Senin, 19 Oktober 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 215

DPD HNSI Malut Hadir Untuk Nelayan

0
Rapat DPD HNSI Malut di Kantor KSOP Kota Ternate (Foto:ismit)

TERNATE, JAGAINDONESIA.COM – Rapat Kerja Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Maluku Utara digelar bersama Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate. Selasa, (03/16/2021) di Kantor (KSOP) Kota Ternate.

Rapat DPD HNSI Malut dengan KSOP Kelas II Ternate bertemakan “Pengukuran Kapal Bagi Nelayan < 10 GT dan Perijinan 1000 Armada kapal Bagi Nelayan”.

Ketua DPD HNSI Malut, Capt. Ali Ibrahim, MH menyebut bahwa terdapat beberapa program yang telah direncakan, namun tujuan utama membangun kerjasama dengan KSOP Kelas II Ternate adalah untuk pengukuran kapal bagi nelayan < 10 GT dan perizinan 1000 Armada nelayan Maluku Utara.

Dengan harapan, kepala KSOP Kelas II Ternate dapat merima dengan senang hati, terangnya.

Sementara, Kepala KSOP Kelas II Ternate, Affan Tabona, SE, M.Si menyampaikan terimakasih atas kerjasama HNSI untuk menjalankan program yang sudah direncanakan oleh Pengurus DPD HNSI Malut.

“Dengan hadirnya konsep-konsep seperti inilah maka dapat melahirkan kesejahteraan Nelayan yang ada di Maluku Utara.” Ungkapnya.

Diakhir, KSOP berharap agar HNSI Malut selalu komitmen kordinasi dan komunikasi agar kerja sama dapat berjalan dengan baik, tutupnya. (ismit)

Budidayakan Jahe Merah, Pemuda Ini Stimulus Ketahanan Pangan Lingkup Desa

0
sekelompok pemuda Dusun Jambe Desa Banjarkemantren Kota Sidoarjo menanami pekarangan dengan jahe merah.

SIDOARJO, JAGAINDONESIA.COM – Jahe merah adalah tanaman jamu asli nusantara. Jahe termasuk keluarga rempah-rempah karena memang menjadi salah satu rempah pokok pada makanan di Indonesia.

Jahe merah ternyata cukup beragam, mulai dari jahe emprit hingga jahe gajah seolah menjadi primadona di waktu awal musim pandemi covid melanda hingga sekarang. Pasalnya konsumsi minuman herbal ini begitu diminati karena diyakini dapat imunitas dan kehangatan tubuh.

Jahe zingiber officinale termasuk dalam kelas monocotyledon atau tanaman berkeping satu dan famili zingiberaceae (suku temu-temuan). Nama zingieber menjadi nama latin dari bahasa sansekerta yaitu singibera, artinya berbentuk tanduk. Hal ini karena bentuk percabangan jahe mirip tanduk rusa.

Beberapa manfaat jahe bagi tubuh, diantaranya membantu membersihkan tubuh melalui keringat, meringankan batuk dan pilek, meredakan sakit kepala, mencegah darah menggumpal dan tersumbatnya pembuluh darah, membuat lambung nyaman dan mengeluarkan angin, meringankan diare, meringankan radang sendi, memperkuat otot, melancarkan pencernaan, menurunkan kolesterol serta memudahkan kerja jantung memompa darah.

Melihat banyaknya khasiat yang dihasilkan oleh jahe, sekelompok pemuda Dusun Jambe Desa Banjarkemantren Kota Sidoarjo menggagas ide ketahanan pangan sampai kedaulatan pangan di lingkup desa.

Dengan memperhatikan tingkat padatnya pemukiman, sudah barang tentu lahanpun menjadi sempit bahkan terbatas. Karena alasan lahan juga, menanam dan membudidayakan jahe sangatlah relevan. Karena jahe dapat di tanam meski hanya di pekarangan rumah atau media polybag dan media lainnya seperti karung.

” Kita nekat mempunyai visi menjadikan “Jambe Kampung Jahe”, maka segala usaha kita tempuh mulai belajar kepada petani jahe yang ada di Kabupaten Kediri, hingga mendatangkan langsung bibit jahe berjumlah 700 bibit dari kec. Mojo kab. Kediri.” Ujar Wahyu.

