Selasa, 20 Oktober 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 203

Polisi Ringkus Empat Pelaku Pengganjal Mesin ATM di Bekasi

0
Komplotan sindikat ganjal mesin ATM di Mapolres Metro Bekasi, Senin (19/4). Foto: Humas Polres Metro Bekasi

Jakarta, jagaindonesia.com – Empat pelaku ganjal mesin ATM dari sindikat pencurian dengan pemberatan yang meresahkan masyarakat akhirnya diringkus oleh anggota Polres Metro Bekasi.

Adapun empat pelaku yang dibekuk polisi antara lain (AKM), (S), (H) dan (NS).

Kapolres Metro Bekasi (Kombes. Pol. Hendra Gunawan) mengatakan sindikat ini telah menyasar empat mesin ATM. Antara lain, mesin ATM Bank Mandiri depan Alfa Mart Jalan Raya Bahkilong No. 77 dan mesin ATM Bank Mandiri di pom bensin Kampung Sempu Cikarang Utara.

Selanjutnya, mesin ATM Bank Mandiri di pom bensin Sukamantri Cikarang Utara dan mesin ATM Bank Mandiri di pom bensin pintu tol Cibitung.

“Pelaku melakukan perbuatannya dengan cara sebagai nasabah untuk melakukan penarikan tunai di mesin ATM Mandiri. Dan pelaku melakukan perbuatannya dengan cara mengganjalnya menggunakan tang atau obeng pada saat mesin ATM sedang proses pengeluaran uang tersebut,” terangnya.

“Dan, setelah diganjal dengan menggunakan tang atau obeng tersebut di bagian tempat keluarnya uang dan pelaku mengambil uang tersebut dengan menggunakan tegek (bahasa pelaku),” sambungnya.

Ia melanjutkan, angotanya telah mengamankan sejumlah barang bukti hasil kejahatan seperti, 2 buah tegek, 2 buah tang, 2 buah obeng, 1 buah kawat, 1 buah gunting, uang tunai sebesar Rp 4.200.000,-  dan 1 unit mobil Avanza warna putih nopol B 2474 FFF.

“Keempat tersangka akan terancam dengan Pasal 363 KUHPidana yaitu pencurian dengan pemberatan,” tutupnya.

(Sumber: Polda Metro Jaya)

Polda Papua Barat Jalin Kerjasama Dengan STIH Manokwari, Filep Wamafma Sampaikan Apresiasi

0
Ketua STIH Manokwari dan Kapolda Papua Barat saat bertemu melakukan kerjasama pengembangan SDM pada Senin 19 April 2021 (Foto: Warpur)

MANOKWARI, JAGAINDONESIA.COM – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH)  Manokwari Papua Barat, Dr. Filep Wamafma, SH.,M.Hum menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing atas kepercayaan bagi STIH dalam kerjasama di bidang pendidikan hukum.

Menurutnya, upaya Kerjasama yang dibangun merupakan langkah cepat dan tepat untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di tanah Papua pada umumnya, dan Polda Papua Barat secara khusus.

Dalam sambutannya, Filep Wamafma menyampaikan bahwa untuk membangun Papua bukan saja membangun fisik misalnya seorang atlet lari, tinju dan sepakbola pada umumnya, namun lebih penting adalah membangun fikiran.

Menurutnya, fisik dan fikiran harus berkembang dengan baik keduanya. Hal itu karena dengan ilmu yang didapat dapat membantu mengembangkan diri dalam segala bidang.

Menurut Ketua STIH Manokwari ini, pemimpin di Papua harus terus mengevaluasi berbagai kebijakan terkait Pendidikan. Belum terlihat inisiatif yang tinggi dari pimpinan untuk menyiapkan SDM. Dengan demikian apabila Kapolda Papua Barat menyiapkan rencana pengembangan SDM di institusi Kepolisian Polda Papua Barat, maka sebagai ketua perguruan tinggi dan juga sebagai senator Papua Barat, ia sangat apresiasi langkah tersebut, sebab inilah yang diharapkan di tanah Papua.

“Sekali lagi saya apresiasi langkah yang diambil Kapolda dan jajaran untuk melakukan MoU bidang pendidikan hukum untuk menyiapkan SDM Kepolisian untuk masa yang akan datang. Dengan demikian kami (STIH) mendukung 100 persen kerjasama ini” ungkap Filep Wamafma saat memberikan sambutan, Senin (19/4).

Lebih lanjut, Wamafma menjelaskan bahwa STIH Manokwari merupakan satu-satunya perguruan tinggi swasta tertua di tanah Papua bersama-sama dengan kampus Uncen yang ada sejak tahun 1960-an. Kemudian setelahnya tahun 1975 STIH berdiri.  Tiga perguruan swasta tertua di tanah Papua diantaranya yaitu STIH Manokwari, Universitas Yapis Papua dan Universitas Otto Geisler Papua. Berbekal pengalaman Panjang dibidang Pendidikan, doktor lulusan Unhas ini optimis bahwa STIH dapat menjadi partner yang baik.

