Selasa, 20 Oktober 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 201

Menag Imbau Umat Doakan dan Gelar Salat Gaib untuk Awak Nanggala 402

0
Sejumlah awak kapak salat berjamaah di atas punggung kapal selam yang viral di media sosial. Disebutkan, mereka merupakan ABK KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan Bali utara. (Foto/Ist)

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Setelah KRI Nanggala 402 dinyatakan subsunk (tenggelam), hari ini Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan bahwa 53 awak dipastikan meninggal dunia. 

Menag Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan duka mendalam atas gugurnya para pahlawan bangsa saat bertugas. Menag mengimbau umat beragama untuk mendoakan seluruh awak kapal Nanggala 402. 

“Hari ini duka mendalam bagi bangsa, seluruh awak KRI Nanggala 402 dinyatakan telah gugur dalam menjalankan tugasnya,” ujar Menag di Jakarta, Minggu (25/4/2021).

“Saya mengajak dan mengimbau seluruh umat beragama untuk meluangkan waktu, mendoakan yang terbaik untuk awak KRI Nanggala 402,” sambungnya.

Kepada umat Muslim, Menag secara khusus mengajak untuk menggelar Salat Gaib bagi para almarhum syuhada KRI Nanggala 402. “Mari kita lakukan Salat Gaib untuk mendoakan para pejuang bangsa. Semoga mereka mendapat ampunan dan rahmat dari Allah Swt,” harapnya.

“Doakan juga keluarga yang ditinggalkan seluruh awak KRI Nanggala 402 diberi kekuatan dan ketabahan. Aamiin,” pungkasnya.

Sumber: Humas Kemenag

Ini Penjelasan Dirjen Dukcapil Tentang KTP-el Bagi Transgender

0
Dirjen Dukcapil Prof. Zudan Arif Fakrulloh (Foto: Humas Kemendagri)

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Ditjen Dukcapil  memberikan penjelasan terkait dengan banyaknya masyarakat yang perlu mendapatkan pemahaman utuh dengan upaya Ditjen Dukcapil Kemendagri membantu para transgender membuat KTP-el dan KK.

Dirjen Dukcapil Prof. Zudan Arif Fakrulloh ingin memberikan penjelasan yang utuh. Menurut Pakar Hukum Administrasi dan Sosiologi Hukum itu, di dalam KTP-el tidak ada kolom jenis kelamin “Transgender”. 

“Kalau dia laki-laki, ya, dicatat sebagai laki-laki, kalau dia perempuan juga dicatat sebagai perempuan. Dicatat sesuai jenis kelamin yang aslinya. Kecuali buat mereka yang sudah ditetapkan oleh pengadilan untuk adanya perubahan jenis kelamin.

Dalam kasus yg berbeda, perubahan jenis kelamin seperti yang terjadi dengan Serda TNI AD Aprilio Perkasa Manganang,” kata Dirjen Zudan dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (25/4/2021).  

Jadi, kata Zudan, bila transgender sudah merekam datanya, pasti tercatat menggunakan nama asli. 

“Tidak dikenal nama alias. Misalnya, nama Sujono, ya ditulis Sujono, bukan Sujono alias Jenny. Mau diubah pakai nama panggilan perempuan di KTP-el? Tidak bisa, sebab urusan mengganti nama dan ganti kelamin harus ada putusan dari Pengadilan Negeri terlebih dulu,” kata Zudan gamblang. 

Lebih jauh dirinya menjelaskan, Dukcapil memang pro aktif membantu memudahkan KTP-el buat kaum transgender. Dasar hukumnya dalam UU No. 24 Tahun 2013 juncto UU No. 23 Tahun 2006 tentang Adminduk bahwa semua penduduk WNI harus didata dan harus punya KTP dan Kartu Keluarga agar bisa mendapatkan pelayanan publik dengan baik, misalnya pelayanan BPJS dan bantuan sosial. 

