Waroser, Paskalis Kabes.

“Puji dan Syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yesus Kristus yang adalah Kepala Gereja, yang oleh karena Kasih dan anugerahnya telah memimpin, menuntun dan menyertai Panitia Sidang Ke-XIX (19) Jemaat GKI Ora Et Labora Waroser,” ujar Paskalis Kabes.

Menurutnya, dengan tuntunan Tuhan, panitia sukses melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai penyelenggara Sidang Jemaat ke XIX (19) Tahun 2024 dengan sorotan Tema: “Kasih Kristus menggerakan kemandirian Gereja serta mewujudkan Keadilan, Perdamaian dan Kesejahteraan (2 Kor 5:18; Maz 72:2-3) dan Sub-Tema: “Melalui sidang ke-XIX Jemaat Ora Et Labora Waroser Tahun 2024-2025 Mari kita Tingkatkan Pelayanan kepada warga Jemaat bersama-sama dalam Keseharian, untuk mewujudkan tanda-tanda kerajaan Allah di dunia”

Dalam kesempatan ini, Paskalis mengatakan bahwa kesuksesan sidang jemaat ini atas dukungan dari jemaat dan saluran anak Tuhan yakni Dr. Filep Wamafma, SH., M.Hum dalam membantu panitia dan peserta dengan atribut berupa baju sidang jemaat guna mendukung dan suksesi kegiatan jemaat.

“Ucapan terima kasih kepada bapak Filep Wamafma yang sudah turut membantu kami panitia dengan atribut sidang jemaat, semoga Tuhan selalu menyertai dan melindungi beliau dalam tugas dan tanggung jawab,” ungkap Paskalis Kabes saat menyampaikan sambutan pada tanggal, 9 November 2024.

Ia menambahkan, dalam melaksanakan Sidang Jemaat ini panitia dan jemaat sadar akan berbagai macam tantangan dan persoalan yang dihadapi, namun atas pertolongan Tuhan Yesus mereka dapat mempersiapkan semuanya dengan baik sesuai waktu kerja yang ada.

“Tujuan sidang Jemaat Ora Et Labora Waroser yang ke-XIX ini adalah, pertama, Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) & akan mempertanggungjawabkan Laporan Program pelayanan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Tahun 2024, dan tentunya bersama-sama peserta sidang mengevaluasi Program Pelayanan dan Anggaran Belanja Tahun 2024 sebagai acuan/proyeksi dalam menyusun program pelayanan dan anggaran belanja untuk tahun 2025,” pungkasnya. (WRP)

Filep Wamafma Temukan Sejumlah Persoalan Pelayanan Bagi Peserta BPJS dan KIS di Papua Barat

0
Ketua Komite III DPD RI

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Presiden Joko Widodo pada 6 Januari 2022 mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Instruksi tersebut berisi aturan agar setiap warga Negara Indonesia menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional BPJS Kesehatan dalam status aktif.

Kewajiban itu juga sebagai syarat Warga Negara untuk mendapatkan beberapa pelayanan publik. Hingga saat ini, tercatat 97% Masyarakat Indonesia telah memiliki BPJS Kesehatan. Jumlah tersebut menunjukkan kesadaran masyarakat akan pentingnya proteksi finansial terkait kesehatan semakin meningkat.

Terkait hal ini, Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, SH, MHum mendukung program pemerintah tersebut. Meski begitu, senator Papua Barat itu juga memberikan sejumlah kritik.

“Kebijakan BPJS adalah langkah konkret negara dalam menjalankan Sistem Jaminan Sosial Nasional. Program ini wajib kita dukung bersama meskipun sejumlah kritik membangun masih diperlukan,” tegas Filep saat melakukan reses di Manokwari (11/11/2024).

“Kritik yang pertama misalnya soal pelayanan di daerah. Saya mendengar secara langsung keluhan masyarakat soal lambannya pelayanan rumah sakit. Tak hanya itu, beberapa rumah sakit, juga minim dokter spesialis. Proses operasi harus ‘ngantre’ berbulan-bulan hanya karena ikut jalur BPJS. Belum lagi data dari Dinas Sosial yang seharusnya diperbaharui dengan turun langsung ke masyarakat mendata agar tepat sasaran. Jadi bukan masyarakat yang layak menerima KIS malah harus ikut BPJS iuran. Ini harus diperbaiki bersama,” jelas Filep.

Lebih lanjut, Filep menyebut bahwa program BPJS Kesehatan adalah program yang sejalan dengan semangat gotong royong masyarakat Indonesia. Menurutnya, masyarakat kelas menengah dan kelas atas dapat membantu masyarakat miskin pada program tersebut.

“Saya ingin tekankan bahwa prinsip jaminan kesehatan memuat semangat gotong royong. Orang kaya membantu yang kurang mampu, orang sehat membantu orang yang sakit. Membayar iuran bukan hanya membantu diri sendiri, tetapi juga melindungi saudara kita yang lain,” jelas Filep.

