Selasa, 20 Oktober 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 204

Ketua DPD RI Soroti Lemahnya Pengawasan Pemerintah Daerah Terhadap Aset

0
Ketua DPD RI saat menyaksikan MoU Kadin Jatim dan NTT bersama Wakil Gubernur NTT, beberapa waktu lalu di Kupang.

SURABAYA, JAGAINDONESIA.COM – Permasalahan aset milik Pemkot Makassar yang diklaim pihak lain, turut menyita perhatian Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Menurut LaNyalla, hal ini membuktikan pengawasan pemerintah daerah terhadap aset masih sangat lemah.

Senator asal Jawa Timur yang kini sedang reses di dapilnya itu menilai kondisi tersebut sangat merugikan pemerintah daerah.

“Persewaan atau jual beli aset milik pemerintah daerah oleh oknum, sering terjadi. Dan ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah itu sendiri, hal ini seperti yang dilakukan oleh oknum di Pemkot Makasar yang melakukan persewaan aset pemerintah berupa kios yang dilakukan sudah bertahun-tahun,” tutur LaNyalla, Jumat (16/4/2021).

Ditambahkannya, yang lebih parah adalah terjadi pemindahtanganan aset pemerintah kepada pihak pribadi atau swasta.

“Hal ini tentu merugikan. Namun yang sangat aneh, pemerintah daerah seperti tidak merespons hal itu dan melakukan pembiaran,” sesal LaNyalla.

Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu menilai aset pemerintah harus dilindungi.

“Untuk pemerintah daerah, kita meminta ada tindakan tegas secara hukum setiap tindakan pemindahtanganan atau sewa menyewa aset milik pemerintah secara ilegal,” katanya.

LaNyalla juga mengajak kepada masyarakat untuk lebih teliti dalam melakukan kegiatan sewa menyewa gedung atau aset pemerintah

Kasus ini sendiri terjadi pada lahan milik pemkot Makassar, yang terletak di jalan Kapasa Raya, Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya.

Lahan tersebut diklaim dan disewakan oleh oknum tak bertanggungjawab. Kini, lahan seluas kurang lebih 800 m2 itu sudah dipetak-petak dan disewakan oleh oknum warga kerjasama oknum pengelola pasar Daya.(*)

Bertemu Wamendag, Sultan B Najamudin Salurkan Aspirasi Bengkulu Selatan dan Bengkulu Tengah

0

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin menyalurkan aspirasi masyarakat, khususnya dari sisi ekonomi lokal dari Kabupaten Bengkulu Selatan dan Bengkulu Tengah kepada Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dalam rangka fungsi DPD RI sebagai representasi daerah.

“Sebagai perwakilan dari daerah, kami bantu untuk mediasi dan representasi kebutuhan masyarakat di daerah,” kata Wakil Ketua DPD RI di kantor Kementerian Perdagangan, Jumat (16/4).

Sementara itu ditemui pada kesempatan yang sama, Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi menyampaikan aspirasi masyarakat khususnya mengenai gerai modern.

“Gerai modern sudah menggerus ekonomi rakyat kecil,”katanya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Gusnan menawarkan solusi dengan membuat kios warga dengan konsep modern.

“Kami namakan kios sekundang yang dibangun dengan model sistem warung digital dengan tampilan rak display modern, ada pusat distribusi dan wajib memasang 30% produk lokal,” terangnya.

Selain itu, Gusnan juga menyampaikan masukan mengenai kebutuhan gudang dan pasar.

“Kami butuh gudang untuk jagung dan gabah, serta revitalisasi pasar,” ungkapnya.

Senada dengan Gusnan, Wakil Bupati Bengkulu Tengah Septi Peryadi menerangkan masukan masyarakat yang hampir sama.

“Kendala tentang gerai modern kurang lebih hampir sama, lalu Bengkulu Tengah saat ini belum memiliki gudang untuk jagung dan karet. Kita juga belum memiliki pasar harian dan pasar induk,” jelasnya.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyambut baik aspirasi masyarakat ini. “Kami dari Kemendag menginginkan adanya keseimbangan antara gerai tradisional dan modern dalam rangka menghidupi sektor umkm,” terangnya.

