Selasa, 20 Oktober 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 194

Evaluasi Arus Mudik, Kakorlantas: Penyekatan Efektif, Jumlah Pemudik Turun Drastis

0
(Foto: Divisi Humas Polri)

BOGOR, JAGAINDONESIA.COM – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono menyampaikan evaluasi hasil operasi ketupat 2021 selama pelaksanaan penyekatan peniadaan mudik sejak 6 Mei. Kakorlantas mengatakan efek sosialisasi peniadaan mudik serta penyekatan menjadi salah satu faktor turunnya angka pemudik.

“Saya sampaikan analisa dan evaluasi selama 8 hari nasional operasi ketupat 2021 ini. Saya sampaikan bahwa operasi ketupat 2021 hari ke-8, volume arus mudik kemarin turun yang menuju Jawa lebih kurang 74 persen, yang menuju Jabar turun 100 persen, menuju Merak turun 45 persen,” kata Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono di Gadog, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/5/2021).

Kakorlantas mengatakan data analisis dari Kementerian Perhubungan sempat memperkirakan 23 juta orang akan mudik. Namun, dari data terakhir yang diterimanya dari Kementerian Perhubungan 1,5 juta orang yang keluar wilayah jabodetabek.

Kakorlantas mengungkap efektivitas sosialisasi peniadaan mudik pada saat operasi keselamatan 24 April sampai 5 Mei. Selain itu, penyekatan di 381 titik juga dinilai sebagai upaya pencegahan yang sudah berjalan maksimal.

“Ini artinya kesadaran masyarakat sudah bagus dan langkah-langkah tindakan kita untuk melakukan pencegahan baik melalui sosialisasi maupun langkah penyekatan di lapangan sangat efektif untuk kita lakukan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kakorlantas juga mengungkap jumlah kendaraan yang diputarbalik selama peniadaan mudik. Sebanyak 600 ribu kendaraan diputarbalik karena terindikasi mudik. Sedangkan 600 travel gelap ditindak tegas.

“Total selama 8 hari kita putarbalikan 600 ribu kendaraan. Travel gelap yang kita tindak tegas ada 600 kendaraan,” pungkasnya.

Diketahui, Korlantas Polri menyiapkan 381 titik penyekatan untuk mendukung kebijakan peniadaan mudik pada 6-17 Mei 2021. Kini Korlantas Polri fokus pada pengamanan arus balik lebaran 2021. (rls)

Perketat Arus Balik, Kakorlantas Siapkan 109 Check Point Pastikan Pemudik Bawa Surat Bebas COVID-19

0
(Foto: Divisi Humas Polri)

BOGOR, JAGAINDONESIA.COM – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono memastikan akan ada pengetatan arus balik lebaran 2021. Sebanyak 109 check point atau penyekatan disiapkan di seluruh wilayah Indonesia guna memastikan para pemudik membawa surat Swab Antigen atau PCR Swab sebelum memasuki ibu kota DKI Jakarta.

Adapun jumlah 109 check point ini merupakan kolaborasi antara Polri dan Satgas COVID-19 di wilayah.

“Check point yang kita bangun secara nasional ada 25 di tol maupun arteri. Kemudian jajaran satgas wilayah membangun 85 titik. Jadi jumlah semuanya 109 titik check point atau penyekatan untuk kita lakukan random cek antigen,” ucap Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono di Gadog, Puncak, Jawa Barat, Jumat (14/5/2021).

Kakorlantas mengatakan ada sekitar 1,5 juta pemudik yang diperkirakan balik ke Jakarta. Jumlah itu terdiri dari 1,2 juta dari arah Bali maupun Jawa dan 300 ribu dari arah Sumatera.

“Disampaikan bahwa pergerakan orang yang dari jabodetabek menuju Jawa ini lebih kurang 1,2 juta. Ke Sumatera lebih kurang 300 ribu. Jadi total lebih kurang 1,5 juta. Baik sebelum puasa, puasa atau sampai lebaran ini. Oleh karena itu, kita harus kelola pergerakan (arus balik) ini,” ujarnya.

Istiono lebih menitikberatkan pada pergerakan arus balik dari Sumatera menuju wilayah jabodetabek. Sebab, angka kasus COVID-19 di Sumatera cenderung naik dalam beberapa hari terakhir sedangkan ketersediaan ruang isolasi makin menipis.