STIH Manokwari dalam perkembangan, sebut Wamafma, memenuhi syarat secara hukum sekaligus secara mutu. Tak lupa, STIH Manokwari sendiri memiliki hubungan khusus dengan TNI/Polri sebab menurutnya kontribusi TNI/Polri untuk tetap mendukung perkembangan STIH Manokwari terus terlihat hingga saat ini.

“Dari semua kriteria perguruan tinggi swasta kami sangat sehat, baik sehat secara akademik, sehat administrasi, sehat keuangan, dan sehat dalam memberikan perkulihan dengan sarana prasarana penunjang yang terbilang baik. Bahkan penjaminan sistem mutu pendidikan kami di STIH Manokwari masuk dalam 10 besar untuk Idonesia bagian timur” sebut Wamafma. (WRP)

Freddy Numberi: Jangan Tergesa-gesa dan Memaksakan Kehendak Soal Otsus Versi II Ini!

0
Ambassador Freddy Numberi, Founder Numberi Center (Foto: doc. Pribadi)

Latar Belakang

Resolusi PBB 2504 (XXIV) tanggal 19 November 1969 sebelum disahkan oleh Sekjen PBB U Thant, maka resolusi ini disirkulasikan kepada negara-negara anggota PBB yang hadir saat itu.

Sebelum itu dalam rapat-rapat pleno telah dibahas hasil Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) Papua yang dibacakan oleh Ortiz Sanz selaku perwakilan resmi utusan PBB. Kemudian dibacakan oleh Sekjen PBB dengan hasil 84 (delapan puluh empat) negara menyetujui agar Papua dikembalikan kepada Indonesia secara ab initio dan sesuai prinsip internasional uti possidetis juris sah milik Indonesia. Negara-negara yang tidak setuju nihil, 30 (tiga puluh) negara abstain dan tidak hadir 12 (dua belas) negara.

Setelah mendapat persetujuan dari mayoritas negara-negara yang hadir, kemudian Sekjen PBB mengesahkan menjadi Resolusi PBB nomor 2504 (XXIV) tanggal 19 November 1969.

Dalam butir memperhatikan dinyatakan :

“Pemerintah Indonesia, dalam melaksanakan rencana pembangunan nasionalnya, memberikan perhatian khusus pada kemajuan Irian Barat, dengan mengingat kondisi spesifik penduduknya, dan bahwa Pemerintah Belanda bekerjasama erat dengan Pemerintah Indonesia, akan terus memberikan bantuan keuangan untuk tujuan ini, khususnya melalui Bank Pembangunan Asia dan lembaga-lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa”.

Ini adalah Solusi Damai, Bermartabat dan Legal serta Terhormat dalam proses kembalinya koloni keresiden Nieuw-Guinea kepada pemiliknya yang sah yaitu Republik Indonesia.

Resolusi ini juga ikut menyelamatkan banyak nyawa Orang Asli Papua, agar tidak mati sia-sia apabila terjadi peperangan antara Belanda dan Indonesia. Seperti Peribahasa :” Bila gajah berkelahi, semut pasti mati terinjak”.

Resolusi PBB 2504 (XXIV), 19 November 1969 sesungguhnya adalah solusi damai untuk menghindari peperangan antara Belanda dan Indonesia serta menyelamatkan Orang Asli Papua dari ketidakpastian politiknya.

Resolusi ini baru lahir dalam bentuk Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua.

Rakyat Papua bersyukur kepada Tuhan YME, bahwa meskipun lahirnya UU Otsus ini 32 (tiga puluh dua) tahun kemudian, namun ini adalah jawaban terhadap benang kusut permasalah-permasalahan di Papua sejak tahun 1963.

Undang-Undang Otonomi Khusus

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua yang pada butir Menimbang poin f, menyatakan “bahwa penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan di Provinsi Papua selama ini belum sepenuhnya memungkinkan tercapainya kesejahteraan rakyat, belum sepenuhnya mendukung terwujudnya penegakkan hukum, dan belum sepenuhnya menampakkan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia di Provinsi Papua, khususnya masyarakat Papua”.

Hal ini sejalan dengan “ruh” Memperhatikan dalam Resolusi PBB 2504 (XXIV), tanggal 19 November 1969.

