Selasa, 20 Oktober 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 54

Kasus KDRT Selebgram, Peneliti TII Dorong Kesadaran Hukum Masyarakat Cegah Kekerasan terhadap Perempuan

0
Peneliti bidang sosial The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII), Dewi Rahmawati.

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Peneliti bidang sosial The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII), Dewi Rahmawati dalam rilisnya (14/8) merespons terjadinya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami oleh seorang selebram di Bogor baru-baru ini.

Dalam siaran tertulisnya, Dewi menyampaikan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan terutama dalam lingkup rumah tangga masih menjadi pekerjaan rumah untuk semua pihak. Hal ini disebabkan masih banyaknya pasangan perkawinan yang cenderung tidak melaporkan atas kekerasan yang dialaminya.

Selain itu, banyak pasangan perkawinan yang tidak melaporkan tindakan kekerasan pasangan dengan dalih bertahan atas keberadaan anak-anaknya. Padahal, dampak kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga dirasakan langsung oleh semua orang yang berada dalam rumah yang sama termasuk anak- anak.

Ia merujuk pada Catahu Komnas 2023 yang menyebutkan bahwa  terdapat 339.782 kasus kekerasan berbasis gender (KBG). Kekerasan di ranah personal masih mendominasi pelaporan kasus di KBG, yaitu 99% atau 336.804 kasus. Pada pengaduan di Komnas Perempuan, kasus di ranah personal mencapai 61% atau 2098 kasus.

Secara spesifik kekerasan terhadap Istri (KTI) sebanyakl 622 kasus atau 30% dari kasus kekerasan dalam pacaran (KDP). Meskipun demikian, data yang tidak dilaporkan justru lebih lebih besar dari angka yang dilaporkan.

“Oleh sebab itu, menjadi pekerjaan rumah semua pihak dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat terhadap pentingnya penegakan hukum untuk mencegah dan  melindungi perempuan dari tindak kekerasan,” papar Dewi.

Lebih lanjut, Dewi menilai bahwa kasus yang terjadi di Bogor juga memberi pelajaran tentang pentingnya perempuan memiliki kesadaran dan keberanian untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib jika mengalami KDRT dengan bukti yang kuat. Status korban yang juga selebgram diakui ikut mendorong viralnya kasus ini dan segeranya kasus ini diatasi. Hal ini belum tentu dialami serupa oleh korban KDRT yang tidak berdaya.

“Tindak lanjut polisi dalam menangkap pelaku juga patut diapresiasi sebagai langkah sigap yang dilandasi bukti yang kuat. Di sisi lain, patut diakui tidak mudahnya kasus seperti KDRT dilaporkan karena dianggap sebagai aib yang memalukan keluarga dan merupakan masalah pribadi,” kata dewi.

Dia menekankan, masyarakat perlu terbiasa memanfaatkan posko aduan ataupun kanal lainnya yang ada untuk melaporkan kasus seperti KDRT. Hal ini juga menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat dari aspek literasi hukum dan perlindungan hak asasi manusia.

“Para pihak terkait, baik pemerintah (Kementerian/Lembaga), penegak hukum, masyarakat sipil, media, dan lainnya perlu optimal bekerja sama untuk mendorong hal ini agar lingkungan di mana kita tinggal tidak hanya ramah perempuan dan anak, inklusif, dan berkesadaran gender, namun juga aman untuk semua,” tutupnya.

Momentum HUT RI ke-79, Filep Wamafma Harap ASN Papua Jabat Posisi Strategis di Pemerintahan Pusat

0
Senator Papua Barat Dr. Filep Wamafma.

PAPUA BARAT, JAGAINDONESIA.COM – Anggota DPD RI asal Daerah Papua Barat Dr. Filep Wamafma S.H., M.Hum dalam keterangan pers pada Selasa (13/8/2024) menekankan pentingnya ASN OAP dapat menempati jabatan strategis di pemerintah pusat.

