Rabu, 21 Oktober 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 166

Langgam Jawa Bergema di Amerika Menyambut HUT Ke-76 RI

0

Washington D.C – Setelah sukses dengan dua acara sebelumnya, kali ini Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington, D.C. memberi ruang ekspresi kepada para pemelajar kelas menyinden Langgam Jawa musim semi 2021 melalui acara Virtual Showcase Langgam Singing.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Washington, D.C., Popy Rufaidah, menilai kekayaan budaya Indonesia telah menarik perhatian warga Amerika Serikat untuk mempelajari cara menyinden Langgam Jawa, salah satu seni dalam bidang musik dari Jawa, Indonesia.

“Mudah-mudahan acara ini bisa bermanfaat bagi para peserta yang sudah selama empat belas minggu belajar menyinden,” ujar Atdikbud Popy mengawali acara yang dilaksanakan secara virtual, Senin (9/8). Dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada pengajar gamelan senior, Muryanto, yang dengan sabar telah melatih para pemelajar di Kelas Langgam.

Presiden American Indonesian Cultural and Education Foundation (AICEF), Wayne Forrest, menyambut baik acara ini. “AICEF sangat mengapresiasi dan mengagumi seluruh aktivitas yang digelar selama ini oleh KBRI Washington D.C.,” ungkap Wayne. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada para pemelajar yang memamerkan bakatnya hari itu.

Masih dalam rangka menyambut HUT ke-76 Republik Indonesia, para pemelajar antusias menampilkan bakat menyinden mereka. “Diharapkan, dengan adanya acara ini, hubungan RI dan AS semakin erat mengingat tahun ini adalah tahun ke-73 hubungan diplomasi kedua negara,” terang Popy.

Andrea Decker, salah satu pemelajar, membawakan lagu syahdu karawitan Sinom Pari Jotho. Lagu ini memiliki pesan moral dan nasehat bagi manusia untuk selalu menahan nafsu. Andrea adalah merupakan seorang calon doktor bidang etnomusikologi, peneliti, dan juga pengajar di Universitas California, Riverside. Penampilannya berhasil mengundang decak kagum para penonton.

Acara juga dimeriahkan penampilan programmer komputer di Yorktown, Virginia, Brian Magill. Brian, membawakan tembang “Bowo Ojo Lamis”. “Tembang ini mengingatkan manusia untuk tidak menjadi seseorang yang suka mengumbar janji,” kata Brian. Walaupun ini merupakan kali pertamanya menyanyi langgam, Brian terlihat menguasai lagu dengan baik.

Pemelajar Bahasa Indonesia memang berasal dari berbagai kalangan. Salah satunya seorang ahli kimia dari Maryland, Nicole Shyong. Nicole menampilkan Sindenan “Langgam Imbangana Katresnanku”. Nicole menjelaskan bahwa lagu ini bercerita tentang kesetiaan menanti kekasih. “Saya sudah dua tahun belajar musik Gamelan Jawa dan Bali,” kata Nicole yang tampil percaya diri di depan para hadirin secara virtual.

Tidak hanya sampai di situ, penampilan lain yang juga memukau adalah dari Zachaary Chain, seorang pemelajar asal Rockville, Maryland. Kemampuan bernyanyi Zachary ditambah logat Jawanya yang fasih, rupaya tidak bisa dipandang sebelah mata. Zachary membawakan sebuah tembang berjudul “Asmaradana Pelog Pathet”, suatu lagu yang mengekspresikan rasa cinta mendalam.
Penonton dibuat kagum dengan berbagai bakat yang dimiliiki para penampil lainnya, salah satunya Glenn J. Cueto, seorang Spesialis Utang/Piutang dari Departemen Akuntansi di Hickville, New York. Glenn tampil dengan sangat mengagumkan membawakan “Bowo Sekar Mijil Lagu Mari Kangen Pelog Pathet”, sebuah tembang yang menggambarkan seseorang yang sedang jatuh cinta.