“Ini semua kita tanam di lahan pekarangan dan juga media karung.” ujar Wahyu Kama salah satu penggerak pemuda Dusun Jambe Desa Banjarkemantren.

Meski dirintis dari lingkup dusun Jambe desa Banjarkemantren, edukasipun terus digalakkan. Mereka mulai bersinergi bersama warga dengan melakukan pelatihan cara pembuatan jahe serbuk siap seduh. Kini budidaya jahe merah dusun Jambe merambah pada usaha turunan yakni penjualan bibit jahe merah serta media siap tanam berupa pupuk organik (kohe sapi, kohe kambing, sekam mentah dan sekam bakar).

Bahan-bahan pupuk organik itu cukup memadai stok persediannya baik dari dalam desa maupun luar desa Banjarkemantren. Semua jualan tersebut bisa didapat dengan harga terjangkau, sehingga mampu meminimalisir biaya produksi dan operasional.

Untuk bibit jahe merah sekaligus media polybag, dijual kisaran harga Rp 8.000/ batang. Namun, jika hanya membeli bibitnya saja, maka dihargai Rp 5.000/ batang.

Sementara untuk sekam bakar, dipatok harga Rp. 5.000/pack (plastik ukuran 5 kg). Sementara untuk pupuk organik siap tanam, seharga Rp 25.000 / karung (ukuran 10 kg).

Kegiatan ini ditengarahi dapat menjadi alternatif sumber pemasukan ekonomi di era pandemi. Seperti di ketahui bersama bahwa jahe sebagai rempah- rempah nusantara layak dan perlu kita lestarikan baik dari segi penanaman, pengelolaan menjadi bahan minuman atau makanan, hingga ampas jahe yang dapat digunakan untuk campuran pakan unggas.

Hal itulah yang menginspirasi sekelompok pemuda untuk terus berkarya secara produktif  di tengah lesunya ekonomi dan sempitnya lahan dusun. Semangat bersama dan kerja-kerja kolektif ini mempunyai tujuan agar warga dapat menciptakan sendiri ruang produksi dari hulu hingga hilir, dari pembibitan  hingga menjadi bahan konsumsi. (W.E.Y Sastra)

BNPP Matangkan Rencana Zona Pendukung PLBN Untuk Dijadikan Kawasan Ekonomi

0
PLBN Terpadu Skouw di Jayapura (Foto: doc. Kementerian PUPR)

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) terus mematangkan rencana zona pendukung Pos Lintas Batas Negara (PLBN) untuk dijadikan sebagai kawasan ekonomi. Hal itu disampaikan Kepala BNPP yang juga Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam Rapat Kerja Tim Pengawas DPR RI dengan agenda Membicarakan Program Kegiatan Percepatan Pembangunan Ekonomi pada Kawasan Perbatasan Negara sesuai Inpres Nomor 1 Tahun 2021, di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (15/3/2021).

Sebelumnya Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi pada Kawasan Perbatasan Negara di Aruk, Motaain, dan Skouw. Ketiga PLBN ini nantinya, diharapkan dapat menjadi role model dalam pengembangan pembangunan ekonomi di kawasan perbatasan.

“Di setiap PLBN ini ada zona inti yaitu dimana adanya kegiatan pos lintas batas keluar masuk, tapi juga ada kawasan pendukung, zona pendukung. Nah zona pendukung ini, Bapak Presiden menghendaki agar dijadikan kawasan ekonomi yang dapat produktif dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah sekitar kawasan PLBN,” kata Mendagri Tito.

Dengan dibentuknya kawasan pendukung untuk percepatan pembangunan ekonomi, diharapkan dapat menjadikan kawasan pendukung  yang produktif untuk sentra ekonomi di kawasan perbatasan. “Sekaligus juga untuk suplai ekspor barang keluar, misalnya ke Timor Leste, ke Papua Nugini maupun juga ke Serawak, Malaysia. Harapannya ekspor kita menjadi lebih tinggi daripada impor sehingga kita menjadi surplus tidak menjadi defisit dalam neraca perdagangan,” tandasnya.

Berkaitan dengan Instruksi Presiden agar kawasan pendukung atau zona pendukung dijadikan kawasan ekonomi tersebut, Mendagri Tito menjelaskan, pihaknya telah melaksanakan sejumlah rapat dengan seluruh stakeholder terkait yang tercantum dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2021.