Menurutnya, ASN OAP banyak yang berpengalaman dalam birokrasi sehingga ia berharap hal ini dapat menjadi pertimbangan pihak-pihak terkait, utamanya dalam momentum HUT RI ke-79.

“Kita berharap ASN asli Papua dan birokrat di Tanah Papua bisa dipromosikan oleh pemerintah pusat agar ada pemerataan dalam birokrasi di Indonesia, sebab sejauh ini di jajaran birokrasi pemerintah pusat baik melalui lembaga Kementerian dan lain sebagainya belum banyak OAP yang memiliki jabatan fungsional dan strategis,” ujarnya.

“Maka melalui kesempatan ini kami harap ada perhatian bagi ASN Papua kita untuk berkiprah bagi negeri ini di Jakarta” ungkap Filep Wamafma menambahkan.

Lebih lanjut, politisi asal Papua Barat ini menilai penempatan posisi ASN OAP di jajaran pemerintah pusat merupakan aspirasi yang sedang diperjuangkan guna memperkuat keberpihakan kepada OAP.

Terlebih, Wakil Ketua Komite I DPD RI ini menambahkan bahwa ASN OAP juga semestinya mendapat kesempatan yang sama terkait adanya pergeseran ASN dari Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan. Dia kembali berharap lewat momentum HUT RI ke-79 ini, aspirasi penempatan ASN ini dapat menjadi perhatian pemerintah pusat

“Harapan saya, dalam penataan ASN ke IKN di Kalimantan, juga ada ruang yang dibuka bagi ASN OAP. Kami berharap, ASN OAP dapat menduduki jabatan strategis di birokrasi pusat,” pungkasnya. (WRP)

Soal Hasil Verifikasi Balon Anggota DPRK dari Wamesa, Ini Pesan Ketua LMA Tujuh Suku

0

BINTUNI, JAGAINDONESIA.COM – Ketua LMA 7 Suku Bintuni, Marten Wersin menyampaikan pesan dan harapannya saat menghadiri penyampaian hasil verifikasi bakal calon Anggota DPRK dari Wamesa, Selasa (13/8/2024).

Marten Wersin yang hadir bersama tokoh-tokoh adat suku Wamesa itu berpesan agar seleksi anggota DPRK ini menjadi perhatian bersama. Ia berharap, adanya calon anggota DPRK kelak dapat mewakili aspirasi masyarakat adat Wamesa.

“Para tua adat dan para tokoh Wamesa ini harus melihat hal ini dengan baik supaya calon yang kita mau sampaikan atau calon yang kita dapati harus tidak ada masalah terutama mungkin ada terlibat dalam partai politik atau yang lain-lain. Itu pertama,” ujarnya.

“Yang kedua, suku Wamesa harus punya calon karena ini penting, karena ini kita sudah bagi jadi jangan sampai masalah pada akhirnya wamesa punya calon DPRK tidak terpilih,” ungkap Wersin menambahkan.

Wersin meyakini bahwa tokoh-tokoh intelektual Wamesa dapat dengan bijak menyikapi pemilihan ini supaya suku Wamesa memiliki perwakilan. Ia menambahkan bahwa keterwakilan suku Wamesa ini juga bukan hanya bekerja untuk Wamesa tapi juga bekerja untuk tujuh suku di Bintuni.

“Saya dari LMA tujuh suku mengharapkan acara ini dapat berjalan dengan baik, tanpa ada hambatan-hambatan sehingga kita dapat hasil yang baik pula untuk masa depan kabupaten yang kita cintai ini,” katanya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Panitia Tim Penjaringan Suku Wamesa Frengki Idoorway menyampaikan bahwa terdapat 3 calon dari Wamesa yang berhasil lolos verifikasi yaitu dua laki-laki dan satu perempuan. Ia berharap hasil ini membawa kebaikan bagi masyarakat Wamesa ke depannya. (MW)

Sagu Tindis Kuliner Khas Papua, Ini Cara Membuatnya

0

BINTUNI, JAGAINDONESIA.COM – Sagu adalah salah satu makanan pokok bagi masyarakat Indonesia, terlebih bagi masyarakat yang tinggal di Papua dan Maluku. Sagu juga memiliki banyak kandungan gizi dan nutrisi yang menunjang kesehatan jasmani. Selain itu, sagu juga dapat diolah menjadi beraneka ragam kuliner, salah satunya yakni kue Sagu Tindis.