Acara yang dipandu oleh Gillian Irwin, seorang doktor dari Universitas California, Davis, ini menuai respon positif penonton. Pada kolom komentar, terus mengalir ucapan kekaguman dan dukungan dari penonton kepada para peserta.

Sementara, Caping Gunung, lagu yang tidak asing di telinga Masyarakat Jawa, berhasil dibawakan dengan indah oleh Endang Isnaini Saptorini, seorang editor media digital di Arlington, Virginia. Serentak para penonton turut merasakan suasana syahdu pedesaan yang sangat damai. “Lagu ini sendiri bercerita tentang kerinduan orang tua kepada anaknya yang terjun ke medan perang,” ucap Rini.

Selain itu, lagu dengan nuansa berbeda dibawakan oleh Evelinne Situmorang. Seorang keturunan Sumatra Utara yang lahir dan tumbuh di Jawa ini merupakan warga yang kemudian menetap di Denver, Colorado. “Bowo Kelinci Lagu Kelinci Ucul Pelog Barang”, lagu yang ia bawakan, mengisahkan seorang yang sibuk mencari kelincinya namun ternyata kelinci tersebut ada di rumah.

Acara menarik ini juga diikuti tiga warga Indonesia yang tinggal di Amerika dan biasa menjadi sinden di kelas Langgam KBRI dan juga di pertunjukkan gamelan di daerah D.C., Maryland, Virginia (DMV), yaitu Jawinah, Priyanthini Warsi dan Sopiyah Sukadi.

Jawinah yang tinggal di Arlington Virginia, tampil percaya diri menyanyikan Bowo Asmaradana Ngimpi Langgam Ngimpi Laras 9. “Lagu ini bercerita tentang mimpi, yaitu mimpi seseorang yang bertemu wanita cantik,” ucap Jawinah.

Sinden kedua, Priyantini Warsi, membawakan Lagu Bowo Dangghangula Langgam Ali-Ali Slendro Sanga. “Lagu ini mengingatkan untuk selalu setia dan tidak mengecewakan orang lain, karena akan membuat sakit hati. Tanda kesetiaan berupa cincin yang dipakai di jari (Ali-ali),” ucap Warsi yang seorang pekerja mandiri di Fairfax, Virginia.

Sementara Sopiyah Sukadi, sinden andalan di setiap penampilan grup gamelan yang kerap kali menggelar pertunjukkan di daerah D.C, Maryland, dan Virginia (DMV), Membawakan Podhang Kuning Langgam Podhang Kuning Pelog Nem. Sopiyah juga merupakan biduan dangdut di komunitas warga Indonesia di Amerika. “Lagu ini tentang warna-warni kehidupan dua orang yang sedang jatuh cinta yang  disimbolkan dengan kehidupan burung,” kata Sopiyah.

Acara ditutup penampilan Supriyono dengan Bowo Kinanthi Langgam Imbangana Katresnanku. “Lagu ini mengingatkan kita semua untuk tidak sombong dan selalu rendah hati,” pungkas Supriyono, pria kelahiran Jawa Timur yang juga penyiar di Voice of America, Arlington, Virginia.

Untuk mengakses rekaman Facebook Live Virtual Showcase Javanese Langgam Singing Class, dapat melalui tautan https://bit.ly/fb-show-langgam.

Sumber: Kemendikbud

Perbatasan Papua Masih Ditutup, Masyarakat Diminta Bersabar

0

PAPUA, JAGAINDONESIA.COM – Pemerintah Provinsi Papua memastikan jalur perbatasan antar negara masih akan ditutup pasca diterbitkannya PPKM level 4, 3 dan 2 di sejumlah wilayah.

Khusus untuk wilayah Jayapura yang akan menyelenggarakan PON, maka diterapkan PPKM level 4, dimana akses perbatasan yang rencananya akan dibuka khusus untuk pelayanan barang, akhirnya masih harus ditutup.