Selain itu, Kemendag juga mengapresiasi langkah Bupati Bengkulu Selatan karena sejalan dengan program Kemendag untuk digitalisasi pasar.

“Sekarang sudah mulai di pasar untuk transaksi cashless apalagi dalam pandemi Covid-19 ini untuk meminimalisasi potensi penularan,” paparnya.

Lebih lanjut Jerry menerangkan agar digitalisasi berjalan dengan baik, Kemendag siap mendukung dengan menjalin kerjasama dengan Bank Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

“Bisa langsung scan handphone dibayarkan ke pedagang dan kita juga minta Kemkominfo supaya jaringan internet bagus di pasar-pasar,” paparnya.

Jerry juga sepakat agar gerai modern ikut memasarkan produk lokal.

“Kita harus bangga buatan Indonesia untuk meningkatkan produk UMKM,” jelasnya.

Ia juga mendukung untuk membangun SRG (Sistem Resi Gudang) untuk gabah, jagung, karet yang ada di Bengkulu Selatan dan Bengkulu Tengah.

“Untuk pembangunan dan revitalisasi pasar kami siap, tinggal diajukan proposal saja untuk teknisnya,” pungkasnya.

Forum Solidaritas Mahasiswa Papua Maju Minta Otsus Dimaksimalkan dan Diawasi

0

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Forum Solidaritas Mahasiswa Papua Maju (FSMPM) melakukan aksi di depan kantor Kemendagri pada Jum’at 16 April 2021.

Dalam aksi tersebut Mahasiswa Papua menuntut pemerintah pusat, Provinsi Papua dan Papua Barat fokus terhadap anggaran kesejahteraan pendidikan mahasiswa Papua serta transparansi anggaran Otsus Papua. Menurut mereka, Otsus adalah solusi masa depan Pendidikan.

“Kita ini sekolah butuh anggaran Otsus, maka sebagai mahasiswa Papua, kami tetap mendorong agar Otsus tetap dilanjutkan dengan mempertimbangkan kesejahteraan masyarakat Papua dan pendidikan.” Ungkat Naldy dalam orasinya.

“Anggaran Otsus Papua selama ini kemana, kita butuh kejelasan, karena Otsus ini bisa membantu bagi kami yang kuliah, apalagi di rantau orang. Kami butuh Otsus dan tolong jangan di korupsi, kalau ada yang korupsi maka kami minta KPK periksa saja.” Tambahnya.

Naldy menambahkan bahwa jika Papua ingin lebih maju maka semua pihak harus dengan tangan terbuka menerima siapapun yang datang ke Papua. Apalagi jika yang datang ke Papua untuk membangun, ungkapnya.

“Kita harus belajar dari pengalaman orang lain, nanti suatu saat dengan pengalaman yang kita dapatkan barulah kita menunjukkan bahwa orang Papua juga bisa dan punya prestasi.” Ungkapnya.

Forum Solidaritas Mahasiswa Papua Maju menuntut pemerintah pusat mengawasi anggaran Otsus. Menurutnya, Langkah pengawasan penting dilakukan agar masyarakat dan generasi Papua kedepan dapat lebih sejahtera. Tutur Dino salah satu peserta aksi saat dimintai keterangan awak media. (JI/Fahris)