Salah seorang mama di Bintuni, Miryam gemar membuat sagu tindis yang bahan dasarnya dari tepung sagu. Tepung sagu ini diayak halus dan dijemur hingga kering. Setelah kering tepung sagu siap diolah.

“Jemuran tepung setelah kering, lalu siapkan api dan wajan. Panaskan wajan di api, lalu masukkan sagu secukupnya ditabur ke dalam wajan dan diratakan,” ujarnya.

“Jangan lupa di tindis-tindis dengan tangan di atas wajan hingga rata. Teknik menindis sagu dengan tangan di atas wajan ini adalah warisan nenek moyang kita dahulu yang diwariskan turun temurun,” sambungnya.

Ia menambahkan, untuk menambah rasa manis, bisa juga ditaburkan gula dan biarkan beberapa saat hingga sagu tindis siap diangkat dan disajikan. Menurut mama Papua, sagu tindis merupakan makanan khas orang Papua yang enak dinikmati bersama teh panas.

“Sagu tindis rasanya gurih dan lezat. Sagu tindis enaknya disajikan dengan teh panas. Selain sagu tindis ada juga sagu pornah, rasanya lezat dan gurih,” tutup mama Miryam. (MW)

STIH Manokwari Teken MoU dengan Bawaslu Mansel Siap Maksimalkan Pengawasan Pilkada

0

MANOKWARI, JAGAINDONESIA.COM – Dalam rangka mendukung pelaksanaan Pemilukada di kabupaten Manokwari Selatan yang transparan, bersih dan profesional, Bawaslu Kabupaten Manokwari Selatan melakukan MoU dengan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari.

MoU tersebut diteken langsung oleh Ketua STIH Manokwari, Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum didampingi dan disaksikan oleh Kepala P3BHPK STIH Manokwari, Achmad Djunaidi, SH., MH dan Kepala Program Studi Donny Karauwan, SH., MH.

Ketua Bawaslu Kabupaten Manokwari Selatan, Inggrit A. Sabubun, SE., M.M didampingi komisioner dan staf, Sabtu (10/8/2024) mengatakan, MoU ini dilakukan di STIH Manokwari lantaran kampus C Momi Waren merupakan cabang dari STIH induk di Manokwari.

“Kami sangat apresiasi mahasiswa STIH di kampus Momi Waren, kabupaten Manokwari Selatan, sebab selama tahapan sosialisasi ini pihak STIH sangat berpartisipasi membantu,” ujarnya.

Dalam MoU tersebut, Bawaslu berharap adanya sinergitas dari STIH Manokwari, yang juga melibatkan mahasiswa/i sebagai pengawas untuk membantu mereka dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang Pilkada.

Inggrit mengharapkan adanya MoU ini akan membawa hasil yang baik dan memberi dampak positif dalam rangka meningkatkan pengawasan partisipatif di Manokwari Selatan.

“Kita berharap kerja sama yang kita bangun dalam rangka pencegahan potensi-potensi dugaan pelanggaran yang terjadi di pemilihan serentak tahun 2024 berjalan lancar. Apalagi ketika mahasiswa turut membantu, maka harapannya pelanggaran politik dapat diatasi bersama-sama,” sambungnya.

Terlebih menurutnya, STIH Manokwari Kelas kuliah di Momi Waren beberapa kali telah dilibatkan dalam kegiatan Bawaslu goes to campus. Diantaranya beberapa perwakilan dari STIH hingga saat ini sudah menjadi mitra dalam program-program Bawaslu yang berkaitan dengan pendidikan pengawas partisipatif.