Sayangnya setelah lahir 32 (tiga puluh dua) tahun kemudian dalam implementasinya sejak tahun 2001 sampai dengan tahun 2021, justru sangat bertentangan dengan “ruh” Resolusi PBB 2504 (XXIV), tanggal 19 November 1969 maupun UU RI No.21 tahun 2001 pada butir Menimbang poin f.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setelah kembali ke Indonesia pada 1 Mei 1963 sampai saat ini, Orang Asli Papua belum menikmati nilai-nilai kemerdekaan yang hakiki maupun nilai kemanusiaannya sesuai falsafah Pancasila, dalam arti belum aman, belum damai, belum sejahtera, hak-hak politik dan sosialnya diabaikan dan tidak ada penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia Orang Asli Papua, karena adanya kekerasan yang berujung pada kematian.

Rangkuman Khusus

Baik Resolusi PBB nomor 2504(XXIV), 19 November 1969 maupun UU Otsus 21, tahun 2001 memuat hal-hal khusus dan spesifik tentang keberadaan Orang Asli Papua dalam NKRI.

Ada 11(sebelas) nilai kekhususan dalam Undang-Undang no.21/2001 tentang Otsus Papua, antara lain :

(1) Kewenangan Khusus (Ketentuan Umum Pasal 2 huruf b, Pasal 4 ayat 1 dan 2 serta Pasal 7 ayat 2 huruf a).

(2) Bentuk dan Susunan Pemerintahan Otonomi Khusus (DPRP, Gubernur dan MRP, Ketentuan Umum Pasal 1, huruf e,f,g dan Pasal 5 serta Pasal 6). Merupakan Trium virat.

(3) Gubernur dan Wakil Gubernur adalah Orang Asli Papua (Pasal 12, huruf a)

(4) MRP memberikan pertimbangan dan persetujuan terhadap bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur, dan memberikan pertimbangan dan persetujuan terhadap Perdasus (Pasal 20)

(5) Peraturan Daerah Provinsi/Perdasi dan Peraturan Daerah Khusus/Perdasus (Pasal 31).

(6) Dana Otsus (Pasal 34)

(7) Perwakilan Komnas HAM dan KKR (Pasal 45 dan Pasal 46).

(8) Pengangkatan Kapolda dan Kajati atas persetujuan Gubernur. (Pasal 48 ayat 5 dan Pasal 52 ayat 2).

(9) Peradilan Adat (Pasal 51).

(10) Pemekaran Provinsi-Provinsi atas usul Provinsi Papua (Pasal 3 ayat 4) atas persetujuan MRP dan DPRP sesuai kewenangan yang ada.

(11) Kerjasama Luar Negeri (Pasal 4 ayat 6-17). Kerjasama itu di bidang sosial, ekonomi dan kebudayaan.

Dengan demikian bila kekhususan-kekhususan ini tidak masuk dalam Undang-Undang Otsus Revisi II, maka nilai-nilai kekhususan yang mengakomodasikan kepentingan Orang Asli Papua dalam Kebhinekaan Indonesia yang besar ini, justru hilang dan bertentangan dengan UU Otsus itu sendiri maupun ruh Resolusi PBB 2504(XXIV) tanggal 19 November 1969.

Penutup dan Saran

Dari pengamatan penulis, bahwa UU 21/2001 tentang Otonomi Khusus Papua merupakan kompromi politik dan berdampak pada hubungan internasional serta merupakan jalan tengah dari upaya pemerintah Republik Indonesia mengatasi masalah-masalah yang timbul di masa lalu.

Rezim pemerintah silih berganti, namun persoalan-persoalan di Papua tidak diselesaikan dengan baik dan tuntas serta sering mengundang kritikan dari luar negeri. Contoh yang paling kasat mata adalah pelanggaran HAM. Sebagai bangsa kita sedih bahwa hal itu masih terjadi, namun di fora internasional jangan kita menafikan hal itu dengan mengatakan bahwa kita memiliki cara-cara kredibel untuk menye-lesaikan hal itu, tetapi kenyataannya bertolak belakang dengan fakta nyata di lapangan.

Kita harus low profile dan dengan bijak mengatakan bahwa kita masih terus berusaha mengatasi masalah-masalah pelanggaran HAM ini dan butuh waktu. Pengalaman Timor Timur seharusnya menjadi pelajaran penting bagi kita dalam hal berbangsa dan bernegara, karena kita cinta Papua, kita cinta Indonesia.

Saran penulis, jangan tergesa-gesa dan terkesan memaksa kehendak (baca: otoriter) oleh pemerintah pusat dalam merealisir Otsus versi II ini.

Perlu ditinjau kembali apakah sudah mengakomodasikan 11 (sebelas) kekhususan tadi dalam Otsus versi II ini, sehingga tidak menjadi “bumerang” bagi pemerintah di kemudian hari.

Orang Asli Papua yakin bahwa dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin pasti terjadi banyak perubahan-perubahan di Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai bersama.