Wagub Klemen Minta Pihak Keamanan Segera Kendalikan Situasi di Boega

0
Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal

PAPUA, JAGAINDONESIA.COM – Wakil Gubernur Papua minta agar pihak keamanan segera mengendalikan situasi keamanan dan ketertiban di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak.⠀
⠀
Sebab pelayanan pendidikan, kesehatan serta pemerintahan, mesti kembali berjalan normal secepatnya.⠀
⠀
“Masyarakat kita juga minta untuk membantu supaya aktivitas bisa kembali normal disana,” terang Wagub Klemen di Jayapura, Kamis (15/4/2021).⠀
⠀
Kendati demikian, Wagub mendukung upaya evakuasi warga pendatang di Distrik Beoga, yang terus dilakukan aparat keamanan setempat. Dimana dalam dua hari terakhir, terhitung ada 40 warga yang dievakuasi keluar Beoga.⠀
⠀
“Evakuasi warga pendatang yang mayoritas guru dan tenaga kesehatan di Beoga, Kabupaten Puncak, ini penting demi keselamatan mereka. Warga asli setempat juga diharapkan membantu upaya evakuasi itu”.⠀
⠀
Klemen kembali menyatakan, tindakan kekerasan dengan alasan apapun yang dilakukan oleh KKB terhadap para guru, merupakan tindakan yang salah.⠀
⠀
Apalagi korbannya adalah tenaga pengajar yang berjuang untuk mencerdaskan anak-anak Beoga, yang merupakan generasi penerus bangsa.⠀
⠀
“Wilayah pegunungan Papua ini terlambat mengenyam pendidikan karena pengajaran agama yang lebih dulu masuk ke sana. Jadi, (siapa pun) jangan kacaukan pendidikan (dengan membunuh guru) supaya anak-anak kita bisa maju,” tegasnya.⠀
⠀
Sebelumnya, dua guru menjadi korban penembakan di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua yakni Oktovianus Roya dan Yonatan Randen.⠀
⠀
Kelompok kriminal bersenjata beralasan bahwa kedua guru itu merupakan mata-mata aparat TNI-Polri.⠀
⠀
Pihak kepolisian pun menepis dalih tersebut. Polisi menyebut dalih itu merupakan alasan klasik agar aksi teror mereka dimaklumi.⠀
⠀
Terbaru, seorang tukang ojek yang tewas ditembak KKB di Kampung Eromaga, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, sehari lalu.

Sumber: Pemprov Papua

Kakorlantas: Silahkan Mudik Sebelum 6 Mei, Setelahnya Tak Boleh!

0
Kakorlantas Polri, Irjen Istiono (Foto: doc. Humas Polri)

JAKARTA – Kakorlantas Polri Irjen Istiono mempersilakan masyarakat yang ingin mencuri start mudik Lebaran 2021 sebelum tanggal 6-17 Mei 2021. Pasalnya, mudik tahun ini secara resmi dilarang oleh pemerintah.

“Bagaimana adanya mudik awal, sebelum tanggal 6 ya silahkan saja. Kita perlancar,” ujar Istiono melalui keterangan tertulis, Kamis (15/4/2021).

Namun, setelah tanggal 6 Mei, Istiono melarang masyarakat agar tidak nekat mudik. Menurutnya, pelarangan mudik diberlakukan untuk memutus mata rantai COVID-19.

“Setelah tanggal 6, mudik nggak boleh. Kita sekat itu, yang berbahaya ini kan berkumpul bersama-sama, kerumunan bersama-sama. Ini akan meningkatkan penyebaran COVID-19, ini harus kita antisipasi,” jelasnya.

Selain itu, Istiono memastikan 333 titik dari Lampung sampai Bali yang sudah direncanakan bakal disekat. Istiono mengatakan jumlah titik penyekatan tahun ini jauh lebih banyak dibandingkan tahun lalu.

“Saya pastikan untuk jalur utama, Lampung sampai Bali kita bangun 333 titik penyekatan. Dan saya pastikan jalur-jalur tersebut sudah kita evaluasi dari pelaksanaan tahun lalu. Tahun lalu dibangun sekitar 146 titik, sekarang kita lipat gandakan jadi 333 titik,” tutur Istiono.

“Itu kita atur yang nanti paling berat adalah di jalur Jakarta menuju Jawa Barat. Jawa Barat jadi tumpuan yang bangkitan dari Jakarta ini, masalahnya ini semua empat moda transportasi ditiadakan, dibatasi. Hanya izin khusus saja yang bisa. Semua akan beralih ke kendaraan pribadi dan roda dua,” sambungnya.

Meski demikian, lanjut Istiono, apabila masih ada masyarakat yang nekat mudik di tanggal 6-17 Mei, kepolisian bakal menindak secara humanis. Dia menyebut para pemudik akan diputar balik saja, tidak lebih.

“Operasi ketupat 2021 ini nanti dilaksanakan tanggal 6-17 Mei selama 12 hari. Operasi ini operasi kemanusiaan, tindakan kita ialah persuasif humanis, hanya memutar balik arah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Rudi Antariksawan menjelaskan penyekatan itu juga bersifat dinamis. Jika diperlukan, maka titik penyekatan bakal ditambah untuk mencegah masyarakat mudik.