Menyikapi hal itu, Kepala Biro Perjalanan dan Kerjasama Luar Negeri Provinsi Papua, Suzana Wanggai meminta masyarakat diminta untuk bersabar. Sebab kondisi penularan COVID-19 saat ini di Papua masih cukup tinggi.

“Memasuki pertengahan tahun 2021, kita berpikir bahwa jalur formal di wilayah perbatasan akan segera dibuka khusus untuk pelayanan pengiriman barang baik dari Indonesia ke PNG maupun sebaliknya”.

“Akan tetapi dengan kondisi saat ini, akses barang juga belum dapat kami buka, karena melihat lonajakan kasus masih sangat tinggi. Makanya kita harap seluruh masyarakat wilayah perbatasan maupun sebaliknya untuk bisa bersabar,” terangnya di Jayapura Jumat.

Ia katakan, pemerintah provinsi tetap akan mencari solusi untuk menghidupkan perekonomian di wilayah perbatasan ditengah tingginya laju kasus COVID-19.

Kendati begitu, dia berharap agar semua pihak tidak mengambil keputusan yang dapat melanggar aturan mengingat kasus penularan COVID saat ini yang masih tinggi.

“Apalagi kita akan menggelar PON September – Agustus 2021 mendatang. Sehingga kita harap semua pihak bisa menunggu sampai kondisi pandemi dapat dikendalikan,” pungkasnya.

Sumber: Pemprov Papua

Melihat Lebih Dekat Distrik Amberbaken, Filep Rasakan Sulitnya Akses Transportasi

0
Filep wamafma saat duduk bersama warga di daerah pesisir Saukorem, Distrik Amberbaken, kabupaten Tambrauw. (Foto: Warpur)

TAMBRAUW, JAGAINDONESIA.COM – Selaku anggota DPD Republik Indonesia, Filep Wamafma kembali menyempatkan dirinya turun di tengah masyarakat untuk mengetahui kondisi nyata dan persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama yang berada di pedalaman dan pesisir Provinsi Papua Barat.

Meskipun tidak memiliki kewenangan budgeting seperti DPR RI, Senator Filep menyampaikan akan senantiasa melakukan koordinasi dengan kementerian terkait. Ia akan melakukan berbagai langkah untuk dapat menyuarakan aspirasi masyarakat.

Setelah berada satu malam di Saukorem, distrik Amberbaken, kabupaten Tambrauw, Filep Wamafma berkesempatan melakukan diskusi bersama masyarakat di Kampung Sabon setelah ibadah pagi bersama Bakal Jemaat GKI Kanaan Sabon, Amberbaken.

Filep Wamafma juga bertemu dengan putra asli Saukorem, Marinus Bonepai selaku ketua Perindo Papua Barat dan anggota DPRD Tambrauw, Hugo Asrow. Ia tidak menyangka dapat bertemu keduanya tanpa direncanakan dan dapat bertemu dengan putra asli Saukorem bersama masyarakat setempat. 

Dalam diskusi tersebut, banyak hal yang dibicarakan bersama jemaat setempat, termasuk tentang memperjuangkan hak-hak Orang Asli Papua dan masyarakat adat dalam pembahasan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus.

“Saya ini tidak menyurati resmi kepada pemerintah distrik atau kampung kalau melakukan perjalanan ke Saukorem. Namun saya bersama tim melakukan perjalanan kesini untuk merasakan sendiri betapa sulitnya akses transportasi jalan ke pesisir Saukorem, terutama di penghujung otsus ini perlu kita melihat lebih dekat kondisi masyarakat,” ungkap Filep, Jumat pekan lalu. (WRP)

Presiden Anugerahkan Kehormatan Bagi 335 Orang yang Berjasa Menangani Pandemi Covid-19