“Mendagri adalah sebagai koordinator, melakukan koordinasi dan sinkronisasi, kemudian dalam kapasitasnya sebagai kepala BNPP terutama untuk Aruk, Motaain dan Skouw, termasuk juga untuk menyusun kebijakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD), kemudian juga rencana pembangunan menengah daerah dan RKP Daerah,” jelasnya. 

Dalam beberapa rapat yang telah dilakukan, dikembangkan konsep berupa 60 program yang akan dilaksanakan di Aruk, Motaain maupun Skouw. Pembagiannya yakni terdapat 21 program di kawasan Aruk dengan sasaran mewujudkan kawasan perbatasan Aruk sebagai pusat produksi, peningkatan hasil dan pemasaran pertanian, perkebunan, pariwisata. Kemudian 20 program di kawasan Motaain, NTT dengan sasaran mewujudkan kawasan perbatasan Motaain sebagai pusat pelayanan dan pusat distribusi barang dan jasa yang berbasis pertanian dan peternakan terpadu. Serta 19 program untuk Skouw dengan tujuan mewujudkan kawasan perbatasan Skouw sebagai pusat pertumbuhan baru berbasis pada pengembangan klaster pangan dan sabuk wisata perbatasan.

Mendagri Tito menambahkan, terdapat 8 Kementerian yang dilibatkan dalam pengembangan kawasan pendukung Aruk, yakni  Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian PUPR, Kementerian Pehubungan, Kementerian Perdagangan, Kementerian ESDM, Kemendes PDTT, dan Kemenkominfo. Kemudian, 6 Kementerian yang dilibatkan untuk pengembangan kawasan di Motaain, yakni Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, Kementerian PUPR, Kementerian Desa PDTT, Kementerian ESDM.  

Sementara itu, untuk kegiatan pengembangan kawasan zonasi pendukung Skouw, terdapat Kementerian KKP, Kementerian Pertanian, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian ESDM, Kementerian Kominfo, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian PUPR.

“Ada sejumlah langkah yang sudah dilakukan sesuai dengan konsep tersebut, kick off untuk pelaksanaan Inpres ini sudah dilaksanakan oleh Menko Ekonomi dilanjutkan pada waktu yang sama pertemuan dengan rangka sinergi dengan semua Kementerian/Lembaga, yang dilaksanakan pada tanggal 22 Januari 2021, kemudian pertemuan dengan Pemda Kalbar, NTT dan Papua serta pemerintah tingkat II-nya yaitu Kabupaten Sambas, Kabupaten Belu, dan Kota Jayapura tanggal 1 Februari 2021, selanjutnya pertemuan intens dengan Kementerian teknis dalam rangka menyusun rencana aksi Inpres Nomor 1 Tahun 2021 tanggal 5, 6, 11, 18 Februari 2021, ini lebih teknis lagi,” jelasnya.

Mendagri Tito menekankan, untuk memastikan program kegiatan Inpres Nomor 1 Tahun 2021 ini, dialokasikan anggaran dalam dokumen anggaran perencanaan anggaran K/L dan pemda. “BNPP telah mengkoordinasikan di antaranya dengan surat tertanggal 26 Januari kepada 10 menteri teknis terkait tentang penganggaran tersebut, juga untuk tingkat daerah diberikan surat tertanggal 29 Januari dan kemudian untuk dilakukan penganggaran sesuai dengan tugas masing-masing dalam 60 program kegiatan tersebut,” bebernya.

Meski demikian, Mendagri Tito menilai, diperlukan langkah-langkah dan koordinasi lebih teknis, tematik, antar kementerian yang terlibat bersama pemda, guna mematangkan impelementasi Percepatan Pembangunan Ekonomi pada Kawasan Perbatasan Negara di Aruk, Motaain, dan Skouw sesuai Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2021. (**)

Bupati Herry Sebut Berita Tentang “Dukung Jual Pulau Biak” Hoax

0
Berita yang ditayangkan oleh kabardaerah.com tentang penjualan pulau Biak disinyalir Hoax

BIAK, JAGAINDONESIA.COM – Bupati Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd menegaskan tidak pernah diwawancarai wartawan Kabardaerah.com (secara khusus Kabardaerah.com Papua) terkait dengan berita “Bupati Dukung Jokowi Jual Pulau Biak.”

Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyatakan mendukung untuk menjual Pulau Biak demi peluncuran roket SpaceX. Pasalnya, lokasi Bandar Antariksa (bukan untuk nuklir) belum dibangun, apalagi sampai tingkat peluncuran roket yang membawa sejumlah satelit (setalit bukan nuklir) ke angkasa dan luar angkasa itu.

“Untuk itu, berita yang dilansir Kabardaerah.com tanggal 14 Maret 2021 dengan judul “Bupati Mendukung Pemerintah Jokowi Menjualan Pulau Biak” dinyatakan sebagai pembohongan publik dan terkesan dibuat sendiri oleh oknum penulis yang bersangkutan (dengan inisial penulis KD).” Tulis akun Facebook Humas Pro_Biak.

Bupati Herry Naap mengatakan, berita itu adalah bentuk pembohongan publik. Menurut Herry, sampai saat ini tidak satupun wawancara Bupati Herry Naap yang membahas soal wacana peluncuran roket di Kabupaten Biak Numfor.

“Tidak ada itu pertemuan di Lapan Pusat yang membahas peluncuran roket SpaceX, informasinya dari mana? Pertemuan dimana?, yang di Lapan itu audensi dan pihak Lapan mempresentasekan tentang rencana pembangunan Bandar Antariksa di Pulau Biak. Tidak ada peluncuran roket dibahas, dari mana informasinya. Saya cukup sayangkan dan minta hal ini diklarifikasi!,” tegas Bupati menanggapi tulisan tersebut.

“Jadi yang saya baca diberbagai berita, peluncuran roket SpaceX yang membawa satelit itu masih dalam bentuk wacana. Jadi sekali lagi saya tegaskan berita yang dilansir di halaman Kabardaerah.com tersebut tidak pernah saya katakan. Saya berharap kepada oknum penulis berita ini supaya professional menyampaikan informasi, berimbang dan akurat, jangan memprovokasi masyarakat,” lanjutnya.

“Saya memang sempat diwawancarai sejumlah wartawan ketika baru audensi di Lapan Pusat (bukan membahas peluncuran satelit), tapi tidak satupun kalimat kami yang menyatakan soal mendukung peluncuruan satelit oleh SpaceX. Ya, lokasi saja belum ada, kok sudah bahas peluncuran, ini kan aneh. Ada apa dengan berita ini?” tambah Bupati Herry Naap merasa heran.(rls)

Halmahera Tengah Gelar Peringatan Isra Miraj 1442 H

0
Peringatan Isra Miraj 1442 H di kediaman Bupati Halmahera Tengah pada Minggu 14/03/2021.

HALTENG, JAGAINDONESIA.COM – Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah menggelar kegiatan Peringatan Isra Miraj 1442 H/2021 masehi.

Kegiatan ini mengusung Tema “Semangat isra miraj untuk menguatkan ulhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniyah” yang berlangsung dikediaman Bupati bukit Loeteglas, Minggu 14 Maret 2021.

Tampak hadir, Wakil Bupati Abd. Rahim Odeyani, Kapolres Halteng, Dandim 1512 Weda, Ketua dan Wakil ketua DPRD, Kakandepag Halteng, Sekda Halteng, Pimpinan OPD, Para Imam Kota weda, beserta masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Edi Langkara menyampaikan bahwa Isra Mi’raj merupakan salah satu sarana untuk melakukan evaluasi dan intropeksi diri dalam melaksanakan titah dan nasihat Rasulullah yang telah diamanatkan pada umatnya.

Ia juga menyampaikan bahwa momentum isra miraj bisa menjadi Langkah awal perubahan sikap agar lebih rendah hati, dan menjalin silahturahmi yang baik terhadap orang lain.

“Melalui doa dan zikir dalam peristiwa isra miraj Nabi Muhammad SAW, semoga Halmahera Tengah dijauhkan dari segala musibah, bencana, dan diberi rahmat. Semoga dengan  momen ini membuat kita semakin bertaqwa kepada Allah SWT.” Tutupnya (Ismit)

Peringati Hari Nyepi, Umat Hindu Nganjuk Gelar Upacara Nglebak Geni dan Nglebar

0
Dok. Humas Pemkab Nganjuk

NGANJUK, JAGAINDONESIA.COM – Umat Hindu di Kabupaten Nganjuk memperingati puncak Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1943 dengan melaksanakan upacara Nglebak Geni dan Nglebar pada Senin (15/3/2021). Upacara berlangsung di Pura Kerta Buana Giri Wilis, Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.