Hingga saat ini, keharusan terlibat dalam kepesertaan BPJS juga tak henti menuai kritik baik dari kalangan kelas atas, maupun kelas bawah. Apalagi iuran BPJS di tahun 2025 disebut pemerintah akan dinaikkan nominalnya.

“Terkait nominal BPJS, pemerintah telah menyediakan KIS BPJS. Kartu Indonesia Sehat diterima secara gratis bagi masyarakat kurang mampu dan itu telah diterima oleh 96 juta warga Indonesia. Subsidi BPJS disalurkan Pemerintah secara langsung ke pemerintah daerah melalui Menteri Keuangan,” tambahnya lagi.

Sebagaimana diketahui, BPJS telah menetapkan sistem pembayaran tersebut sejak awal. Untuk masyarakat yang bukan peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran), BPJS melakukan tagihan langsung ke peserta. sementara untuk PBI tagihan dilakukan kepada Pemerintah Daerah. Menurut Filep, kebijakan tersebut sudah cukup adil, sehingga masyarakat miskin dapat mengakses kesehatan secara gratis. (KR)

Ketua Komite III DPD RI Dukung Komitmen Menbud Majukan Hak Kebudayaan RI

0
Senator Papua Barat Dr. Filep Wamafma.

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, SH, MHum mendukung komitmen pemerintah Indonesia yang dalam Pertemuan Tingkat Menteri Kebudayaan KTT G20 di Brasil, berkomitmen penuh untuk memajukan hak berkebudayaan.

Filep Wamafma yang juga membidangi kebudayaan nasional, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi Indonesia dalam hal mendorong penguatan dan pelestarian kebudayaan secara berkelanjutan.

“Sebagai Ketua Komite III DPD RI, saya sangat mengapresiasi langkah Indonesia yang diwakili oleh Fadli Zon selaku Menteri Kebudayaan. Kita memang harus mampu menunjukkan ke dunia bahwa budaya kita sangat kaya dan harus dilestarikan sepanjang masa,” kata Filep kepada awak media, Senin (10/11/2024).

“Bertepatan dengan KTT ini juga, kami di Komite III DPD RI, sedang meneruskan gagasan RUU Bahasa Daerah. Selaku pimpinan Komite, saya mendorong agar RUU ini menjadi skala prioritas Program Legislasi Nasional (Prolegnas). Jika ditanya urgensinya, maka prinsip dasarnya sudah jelas bahwa bahasa menjadi identitas, warisan nenek moyang, tumpuan dan kebanggaan budaya bangsa,” tambahnya.

Senator Papua Barat ini kemudian menyoroti eksistensi bahasa-bahasa daerah di Indonesia. Menurutnya, sebagai bagian dari kebudayaan, bahasa-bahasa daerah memainkan peran penting sebagai peletak dasar peradaban dan komunikasi bangsa.

“Kita boleh bangga dengan Bahasa Indonesia, namun tak kalah penting juga harus kita pelihara eksistensi indigenous languages, bahasa ibu kita”, kata Filep lagi.

“Komite III sangat menekankan pelestarian bahasa-bahasa lokal sebagai penopang bahasa persatuan, karena dari kekayaan bahasa lokal, identitas kebangsaan kita justru tampil secara otentik. Kita punya lebih dari 700 bahasa daerah per tahun 2019, sayangnya 11 diantaranya dinyatakan punah. Pada tahun 2024, ada lebih dari 20 bahasa daerah yang mengalami kemunduran dari segi penutur,” ungkap Filep lagi.

Terkait hal itu, Filep menekankan bahwa fakta itu menunjukkan dua persoalan krusial. Pertama, masalah punahnya bahasa daerah, dan kedua berkurangnya jumlah pengguna bahasa daerah. Hal ini menurutnya jelas menimbulkan kekhawatiran atas eksistensi jati diri bangsa Indonesia.

“Bahasa daerah itu bahasa ibu, bahasa kelekatan manusia dengan lebensraum atau ruang hidupnya. Identitasnya melekat disana. Maka disinilah peran semua pihak diperlukan. Komite III DPD RI berada di garda terdepan untuk melakukan tugas pelestarian ini, terutama melalui RUU Bahasa Daerah,” tegas Filep lagi.

Oleh karena itu, Pace Jas Merah ini pun berharap agar semua pihak mendukung upaya pelestarian bahasa daerah, utamanya menjaga sumber atau mata airnya yakni pelestari bahasa dan menjaga keberlanjutannya kepada generasi muda.

“Oleh sebab itu, saya berharap agar stakeholder, para pemerhati bahasa daerah, dan semua pihak, mendukung upaya Komite III untuk melestarikan bahasa daerah. Sinergi ini kita butuhkan, agar pondasi budaya kita semakin kuat,” pungkas Filep.

Sebagaimana diketahui, delegasi kebudayaan Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Kebudayaan KTT G20 2024 di Salvador da Bahia, Brasil, 8 November 2024.