“…demokrasi tidak membenarkan adanya sikap all or nothing (semua atau tidak), take it or leave it (ambil atau tinggalkan), yaitu sikap serba kemutlak-mutlakan.” (Nurcholis Madjid, Indonesia Kita, 2004:hal.98).

Opini ini ditulis oleh Ambassador Freddy Numberi, Founder Numberi Center dan mantan Gubernur Papua pada tahun 1998.

Sejumlah Pelabuhan Sediakan Layanan Pemeriksaan GeNose C19

0
Alat GeNose C19 (Foto: liputan6.com)

SURABAYA, JAGAINDONESIA.COM – Layanan pemeriksaan cepat untuk deteksi dini Covid-19 dengan menggunakan alat Ge-Nose C19 mulai tersedia di sejumlah pelabuhan yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III. Tahap awal, pemeriksaan Ge-Nose C19 telah tersedia di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak mulai Sabtu (17/04). Selanjutnya, secara bertahap akan tersedia di Pelabuhan Tanjung Emas dan Pelabuhan Banjarmasin dengan biaya pemeriksaan hanya Rp. 30.000,- (Tiga Puluh Ribu Rupiah).

Peresmian Pemeriksaan Ge-Nose C19 di area pelabuhan milik Pelindo III ini ditandai dengan pemeriksaan Ge-Nose C19 perdana yang diikuti oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Agus H. Purnomo bersama Direktur Sumber Daya Manusia Edi Priyanto dan Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Kelas Utama Tanjung Perak Arif Toha Tjahjagama di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (17/04).

Usai melakukan pemeriksaan perdana Ge-Nose C19, Dirjen Hubla Agus H. Purnomo menyampaikan apresiasinya kepada Pelindo III beserta jajaran yang telah bergerak cepat menyediakan layanan Ge-Nose C19 untuk para calon penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak yang kemudian diikuti penyediaan di 2 pelabuhan lain yaitu Pelabuhan Tanjung Emas dan pelabuhan Banjarmasin. Agus juga mengatakan tak hanya membantu pemerintah menekan penyebaran Covid-19, alat ini akan semakin meringankan beban biaya calon penumpang yang akan bepergian menggunakan kapal laut.

“Saya mengapresiasi Pelindo III yang telah menyediakan alat deteksi dini Covid-19 Ge-Nose C19, kita tau ini biayanya cukup terjangkau sehingga masyarakat tak lagi terbebani dengan biaya tambahan selama bepergian seperti rapid test dan lainnya. Saya berharap semua pelabuhan dan sarana angkutan laut bisa memiliki fasilitas ini semua,” kata Agus.

Direktur Sumber Daya Manusia Pelindo III Edi Priyanto menyebut penyediaan layanan Ge-Nose C19 di sejumlah pelabuhan dimaksudkan untuk memberikan kemudahan bagi para calon penumpang kapal laut untuk melakukan pemeriksaan deteksi Covid-19 yang merupakan syarat untuk melakukan perjalanan. Terlebih layanan Ge-Nose C19 di terminal milik Pelindo III memiliki harga yang lebih terjangkau bagi para calon penumpang kapal laut.

“Mulai hari ini layanan Ge-Nose C19 sudah tersedia di Pelabuhan Tanjung Perak dengan biaya pemeriksaan sebesar Rp30.000,- untuk setiap orang sekali periksa. Metode ini paling terjangkau jika dibandingkan dengan metode pemeriksaan lainnya, harapan kami bisa mengurangi beban biaya para penumpang,” terang Edi.

Layanan Ge-Nose C19 di Pelabuhan Tanjung Perak dapat diakses setiap hari oleh para calon penumpang kapal laut mulai pukul 08:00 WIB hingga pukul 20:00 WIB. Para calon penumpang kapal cukup menunjukkan tiket kapal laut sebagai syarat untuk dapat melakukan pemeriksaan Ge-Nose C19.

“Sementara ini kami sediakan 2 unit alat dengan kapasitas pemeriksaan kurang lebih 200 orang per hari. Jika dirasa perlu maka tidak menutup kemungkinan jumlah alat akan ditambah,” lanjutnya.

Pelindo III juga menyediakan ruang isolasi yang diperuntukkan bagi calon penumpang yang memperoleh hasil positif dari pemeriksaan Ge-Nose C19. Selanjutnya bagi mereka akan diarahkan untuk menuju fasilitas pemeriksaan rapid antigen secara mandiri untuk validasi hasil. Jika masih kedapatan positif maka calon penumpang tersebut tidak diperkenankan masuk ke dalam fasilitas terminal penumpang. (bumn)

Menteri Bintang Dorong Anak Dilibatkan Dalam Musrenbang, Tepatkah?