Bupati Kabupaten Nganjuk, Novi Rahman Hidayat turut menghadiri upacara tersebut bersama dengan 70 umat Hindu. Masyarakat Hindu Dharma Nganjuk melaksanakan puncak peringatan Hari Raya Nyepi tahun ini dengan semangat menjalankan darma agama dan darma negara. Bupati Novi berpesan agar warga Nganjuk selalu menjunjung tinggi kerukunan antar umat beragama dan sebagai warga negara dalam Bhineka Tunggal Ika.

“Pada prinsipnya kita itu sama, jika jiwa kita baik maka raga kita juga akan baik, selalu guyub rukun antar sesama pemeluk agama yang ada di wilayah Bajulan sini. Karena kita adalah Bhineka Tunggal Ika dibawah naungan NKRI”, pesan Bupati Novi dalam keterangan resmi yang dirilis oleh Humas Kabupaten Nganjuk pada Senin (15/3/2021).

Pelaksanaan upacara Nglebak Geni dan Nglebar berlangsung lancar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Diketahui upacara tersebut merupakan bagian dari beberapa rangkaian upacara peringatan Hari Raya Nyepi.

Melalui keterangan resmi yang dirilis oleh Humas Kabupaten Nganjuk pada Senin (15/3/2021), Mangku Damri yang merupakan Wakil Umat Hindu sekaligus Pemangku Pura Kerta Buana Giri Wilis menjelaskan tujuan upacara Nglebak Geni dan beberapa rangkaian upacara yang telah dilakukan oleh umat Hindu di Kabupaten Nganjuk.

“Mangku Damri, selaku Wakil Umat, sekaligus Pemangku Pura Kerta Buana Giri Wilis menyampaikan tujuan upacara Nglebak Geni untuk membentuk karakter manusia yang “Utomo ing Budi, Suci ing Pakerti” dan menumbuhkan kesadaran masing-masing dalam menyambut Tahun Baru Saka 1943,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mangku Damri juga menyampaikan bahwa Umat Hindu Desa Bajulan sudah melaksanakan beberapa rangkain upacara Hari Nyepi, diantaranya:

  1. Upacara Melasti (Penyucian Parahyangan) yang diawali dengan Medhak Tirta dengan mengambil air mata suci dari mata air Roro Kuning untuk mensucikan tempat suci dan peralatan ibadah.
  2. Upacara Tawur Kesanga, dengan tujuan membersihkan lingkungan hidup atau bumi agar memberikan kesejahteraan yang layak untuk umat manusia. Karena baik buruknya bumi tergantung dari manusia.
  3. Catur Brata Penyepian diri yang bertujuan untuk introspeksi diri. Dalam menjalani Catur Brata penyepian, ada empat pantangan Umat Hindu yaitu, Amati Karya (tidak bekerja), Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak berenang-senang). (AY)

Polres Kediri Kota Jalin Keakraban dengan Pelajar Papua di Kota Kediri

0
Dok. Humas Polresta Kediri

KEDIRI, JAGAINDONESIA.COM – Polres Kediri Kota melaksanakan pertemuan dengan pelajar Papua yang sedang menjalani studi di Kota Kediri. Pertemuan tersebut diselenggarakan pada Jumat (12/2/2021) lalu yang bertujuan untuk menjalin dan mempererat keakraban dengan para pelajar Papua. Menurut keterangan yang dirilis oleh Polres Kediri Kota(12/3/2021), pertemuan tersebut dihadiri oleh pejabat utama Polres Kediri Kota Kasat Bimas AKP Kristin Kusuma Ratih.

AKP Kristin menyampaikan tujuan pertemuan tersebut adalah untuk saling berbincang dan berbagi pengalaman serta kendala yang dihadapi para pelajar Papua saat menempuh studi di Kota Kediri.

“Kagiatan ini dilakukan untuk mempererat shilaturrahmi antara Polres Kediri Kota dan pelajar Papua yang ada di Kota Kediri,” kata AKP Kristin.

Dalam kesempatan itu, AKP Kristin berpesan kepada para pelajar Papua untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin terutama di tengah pandemi Covid-19. Ia berharap para pelajar dapat menggunakan waktu luang untuk mengerjakan hal-hal positif lainnya. Selain itu, AKP Kristin mendorong para Pelajar Papua untuk terus bersemangat dalam menempuh pendidikan agar dapat mewujudkan cita-cita dan harapan di masa yang akan datang.