“Ketika mahasiswa mendapatkan temuan dugaan pelanggaran pemilu, mereka dapat melaporkan kepada bawaslu Kabupaten Manokwari selatan, bahkan ada alumni yang diperbantukan di Staf Panwaslu Distrik Momi waren,” paparnya.

Sementara itu, Ketua STIH Manokwari Filep Wamafma menyampaikan apresiasi atas kepercayaan penandatanganan MoU ini bersama STIH Manokwari. Ia menyambut baik MoU ini dan akan segera menindaklanjuti poin-poin dalam MoU.

Hal ini, lanjut Filep, merupakan bentuk komitmen bersama dalam upaya melakukan pencegahan saat pemilihan kepada daerah berlangsung, terutama terkait dengan praktik politik uang.

Dia menambahkan, STIH Manokwari menyatakan mendukung penuh dan siap membantu Bawaslu Manokwari Selatan sesuai tugas dan kewenagan. Bahkan senator DPD RI dapil Papua Barat ini mendorong agar mahasiswa dapat memanfaatkan momentum pilkada dalam rangka pembelajaran politik yang baik.

“Saya kira ini langkah yang baik, secara kelembagaan kami siap untuk membantu Bawaslu sesuai dengan tugas dan kewenangan. Ke depan akan kita dorong untuk mahasiswa juga bisa melakukan magang di Bawaslu sehingga mahasiswa juga bisa belajar mandiri dan tentu menjadi peluang tersendiri untuk menambah ilmu pengetahuan,” kata dia. (WRP)

Pemuda Asal Solo Ini Laris Manis Jualan Jagung Tembak dan Harum Manis di Bintuni

0

BINTUNI, JAGAINDONESIA.COM – Hardi, pemuda asal Kota Surakarta atau Solo, Jawa Tengah dengan usia yang terbilang muda merantau hingga ke ujung timur Papua tepatnya di kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Hardi bermodal mesin twister berjualan harum manis dan berjualan jagung tembak alias popcorn.

Lokasi jualan Hardi yang berada di pinggir jalan utama Bintuni tepatnya dekat dengan Subito saat ditemui awak media nampak sedang melayani pembeli jagung tembak. Satu jagung tembak dihargai Rp.10.000,- begitu juga dengan harga sekantong Gula Kapas Harum Manis. Menurutnya, dalam sehari dia mampu memproduksi 20 kantong harum manis dan 30 jagung tembak.

“Jadi jika sehari laris semua jualannya saya dapat mengantongi Rp. 500.000,- Namun kadang-kadang saya bisa pulang dengan hanya membawa Rp 200 ribu atau Rp 100 ribu,” ungkap Hardi.

Lebih lanjut, Hardi menyampaikan untuk produksi harum manis dari satu kilo gula pasir akan menghasilkan 20 bungkus harum manis. Kemudian, apabila terjual habis ia akan mendapatkan uang Rp. 200.000,- Sedangkan 1kg bungkus gula pasir seharga Rp. 20.000,- sehingga Hardi mendapat keuntungan Rp.180.000,-

Sementara itu, untuk bahan utama jagung tembak ia datangkan dari Jawa dengan harga satu karung jagung berisi 20 Kg seharga Rp. 600.000.-. Sedangkan pembungkusnya berupa plastik yang juga dipesan langsung dari pulau Jawa,

“Untuk hari ini jualan gula kipas harum manis laris terjual begitu juga jagung tembaknya. Yang dibeli oleh keluarga yang menumpangi sepeda motor bersama anaknya yang doyan makan jagung tembak,”

“Ya selain saya, juga ada beberapa orang yang pada malam hari juga berjualan jagung tembak dan gula kipas harum manis, kuncinya kita tetap telaten dalam usaha,” tutupnya. (MW)