0
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA), Bintang Puspayoga

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) terus mendorong peningkatan partisipasi anak di dalam setiap proses pembangunan diantaranya melalui pembentukan Forum Anak. Sebagai wadah bagi partisipasi anak, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) Bintang Puspayoga berharap Forum Anak dapat dibentuk hingga ke tingkat kecamatan dan desa.

“Hak partisipasi ini diharapkan dimanfaatkan sebaik-baiknya, anak-anak Indonesia tidak hanya sebagai penikmat pembangunan tetapi juga ikut berperan di dalam pembangunan itu sendiri. Kami berharap anak-anak di dalam Forum Anak Daerah-Kabupaten, terus menggelorakan pembentukan Forum Anak di tiap kecamatan maupun tiap desa. Selama ini partisipasi anak ditingkat kecamatan dan desa terbilang sangat kecil,” ujar Menteri Bintang dalam dialog virtual bersama Forum Anak dari wilayah Indonesia bagian tengah, Sabtu (17/04).

Menteri Bintang menambahkan pembentukan Forum Anak hingga tingkat kecamatan maupun desa tidak lepas dari pimpinan daerah. Oleh karena itu, Menteri Bintang menghimbau agar pemimpin daerah dapat membentuk Forum Anak serta melibatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan terkait pembangunan di daerah mereka masing-masing.

“Mudah-mudahan Forum Anak mendapat dukungan dari pimpinan daerahnya. Tidak hanya berhenti pada pembentukannya, tetapi keterlibatan anak-anak dalam Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) terutama Musrenbang kabupaten itu (mereka) diikut sertakan,” ujar Menteri Bintang.

Serupa dengan dialog Menteri Bintang bersama Forum Anak dari wilayah Indonesia bagian barat yang dilakukan sebelumnya, dalam dialog kali ini anak-anak juga membagikan aspirasi, inovasi, hingga kendala yang mereka temui dalam menjalankan perannya sebagai pelopor dan pelapor (2P) di daerah. Sejumlah isu penting yang juga sama disoroti yakni upaya pencegahan perkawinan anak, isu pekerja anak, rokok, bullying, dan stunting.

“Di Provinsi Gorontalo masih ada permasalahan pernikahan usia anak. Hal yang melatarbelakangi antara lain faktor ekonomi, kurangnya wawasan, pergaulan, adat budaya, perjodohan, dan percintaan. Kami menjalankan fungsi kami sebagai 2P sebagai pelopor dan pelapor dengan melakukan sosialisasi pencegahan perkawinan anak secara langsung bersama teman-teman kami, berbicara dan duduk bersama,” ujar Wahyu salah seorang anggota Forum Anak.

Terjadi juga di daerahnya, Berry anggota Forum Anak dari Lombok Barat mengungkapkan jika perkawinan usia anak marak terjadi selama masa pandemi. Meski ada pembatasan aktifitas secara langsung, Berry dan teman-temannya berinovasi melakukan sosialisasi dengan memanfaatkan teknologi melalui webinar dan video. 

“Perkawinan usia anak juga sering terjadi di daerah kami, terutama selama pandemi ini. Upaya kami yaitu melakukan berbagai sosialisasi dan memasang poster di tempat wisata. Kami juga bekerja sama dengan LPA di daerah kami untuk melakukan webinar terkait perkawinan usia anak, karena kebanyakan orang tua maupun anak-anak belum tahu dampak perkawinan usia anak. Kami juga melakukan sosialisasi di media sosial melalui video,” tutur Berry.

Di sisi lain, hak anak atas identitas, pemerataan pendidikan, kesenjangan dan kendala pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat pandemi Covid-19, hingga kebutuhan ruang bermain ramah anak juga menjadi topik pembahasan lainnya.

“Salah satu hak yang belum banyak didapatkan anak-anak jalanan adalah akta kelahiran. Dari situ kami berinisiatif untuk bekerja sama dengan dinas catatan sipil, untuk proses pembuatan akta kelahiran dan kartu identitas anak. Setelah kolaborasi itu, kami diberikan fasilitas kemudahan dan proses yang cepat saat membawa berkas. Kami juga terbuka bukan hanya bagi anak-anak jalanan, tetapi seluruh anak-anak di Kota Kendari juga kami bantu,” jelas Berliana.

Mendengar berbagai aspirasi dari anak-anak, Menteri Bintang memberikan apresiasi atas partisipasi anak-anak di forum anak yang telah menjalankan peran sebagai 2P (pelopor dan pelapor). Menteri Bintang juga mengingatkan agar anak-anak yang tergabung dalam Forum Anak dapat menjadi contoh bagi teman sebayanya.