“Mulai besok akan terjadi pegeseran, pergerakan kendaraan yang dari Jawa menuju Jakarta mulai tanggal 15-16 Mei. Pemerintah telah melakukan langkah-langkah kebijakan yaitu untuk mengantisipasi pergerakan ini akan dilakukan random test antigen dari Bali, Jawa menuju Jakarta,” jelasnya.

“Kemudian Sumatera menuju Jakarta. Sumatera menuju Jakarta ini harus lebih ketat sebab indikator persediaan tempat tidur RS dari Sumatera ini meningkat menurut data Satgas COVID-19 yaitu diatas 56 persen. Oleh karena itu, Sumatera menjadi perhatian,” sambungnya.

Untuk itu Korlantas bersama instansi terkait dan Satgas COVID-19 akan menggelar posko untuk Swab Antigen secara acak dan gratis. Hal ini guna memastikan seluruh masyarakat yang balik ke wilayah jabodetabek.

“Nanti di Lampung, Bakauheni akan dibentuk check point, jadi tidak ada yang lolos satupun untuk pemeriksaan Swab Antigen. Jadi wajib untuk dilaksanakan sebelum pergerakan orang/barang dari Sumatera atau Jawa harus dilengkapi surat Swab Antigen,” pungkasnya. (rls)

Kakorlantas: Kondisi Lalin ke Arah Jawa Landai dan Sepi, Penyekatan Efektif

0
(Foto: Divisi Humas Polri)

SEMARANG, JAGAINDONESIA.COM – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono menyampaikan kondisi lalu lintas ke arah Jawa terpantau landai dan sepi. Kakorlantas menyebut hal ini adanya penyekatan efektif dalam meminimalisir mobilisasi masyarakat.

Kakorlantas menyampaikan hal itu usai mengecek jalur tol maupun arteri dari Jakarta menuju Semarang, Jawa Tengah.

“Saya tadi lihat pantauan di jalan-jalan tol cenderung turun dan landai. Sekarang berada di rest area KM 249 juga cenderung turun dan landai,” ucap Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono di KM 429 Semarang, Jawa Tengah, Selasa (11/5/2021).

Menurut Istiono, kondisi lalu lintas hanya didominasi oleh angkutan barang maupun logistik. Selebihnya kendaraan pribadi yang memang memiliki kepentingan untuk melakukan perjalanan sebagaimana SE Satgas COVID-19.

“Dominasi kendaraan yang lewat itu di dominasi angkutan barang. Langkah-langkah putarbalik arah untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 ini selama 5 hari 150 ribu,” sambungnya.

Sementara itu, Kakorlantas juga mengingatkan kepada pemudik yang lolos di penyekatan akan berhadapan dengan pos penyekatan berikutnya. Oleh karena itu, ia meminta maayarakat untuk lebih baik mengurungkan niat mudik apabila tidak ingin diputarbalik.

“Langkah cara bertindak kita di lapangan adalah kita alirkan supaya diterima oleh pos-pos penyekatan berikutnya yang memang sudah kita bangun berlapis-lapis di Jakarta sampai Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Itu bagian dari dinamika yang harus kita kelola selama 24 jam untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 semaksimal mungkin,” pungkasnya. (rls)

Kasus Suap, Bupati Nganjuk Ditahan di Rutan Bareskrim

0
(Foto: Divisi Humas Polri)

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri resmi melakukan penahanan terhadap Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba cabang Bareskrim Polri.

Novi yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi jual beli jabatan di lingkungan pemerintah itu akan ditahan selama 20 hari terhitung sejak Selasa (11/5).

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan penahanan di Rutan Bareskrim tersebut untuk memudahkan tim penyidik melakukan pemeriksaan lanjutan.

“Iya, dibawa ke Bareskrim Polri hari ini dan betul ditahan di Rutan Salemba Cabang Bareskrim Polri,” kata Argo, di Mabes Polri, Selasa (11/5/2021).

Argo menjelaskan, penangkapan Novi, berawal dari laporan yang masuk ke Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai dugaan jual beli jabatan di Pemkab Kabupaten Nganjuk. Setelah itu, Polri dan KPK berkoordinasi untuk menindaklanjuti adanya laporan tersebut.