Kritik Kinerja Tim Penjaringan, Masyarakat 3 Kampung Ini Ajukan Keberatan Atas Hasil Calon DPRK dari Suku Kuri

0
Rapat masyarakat bersama para petuwanan adat sejumlah kampung di Distrik Kuri. [Foto: MW]

BINTUNI, JAGAINDONESIA.COM – Masyarakat sejumlah kampung yang berada di Distrik Kuri, Kabupaten Teluk Bintuni diantaranya yakni Kampung Obo, Naramasa dan Sarbe mengajukan gugatan terhadap 3 bakal calon yang diusung, hasil dari tim kerja penjaringan calon DPRK dari Suku Kuri.

Dalam rapat bersama masyarakat yang dihadiri para petuwanan adat, masyarakat juga meminta agar panitia seleksi Kabupaten Teluk Bintuni meninjau kembali berkas yang diusulkan oleh Tim Kerja Penjaringan DPRK asal suku Kuri.

Sander Werbete, salah satu warga yang mendaftar dan menunjukkan formulir Pendaftaran Calon DPRK dan diterima oleh Tim Kerja Penjaringan Calon DPRK Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Suku Kuri juga menyampaikan keberatannya.

“Masyarakat 3 kampung yang berada di Distrik Kuri, Kabupaten Teluk Bintuni mengajukan gugatan terhadap 3 bakal calon yang diusung oleh tim kerja penjaringan calon DPRK dari Suku Kuri karena dinilai tidak adil dan merata. Hal ini pun menjadi topik pembicaraan hangat dalam pertemuan di Refideso dimana turut hadir juga para petuwanan dari berbagai kampung seperti Obo, Naramasa, dan Refideso yakni saudara Emis Yaumina yang sekaligus sebagai petuwanan marga Yaumina,” ungkap Sander, via telepon, Kamis (8/8/2024).

“Dikarenakan beberapa hal yang dianggap oleh masyarakat adat bahwa 3 orang keterwakilan calon DPRK yang diusulkan yakni 1 perempuan dan 2 laki-laki, namun setelah dilihat dari kacamata masyarakat adat keberadaan mereka dimana 2 calon laki-laki adalah keterwakilan dari Wagura Raya atau satu kampung. Dan satu perempuan agar dicek kembali dan dapat dikonfirmasi ulang ke KPU terkait statusnya,” sambungnya.

Lebih lanjut, Sander sebagai pemuda dan mendaftar sebagai calon DPRK merasa terdapat keganjilan yang dilakukan oleh Tim Kerja Penjaringan dari suku Kuri yang disebutnya dengan cepat menutup pendaftaran. Ia menilai, tim penjaringan tidak memberikan ruang seadil-adilnya kepada kampung yang lain untuk ikut ambil bagian dalam bursa DPRK seperti kampung Naramasa, Obo dan Sarbe.

Sementara itu, Emis Yaumina menilai bahwa Tim Kerja Penjaringan Calon DPRK dari Suku Kuri tidak membagi kuota para calon atau mengambil calon DPRK secara adil ke kampung-kampung yang ada di distrik Kuri seperti Sarbe, Naramasa, dan Obo.

“Kenapa saya katakan tidak adil, karena Distrik Kuri memiliki kurang lebih 5 kampung definitif dan beberapa kampung persiapan yang lain,” ungkap Emis Yaumina yang juga adalah Pemilik Hak Wilayat Adat.