0

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Presiden Joko Widodo menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera, Bintang Budaya Parama Dharma, dan Bintang Jasa kepada 335 penerima atas jasanya dalam penanganan pandemi Covid-19. Acara penganugerahan digelar di Istana Negara, Jakarta, Kamis (12/08/2021), dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Dalam penganugerahan ini, terdapat 13 perwakilan penerima tanda kehormatan yang hadir secara fisik di Istana Negara, Jakarta. Perwakilan tersebut terdiri dari unsur mantan pejabat negara, pengusaha, ilmuwan, WNI (warga negara Indonesia), WNA (warga negara asing), para tenaga medis, dan para tenaga kesehatan.

Tanda kehormatan Bintang Mahaputera dianugerahkan kepada 5 penerima dengan berdasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 76/TK Tahun 2021 yang ditetapkan tanggal 4 Agustus 2021.

Penerima Bintang Mahaputera ialah sebagai berikut:

  1. Penerima Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana yaitu almarhum Dr. Artidjo Alkostar, S.H., LL.M. dan almarhum I Gede Ardika;
  2. Penerima Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Utama yaitu Antonius Sujata, S.H., M.H.;
  3. Penerima Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Nararya yaitu Drs. H. Maradaman Harahap, S.H., M.H. dan Dr. (H.C.) Dipl.-ing Jacobus Busono.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo juga menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma kepada almarhum RT Kusumokesowo. Penganugerahan ini didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 77/TK Tahun 2021 yang ditetapkan tanggal 4 Agustus 2021.

Selanjutnya, Kepala Negara pun menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Jasa kepada total 329 penerima dengan berdasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 78/TK Tahun 2021 yang ditetapkan tanggal 4 Agustus 2021.

Secara lebih rinci, tanda kehormatan Bintang Jasa Utama dianugerahkan kepada 4 penerima, Bintang Jasa Pratama kepada 258 penerima, dengan rincian profesi dokter sebanyak 105 penerima dan profesi perawat/tenaga kesehatan sebanyak 153 penerima.

Sementara itu, Bintang Jasa Nararya dianugerahkan kepada 67 penerima dengan rincian profesi dokter sebanyak 9 penerima dan profesi perawat/tenaga kesehatan sebanyak 58 penerima.

Adapun perwakilan penerima Bintang Jasa yang hadir secara fisik adalah sebagai berikut:

  1. Penerima Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama yaitu almarhum Drs. H. Rusdi Sufi, Prof. Dr. Dr.h.c. mult. Goldammer Johann Georg Andreas, Dr. Ishadi SK, M.Sc., dan Eurico Guterres, S.E., M.M.;
  2. Penerima Bintang Jasa Pratama almarhum Dr. dr. Adnan Ibrahim, Sp.PD dan Ngadiah, S.K.M; serta
  3. Penerima Bintang Jasa Nararya yaitu almarhum Soehendro, S.K.M., M.Kes.

Sumber: Kominfo

Seremonial HUT RI Diminta Dilaksanakan Maksimal 30 Orang

0
Ilustrasi (credit: unsplash.com)

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengeluarkan Surat Edaran (SE) kepada Gubernur, Bupati/Walikota se-Indonesia. Surat bernomor 0031/4297/SJ tanggal 10 Agustus 2021 itu memuat Pedoman Teknis Peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2021.

Surat Edaran itu dikeluarkan dengan memperhatikan surat Menteri Dalam Negeri Nomor 003.1/4212/SJ tanggal 5 Agustus 2021 tentang Pedoman Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Tahun 2021 dan mengingat kondisi pandemi Covid-19, sehingga diatur hal-hal teknis pelaksanaan Perayaan HUT ke-76 Kemerdekaan RI Tahun 2021. 

“Perayaan HUT Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2021 agar dilaksanakan secara sederhana tanpa mengurangi kekhidmatan atas peringatan hari bersejarah bagi Negara Republik Indonesia,” kata Mendagri sebagaimana dikutip dalam poin pertama surat edaran tersebut. 