“Penyekatan itu dinamis. Kalau kira-kira ada yang perlu disekat lagi ya kita tambah,” sahut Rudi saat dihubungi terpisah.

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menempatkan pos penyekatan di 333 titik untuk menghadang mobilitas pemudik pada Lebaran tahun ini. Ke-333 Titik itu tersebar di 8 provinsi.

“Sebanyak 333 lokasi penyekatan arus lalu lintas pada Operasi Ketupat 2021 mulai dari Polda Lampung sampai dengan Polda Bali,” ujar Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Rudi Antariksawan kepada wartawan, Rabu (14/4).

Rudi menjelaskan titik pos penyekatan paling banyak berada di wilayah Jawa Tengah (Jateng) sebanyak 149 titik. Disusul Polda Jawa Barat (Jabar) sebanyak 132 titik.

Di Bali hanya ada 3 pos penyekatan dan di Lampung terdapat 8 titik pos penyekatan. Berikut ini daftar lengkap titik-titik penyekatan yang tersebar di delapan Polda dari paling banyak hingga paling sedikit:

1. Polda Jawa Tengah: 149 titik
2. Polda Jawa Barat: 132 titik
3. Polda Banten: 16 titik
4. Polda Daerah Istimewa Yogyakarta: 10 titik
5. Polda Metro Jaya: 8 titik
6. Polda Lampung: 8 titik
7. Polda Jawa Timur: 7 titik
8. Polda Bali: 5 titik

Festival Jalur Rempah 2021 Gunakan KRI Dewaruci, Belawan Medan Akan Disinggahi

0
KRI Dewaruci dipersiapkan menjalani ekspedisi Jalur Rempah 2021 (Foto: Antara)

MEDAN, JAGAINDONESIA.COM – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyambut baik dan mendukung pelaksanaan Pelayaran Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah 2021 yang akan dimulai 17 Agustus 2021. Melalui kegiatan ini diharapkan para generasi muda mengetahui kejayaan bahari Indonesia di masa lalu.

Pelayaran Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah 2021 merupakan pelayaran mengelilingi Jalur Rempah Indonesia menggunakan KRI Dewaruci. Pelayaran dimulai dari Bandar Neira, Maluku, 17 Agustus 2021, dan akan berlabuh di 13 titik pelabuhan Indonesia termasuk Belawan, Medan, 20 September 2021.

Di setiap pelabuhan yang disinggahi, akan diadakan bermacam kegiatan seperti pertunjukan musik, festival makanan minuman, festival jamu, kriya dan busana, wisata cagar budaya dan warisan budaya tidak benda, serta  seminar.

“Saya senang sekali dengan acara ini, masa kejayaan bahari kita di masa lalu, harus diangkat agar generasi muda kita tahu, bahwa budaya bahari Indonesia sangat besar,” kata Gubernur Edy Rahmayadi saat menerima audiensi Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Restu Gunawan di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Rabu (14/4).

Gubernur juga akan mengajak kabupaten/kota di Sumut untuk berkontribusi pada kegiatan tersebut. Sehingga 33 kabupaten/kota bisa menunjukkan potensi alam dan budaya yang beragam pada kegiatan tersebut.  “Inilah uniknya Sumut, 33 kabupaten/kota punya ciri khas sendiri, nanti disitulah kami mau menunjukkan ini adalah Sumut,” ujar Edy Rahmayadi.

Sementara itu, Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Restu Gunawan mengatakan tujuan dari kegiatan tersebut untuk membangkitkan ingatan kebangsaan akan jati diri sebagai bangsa bahari. “Jalur Rempah juga disiapkan sebagai Warisan Dunia untuk memperkuat diplomasi Indonesia. Sekaligus meneguhkan Indonesia sebagai poros maritim Indonesia,” jelasnya.

Menurut Restu, dalam pelayaran tersebut, KRI Dewaruci juga membawa para mahasiswa dan remaja umum dari berbagai provisi di Indonesia. Nantinya ada beberapa titik pelabuhan tempat KRI Dewaruci berlabuh. Dimulai dari Banda Neira, Ternate, Makasar, Banjarmasin, Pulau Bintan, Belawan, Lhoksumawe, Padang, Banten, Jakarta, Semarang, Bali, hingga Surabaya.