Dalam kesempatan itu, Fadli Zon menyatakan kesiapan Indonesia untuk memastikan nilai budaya dapat mendorong terciptanya dunia yang harmonis. Menbud RI itu juga menyampaikan komitmen Indonesia dalam menerapkan prinsip-prinsip inklusi, partisipasi sosial dan aksesibilitas dalam menjaga hak-hak kebudayaan.

Senator Filep Dukung Program Makan Siang Gratis dengan Sejumlah Catatan

0
Senator Papua Barat Filep Wamafma.

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma mendukung Program Makan Siang Gratis yang diinisiasi oleh pemerintahan Prabowo-Gibran. Menurut Filep, program yang bertujuan untuk memperbaiki gizi anak-anak Indonesia wajib didukung sepenuhnya.

“Permasalahan gizi bagi generasi di Indonesia cukup rumit, mulai dari gizi buruk atau stunting, obesitas, gangguan akibat kekurangan yodium, hingga persoalan kekurangan gizi mikro/ kekurangan vitamin dan mineral tertentu. Jadi, Program Makan Siang Gratis dapat menjadi salah satu solusi,” tegas Filep Wamafma.

Namun, Anggota DPD Papua Barat tersebut memberikan sejumlah catatan. Mulai dari standar gizi, pengelolaan anggaran, dan skala prioritas penerima program.

“Saya berharap program makan siang gratis benar-benar memperhatikan standar gizi yang layak. Jangan sampai, kualitas menu yang tidak sesuai standar gizi justru menimbulkan masalah baru karena akan dikonsumsi oleh jutaan siswa. Kita harap para ahli gizi, ahli kesehatan, dokter dan pihak berwenang memberikan saran terbaiknya kepada pemerintah sehingga program ini tidak kontra produktif,” tegas Filep melalui sambungan telpon (9/11/2024).

Filep juga turut mengomentari sejumlah uji coba makan siang gratis yang telah digelar di beberapa sekolah. Ia menilai bahwa niat baik pemerintah telah disambut baik oleh dunia Pendidikan.

“Kita melihat antusias siswa dan sekolah dalam menerima program ini. Tinggal bagaimana program ini utamanya di tahun 2025 dapat menyasar ke sekolah-sekolah prioritas yang benar-benar membutuhkan,” Tambahnya lagi.

Terakhir, Filep memberikan catatan terkait skema pengelolaan anggaran program tersebut. Menurut Filep pemerintah wajib memperhatikan batas defisit anggaran pada program ini. Karena APBN Negara saat ini telah defisit dan akan berujung pada bertambahanya hutang.

“Catatan terakhir saya soal pendanaan program ini. Kita tahu program ini akan dibiayai 100% oleh APBN, sedikit banyak akan mempengaruhi defisit anggaran. Kita berharap pemerintah memperhatikan rentang defisit anggaran dibawah 3% dari PDB demi memperhatikan stabilitas makro ekonomi dan stabilitas fiskal,” tutup Senator Papua Barat itu. (KR)

Pustakawan RI Ajak Mahasiswa Manfaatkan Perpustakaan Tingkatkan Literasi

0

MANOKWARI, JAGAINDONESIA.COM – Pustakawan Perpusnas RI mengajak mahasiswa/i memanfaatkan layanan di perpustakaan Perguruan Tinggi untuk mendalami literasi. Dengan membudayakan membaca dan menulis di dalam ruangan perpustakaan, maka mahasiswa akan selalu dapat memperbaharui informasi dan ilmu pengetahuan.

Wijiyanto, Pustakawan Ahli Utama, Perpustakaan Nasional mengajak mahasiswa tidak hanya menggunakan handphone atau smartphone lainnya dalam mengakses informasi, namun juga memanfaatkan fasilitas perpustakaan sebagai sarana mengembangkan kemampuan literasi.

“Kita jangan lelah memberikan edukasi kepada mahasiswa, bila perlu dosen pengampu mata kuliah memberikan tugas kepada mahasiswa untuk aktif masuk ke perpustakaan dan membaca berbagai buku di dalamnya, misalnya untuk mengerjakan setiap tugas mata kuliah dan lainnya,” ungkap Wijiyanto, Selasa (6/11).

Adapun kehadiran tim Perpustakaan RI ke Provinsi Papua Barat dalam rangka melakukan sosialisasi Undang-undang Nomor 13 Tahun 2018 tentang serah terima cetak dan karya rekam dan Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 2021.

Kegiatan itu, kata Wijiyanto, bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada penyedia Perpustakaan daerah maupun perpustakaan di lingkungan perguruan tinggi dan sekolah tentang muatan UU dan PP tersebut.

Wijiyanto mengutarakan bahwa pihaknya mendorong agar pemerintah daerah meningkatkan literasi masyarakat, terutama tingkat minat baca.

“Untuk mengajak orang datang mengunjungi perpustakaan, maka dibutuhkan kolaborasi yang maksimal dari semua pihak, terutama pustakawan agar terus menghasilkan tulisan yang dapat menginspirasi banyak orang seketika mengunjungi perpustakaan,” ujarnya. (WRP)

Berita Terbaru