“Kita melayani kaum transgender sesuai aturan UU Adminduk dengan jenis kelaminnya laki laki dan perempuan. Tidak ada jenis kelamin yang lain. Sesuai apa aslinya kecuali yang sudah ada penetapan pengadilan tentang perubahan jenis kelamin. Dukcapil wajib melayani mereka sebagai bagian dari WNI penduduk di Indonesia. Mereka juga mahluk Tuhan yang wajib kami layani dengan non diskriminasi dan penuh empati,” demikian Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh. (rls)

Waka DPD RI Berharap Presiden RI dapat Memberikan Penghormatan Khusus Kepada Prajurit KRI Nanggala-402

0
Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin saat bersama presiden RI.

Jakarta – Pada Sabtu (24/4), status kapal selam Nanggala-402 dinaikan dari sub-miss menjadi subsunk, yang kemudian disusul dengan status on eternal patrol. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPD RI melalui keterangan resminya Senin (04/2021) menyampaikan bela sungkawa dan meminta kepada pemerintah agar dapat memberikan perhatian dalam bentuk santunan khusus kepada keluarga awak serta kru yang menjadi korban jiwa.

“Saya turut berdukacita atas apa yang menimpa para awak dan kru KRI Nanggala-402. Dengan seluruh rasa hormat pula saya menyampaikan duka yang sangat mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Kalian adalah prajurit kebanggaan Republik Indonesia. Dan terima kasih sudah mengabdikan diri kepada NKRI yang kita cintai ini”, ujarnya.

Senator muda asal Bengkulu tersebut pada kesempatan ini juga memohon kepada pemerintah agar ada bantuan khusus bagi keluarga yang ditinggalkan dan berharap Presiden RI dapat langsung memberikannya kepada seluruh pihak yang ditinggalkan.

“53 orang awak kapal dan kru gugur dimedan tugas untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka adalah pahlawan bagi kita semua. Dan saya berharap Bapak Presiden RI selaku Panglima tertinggi dapat memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada mereka yang telah gugur serta bagi keluarga yang ditinggalkan. Sebab ini penting sebagai wujud penghormatan kepada setiap orang yang telah mewakafkan dirinya demi menjaga kedaulatan bangsa”, tambahnya.

Sultan melanjutkan bahwa dalam kondisi (accident) yang terjadi saat ini adalah peristiwa yang luar biasa. Sebab mereka kehilangan nyawa saat bertugas.

“Mereka harus disematkan lencana penghargaan, dan jika masih menemukan jasadnya, saya meminta makam pahlawan harus menjadi tempat peristirahatan terakhirnya.

Selain itu, pinta Sultan, juga dengan keluarga yang telah kehilangan sosok dari orang tua, suami, atau anaknya di KRI Nanggala-402 agar pemerintah dapat memberikan perhatian lebih penuh.

“Selama ini atas kejadian yang serupa akan ada skema bantuan atau perhatian. Tapi saya sangat setuju jika ada masukan terhadap beberapa hal yang bisa dilakukan pemerintah dalam bentuk apapun untuk memberikan penghormatan bagi keluarga yang ditinggalkan, misalnya; santunan khusus yang berbentuk permodalan usaha, gaji pokok yang diterima utuh tanpa potongan seperti uang pensiun, beasiswa untuk putera-puteri yang ditinggalkan para korban hingga lulus Universitas serta memberikan fasilitas perumahan layak bagi masing-masing keluarga”, tegasnya.

Menurut mantan Wakil Gubernur Bengkulu tersebut pemerintah pasti setuju terhadap wacana ini. Sebab baginya jumlah ini belumlah seberapa dibandingkan dengan besarnya pengorbanan dari rasa patriotisme para prajurit yang telah gugur tersebut.

“Yang paling penting negara harus selalu menyampaikan pesan kepada setiap para prajurit bahwa tugas dalam menjaga NKRI adalah jalan pengabdian yang mulia dan akan selalu mendapat tempat penghormatan khusus didalam ruang kehidupan berbangsa. Dan mari kita doakan kepada mereka yang gugur (syahid) dalam melaksanakan tugas akan mendapat tempat disisi-Nya serta bagi keluarga yang ditinggalkan dapat tabah dan ikhlas menerima”, harap Sultan

Adapun arti dari subsunk adalah istilah yang biasa digunakan untuk menyebutkan status kapal selam yang sudah tenggelam. Sedangkan arti sub eternal patrol adalah kapal selam tersebut sedang berada dalam mini patroli untuk selama dan tidak akan kembali. Istilah tersebut digunakan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada seluruh awak kapal selam yang telah gugur dalam menjalan tugas serta menjaga samudera.

Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pada hari kelima pencarian, Minggu (25/04), mengumumkan tim pencari telah menemukan beberapa bukti bahwa kapal karam dan terbelah tiga.

Temuan itu pula yang kemudian menjadi dasar pernyataan bahwa 53 prajurit KRI Nanggala-402 gugur saat bertugas di perairan utara Bali.

“Berdasarkan bukti-bukti otentik tersebut dapat dinyatakan bahwa KRI Nanggala-402 telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur. Oleh karena itu, dengan kesedihan yang mendalam selaku panglima TNI saya nyatakan bahwa 53 personel yang on board KRI Nanggala-402 telah gugur,” kata panglima TNI.

“Prajurit-prajurit terbaik Hiu Kencana telah gugur saat melaksanakan tugas di perairan utara Bali. Atas nama seluruh prajurit dan keluarga besar TNI selaku panglima TNI saya sampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga prajurit yang gugur. Semoga Tuhan Yang Maha Besar memberi keikhlasan, kesabaran, dan ketabahan,” ujar Hadi menambahkan.

Dari 53 prajurit TNI itu, di antaranya 49 anak buah kapal (ABK), satu komandan satuan, dan tiga personel senjata.

“Jalesveva Jayamahe, selamat jalan para prajurit pemberani”, tutup Sultan. (rls)

Kasal Yudo Margono Sampaikan Duka Mendalam Atas Gugurnya 53 Prajurit Hiu Kencana

0
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., menyampaikan rasa duka yang mendalam atas gugurnya 53 prajurit terbaik Hiu Kencana.

Hal ini disampaikan saat konferensi pers yang dipimpin Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai yang telah mengumumkan bahwa setelah Satgas SAR memastikan keberadaan magnetometer lebih akurat di lokasi dan berdasarkan bukti-bukti autentik KRI Nanggala-402 telah tenggelam dan seluruh awaknya gugur, Minggu (25/4).

Kasal juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu pelaksanaan SAR baik dari Barharkam Polri, Basarnas, KNKT, instansi terkait dan dari kapal-kapal luar negeri, sehingga proses SAR telah membuahkan hasil menemukan badan kapal KRI Nanggala-402.

Diterangkan Kasal saat konferensi pers bahwa  ditemukannya KRI Nanggala-402 yakni pada tanggal 25 April 2021 pukul 01.00 WITA KRI Rigel-933 melalui multibeam echosounder telah menemukan kontak bawah air yang signifikan di sekitar lokasi posisi jatuh atau saat tenggelamnya pada kedalaman 838 meter.

Kemudian karena peralatan KRI Rigel hanya mampu 800 meter sehingga dilanjutkan pengambilan detailnya oleh MV. Swift Rescue kapal bantuan Singapura.

Selanjutnya benda tersebut diidentifikasi MV. Swift Rescue pada 07.37 WITA, yang  menurunkan ROV menindak lanjuti kontak bawah laut yang diberikan KRI Rigel-933.

Pada pukul 09.04 WITA, ROV mendapatkan kontak visual terletak pada  koordinat 07° 48` 56“ S – 114° 51′ 20″ T tepat dari datum kurang lebih 1500 yard di selatan pada kedalaman 838 meter terdapat bagian-bagian KRI Nanggala-402.  

Ditambahkan Kasal, dalam video yang didapat MV. Swift Rescue KRI Nanggala-402 terbelah menjadi 3 bagian di  kedalaman 838 meter, sehingga sangat kecil kemungkinan para awak ABK kapal dapat diselamatkan. (TNI AL)

Menteri PPPA Tegaskan Pentingnya ASI Eksklusif Untuk Tekan Angka Stunting

0
Pada 2019, ada 28 dari 100 balita di Indonesia mengalami stunting. (Sumber: Kemenkes 2020)

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menekankan pentingnya pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif untuk menekan angka stunting di Indonesia. Pasalnya, balita yang tidak diberikan ASI eksklusif memiliki risiko stunting sebesar 4,8 kali. Menurut World Health Organization (WHO), stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi yang tak memadai.