“Ini luar biasa, ada yang menyampaikan masukan dan upaya yang sudah dilakukan ini bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya. Kalian yang sudah tergabung dalam Forum Anak dengan 2 peran pelopor dan pelapor memang harus menjadi contoh yang baik bagi teman-teman di lingkungan kalian masing-masing. Terkait berbagai permasalahan yang disampaikan, Kemen PPPA akan membicarakan isu tersebut dengan kementerian lembaga terkait untuk sama-sama dicarikan solusinya,” jelas Menteri Bintang.

Sumber: Kemenpppa

Joseph Paul Zhang Diduga Menghina Islam, Bareskrim Polri: Pelaku Sedang Kita Buru

0
Youtuber Joseph Paul Zhang

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Tim penyidik Bareskrim Polri tengah menyelidiki sebuah video viral seorang pria bernama Joseph Paul Zhang yang diduga menghina Islam dalam konten YouTubenya. Diketahui, petugas masih mendalami beberapa dokumen penyidikan yang bersangkutan.

“Saat ini sedang kita dalami, lengkapi dokumen penyelidikannya. Dan pelaku sedang kita buru,” ujar Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Agus Andrianto kepada wartawan, Minggu (18/4/2021).

Dari data perlintasan imigrasi, diketahui Joseph Paul sudah tidak berada di Indonesia sejak Januari 2018 lalu. Dan belum pernah kembali lagi ke Tanah Air.

Meski begitu, Agus menuturkan pihaknya akan terus menyelidiki kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Joseph Paul Zhang.

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi dengan sangat baik. Data yang bersangkutan memang telah meninggalkan Indonesia sejak 2018 lalu dan belum tercatat kembali,” sambungnya.

“Mekanisme penyelidikan pun telah berjalan bersama dengan pihak kepolisian luar negeri. Jika sudah diketahui, mau enggak mau negara tersebut harus mendeportasi yang bersangkutan. Terkait dengan status DPO nanti akan segera diterbitkan,” terang Agus.

Sekedar informasi, Joseph Paul Zhang yang mengaku sebagai Nabi ke-26 setelah nabi Muhammad dan menyebut nabi Muhammad sebagai nabi “cabulullah” dalam istilah yang ia sebut. Ia pun menyebut bahwa dirinya sempat melakukan sayembara kepada masyarakat yang mampu melaporkannya ke polisi terkait dengan penistaan agama. Ia sempat menghina ajaran puasa dalam islam yang menurutnya tidak sesempurna puasa dalam ajaran yang ia anut.

Sayembara tersebut disebutkannya dalam video forum diskusi bertema ‘Puasa Lalim Islam’ yang kemudian diunggah ke YouTube dan mendapatkan reaksi dari masyarakat.

Kampung Lali Gadget Sidoarjo, Punya Cara Unik Disaat Ngabuburit

0

SIDOARJO, JAGAINDONESIA.COM – Di bulan Ramadhan, waktu menunggu berbuka atau disebut ngabuburit sudah menjadi tradisi di Indonesia.

Lazimnya, waktu ngabuburit di pakai masyarakat untuk bersantai atau keluar rumah. Ada yang menghabiskannya dengan kegiatan bersepeda, jalan-jalan sore, berburu takjil, mencari menu untuk berbuka bahkan hanya sekedar santai ditaman kota atau ruang terbuka disekitar rumah. Namun, sebagian anak-anak saat ini masih menggunakan waktunnya untuk bermain gawai atau gadget.

Untuk itu, Yayasan Kampung Lali Gadget mengadakan kegiatan dengan mengusung tema “Ngabuburit Belajar Dolanan” guna mengalihkan perhatian ngabuburit anak-anak dari bermain gawai. Kegiatan yang diselenggarakan Yayasan Kampung Lali Gadget terletak di  Dusun Bendet Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu Sidoarjo Jawa timur.

Dilibatkan langsung dalam acara itu diantaranya  anak-anak sekitar Desa Pagerngumbuk, warga RT 02 dan 03 serta yayasan Kampung Lali Gadget.

“Seperti kita ketahui dan sadari bersama, bahwa gempuran kecanduan gadget ini mampu mengalihkan ruang bermain anak dan nyaris menghilangkan permainan tradisional.  Yang mana merupakan warisan nenek moyang sekaligus kekayaan budaya asli Indonesia”. Ungkap irfandi Founder Yayasan Kampung Lali Gadget.

Pengadaan kegiatan tak lain untuk memberikan ruang bermain anak sembari menunggu waktu berbuka puasa. Tak lupa, mereka juga menyediakan lahan untuk menggerakan putaran ekonomi warga.

Kegiatan tersebut diselenggarakan selama bulan Ramadhan, dimulai pukul 15.00 Wib sampai waktu adzan magrib. Kemudian dilanjutkan lagi setelah sholat terawih hingga pukul 22.00 wib.