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Benni Irwan menjelaskan, hal teknis lainnya juga diatur melalui Surat Edaran tersebut. Salah satunya, kegiatan seremonial diminta untuk dilaksanakan maksimal 30 (tiga puluh) orang dengan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, diimbau pula agar kegiatan seremonial tersebut mengutamakan penggunaan teknologi informatika atau melalui media virtual. 

Berikutnya, kata Benni, Surat Edaran juga memuat ketentuan agar tidak mengadakan perlombaan yang berpotensi menimbulkan kerumunan. “Kami minta agar tidak mengadakan perlombaan yang dapat menimbulkan kerumunan dan rawan mengakibatkan penularan Covid-19.  Kalaupun tetap ingin ada perlombaan, silakan kemas bentuk perlombaan yang dapat memanfaatkan teknologi informatika atau melalui media virtual,” pungkas Benni.

Sumber: Kemendagri

WHO Kirim 700 Konsentrator Oksigen ke Indonesia

0
WHO Kirim 700 Konsentrator Oksigen dan Pasokan Penting Lainnya ke Indonesia

JAGAINDONESIA.COM – Dengan peningkatan jumlah kasus COVID-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya, Indonesia sebagai negara yang luas, telah mengalami tekanan yang signifikan pada sistem layanan kesehatan. Salah satu tantangan yang mendesak adalah menjaga pasokan oksigen yang cukup untuk merawat pasien dengan penyakit COVID-19.

Mendukung Indonesia dalam merespons pandemi COVID-19, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendatangkan 700 konsentrator oksigen dan peralatan pendukungnya untuk Indonesia, sebagai tambahan persediaan alat pendukung layanan kesehatan.

Tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Jumat (6/08), Kementerian Kesehatan akan segera mengalokasikan oksigen konsentrator tersebut untuk fasilitas kesehatan yang tersebar di Indonesia.

‘Kita tidak bisa melawan pandemi ini sendirian, kita harus melakukannya bersama-sama. Kita tidak dapat secara eksklusif menyelamatkan grup, organisasi, atau negara tertentu saja. Kita harus bekerja secara inklusif dengan semua kelompok masyarakat di dunia untuk mengatasi pandemi ini,” ucap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, ”Kami menyambut baik dan menghargai dukungan kepada Indonesia dalam upaya kami melawan pandemi COVID-19.”

WHO memberikan dukungan teknis untuk Kementerian Kesehatan dan para mitra dengan mengerahkan staf teknis untuk mendukung Kementerian Kesehatan dalam menanggapi pandemi. WHO juga mendukung upaya berbagai pemangku kepentingan di Indonesia untuk mempercepat pemerataan vaksinasi nasional untuk melindungi masyarakat Indonesia, mulai dari yang paling rentan.

”Mobilisasi alat pendukung kritis untuk menanggulangi COVID-19 ke Indonesia merupakan salah satu upaya yang menunjukkan solidaritas global untuk mengatasi ancaman global,” kata Dr. N Paranietharan. ”Dengan kekurangan oksigen yang dilaporkan, banyak rumah sakit dan unit perawatan intensif sudah melebihi kapasitasnya; Kita membutuhkan dukungan di tingkat nasional dan internasional untuk mengatasi masalah ini bersama-sama.”

Indonesia merupakan salah satu negara yang melaporkan peningkatan signifikan dalam kasus baru dan kematian dalam sebulan terakhir. Pemerintah terus mempelajari pengalaman negara lain untuk strategi menghadapi lonjakan kasus COVID-19 dengan meningkatkan upaya pengujian, penelusuran, dan pengobatan serta memberlakukan pembatasan paling ketat yang pernah dilakukan Indonesia selama pandemi untuk mengekang penularan COVID-19.