“Di setiap pelabuhan, akan diadakan kegiatan seperti pertunjukan musik, festival makanan minuman, hingga seminar,” ungkapnya. **

Sumber: Diskominfo Sumut

Markas Brimob Akan Dibangun di Yendidori Biak

0

BIAK, JAGAINDONESIA.COM– Markas Komando Batalyon Pelopor Biak akan dibangun di kampung Sunyar Distrik Yendidori, kabupaten Biak Numfor. Hal ini terealisasi pasca penandatanganan berita acara pelepasan hak ulayat tanah yang akan dibangun infrastruktur Mako Batalyon.

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Dansat Brimob Polda Papua Kombes Pol Godhelp C. Mansnembra, S.Ik didampingi Kapolres Biak Numfor AKBP Andi Joseph Enock, SIK bersama Danki I Yon C Pelapor Biak Iptu Sutriyono, Senin (12/4).

Setelah penandatanganan berita acara tersebut, Dansat Brimob Polda Papua Mansnembra mengatakan bahwa pelaksanaan pembangunan Mako Batalyon di Biak dikarenakan merupakan wilayah yang cocok untuk stanby pasukan.

Selain itu, menurutnya kedepan adanya agenda besar di Kabupaten Biak Numfor, yakni pembangunan Bandara Antariksa serta adanya isu pemekaran wilayah. Untuk itu, kedepan dengan adanya Mako Batalyon diharapkan bisa menunjang tugas dan tanggungjawab Kepolisian, terlebih khusus Brimob untuk menjaga keamanan wilayah sekitar.

“Persiapan lahan ini dilakukan berdasarkan perintah Dankorps Brimob yang diteruskan dengan koordinasi bersama Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri yang langsung memerintahkan kami agar datang ke Biak untuk segera berkoordinasi dengan semua pihak-pihak terkait,” ungkap Mansnembra.

Menurutnya, tanah yang baru saja diserahkan oleh pemilik hak ulayat ini seluas 15 hektar ini akan digunakan untuk pembangunan Mako sekitar 5 hektar. Sementara yang 10 hektarnya memang sudah di pakai masyarakat untuk berkebun, maka akan ditanami pohon-pohon untuk jangka panjang dan seterusnya akan dipakai sebagai daerah latihan.

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya pihaknya sudah berkordinasi bersama semua pihak terkait adanya pembangunan Mako Batalyon di wilayah ini. Sementara terkait dengan sumber pendanaan untuk pembangunan tersebut, menurutnya berasal dari pemerintah Pusat yang akan langsung dibahas oleh DPR-RI.

“Kami berharap kedepan yang paling penting adalah kesejahteraan masyarakat. Salah satunya anak-anak Biak untuk bisa dipersiapkan bergabung menjadi anggota Brimob. Apalagi nantinya kedepan ada wacana untuk penerimaan 14.000 anggota Brimob. Jadi saya harap anak-anak disini harus siap. Oleh karena itu, apabila ada penerimaan tahun ini atau tahun depan kalau boleh kami ambil anak-anak dari Biak,” ungkap Mansnembra.

Sementara itu, Danki I Yon C Pelapor Biak berharap adanya dukungan dari semua pihak terkait pembangunan Mako Batalyon Brimob Biak.  Begitu pula dukungan penuh dari Mabes terkait pendanaan agar pelaksanaan di lapangan bisa berjalan lancar dan sesuai dengan apa yang direncanakan.

“Terimakasih atas semua pihak yang telah mendukung sejauh ini, sehingga hari ini bisa dilakukan pelepasan hak ulayat dan kedepan kami bisa gunakan lahan ini untuk kepentingan kepolisian dalam hal ini Brimob, saya harap kedepan semua bisa berjalan sesuai yang diharapkan,” tambah Iptu Sutriyono. 

Disisi lain mewakili Pemilik Ulayat dan Mananwir Mnu Rarpimbo, Daniel Dimara mengatakan bahwa dukungan lahan yang diserahkan untuk Sat Brimob ini adalah untuk kepentingan anak cucu kedepan, sehingga bisa bermanfaat. Selain itu dengan harapan adanya pemerataan pembangunan.