Dalam koordinasi itu, Polisi bersama KPK bertukar informasi terkait dugaan kasus tersebut. Berdasarkan informasi dan keterangan yang diperoleh, tim penyidik akhirnya berangkat ke wilayah Nganjuk, Jawa Timur, untuk melakukan penangkapan.

“Koordinasi yang kita lakukan penyidik Tipikor Bareskrim Polri dan penyidik KPK ada empat kali. Kita koordinasi untuk menganalisa yang berkaitan dengan sasaran daripada kegiatan Bupati Nganjuk ini,” jelas Argo.

Sebelum menangkap Novi, penyidik lebih dulu menangkap lima orang, yakni Dupriono (DR) selaku Camat Pace. Lalu, Edie Srijato (ES) selaku Camat Tanjunganom dan sebagai Plt Camat Sukomoro.

Kemudian, Haryanto (HY) selaku Camat Berbek, Bambang Subagio (BS) selaku Camat Loceret, Tri Basuki Widodo (TBW) selaku Mantan Camat Sukomoro. Bersamaan dengan penangkapan lima orang itu, tim penyidik juga menangkap M Izza Muhtadin (MIM) selaku ajudan Bupati Nganjuk.

Argo menjelaskan, lima orang bekas camat itu, diduga merupakan pihak yang memberikan hadiah atau janji kepada Novi. Sementara, MIM berperan sebagai perantara.

“Jadi, kita menangkap dari bawah dulu. Karena informasinya juga dari bawah. Kemudian meningkat ke atas, ke Bupati Nganjuk,” lanjut Argo.

Dari penangkapan itu, Argo mengatakan penyidik menyita uang tunai senilai Rp647 juta dabn beberapa dokumen yang berkaitan dengan jual beli jabatan. Uang ratusan juta itu disita dari brankas di kediaman Novi.

Argo mengatakan penyidik juga telah memeriksa 18 orang untuk mendalami kasus jual beli tersebut. Dari pemeriksaan saksi diketahui Novi itu mematok harga Rp2 juta hingga Rp50 tergantung jabatan.

Untuk jabatan kepala desa, Novi memasang tarif paling sedikit Rp2 juta. Kemudian, untuk jabatan Camat, Novi meminta uang sedikitnya Rp15 juta hingga Rp50 juta.

Atas perbuatannya, Novi dijerat Pasal 5 ayat 2 dan/atau Pasal 11 dan/atau Pasal 12b Undang-undang (UU Tipikor) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara, kelima camat itu dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b dan/atau Pasal 13 UU Tipikor Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.  Sedangkan, MIM dijerat Pasal 11 dan/atau Pasal 12b UU Tipikor Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. (rls)

4 Hari Peniadaan Mudik, Kakorlantas: 104 Ribu Kendaraan Diputarbalik Terindikasi Mudik

0
(Foto: Divisi Humas Polri)

SEMARANG, JAGAINDONESIA.COM – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono menyampaikan selama 4 hari operasi ketupat 2021, Polisi telah memutarbalikkan 104.000 kendaraan di seluruh titik pos penyekatan mudik. Istiono menyebut situasi Kamseltibcarlantas secara nasional terkendali.

“Selama 4 hari ini untuk putar arah lebih kurang 104.000 ribu diputar balik. Kemudian situasi selama 4 hari ini dapat terkelola dengan baik dan maksimal berkat kerjasama semua intansi terkait dan dinamika operasi di lapangan. Fluktuasi kita bisa kelola secara sinergis berkesinambungan,” ucap Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono di titik penyekatan Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Senin (10/5/2021).

Untuk hari ini, Kakorlantas menyampaikan volume kendaraan menurun sebanyak 60 persen yang menuju ke arah Jawa Tengah. Sementara yang menuju ke arah Jawa Barat turun 70 persen.

“Untuk pantauan hari ini, volume arus kendaraan yang menuju Jawa Tengah maupun Jawa Timur turun hingga 60 persen. Kemudian yang menuju arah Bandung turun lebih kurang 70 persen. Kemudian yang mengarah ke Sumatera lebih kurang turun 41 persen,” jelasnya.