Sumber: Kemenkes

Vaksinasi COVID-19 Dosis Pertama Tembus 50 Juta Orang

0

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Data terbaru per tanggal 9 Agustus 2021 cakupan vaksinasi COVID-19 dosis pertama mencapai 50.630.315 orang.

Ini berarti vaksinasi dosis pertama sudah menjangkau 24,31% dari target vaksinasi 208.265.720 orang, walaupun baru 11,63% atau 24.212.024 orang yang sudah menerima dosis kedua.

Capaian Vaksinasi COVID-19 hingga saat ini adalah 109,07% tenaga kesehatan sudah mendapatkan dosis pertama dan 100,19% sudah mendapatkan dosis kedua.

Sementara untuk petugas pelayanan publik, dari target 17,3 Juta, yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama mencapai 152.5% dan yang mendapatkan dosis kedua mencapai 80.6%.

Setidaknya 22,93% kelompok lansia, 10,87% kelompok masyarakat rentan dan umum, serta 8,64% target vaksinasi berupa anak dan remaja (12-17 tahun) yang sudah mendapatkan vaksin COVID-19 dosis pertama.

Capaian vaksinasi tersebut dicapai berkat usaha optimal dan gotong royong dengan semua pihak tertutama TNI/Polri, pemerintah daerah, BUMN dan pihak swasta yang turut membantu.

Kemenkes terus berupaya meningkatkan percepatan vaksinasi. Selain membuka vaksinasi massal bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat, Kemenkes juga telah mengeluarkan Surat Edaran yang menginstruksikan seluruh pos pelayanan vaksinasi, Unit Pelaksana Teknis di bawah Kemenkes, seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), RS Vertikal, Poltekkes, di seluruh Indonesia untuk melakukan vaksinasi kepada semua target sasaran tanpa memandang domisili atau tempat tinggal pada KTP.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat drg. Widyawati, MKM mengatakan ”Vaksinasi menjadi salah satu upaya penting dalam mengurangi laju penyebaran virus sehingga mengurangi lonjakan kasus dan membawa kita keluar dari pandemi,” katanya di Jakarta, Senin (9/8).

Salah satu strategi pemerintah adalah mengupayakan ketersediaan vaksin dan mempercepat program vaksinasi sehingga semakin banyak masyarakat terlindungi.
Pemerintah juga terus mengupayakan ketersediaan vaksin baik lewat skema multilateral maupun bilateral demi mencukupi stok yang ada saat ini dan menjaga laju vaksinasi sesuai dengan stok vaksin yang ada.

Seluruh masyarakat Indonesia diminta untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, karena dengan vaksinasi dan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat akan semakin banyak dan semakin cepat masyarakat terlindungi dari COVID-19.

Sumber: Kemenkes

Tahun Ajaran Baru 2021/2022, Daerah Level 3 dan 4 Diminta Tetap PJJ

0
Ilustrasi (Foto: ist)

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Menyikapi kondisi pandemi Covid-19 saat ini maka pembelajaran di tahun ajaran baru 2021/2022 bersifat dinamis mengacu pada kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di masing-masing daerah, dan Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Hal tersebut diutarakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, saat menghadiri gelar  wicara di televisi swasta, Selasa (27/7).

Menurutnya, satuan pendidikan harus memperhatikan zona wilayahnya dalam menentukan aktivitas pembelajaran. Untuk Level 1 dan 2 dapat memulai pembelajaran tatap muka (PTM) Terbatas, dengan mengutamakan kehati-hatian, keselamatan, dan kesehatan warga sekolah. Sementara untuk daerah yang berada di Level 3 dan 4, masih harus menggelar pembelajaran secara jarak jauh (PJJ).

Diakui Menteri Nadiem, banyak sekolah sudah mencoba PTM terbatas sejak awal tahun 2021. Ia pun mengapresiasi langkah yang dilakukan sekolah tersebut, namun harus tetap menerapkan protokol kesehatan ketat, dan sudah memenuhi daftar periksa.