“Kami merespon baik dan mendukung kegiatan atau pekerjaan yang nantinya akan dilakukan ditempat ini, agar kedepan Polri bisa memperhatikan dan memprioritaskan anak-anak kami disini, dan kami akan menyiapkan anak-anak kami dari sekarang agar siap menjadi anggota Polri. Semoga pembangunan kedepan berjalan lacar dan bisa bermanfaat bagi anak cucu kami kedepan,” ujar Dimara. (WRP)

Bangun RS Vertikal Di Papua, Menkes Budi : Semoga Jadi Rujukan Negara Melanesia

0
Maket tiga Rumah Sakit UPT Vertikal di Kawasan Timur Indonesia (Foto: Yankes Kemenkes)

PAPUA, JAGAINDONESIA.COM – Menkes Budi Gunadi Sadikin memastikan segera mendorong pembangunan Rumah Sakit Vertikal di Papua, supaya pelayanan kesehatan di provinsi tertimur Indonesia tersebut, semakin membaik.

“Kalau dulu RSUD Jayapura pernah jadi rumah sakit rujukan bagi seluruh warga Papua Nugini, kita harap RSUP Vertikal yang nanti kita bangun di Papua bisa menjadi rujukan untuk semua negara di wilayah Melanesia,” tegas Menkes Budi dalam kunjungannya ke Jayapura, Rabu (14/04/2021).

Meski belum diketahui jumlah anggaran yang disiapkan, namun lahan sebesar 30 ribu hektar di Koya, Kota Jayapura, telah disiapkan pemerintah untuk membangun rumah sakit vertikal itu.

Sementara kebijakan membangun RS Vertikal di Papua, bukan untuk menyaingi rumah sakit umum daerah yang sudah ada. Tetapi dirinya selaku Menkes, memiliki wewenang penuh mengirim para dokter ahli di rumah sakit vertikal itu, untuk selanjutnya menjadi mentor bagi para tenaga kesehatan yang ada di Papua.

“Sebab kalau statusnya RSUD nanti ketika saya tempatkan dokter ahli dari Jakarta, nanti mereka bisa balik lagi”.

“Beda kalau ada RS Vertikal di Papua, kan saya bisa taruh direktur terbaik serta dokter ahli. Sebab dokter itu untuk jadi ahli harus praktek dan mentoring langsung. Tak cukup dapat dari pembelajaran di kelas,” kata ia.

Menteri berharap program pembangunan RS Vertikal itu bisa rampung dalam lima tahun kedepan. Supaya RS Vertikal itu nantinya dapat didorong menjadi “Singapura-nya” negara Melanesia dalam hal pelayanan kesehatan. 

Ditempat yang sama, Sekda Papua Dance Yulian Flassy mendukung penuh program pemerintah pusat.

Ia berharap, rencana peletakkan batu pertama pembangunan rumah sakit vertikal itu bisa segera dimulai paling lambat 2022 mendatang.

“Sebab kita sangat berharap sekali bahwa Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, bisa juga didiadakan di Papua,” pungkasnya.

Sumber: Humas Pemprov Papua

Temukan Percakapan Asosiatif, Radio Hard Rock FM Jakarta Ditegur KPI

0

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Program siaran “Good Morning Hard Rocker’s Show (GMHR Show)” yang disiarkan Radio Hard Rock FM Jakarta pada 09 Maret 2021 pukul 08.50 WIB kedapatan memuat percakapan asosiatif antara dua orang pria yang bernuansa dewasa atau menjurus pornografi. Akibat siaran itu, KPI memutuskan menjatuhkan sanksi teguran tertulis kepada program bersangkutan. Demikian ditegaskan KPI dalam surat teguran ke radio Hard Rock FM Jakarta, beberapa waktu lalu. 

Percakapan yang sama juga ditemukan Tim Analis Pemantauan KPI Pusat pada tanggal 02 Maret 2021 pukul 08.41 WIB.

Wakil Ketua KPI Pusat, Mulyo Hadi Purnomo, mengatakan pihaknya tidak akan mentolerir semua bentuk percakapan yang mengarah kepada hal-hal yang asosiatif, baik itu di TV maupun radio. Hal ini jelas telah melanggar aturan yang terdapat dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI tahun 2012.