Jenderal bintang dua ini mengatakan arus kendaraan yang masih melintas didominasi oleh kendaraan angkutan barang atau logistik. Sementara yang diputarbalik karena terindikasi mudik berjumlah 23.000 kendaraan.

“Arus masih banyak didominasi oleh angkutan barang. Kemudian putar balik arah hari ini lebih kurang 23 ribu,” pungkasnya.

Operasi Ketupat 2021 dilaksanakan sejak 6-17 Mei seiring dengan adanya kebijakan peniadaan mudik. Untuk itu, Korlantas memetakan 381 titik penyekatan untuk menghalau pemudik. (rls)

OTT Bupati Nganjuk Wujud Sinergitas KPK dan Polri Pertama Kali

0
(Foto: Divisi Humas Polri)

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Bareskrim Polri bersinergi melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dalam kasus suap jual beli jabatan dilingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan penangkapan Bupati Nganjuk ini merupakan wujud sinergitas pertama kalinya KPK dan Polri dalam mengungkap perkara korupsi yang melibatkan kepala daerah.

“Ini pertama kali dalam sejarah KPK dan Bareskrim Polri bersinergi mengungkap kasus dugaan suap kepala daerah,” kata Argo dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (11/5/2021).

Argo menjelaskan, lembaga antirasuah dan Korps Bhayangkara bersinergi mulai dari pelaporan, penyelidikan, pengumpulan data, sampai OTT bersama-sama.

“Sinergitas antar lembaga penegak hukum ini akan terus dilakukan dan dipertahankan agar jauh lebih baik lagi,” ungkap jenderal bintang dua itu.

Diketahui, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat ditetapkan sebagai tersangka setelah ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK bersama Bareskrim Polri di Ngajuk, Jawa Timur, Senin (10/5/2021). Turut disita sejumlah uang.

Selain bupati, enam orang lainnya juga ditetapkan tersangka. Mereka adalah Camat Pace Dupriono (DR), Camat Tanjungnaom Plt. Camat Sukomoro Edie Srijato (ES), Camat Berbek Haryanto (HY), Camat Loceret Bambang Subagio (BS), mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo (TBW), dan Ajudan Bupati Ngajuk M. Izza Muhtadin. (rls)

Waspadai Kenaikan Kasus Pandemi Covid-19 Global

0
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, menyampaikan keterangan saat kedatangan vaksin AstraZeneca di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Sabtu, 8 Mei 2021. (Foto: BPMI Setpres/Lukas)

JAGAINDONESIA.COM – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan adanya kenaikan kasus Covid-19 secara global dalam kurun waktu satu minggu sejak 25 April hingga 2 Mei 2021 jika dibandingkan dengan jumlah kasus pada enam bulan pertama pandemi. Kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia didalamnya, mengalami lonjakan kasus baru tertinggi hingga 19 persen.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, dalam keterangan pers kedatangan vaksin tahap 12, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Sabtu, 8 Mei 2021.

“Dari laporan mingguan WHO minggu lalu sampai 2 Mei disebutkan bahwa jumlah kasus global dalam dua minggu melebihi kasus selama enam bulan pertama pandemi. Jumlah yang sangat tinggi, dengan lebih dari 5,7 juta kasus per minggu,” ujar Menteri Luar Negeri.

Kenaikan kasus baru di kawasan Asia Tenggara mencapai 47 persen dari kasus baru dunia. Berkaitan dengan hal ini, Retno mengingatkan bahwa penyebaran virus corona masih terjadi dan masyarakat perlu mewaspadai hal tersebut.

“Kenaikan kasus baru Asia Tenggara mencapai 47 persen dari kasus baru dunia selama kurun waktu tersebut. Kenaikan cukup tinggi terutama terjadi di India. Kondisi ini penting jadi pengingat kita semua bahwa penyebaran virus masih terjadi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Retno Marsudi menyampaikan bahwa dukungan setiap lapisan masyarakat diperlukan untuk melindungi diri dan lingkungan dari Covid-19. Dukungan masyarakat dapat dilakukan dengan menyukseskan program vaksinasi pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Setiap dari kita dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk mencegah peningkatan penyebaran pandemi Covid-19. Caranya kita sukseskan ikhtiar vaksinasi yang dilakukan pemerintah dan tidak kalah pentingnya yaitu mematuhi protokol kesehatan,” tambahnya.