“Daftar periksa tersebut terdiri dari ketersediaan sarana anitasi dan kebersihan, ketersediaan fasilitas kesehatan, pemetaan warga satuan pendidikan yang tidak boleh melakukan kegiatan di satuan pendidikan, seperti kondisi medis komorbid tidak terkontrol, tidak memiliki akses transportasi yang memungkinkan penerapan jaga jarak, memiliki riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi positif covid-19, dan membuat kesepakatan bersama komite sekolah tentang Kesiapan PTM terbatas, tata letak duduk siswa, ventilasi, dan lain sebagainya,” terang Menteri Nadiem mengingatkan kembali daftar periksa persiapan PTM Terbatas.

Menteri Nadiem menegaskan bahwa Kemendikbudristek terus berupaya memastikan pembelajaran terus berlangsung meski di tengah terpaan pandemi. Beberapa kebijakan Kemendikbudristek yang terbitkan untuk membantu pembelajar di masa pandemi Covid-19, yakni relaksasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional PAUD (BOP).

“Melalui relaksasi BOS dan BOP, satuan pendidikan bisa membeli alat dan bahan untuk menunjang pembelajaran, juga alat-alat untuk persiapan PTM Terbatas,” ucap Menteri Nadiem.

Selain itu, Kemendikbudristek telah menyalurkan bantuan kuota internet untuk menunjang PJJ dalam jaringan (daring), penambahan sasaran bantuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk digitalisasi sekolah, serta penyaluran modul-modul belajar untuk siswa di daerah-daerah yang sulit menggelar PJJ daring. Harapannya, peserta didik dapat lebih leluasa belajar dengan menggunakan modul secara offline bersama orang tua.

Di samping itu, Kemendikbudristek juga telah menyediakan platform digital Guru Belajar dan Berbagi untuk menavigasi model pengajaran guru di masa pandemi. Rumah Belajar merupakan platform layanan pembelajaran daring untuk peserta didik yang siap diakses kapan saja. Selain itu, terdapat program Belajar dari Rumah (BDR) yang tayang di TV Edukasi serta ragam bimbingan teknis dan seminar yang diikuti para guru.

“Hal ini untuk melengkapi stamina warga pendidikan menghadapi pembelajaran di masa pandemi. Kami melihat partisipasi digital guru-guru begitu luar biasa,” tutur Menteri Nadiem.  

Ia pun kembali mengingatkan sekolah-sekolah di luar zona level 3 dan 4 yang akan menjalankan aktivitas PTM terbatas, para pendidik dan tenaga kependidikan agar memperhatikan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran untuk Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUDDikdasmen) di Masa Pandemi Covid-19, yang telah diterbitkan pada Rabu (2/6).

“Keputusan terakhir bahwa murid tatap muka atau tidak, ada di orang tua, karena PTM Terbatas berbeda dengan PTM biasa sebelum pandemi. Kehadiran siswa di satuan pendidikan dibatasi maksimal 50% dalam ruang kelas, wajib dilakukan rotasi, wajib disiplin protokol kesehatan, tidak ada acara-acara ekstrakurikuler, kantin tidak boleh buka,” tegasnya.

Sementara itu, terkait penuntasan kurikulum pembelajaran di masa pandemi Covid-19, prioritas utama bukan untuk menuntaskan kurikulum, tetapi memastikan setiap peserta didik mengalami proses pembelajaran. Oleh karena pemerintah memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan untuk menentukan kurikulum yang akan digunakan.