“Percakapan asosiatif yang terpantau tim pemantauan radio kami dinilai telah melanggar empat pasal khususnya terkait dengan aturan menghormati nilai dan norma kesopanan dan kesusilaan yang berlaku di masyarakat. Selain itu, percakapan asosiatif ini jelas mengesampingkan perlindungan terhadap anak dan remaja dalam setiap aspek siaran,” jelas Mulyo. 

Menurut Mulyo, percakapan asosiatif itu tidak pantas masuk dalam ruang publik yang besar kemungkinan didengarkan oleh khalayak semua kalangan.  Ruang publik ini, semestinya diisi dengan konten atau informasi yang baik, mendidik, dan memberi banyak manfaat bagi masyarakat termasuk remaja dan anak.

“Kita harus memastikan apa yang tersiar ke masyarakat itu tidak hanya sekedar menghibur tapi juga harus benar-benar aman, nyaman dan baik. Radio sekarang banyak didengarkan di mobil. Di dalamnya seringkali ada anak-anak dan remaja. Mereka harus dilindungi. Jadi, kami berharap hal ini tidak terulang lagi dan menjadi perhatian untuk semua lembaga penyiaran radio,” tandasnya. *

Sumber: KPI Pusat

Pemerintah Pusat Diminta Mengeluarkan Kebijakan Spesifik Upaya Pemulihan Ekonomi Bali

0
Seorang turis asing berjalan di sepanjang jalan kosong dengan latar belakang toko-toko yang tutup di Bali, Selasa, (14/4/2020). Imbas Covid-19, pariwisata di Bali menjadi sepi. (Foto: Firdia Lisnawati)

Badung, Bali – Gubernur Bali Wayan Koster meminta kebijakan spesifik dan spasial dalam upaya pemulihan ekonomi Bali pasca pandemi Covid-19, khususnya pada sektor pariwisata. “Sebagai destinasi wisata dunia, pelaku pariwisata Bali paling besar terdampak (pandemi Covid-19, red).

“Untuk itu saya kira akan bijak jika pemerintah pusat dan DPR ada kebijakan spesifik untuk Bali,” kata Gubernur Koster pada acara “Sarasehan Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional – Temu Stakeholders” di Avurpa Kempinski Bali, Nusa Dua, pada Jumat (9/4) sore.

Gubernur Koster juga mengharapkan semua pemangku kebijakan di RI, jangan serasa ‘habis manis sepah dibuang’ dalam menangani dampak-dampak pandemi yang menyebabkan kontraksi ekonomi yang dalam di Bali. “Kalau situasi normal, besar sekali kontribusi Bali untuk devisa dari sektor pariwisata. Namun sekarang stuck, dengan kontraksi ekonomi yang mungkin paling parah sepanjang sejarah,” terang pria kelahiran Sembiran, Kabupaten Buleleng ini.

“(Untuk,red) Pelaku wisata sangat berat. Banyak yang di PHK, dirumahkan, tidak mampu bayar gaji, bahkan ada yang tidak operasional. Saya bersyukur masyarakat Bali pelaku wisata masih sabar, tapi kita tidak tahu sampai kapan ini berlangsung,” ujarnya.

Dijelaskannya, saat kondisi normal medio 2019 lalu, sebanyak 6,3 juta wisataman mancanegara (Wisman) datang ke Bali yang setara 39 persen dari jumlah total wisman nasional. Angka tersebut juga berarti jumlah devisa sebesar 29 persen dari total devisa sektor pariwisata Indonesia. “Belum lagi untuk wisdom (wisatawan domestik, red), di mana ada 10 ,5 juta orang datang ke Bali. Jadi Ekonomi sangat tergantung pariwisata, dan jika normal pertumbuhan ekonomi kita selalu di atas rata-rata nasional,” sebutnya.