Sebelum menutup keterangan persnya, Menteri Luar Negeri mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri bagi yang merayakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Sebagai penutup, saya ingin menyampaikan selamat melanjutkan ibadah puasa Ramadhan yang tinggal beberapa hari ini. Marilah kita sambut hari kemenangan dengan terus menaati protokol kesehatan,” tutupnya. (rls)

3 Penyebar Ajakan Demo Besar-Besaran Agar Bisa Mudik Ditangkap Polisi

0
(Foto: Divisi Humas Polri)

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Polisi menangkap tiga pelaku penyebaran informasi ajakan demonstrasi pada pelaku usaha transportasi secara serempak di sejumlah lokasi melalui WhatsApp Group. Ketiganya berinisial ES (33), AA (34), dan BES (39).

“ES diamankan di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat, AA diamankan di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dan BES diamankan di kawasan Cibitung, Bekasi,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, Sabtu (8/5/2021).

Awalnya kepolisian menerima informasi pada Jumat, 7 Mei tentang tangkapan layar yang tersebar di grup WhatsApp. Isinya, berupa seruan mengadakan demo didalam jalan tol untuk menimbulkan kemacetan sehingga diperbolehkan mudik.

“Hasil penyelidikan, ada percakapan dalam WAG bernama AJPI NUSANTARA 1, yang mana percakapan itu berisi provokasi untuk membuat gaduh,” tuturnya.

Adapun ES, kata dia, mengirim pesan yang berisi ajakan berkumpul atau demonstrasi pada pelaku usaha transportasi untuk membuat kemacetan di tol ke ke 6 WAG. ES mengaku menyalin pesan itu dari WAG, yang sebelumnya telah disebarkan oleh AA.

AA sendiri mengirim pesan berisi ajakan demo itu ke 5 WAG, yang mana dia mengaku menyalinnya juga dari WAG sebelumnya. Begitu juga BES mengaku mengirimkan pesan berisi ajakan itu ke dua WAG, yang mengaku turut menyalin dan kembali menyebarkan pesan itu dari pesan WA yang didapatkan sebelumnya.

“Ketiganya mengaku hanya meneruskan postingan yang didapatkan di WAG ke WAG lainnya dan tidak mengetahui secara detail terkait kegiatan tersebut. Mereka juga mengaku tak memiliki rencana ikut kegiatan tersebut dan tidak mengetahui siapa yang menjadi penggerak atau inisiator kegiatan,” jelasnya.

Saat ini, polisi masih mendalami lebih lanjut tentang kasus tersebut. Ketiga pelaku berinisial ES (33), AA (34), dan BES (39) dijerat pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 a Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 160 KUHP.

Adapun seruan ajakan itu sebagai berikut:

“Ayo kita gaung kan dan persiap kan untuk Gerakan tgl 8 mei. Seluruh travel sumatera yg lintas Jakarta pulau jawa dan bali. Kita kumpul di simpang 3 jln pertemuan lintas pantai timur dan lintas tengah ( pombensin yg tutup). Dimulai jam 8 pagi pergerakan ke Pelabuhan bakauheni pukul 13.00 wib. Untuk area Jakarta, titik kumpul di km 19 REST AREA, kita akan buat kemacetan tol, untuk rekan rekan seperjuangan yang lainnya silahkan koordinasi dengan teman teman di masing masing kota atau domisili, kita serempak demo Bersama pelaku usaha transportasi. Ayo gaungkan dan Gerakan #AYO_BEBAS_MUDIK_2021#,” (rls)

Komisi V Minta Kemenhub Perketat Pengawasan di Bandara

0
Anggota Komisi V DPR RI Muhammad Aras (kanan) saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik di Areal SCP Pemeriksaan Kelengkapan Dokumen Penerbangan, keberangkatan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, di Banten, Jumat (7/05/2021). (Foto: Andri/Man)

JAGAINDONESIA.COM – Anggota Komisi V DPR RI, Muhammad Aras, meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan pengelola Bandara untuk lebih memperketat pengawasan di seluruh Bandara di Indonesia pada masa Covid-19 ini. Ia juga mempertanyakan bagaimana pemeriksaan yang dilakukan di bandara-bandara se-Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Aras saat mengikuti tim kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI ke Bandara Soekarno Hatta dalam rangka pengawasan mudik lebaran tahun 2021 sesuai dengan  surat Satgas Penanganan Covid-19 No. 13 Tahun 2021 tentang peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 2021 dan upaya pengendalian penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) selama bulan suci ramadhan 1442 H.