Peran Pemda dalam Memastikan Pembelajaran Tetap Berlangsung

Terdapat sejumlah kewajiban Pemerintah Daerah dalam memastikan opsi pembelajaran, baik PTM terbatas maupun PJJ dapat berjalan dengan baik, agar tidak terjadi learning loss yang berkepanjangan. “Secara khusus, Pemda bisa menyesuaikan regulasi dan terus berkolaborasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) pusat yang ada di daerah masing-masing. Carilah informasi dan selaraskan regulasi daerah dengan pusat. Selain itu, kolaborasi dinas pendidikan dan dinas kesehatan di tiap daerah sangat penting untuk memastikan pemenuhan daftar periksa satuan pendidikan bagi yang akan melakukan PTM terbatas,” terang Menteri Nadiem.

Pemda juga diharapkan terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan, serta memastikan partisipasi dinas perhubungan untuk mengamankan akses transportasi dari dan ke satuan pendidikan bagi sekolah yang akan melakukan PTM terbatas. “Kolaborasi Pemda melalui Dinas Pendidikan dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di tiap daerah juga harus dilakukan, untuk memastikan keamanan pelaksanaan pembelajaran di masa pandemi Covid-19,” pesan Menteri Nadiem. (Lydia/Denty/Seno)

(Sumber: Kemendikbud)

Resmi! Menkes Tetapkan Vaksinasi Gotong Royong Berbayar Ditiadakan

0

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menghapuskan ketentuan pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong berbayar untuk individu dengan ditetapkannya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 23 Tahun 2021 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Permekes tersebut ditandatangani pada tanggal 28 Juli 2021. Aturan ini merupakan perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2021 yang mana dalam ketentuan ini memuat aturan mengenai vaksinasi individu berbayar melalui skema Vaksinasi Gotong Royong.

Dengan perubahan ini, maka pelaksanaan vaksinasi COVID-19 tetap sama dengan mekanisme sebelumnya, yakni diberikan secara gratis kepada seluruh masyarakat Indonesia melalui Program Vaksinasi Nasional COVID-19 dan Program Vaksinasi Gotong Royong melalui perusahaan.

Vaksinasi Gotong Royong melalui perusahaan hanya menggunakan vaksin Sinopharm dengan sasaran sekitar 7.5 juta penduduk usia diatas 18 tahun.

Hal tersebut berbeda dengan Program Vaksinasi Nasional Covid-19 gratis yang menggunakan Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Pfizer, Sinopharm dan Novavax dengan sasaran lebih dari 200 juta penduduk usia diatas 12 tahun.

(Sumber: Kementerian Kesehatan)

Situs Setkab RI Diretas, Pelakunya Pernah Retas 650 Website

0
gambar ilustrasi

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Bareskrim Polri mengamankan dua orang pelaku peretasan situs Sekretariat Kabinet RI (www.setkab.go.id) berinisial (Zyy0 dan (Lutfifakee). Keduanya ditangkap di lokasi berbeda di daerah Sumatera Barat.

“Penangkapan pelaku pertama pada 5 Agustus 2021 di Tabing Bandar Gadang, Kota Padang. Pelaku kedua ditangkap keesokan harinya di Pasar Baru Nagari Sungai Rumbai Dharmasraya,” jelas Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri (Brigjen. Pol. Slamet Uliandi).

Ia mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan motif keduanya membobol website milik pemerintah tersebut untuk mencari keuntungan ekonomi.

“Keduanya membobol situs pemerintah guna memperoleh keuntungan ekonomi dengan menjual script backdoor dari website,” ujar Slamet,” ujarnya.

Menurutnya, kedua pelaku ini tergabung dalam komunitas bernama Padang BlackHat. Mereka bahkan telah ratusan kali melakukan peretasan situs.

“Pelaku sudah melakukan peretasan terhadap 650 website. Rata-rata menyasar situs perusahaan dan situs pemerintah,” ucapnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 46 ayat (1) ayat (2) dan ayat (3) Jo Pasal 30 ayat (1) ayat (2) ayat (3), Pasal 48 ayat (1) Jo Pasal 32 ayat (1), Pasal 49 Jo Pasal 33 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (rls/humas polri)

Berita Terbaru