“Karena dampaknya adalah dampak berkepanjangan, penurunan angka stunting telah dinyatakan sebagai program prioritas nasional. Target penurunan angka stunting pada tahun 2024 sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 adalah 14 persen,” ujar Menteri Bintang dalam Konvensi Perempuan Indonesia yang diselenggarakan secara virtual (21/4).

Lebih lanjut, Menteri Bintang menyebutkan perlu adanya pemberian edukasi yang tepat mengenai makanan pendamping ASI (MPASI) serta adanya pengarusutamaan gender di dalam keluarga. “Untuk mencapai poin ASI eksklusif dan MPASI yang saya sebutkan tadi, tentunya dibutuhkan dukungan yang setara dari ayah dan ibu. Konstruksi sosial yang berkembang di dalam masyarakat sering kali hanya membebankan tugas pengasuhan pada ibu saja. Padahal tugas pengasuhan adalah tugas yang setara antara ayah dan ibu,” tutur Menteri Bintang.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pun berupaya mengatasi isu pengasuhan di dalam keluarga, termasuk upaya pencegahan stunting, diantaranya dengan mengembangkan model pencegahan stunting pada anak balita yang disebut dengan Kampung Anak Sejahtera, memperkuat jaringan dengan forum anak sebagai wadah aspirasi serta sebagai pelopor dan pelapor dalam pencegahan stunting, serta mengembangkan jaringan kelompok Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA).

Menteri Bintang pun mengharapkan adanya sinergi dari seluruh elemen masyarakat, baik pemerintah, lembaga, dunia usaha, hingga masyarakat untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak. “Marilah kita bersinergi dan bergandengan tangan demi pemenuhan gizi yang tepat, serta pemenuhan hak untuk menekan angka stunting di Indonesia. Kita semua harus bersama-sama menyatukan kekuatan untuk menjamin anak mendapatkan pengasuhan yang berkualitas, terutama bagi pengasuh utama dalam keluarga, yaitu ayah dan ibu harus dapat membentuk sistem yang kuat dan saling mendukung,” harap Menteri Bintang.

Sementara itu, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo menyebutkan bahwa penyebab stunting diantaranya adalah asupan gizi yang tidak mencukupi secara terus menerus serta seringnya anak terkena penyakit. Selain sepakat dengan Menteri Bintang mengenai pentingnya ASI eksklusif, Hasto juga mengingatkan untuk tidak melewatkan imunisasi pada anak.

Selain itu, Hasto juga mengatakan bahwa kesehatan ibu dan 1000 hari kehidupan pertama anak, yaitu 40 minggu di dalam kandungan dan 24 bulan setelah lahir merupakan hal mutlak untuk dijaga. “Mari kita manfaatkan kesempatan itu untuk mencetak generasi yang unggul untuk Indonesia Maju. Ibu yang sehat dan tidak anemia akan melahirkan generasi yang sehat dan hebat untuk Indonesia Maju. Perempuan setiap bulan pasti keluar darah 200 cc karena menstruasi, kalau dia tidak mengganti darahnya dengan gizi yang cukup dan seimbang, maka banyak yang anemia. Ini sumber stunting,” tutup Hasto.**

(Sumber: Biro Hukum dan Humas Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak)

Presiden Jokowi Sampaikan Tiga Pandangan pada KTT Perubahan Iklim

0
Presiden Joko Widodo

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Presiden Joko Widodo mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim atau Leaders Summit on Climate secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Kamis, 22 April 2021. Dalam pidatonya, Presiden Joko Widodo menyampaikan tiga pemikiran terkait dengan isu perubahan iklim.