Gubernur jebolan ITB Bandung ini menginginkan pelaku pariwisata Bali dan sektor ikutannya diberikan kebijakan fiskal spesifik, yang secara khusus mampu menyelamatkan pilar perekonomian Pulau Dewata tersebut. “Saya apresiasi kinerja Pusat dan DPR untuk pemulihan Bali. Dan secara spesifik kami usulkan untuk mengucurkan modal kerja kepada sektor-sektor yang terdampak parah dari Covid-19, yakni pariwisata, perhotelan, dan restoran. Pinjaman lunak dengan bunga ringan. Saya yakin, tahun 2023 saat kondisi membaik, mereka (pelaku wisata, red) akan memenuhi kewajibannya,karena rata-rata mereka ini orang baik, sangat taat pajak,” kata Gubernur Koster.

Dirinya pun mendorong peran bank-bank milik negara yang tergabung dalam Himbara untuk bisa jadi leader untuk hal tersebut.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 32/2021 tentang Tata Cara Penjaminan Pemerintah untuk Pelaku Usaha Korporasi melalui Badan Usaha Penjaminan yang dDitunjuk dalam Rangka Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional, ingin agar perbankan berani meminjamkan dana kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya PMK 32/2021 bertujuan selain agar perbankan mudah memberikan pinjaman, para UMKM juga memiliki keyakinan untuk meminjam uang. Itu semua dijamin karena seluruh risiko akan diambil oleh pemerintah.

“Ini semua dikaitkan dengan kemampuan terutama perusahaan di bidang hotel, restoran, dan akomodasi atau Horeka yang terkena dampak cukup besar sehingga mereka bisa dapat pinjaman yang direlaksasikan,” jelasnya dihadapan stakeholder pelaku usaha di Bali.

Lebih jauh mantan Direktur Bank Dunia ini mengajak semua pihak bersama untuk penyesuaian instrumen dan policy dalam menangani dampak pandemi. “Kita terus meningkatkan dalam sektor usaha dengan kerjasama erat, lakukan kalibrasi dan re- kalibrasi terus. Agar industri dan perbankan bangkit,” ajaknya.

Menurut Menkeu, Kalau semua pihak bersama dan sinkron maka niscaya 2021 akan lebih baik apalagi ada vaksinasi yang dapat jadi momentum atau game changer. “2021, kita lebih siap seimbangkan Prokes (protokol kesehatan, red) dan kegiatan ekonomi. Kita optimis ke arah yang lebih baik. Kita sudah lihat cahaya di lorong gelap, untuk pulih dengan semangat dan jangan menyerah. (Bali, red) Kita bantu dan dukung penuh sebagai Solidaritas melalui berbagai ikhtiar mengalahkan Covid-19,” tandasnya.

Masih di tempat yang sama, menjawab usulan Gubernur Bali Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan bank-bank milik negara alias Himbara (Himpunan Bank-bank Milik Negara) siap mengucurkan modal kerja kepada sektor-sektor yang terdampak parah dari Covid-19 yakni pariwisata, perhotelan, dan restoran, termasuk di Provinsi Bali yang menjadi prioritas.

Bank Himbara yang dimaksud ialah empat bank BUMN yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). “Sektor pariwisata, perhotelan, dan restoran jadi prioritas di Bali. Tadi malam kami sudah rapat dengan Pak Suahasil (Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, red) dan Dirut Himbara mulai didata seluruh nasabah yang milik Himbara untuk di-rolling modal kerja tambahan,” kata Wimboh.

Sementara itu Gubernur  Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meminta Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan bank-bank swasta nasional segera menurunkan suku bunga kredit mengikuti pemangkasan suku bunga acuan utama yang dilakukan bank sentral. Langkah itu diperlukan guna mendorong pemulihan ekonomi nasional yang terdampak akibat pandemi Covid-19.

“Sekarang tinggal BPD dan bank-bank swasta lain. Ayo, ayo, ayo, turunkan suku bunga, supaya kita terus mendorong ekonomi kita,” ajak Perry.

Sebagai informasi, acara saresehan tersebut diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan(OJK) guna melakukan pertemuan dengan pemerintah dan stakeholder untuk mendorong pemulihan ekonomi. Kali ini dilakukan di Pulau Bali setelah sebelumnya di Semarang dan Surabaya. Adapun narasumber yang hadir adalah Ketua OJK RI Wimboh Santoso, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto serta industri jasa Keuangan.

Sumber: Pemprov Bali

Berita Terbaru