“Kami di Refideso atau bisa dikatakan sebagai Wagura Raya itu baiknya tunggu dulu atau tidak usah ikut karena sudah ada keterwakilan kami dari Wagura Raya yang duduk di DPRD Kabupaten. Jadi kita harus berjiwa besar dengan memberi kesempatan kepada saudara-saudara kami yang berada di kampung lain seperti Sarbe, Obo, dan Naramasa, nah ini yang dikatakan adil. Jadi saya berharap kepada Ketua Panitia Penerimaan atau Pansel DPRK Kabupaten Teluk Bintuni agar bisa menjadi perhatian bersama terhadap permasalahan ini agar dapat mengutamakan keadilan dan pemerataan dalam bursa Calon DPRK 2024 ini,” tutupnya. (MW)

Filep Wamafma: Pemda di Papua Barat Harus Terbuka ke Sekolah Tentang Pengelolaan Anggaran Pendidikan

0
Filep Wamafma saat diwawancarai awak media, Senin (5/8/2024).

PAPUA BARAT, JAGAINDONESIA.COM – Pemerintah daerah di tanah Papua khususnya pemerintah kabupaten/kota dan Provinsi Papua Barat diminta terbuka kepada pihak sekolah, baik di tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK sederajat tentang pengelolaan dana pendidikan yang bersumber dari APBN dan APBD.

Hal ini ditekankan oleh Senator Papua Barat, Dr. Filep Wamafma saat dimintai tanggapan terkait aspirasi masyarakat di kabupaten se-Papua Barat yang mengeluhkan tentang biaya pendidikan yang terus meroket.

Sejumlah keluhan yang diterima Filep Wamafma yakni adanya pungutan biaya pendidikan untuk membiayai seragam sekolah, buku bacaan, guru honor, dan penarikan biaya komite sekolah saat pendaftaran siswa baru. Namun, menurutnya, adanya persoalan ini tidak lantas menyalahkan pihak sekolah, melainkan perlunya keterbukaan dari pemda mengenai anggaran pendidikan.

“Jadi kalau ada pungutan biaya pendidikan dari sekolah, maka semestinya pemerintah melalui Dinas Pendidikan tingkat kabupaten, provinsi-lah yang harus menyadari persoalan semacam ini. Lalu kita tidak bisa menyalahkan sekolah, tapi pertanyakan kepada pemerintah daerah sebagai leading sector yang mengatur tentang dana pendidikan yang membiayai kebutuhan sekolah,” sebut Filep menanggapi aspirasi masyarakat di kabupaten Manokwari, Senin (5/8) saat melakukan reses ke Papua Barat.

Lebih lanjut, Filep menguraikan bahwa terdapat mekanisme yang diduga belum tepat terkait pengelolaan dana pendidikan. Menurutnya, pihak sekolah swasta maupun negeri sudah dapat membebaskan biaya pendidikan dan tidak ada pungutan kepada orangtua murid jika anggaran dana pendidikan terbuka.

Kondisi ini, kata Filep, sangat dirasakan karena keluhan dari masyarakat selalu muncul di saat momentum pendaftaran sekolah. Di situasi ini, lanjut Filep, semestinya pihak pemerintah segera mencari solusi dan meningkatkan intensitas komunikasi serta koordinasi dengan pihak sekolah.

“Ini ada hal yang boleh jadi salah diatur dalam pemerintahan untuk mengatasi masalah pendidikan di Papua Barat. Semestinya harus ada solusi bagi pihak sekolah melalui pengaturan pendidikan agar menjawab kebutuhan masyarakat yang hari ini terus mengeluh karena masalah pendidikan,” sebut Filep.

Padahal, lanjut Filep, Otsus di Papua telah mengatur jaminan pendidikan bagi masyarakat. Dengan kondisi ini, pimpinan STIH Manokwari ini berharap pemerintah merespons dengan segera agar persoalan tidak terus berulang sehingga masyarakat tidak lagi mengeluh soal biaya pendidikan.

“Kita tentu tahu biaya pendidikan yang tinggi berkorelasi dengan angka putus sekolah yang meningkat di tanah Papua. Lalu apakah masalah ini dibiarkan terus terjadi di tengah masyarakat, ataukah ada inisiatif dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini. Ada dana Otsus yang bersumber dari APBN, APBD, DBH bidang pendidikan harusnya sudah cukup menjawab kebutuhan pendidikan bagi masyarakat,” ungkap dia. (WRP)

Ibadah Syukuran dan Pengutusan Dominggus Mandacan Berlangsung Bersama BPS GKI di Tanah Papua

0

MANOKWARI, JAGAINDONESIA.COM – Ibadah syukuran dan Pengutusan terhadap Dominggus Mandacan selaku kepala suku besar Arfak di Tanah Papua, juga sebagai bakal calon gubernur Papua Barat pada periode 2024-2029 berlangsung di Jemaat GKI Bahtera Pelepasan Mandopi, Rabu (7/8/2024).