Pertama, Presiden Jokowi menegaskan bahwa Indonesia sangat serius dalam pengendalian perubahan iklim dan mengajak dunia untuk melakukan aksi-aksi nyata. Sebagai negara kepulauan terbesar dan pemilik hutan tropis, penanganan perubahan iklim adalah kepentingan nasional Indonesia. Melalui kebijakan, pemberdayaan, dan penegakkan hukum, laju deforestasi Indonesia saat ini turun terendah dalam 20 tahun terakhir.

“Penghentian konversi hutan alam dan lahan gambut mencapai 66 juta hektare, lebih luas dari gabungan luas Inggris dan Norwegia. Penurunan kebakaran hutan hingga sebesar 82 persen di saat beberapa kawasan di Amerika, Australia, dan Eropa mengalami peningkatan terluas,” ujar Presiden Jokowi.

Kedua, Presiden Jokowi mengajak para pemimpin untuk memajukan pembangunan hijau untuk dunia yang lebih baik. Menurut Presiden, Indonesia telah memutakhirkan kontribusi yang ditentukan secara nasional (nationally determined contributions/NDC) untuk meningkatkan kapasitas adaptasi dan ketahanan iklim.

Indonesia juga menyambut baik penyelenggaraan Konvensi Kerangka Perubahan Iklim ke-26 di Inggris untuk hasil yang implementatif dan seimbang. Indonesia juga menyambut baik target sejumlah negara menuju net zero emission tahun 2050. Namun, agar kredibel, komitmen tersebut harus dijalankan berdasarkan pemenuhan komitmen NDC tahun 2030.

“Negara berkembang akan melakukan ambisi serupa jika komitmen negara maju kredibel disertai dukungan riil. Dukungan dan pemenuhan komitmen negara-negara maju sangat diperlukan,” imbuhnya.

Ketiga, untuk mencapai target Persetujuan Paris dan agenda bersama berikutnya, Presiden Jokowi memandang bahwa kemitraan global harus diperkuat. Kesepahaman dan strategi perlu dibangun di dalam mencapai net zero emission dan menuju UNFCCC COP-26 Glasgow. Indonesia sendiri sedang mempercepat pilot percontohan net zero emission antara lain dengan membangun Indonesia Green Industrial Park seluas 12.500 hektare di Kalimantan Utara yang akan menjadi yang terbesar di dunia.

“Kami sedang melakukan rehabilitasi hutan mangrove seluas 620 ribu hektare sampai 2024, terluas di dunia dengan daya serap karbon mencapai empat kali lipat dibanding hutan tropis. Indonesia terbuka bagi investasi dan transfer teknologi, termasuk investasi untuk transisi energi,” jelasnya.

Selain itu, peluang besar juga terbuka bagi pengembangan bahan bakar nabati, industri baterai litium, dan kendaraan listrik. Presiden Jokowi menegaskan bahwa presidensi Indonesia untuk G20 di tahun 2022 akan memprioritaskan penguatan kerja sama perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.

“Indonesia juga terus mendukung upaya para sahabat kami di kawasan Pasifik. Kita harus terus melakukan aksi bersama, kemitraan global yang nyata, dan bukan saling menyalahkan, apalagi menerapkan hambatan perdagangan dengan berdalih isu lingkungan,” tandasnya.

Untuk diketahui, KTT Leaders Summit on Climate ini dibuka secara resmi oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris. Konferensi ini diikuti oleh 41 kepala negara/kepala pemerintahan/ketua organisasi internasional.

Turut mendampingi Presiden secara langsung dalam KTT tersebut yaitu Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar. Sementara, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mendampingi secara virtual.

(Sumber: BPMI Setpres)

21 KRI Telah Dikerahkan ke Perairan Bali, Nanggala-402 Belum Ditemukan

0
Kapal selam Nanggala-402 (Foto: Kompas.com)

BALI – Tentara Nasional Indonesia (TNI) kerahkan 21 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk melakukan pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di perairan Bali pada Rabu (21/4/2021) dini hari.

“Dari 21 KRI yang kerahkan untuk mencari KRI Nanggala-402 salah satunya adalah kapal selam KRI Alugoro-405. Selain 21 KRI yang melakukan pencarian TNI juga dibantu beberapa kapal dari Polri dan Basarnas,” kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad, S.I.P. saat memberikan keterangan pers dihadapan awak media terkait hilangnya KRI Nanggala-402, bertempat di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Denpasar Bali, Jumat (23/4/2021).