Dalam acara itu anak-anak bebas bermain dengan permainan apapun yang telah disediakan oleh relawan KLG. Diantaranya ada permainan gelembung, enggrang, dakon, cuthikan, kelompen tali, juga kelompen panjang. Dimana alat permainan tradisional itu semua disuguhkan agar dapat di kenali dan dinikmati bersama anak-anak. (JI/WEY sastra)

PT IWIP Jalin Silahturahmi Bersama FORMAPAS Malut di Asrama Haltim Jakarta

0

MALUKU UTARA, JAGAINDONESIA.COM – Forum Mahasiswa Pascasarjana Maluku Utara Jabodetabek banten (FORMAPAS MALUT) menggelar Tausiah Ramadhan dan Buka Puasa bersama  pada Minggu, 18 Maret 2021 bertempat di asrama mahasiswa Halmahera timur Jakarta.

Tausiah dan buka bersama dihadiri beberapa organisasi mahasiswa daerah beserta rekan mahasiswa Maluku Utara yang tinggal di Jakarta.

Buka bersama Ramadhan saat ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, semua harus mengikuti protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Maka jumlah tamu undangan dibatasi dan diwajibkan menggunakan masker.

Ketua Umum Formapas Malut, Jaidi Abd. Gani menyampaikan bahwa kegiatan Tausiah dan buka bersama adalah bagian dari tradisi umat Islam dalam memperkuat tali silaturahmi di momen yang penuh berkah ini.  Menurutnya, silaturahim antar sesama mahasiswa maluku utara di Jakarta merupakan hal penting juga untuk memperkuat jiwa sosial serta iman dan takwa kita kepada Allah SWT. Ungkapnya

“Saya juga menyampaikan kepada PT IWIP yang juga hadir, mengenai tanggungjawabnya terutama terhadap mahasiswa Maluku Utara yang tersebar di Jakarta agar diperhatikan dan dibantu secara maksimal terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri nanti.” Tambahnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Ustad Yusri, sebagai penceramah. Ia menyampaikan risalah menyambut Ramadhan. Ia menyampaikan pesan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam tentang keistimewaan Ramadan, serta anjuran untuk meningkatkan penghambaan kepada Allah dan kepedulian sosial. Sambungnya

Mengawali pidatonya, ustad Yusri menjelaskan bahwa Ramadhan adalah Bulan yang di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada bulan Ramadhan, Allah menjadikan puasa sebagai suatu kewajiban dan qiyam atau salat di malam harinya sebagai ibadah sunnah.

“Siapa yang mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebajikan, maka nilainya sama dengan mengerjakan kewajiban di bulan lain. Siapa yang mengerjakan suatu kewajiban dalam bulan Ramadhan tersebut, maka sama dengan menjalankan tujuh puluh kewajiban di bulan lain.” Ucapnya.

“Nabi Muhammad juga menyebut, Ramadan merupakan bulan kesabaran. Sedangkan ketabahan dan kesabaran, balasannya adalah surga. Ramadhan adalah bulan pertolongan. Pada bulan itu rezeki orang-orang mukmin ditambah.” Urainya lagi.

Tak lupa ustad Yusri menyampaikan pentingnya meningkatkan jiwa sosial di bulan Ramadhan. Karena hal itu merupakan salah satu tujuan dari berpuasa.

Dalam kesempat ini hadir pula PT IWIP Pusat yang diwakili Manajemen IWIP, Ibu Agnes, yang turut berbuka bersama pengurus Formapas Malut. Usai berbuka kesempat diberikan kepada pihak IWIP untuk menyampaikan salam silaturahminya.

IWIP mengucapkan terimakasih kepada pengurus Formapas Malut yang mengundang perusahaan untuk menghadiri Tausiah dan Buka bersama. Ia berjanji akan menerima masukan dan kerjasamanya dari mahasiswa dan mahasiswi se-Maluku Utara yang berada di Jakarta.Tutupnya  (Ismit)

Ingin Jadi Mahasiswa Sekolah Kedinasan? Berikut Tata Cara Pendaftarannya

0
Tangkapan layar situs web sscasn.bkn.go.id.

JAKARTA – Pendaftaran sekolah kedinasan tahun 2021 telah sepekan dibuka. Terdapat beberapa langkah yang harus dilalui untuk melakukan pendaftaran secara daring.

Pendaftaran sekolah kedinasan dilakukan pada laman dikdin.bkn.go.id. Namun sebelum melakukan pendaftaran, para pelamar diminta untuk membuat akun akses portal SSCASN di alamat sscasn.bkn.go.id dengan memilih menu registrasi.