Ketua BP Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt Andrikus Mofu M.Th nampak hadir dalam ibadah ini bersama BP Badan Pengurus Klasis Manokwari, Klasis Kebar, tamu undangan dan jemaat se-Klasis Manokwari.

Ketua panitia ibadah syukur, Pdt. Sadrak Simbiak dalam laporannya mengatakan bahwa ibadah ini dilaksanakan atas wujud rasa syukur dan pujian atas kebaikan Tuhan dengan harapan perjuangan Dominggus Mandacan dalam kontestasi politik ini akan diiringi campur tangan Tuhan,

Menurutnya, pelaksanaan ibadah syukuran ini merupakan bagian dari komitmen bersama para hamba Tuhan untuk mendukung sosok Dominggus Mandacan maju sebagai bakal calon gubernur Papua Barat.

“Hari ini kita BPS GKI di Tanah Papua mengutus anak Tuhan, Dominggus Mandacan untuk maju pemilukada menjadi Gubernur Papua Barat,” kata Pdt Andrikus Mofu.

Di kesempatan yang sama, Ketua Panitia, Pdt Sadrak Rumbiak dalam laporan pembukaan mengungkapkan bahwa perayaan syukur dan pelepasan ini dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur dan pujian atas kebaikan Tuhan dalam perjuangan Drs Dominggus Mandacan M.Si bersama Mohammad Lakotani untuk maju kembali di Pilgub Papua Barat.

“Kalimat yang familiar yang selalu kita dengar dari sosok Bapak Dominggus adalah kita sudah diberkati dan karena itu kita harus menjadi berkat bagi semua orang. Namun yang lebih dominan adalah selalu mengawali setiap penyampaian dengan Puji Tuhan untuk semua hal yang diterima dan dihadapi,” kata Pdt. Sadrak Simbiak.

Lebih lanjut, Pdt. Simbiak mengutarakan bahwa perayaan syukur ini terasa sangat bermakna untuk mendukung perjuangan Dominggus Mandacan yang telah melewati tantangan dan tetap teguh ke depan.

“Kita kemas rasa syukur dan segala perjuangan yang sudah beliau lakukan. Beliau minta harus ada ibadah syukur karena banyak upaya untuk menutup pintu beliau, tetapi Tuhan telah berperkara untuk perjuangan ini,” ujar Sadrak.

Pantauan media ini, ibadah syukur nampak dihadiri ribuan jemaat GKI se Klasis Manokwari, Guru Jemaat, Majelis dan gabungan denominasi gereja serta tokoh masyarakat, adat, yang ada di Papua Barat. (WRP)

Imbas Sebut Filep Wamafma ‘Pengacau’, LaNyalla Dilaporkan ke Badan Kehormatan DPD RI

0
Kuasa Hukum Filep Wamafma saat melaporkan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmmud Mattaliti ke Badan Kehormatan (BK) DPD RI hari ini, Selasa, 6 Agustus 2024.

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Anggota DPD RI dari Papua Barat Filep Wamafma resmi melaporkan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattaliti ke Badan Kehormatan (BK) DPD RI hari ini, Selasa, 6 Agustus 2024. Laporan terhadap LaNyalla disampaikan atas dugaan pelanggaran kode etik berupa Perilaku yang Tidak Terpuji dengan menyebut Filep Wamafma sebagai pengacau pada saat Rapat Paripurna pada 12 Juli 2024.