Lebih lanjut Kapuspen TNI mengatakan, bantuan dalam pencarian KRI Nanggala-402 datang dari beberapa negara sahabat seperti Singapura, Malaysia, Australia dan India. Beberapa kapal bantuan dari negara sahabat seperti MV Swift Rescue (Singapura), MV Mega Bhakti (Malaysia), HMAS Ballarat dan HMAS Sirius (Australia) serta SCI Sabarmati (India).

Berdasarkan laporan terakhir, KRI Rimau-724 mendeteksi satu titik magnet yang kuat. Selanjutnya TNI menerjunkan KRI Rigel-933 yang memiliki kemampuan sonar bawah laut untuk memastikan temuan KRI Rimau tersebut. Menurut Kapuspen TNI saat ini fokus pencarian KRI Nanggala-402 berada di area ditemukannya tumpahan minyak dan deteksi benda bermagnet tinggi. Dengan begitu, diharapkan kapal selam dapat segera ditemukan.

“Tim TNI AL saat ini masih menanti kehadiran KRI Rigel yang memiliki sonar. Dengan begitu, temuan benda magnet tinggi bisa dipastikan apakah itu kapal selam Nanggala atau bukan,” ujarnya.

“Tapi tentunya semua wilayah Perairan Utara Bali sedang dilakukan pencarian dengan mengerahkan sedemikian banyak peralatan atau kapal yang ada. Mudah-mudahan segala sumber daya yang ada kita kerahkan, bisa mempercepat untuk mengetahui posisi yang pasti,” ujarnya.

Kapuspen TNI menjelaskan bahwa saat ini KRI Rigel-933 sedang merapat menuju lokasi pencarian dan nantinya Panglima TNI bersama Kapolri akan menyaksikan proses pencarian yang dilakukan oleh KRI Rigel.

“Mudah-mudahan KRI Rigel-933 dalam proses pencariannya bisa memberikan gambaran yang jelas,” ucapnya lagi.

Dalam kesempatan tersebut, Mayjen TNI Achmad Riad menyampaikan bahwa saat ini Kasal Laksamana TNI Yudo Margono sudah berada di KRI Soeharso.

 “Nantinya Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto beserta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo akan meninjau secara rangsung proses pencarian KRI Nanggala-402 yang dilakukan oleh KRI Rigel-933,” katanya. (Bidpenum Puspen TNI)

Polda Papua Bersama Insan Pers Bagikan Takjil Dan Masker Kepada Masyarakat

0
Humas Polda Papua bersama perwakilan Insan Pers Kota Jayapura membagikan takjil, Jumat (23/04) sore. (Foto: humas Polda Papua)

Jayapura – Bertempat di simpang Dok II Kota Jayapura telah dilaksanakan kegiatan pembagian takjil dan masker kepada masyarakat oleh Bid Humas Polda Papua bersama perwakilan Insan Pers Kota Jayapura, Jumat (23/04) sore.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs Ahmad Musthofa Kamal SH, dan diikuti perwakilan Insan Pers Kota Jayapura dan personel Bid Humas Polda Papua.

Dalam kesempatannya Kabid Humas Polda Papua mengatakan, pada hari ini kami melaksanakan pembagian takjil dan masker kepada masyarakat di simpang Dok II. Kami bersama rekan-rekan Wartawan Polda Papua melaksanakan kegiatan ini sebagai wujud kepedulian kami kepada sesama warga masyarakat yang ada di Papua.

“Yang pasti siapa saja yang melintasi Jalan ini kami bagikan takjil dan masker agar kiranya bisa membantu saudara saudara kita dalam melaksanakan ibadah puasah dan bersama sama mencegah penyebaran Covid-19 di tanah Papua khususnya di Kota Jayapura,” ungkap Kabid Humas Polda Papua.

Adapun takjil dan masker yang kami bagikan kepada masyarakat kurang lebih sebanyak 1000 kotak takjil dan masker, semoga dengan dilaksanakannya kegiatan ini dapat bermanfaat masyarakat di Kota Jayapura.