Pada menu registrasi, pelamar wajib mengisi data diri mulai dari Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor Kartu Keluarga (KK), nama lengkap, tanggal lahir, serta kabupaten/kota tempat KTP diterbitkan. Dalam pengisian identitas diri, para pendaftar diminta untuk cermat dan teliti, agar tidak ada kesalahan yang berdampak pada tidak lulusnya seorang pelamar.

Langkah selanjutnya pendaftar juga diminta melengkapi data diri ditambah dengan mengatur password akun serta mengunggah pas foto. Setelah kartu informasi akun SSCASN Dikdin 2021 dicetak, pelamar diminta login dengan menggunakan NIK dan password yang telah didaftarkan sebelumnya. Setelah login, pelamar diminta untuk melakukan swafoto dengan KTP dan kartu informasi akun yang telah dicetak.

Langkah selanjutnya masuk dalam tahapan pemilihan sekolah kedinasan. Pelamar memilih sekolah kedinasan yang dituju, formasi, dan jurusan sesuai dengan sekolah kedinasan, pendidikan pelamar, serta asal sekolah dan provinsi asal sekolah pelamar. Kementerian PANRB kembali mengingatkan bahwa pelamar hanya bisa mendaftar pada satu sekolah kedinasan saja.

Pelamar juga wajib mengisi data yang diperlukan lainnya mulai nomor induk siswa nasional (NISN), nomor pokok sekolah dan ijazah serta nomor ijazah. Pelamar juga diminta mengunggah dokumen seperti pembayaran, ijazah, KTP dan lainnya.

Setelah pelamar dinyatakan lulus proses seleksi administrasi, mereka diminta mencetak kartu pendaftar akun sekolah kedinasan tahun 2021. Kartu tersebut harus dibawa saat tes berlangsung. 

Sumber: Humas Menpan RB

Pasokan BBM Terjamin, Distrik di Bintuni Kembali Terang

0

TELUK BINTUNI, JAGAINDONESIA.COM – Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan kebutuhan utama bagi daerah-daerah terpencil di Kabupaten Teluk Bintuni yang belum terjangkau jaringan listrik PLN.

Terdapat sekitar 20 distrik dari 24 distrik di Teluk Bintuni menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) untuk memenuhi kebutuhan listrik warga setempat. Jaringan listrik PLTD sederhana tersebut terkoneksi hingga ke kampung-kampung dengan kebutuhan bahan bakar untuk satu distrik mencapai 2 – 3 ton per bulan.

Menurut seorang operator di Distrik Barma, Fickers Sigarvaki, beberapa tahun sebelumnya, dapat dikatakan sekitar 70 persen kampung di Bintuni gelap karena terkendala berupa keterlambatan pasokan BBM.  

“Dikarenakan BBM lambat bisa 1 sampai dua bulan kadang bisa 3 bulan baru kita dapat BBM. Kalaupun dapat kita harus hemat dalam pemakaiannya,” kata Fickers Sigarvaki kepada tim jagapapua.com pada Kamis (15/4).

Sigarvaki menyampaikan terima kasih kepada Perusda Bintuni Maju Mandiri atas bantuan dan pelayanan yang diberikan sehingga ia dapat menikmati penerangan bersama warga distrik Barma.

“Tapi sekarang kami bersyukur dan berterima kasih kepada Perusda Bintuni Maju Mandiri yang dapat memberikan pelayanan kepada kami masyarakat. Kini distrik kami bisa menikmati penerangan di kampung-kampung,” tambahnya.

Hal serupa diungkapkan oleh operator Kampung Botay, Jhon Mobalem. Ia mengatakan bahwa pasokan BBM Perusda Bintuni Maju Mandiri tidak pernah terlambat sehingga kini kampungnya terang kembali.

Jhon Mobalem, operator kampung botay

“pelayanan BBM oleh Perusda Bintuni tidak pernah terlambat kampung kami kembali terang,” ungkap Jhon Mobalem.

Sementara itu, Direktur Perusda Bintuni Maju Mandiri, Markus Samaduda, S.Sos mengatakan pihaknya selalu berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada warga Bintuni hingga ke distrik-distrik terpencil. Hal itu dilakukan diantaranya dengan penyediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang juga telah sesuai dengan Standar Operasional Pelayanan Perusda Bintuni Maju Mandiri yang selalu mengedepankan pelayanan bagi publik.

“Kami berharap selalu ada untuk pelayanan sampai ke kampung-kampung terpencil guna menuju Papua terang. Mengukur ketercapaian Papua terang itu berada di kampung-kampung. Kami tetap eksis dan berkomitmen untuk mengedepankan pelayanan terhadap ketersediaan BBM untuk kabupaten Bintuni, terlebih kepada distrik-distrik sehingga masyarakat yang berada di kampung-kampung mendapatkan penerangan,” ungkapnya. (MW)

Berita Terbaru