“Pada hari ini kami selaku kuasa hukum atas Filep Wamafma melaporkan LaNyalla Mahmud Mattaliti sebagai Ketua DPD RI atas perilaku tak terpuji yang menodai harkat, martabat, kehormatan, citra dan kredibilitas Anggota dan Lembaga DPD RI, dengan menyebut klien kami sebagai pengacau,” kata Kuasa Hukum Filep Wamafma, Achmad Junaedy saat jumpa pers usai melaporkan LaNyalla ke BK DPD, Kompleks Parlemen, Senayan.

Atas perilaku tersebut, lanjut Achmad Junaedy, Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti diduga telah melanggar ketentuan Pasal 15 Peraturan DPD RI Nomor 2 Tahun 2018 tentang Kode Etik DPD RI yang menerangkan bahwa Anggota, Pimpinan Alat Kelengkapan, dan/atau Pimpinan DPD dalam memberikan pandangan, pendapat dan/atau pernyataan dalam sidang/rapat harus memperhatikan kepatutan dan menjaga harkat-martabat, kehormatan, citra dan kredibilitas anggota dan DPD RI.

Menurutnya, laporan tersebut sudah diterima pihak Sekretariat Badan Kehormatan DPD. Lebih lanjut, Achmad Junaedy menilai, pernyataan LaNyalla Mahmud Mattalitti juga berdampak negatif pada kliennya. Adapun pada pelaporan ini, kuasa hukum Filep Wamafma hadir bersama kuasa hukum lainnya yakni Donny ES Karauwan.

“Imbas dari pernyataan tersebut melahirkan banyak ancaman dan pemberitaan yang tidak benar tentang Filep Wamafma. Klien kami diopinikan sebagai bagian dari OPM (Organisasi Papua Merdeka) yang selama ini dipandang sebagai pengacau keamanan. Pernyataan Bapak LaNyalla Mahmud Mattalitti juga menimbulkan kegaduhan di Papua berupa konflik Dewan Adat, Masyarakat dan antara suku-suku yang ada di Papua yang merupakan basis konstituen klien kami,” tegasnya.

Oleh sebab itu, atas nama Filep Wamafma, pihaknya berharap Ketua dan Anggota Badan Kehormatan (BK) DPD RI menjalankan fungsi, tugas dan kewenangannya dengan sebaik-baiknya.

“Tidak pandang bulu apalagi takut untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran kode etika yang dilakukan Anggota DPD, terlebih lagi La Nyalla Mahmud Mattalitti menjabat sebagai Ketua DPD RI, sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” tandasnya

Sebagaimana diketahui, sidang paripurna DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (12/7/2024) berlangsung ricuh. Para senator berbondong-bondong mendatangi meja pimpinan DPD RI dan berusaha menyerobot palu LaNyalla Mahmud Mattaliti. Keributan terjadi karena LaNyalla bersikeras ingin mengesahkan tata tertib DPD RI untuk periode 2024-2029 dalam rapat paripurna tersebut.

Diantara persoalannya, tata tertib itu mengakomodasi paket pimpinan DPD RI periode mendatang. Usai kericuhan itu, sejumlah anggota DPD mulai menyuarakan tentang kepemimpinan La Nyalla. La Nyalla oleh beberapa anggota DPD dituding memimpin dengan otoriter.

Salah satunya argumentasi datang dari Anggota DPD dari Papua, Yorrys Raweyai yang mengungkapkan La Nyalla dan Wakil Ketua DPD Nono Sampono memberikan contoh tipikal otoriter dan eksklusif selama periode 2019-2024.

“Ini (kericuhan rapat paripurna) adalah respons mayoritas Anggota DPD yang tidak lagi bisa dibendung. Kekecewaan demi kekecewaan akibat gaya kepemimpinan otoriter dan tertutup Pak La Nyalla dan Pak Nono sudah terakumulasi sejak lama, hingga memunculkan resistensi yang memuncak,” kata Yorrys dalam keterangannya.

Berita Terbaru