“Kita sangat menyayangkan adanya kasus Mafia Karantina yang meloloskan 5 orang Warga Negara India belum lama ini. Kemudian kami juga mendengar ada penumpang positif yang lolos di pemeriksaan di Bandara,” jelas Aras saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik di Areal SCP Pemeriksaan Kelengkapan Dokumen Penerbangan, keberangkatan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, di Banten, Jumat (7/05/2021).

Seharusnya, sebagai bandara internasional dan menjadi pintu masuk bagi WNA ke Ibu Kota Negara, Bandara Soetta harus memiliki pemeriksaan yang ekstra ketat.

“Inikan pintu gerbangnya Indonesia. Jika pintu gerbangnya aja bobrok, orang asing akan seenaknya masuk ke negara kita, mudah memasukan barang terlarang, mencuri dan lain sebagainya. Termasuk orang yang terpapar Covid-19 bisa leluasa masuk ke negara kita,” urai Aras.

Politisi Fraksi PPP ini meminta agar pemerintah dalam hal ini Kemenhub dan kementerian terkait, mengevaluasi dan segera memperketat pemeriksaan di bandara.

“Terutama di masa Pandemi Covid-19 ini, kita lihat beberapa negara tetangga sedang mengalami kasus peningkatan kasus seperti Tsunami Covid-19 di India,” jelasnya.

Ia menyampaikan, Komisi V DPR RI meminta agar Kemenhub dan kementerian terkait mengusut kasus-kasus terjadi di bandara, seperti mafia karantina dan oknum-oknum petugas yang terlibat.

“Dengan ditemukan kasus mafia karantina dan lolosnya penumpang yang positif kemarin itu tidak menutup kemungkinan adanya mafia lain, bahkan lebih besar. Kami ingin ini diusut tuntas,” pungkasnya. (man/es)

Pos Penyekatan Efektif, Volume Kendaraan Dari Jakarta Ke Jawa Turun 53 Persen

0
(Foto: Divisi Humas Polri)

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Polri melakukan penyekatan disejumlah ruas jalan sebagai tindak lanjut kebijakan pemerintah yang meniadakan mudik lebaran. Penyekatan diberlakukan mulai tanggal 6-17 Mei 2021.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyampaikan, penyekatan kendaraan mampu menekan jumlah kendaraan dari Jakarta keluar menuju Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Di gerbang tol Cikampek Utama hanya 8,732 kendaraan, situasi normal jumlahnya 19.338 kendaraan. Adanya penyekatan turun 53 persen,” beber Argo dalam keterangan tertulis, Jumat (7/5).

Sementara pengendara yang akan mengarah ke Jawa Barat melalui gerbang tol Kaliurip Utama jumlahnya 10.629 kendaraan turun 46 persen dari situasi normal yang bisa mencapai 19.827 kendaraan perhari.

Penurunan tidak hanya pengendara yang mengarah ke Jawa saja, ke Pulau Sumatera, sebanyak 12.044 kendaraan tercatat keluar dari gerbang tol Cikupa yang mengarah ke Merak untuk menyeberang ke Sumatera.

“Normalnya 14.853 kendaraan, turun 19 persen,” tandas Argo.

Pada operasi razia penyekatan larangan mudik, kepolisian telah memutarbalikan 12.267 pengendara mobil, 7.352 motor, 2.148 mobil berpenumpang dan 1.768 kendaraan barang, sehingga total pada hari pertama penyekatan 23.573 kendaraan yang diputarbalikan lantaran diduga ingin melakukan perjalanan mudik.

“Penindakan pelanggaran travel gelap sebanyak 75 unit,”

Dalam kegiatan pelarangan mudik ini, Polri juga memelakukan operasi kemanusiaan dengan membagikan masker sebanyak 9.385 kali dan melakukan swab antigen kepada pengendara sebanyak 1.645 kali. (rls)

Berita Terbaru