“Selain itu, disela-sela kegiatan kami juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap menerapkan Protokol Kesehatan karena kita ketahui Bersama bahwa sudah banyak saudara-saudara kita yang terkena virus Covid-19, mari bersama-sama kita memutus mata rantai penyebarannya dengan tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” pungkas Kabid Humas Polda Papua. (rls)

Mulai 6-17 Mei, Tidak Ada Penjualan Tiket di Pelabuhan Merak

0
Ilustrasi Pelabuhan Merak Banten

JAKARTA – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono mengecek pos-pos penyekatan peniadaan mudik di jalur Merak menuju Lampung. Istiono meminta masyarakat mengurungkan niatnya untuk mudik baik sebelum, saat peniadaan mudik atau sesudahnya.

Kakorlantas didampingi Dirut PT Jasa Raharja Budi Raharjo, Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Rudy Antariksawan.

Kakorlantas mendapat pemaparan dari Kapolres Tangerang Wahyu Sri Bintoro serta Dirlantas Polda Banten Rudy Purnomo terkait penyekatan untuk menghalau para pemudik. Ada 16 titik penyekatan di jalur Tangerang menuju Pelabuhan Merak.

“Kita lagi meninjau polda banten bagaimana kesiapan penyekatan di titik jalan tol maupun arteri. Tadi persentasi teknikal for cam di polres serang, cilegon, semuanya kesiapsiagaannya sudah bagus, sudah terkoordinasi baik personel, sarana pra sarana semua tergelar secara optimal,” ucap Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono di Pelabuhan Merak, Banten, Kamis (22/4/2021).

Istiono mengatakan bahwa penyekatan-penyekatan akan diawasi selama 24 jam. Selain itu, operasional di Pelabuhan Merak juga terbatas mengingat pihak ASDP Pelabuhan Merak tidak menjual tiket untuk perjalanan pada pelaksanaan peniadaan mudik 6-17 Mei 2021.

“Yang terpenting disini adalah supaya tidak terjadi penumpukan. Oleh karena itu perlu sosialisasi dini bila memang tiket untuk tanggal 6-17 Mei tidak dijual harus paham. Masyarakat harus paham supaya tak menunggu di sini dan jadi masalah baru di sini,” jelasnya.

Istiono meminta sosialisasi terkait tidak diperjualbelikan tiket di pelabuhan Merak pada saat peniadaan mudik digencarkan. Sehingga para pemudik tidak nekat untuk tetap mudik.

“Ini perlu sosialisasi secara dini. Dan pemahaman dini bagi masyarakat yang nekat untuk tanggal 6-17 Mei itu,” sambung dia.

Diketahui, pemerintah telah menetapkan peniadaan mudik pada 6-17 Mei 2021. Aturan yang dikeluarkan ini ditindaklanjuti Korlantas Polri dengan menyiapkan 333 titik penyekatan untuk menghalau masyarakat yang tetap nekat mudik.

(Sumber: Humas Polri)

Senator Filep: Papua Butuh Kebijakan Terkait Rekrutmen Tenaga Kerja

0
Senator Papua Barat, Dr. Filep Wamafma, SH.,M.Hum

PAPUA BARAT – Anggota DPD RI dari Provinsi Papua Barat Filep Wamafma mengatakan Papua membutuhkan kebijakan ketenagakerjaan khususnya terkait pengaturan rekrutmen tenaga kerja. Menurut Filep, kebijakan tersebut sangat mendesak sebagai respons terhadap angka pengangguran yang terus meningkat di bumi Cenderawasih itu.

“Menyikapi perkembangan situasi Papua saat ini khususnya di bidang tenaga kerja, aspek pengangguran yang begitu besar di Papua membutuhkan perhatian serius dari pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” ujar Senator Filep pada Jumat (23/4).

Dia menyebut persentase tersebut meningkat dari sebelumnya yaitu pada Februari 2020, TPT Papua sebesar 3,42 persen. Sedangkan TPT Papua Barat pada Agustus 2020 menunjukkan angka sebesar 6,80 persen yang juga meningkat dari sebelumnya yaitu pada Februari 2020 sebesar 6,78. Lebih lanjut, Filep Wamafma menyoroti beberapa persoalan yang terjadi dan belum terselesaikan hingga kini.

Filep yang juga Sekretaris MPR RI for Papua menambahkan bahwa tren yang terjadi pada masyarakat Papua menunjukkan rekrutmen Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih menjadi satu-satunya tumpuan dan harapan masyarakat termasuk bagi Orang Asli Papua (OAP). Sementara itu, jumlah formasi PNS yang dibutuhkan tidak sebanding dengan jumlah angkatan kerja di Papua sehingga berdampak pada jumlah pengangguran di Papua.

Dia menilai bahwa sudah saatnya pemerintah membuat kebijakan afirmasi terkait pengaturan rekrutmen tenaga kerja di Papua tidak hanya PNS/ASN tetapi juga rekrutmen pada sektor swasta lainnya. Terlebih, data BPS menunjukkan bahwa jumlah angkatan kerja Papua tahun 2020 sebesar 1.830.409 jiwa dengan jumlah yang bekerja pada 2020 sebanyak 1.764.113 dan pengangguran sebesar 66.296 jiwa.

Sedangkan, jumlah angkatan kerja di Papua Barat 492.851 jiwa atau meningkat sebesar 1,83 persen pada 2020 dibanding tahun 2019 lalu. Menurut Filep, rekrutmen pegawai negeri sipil yang dilakukan saat ini tidak sebanding dengan tingkat pengangguran yang begitu tinggi di Papua.

Oleh sebab itu, kata dia, pemerintah harus memiliki kebijakan khusus dalam hal rekrutmen tenaga kerja produktif yang tidak hanya pada skala pemerintahan atau ASN tetapi memiliki kebijakan afirmasi lainnya agar rekrutmen tenaga kerja juga dapat dilakukan di bidang swasta lainnya.

Menurut Filep, situasi saat ini menunjukkan banyaknya angkatan kerja dari lulusan sarjana belum menemui peluang kerja dan menyumbang tingkat pengangguran di Papua. Apabila kondisi tersebut berlangsung terus-menerus maka akan memunculkan masalah sosial baru yang terjadi di tanah Papua. Oleh karena itu, Filep menekankan perlu adanya keterlibatan pihak swasta yang bersinergi dengan pemerintah dalam hal rekrutmen tenaga kerja di Papua dan Papua Barat.

“Kita berharap perlu ada keterlibatan semua pihak dalam merancang kebijakan tenaga kerja di Papua Barat, di tanah Papua pada umumnya. Sektor swasta harus terlibat dalam merekrut tenaga-tenaga terampil untuk berpartisipasi sebagai pekerja di industri-industri atau perusahaan-perusahaan baik itu perusahaan asing maupun perusahaan dalam negeri,” terangnya.

Selain itu, Filep Wamafma juga menekankan adanya kebijakan afirmasi yang membatasi tenaga kerja dari luar Papua yang menutup peluang bagi pekerja lokal di tanah Papua.

Oleh sebab itu, Senator Filep ia sangat berharap pemerintah pusat dan kementerian terkait segera mengambil langkah-langkah tepat dan strategis untuk menyusun kebijakan dalam rangka meminimalisir jumlah pengangguran.

 Filep kembali mengingatkan dengan sumber daya alam Papua yang besar dan banyaknya investor dan perusahaan asing maupun dalam negeri yang mengelola sumber daya alam di Papua, maka sudah saatnya OAP harus diberikan tempat yang layak bukan sebatas pekerja kasar tetapi harus menjadi pemimpin, menjadi pengambil kebijakan dalam manajemen administrasi.

“Saya yakin dan percaya orang Papua, putra putri Papua sudah sangat siap dan sudah sangat mampu untuk diberikan tanggung jawab yang lebih besar dalam rangka terlibat dalam membangun kesejahteraan Papua serta bangsa dan negara pada umumnya,” ujar Filep.(fri/jpnn)


Berita Terbaru