Pada kesempatan yang sama, salah seorang pelajar Papua yaitu Violeta Himan menyampaikan rasa terima kasih atas hubungan baik yang telah terjalin dengan Polres Kota Kediri. Himan yang merupakan pelajar di SMA ST Agustinus Kota Kediri merasa senang telah atas waktu yang diberikan untuk berbincang bersama.

“Terima kasih atas inisiatif diadakannya pertemuan ini oleh Bapak Kapolres Kediri Kota. Hubungan kita selama ini sangat baik, kita sering diajak berdiskusi bersama,” ujar Himan. (AY)

Belajar Kesadaran dan Kewaspadaan dari Budaya “Melek-an” Masyarakat

0
ilustrasi aktivitas "melek-an"

JAGAINDONESIA.COM – Budaya “melek-an” adalah kebiasaan umum yang dapat dijumpai hampir di seluruh tempat di Indonesia, terutama wilayah desa. Hal ini karena di desa, warganya masih mempunyai kepedulian sosial yang relatif tinggi, serta aktifitas gotong royong masih sering dilakukan.

Aktivitas “melek-an” bisa dilihat mulai dari kegiatan berjaga di pos ronda, jagong bayi (kelahiran bayi), atau saat ada warga yang meninggal dunia yang waktunya tentatif (mulai dari 7 hari hingga 40 hari). Tak hanya itu, acara pernikahan,pindahan rumah, kenduri atau hajatan, dan sampai hanya sekedar cangkruk (duduk santai) untuk menikmati minum kopi atau teh dengan teman, tetangga hingga saudara. Tentu dengan bahan percakapan yang ada di sekitar lingkungan hingga isu nasional yang lagi hangat.

Dilansir dari kbbi.web.id, melek adalah tidak tidur, jaga, celik mata, dapat melihat, insaf, mengerti. Sedang melek- melekan adalah berjaga (tidak tidur) semalam suntuk.

Seiring perkembangan zaman, budaya melek-an juga mengalami transformasi secara bentuk dan isi. Bagi mahasiswa yang aktif dan progresif, melek-an dapat diisi dengan diskusi, rapat organisasi, bedah buku, hingga dialektika wacana kebangsaan bahkan membahas kebijakan publik.

Bagi warga kota, melek-an bisa saja dilakukan di cafe-cafe, taman kota sambil kongkow, bahkan hanya untuk menikmati keindahan malam atau menikmati live music yang dihadirkan di cafe atau tempat hiburan.

Di masa pandemi seperti saat ini, berlaku pula budaya “melek-an” untuk menjaga kampung dari keluar masuknya masyarakat yang sedang melakukan aktifitas. Apalagi pernah berlaku kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Kata “melek” memang memberi penekanan tersendiri, apalagi di gabung dengan kata lain. Semisal kata ” melek informasi”, ” melek politik”, ” melek huruf “, ” melek aksara”, dan “melek literasi”. Yang semua kata itu banyak digunakan oleh jurnalis, pendidik, bahkan para pengamat politik atau analis.

Disamping itu kata “melek” merupakan kata serapan dari bahasa jawa, yang bisa berarti melihat atau terpelajar jika diartikan ke dalam bahasa indonesia. Dilansir juga dari id.m.wikipedia.org,  jawa juga mempunyai dasanama yang merupakan persamaan istilah suatu yang memiliki makna “sama” atau “hampir serupa.” Dasanama lebih dipahami sebagai sinonim dalam lingkup bahasa jawa. Istilah atau kata yang ber-dasanama dalam bahasa jawa sangat beragam, mulai dari lingkup nama tokoh pewayangan, hewan, penanggalan, tempat, hingga istilah umum yang berupa kata kerja dalam percakapan sehari- hari.

Yang perlu diketahui adalah “melek-an”  merupakan sumbangan budaya asli yang lahir dari proses sejarah serta dialektika kehidupan  dimana masyarakat itu tinggal, baik di desa maupun di kota. Dari kata ” melek” yang berarti jaga dan tidak tidur, mengisyaratkan kesadaran serta kewaspadaan bagi pelaku ” melek-an” untuk dapat melihat segala sesuatu secara jelas, terang dan jernih.

Maka dari itu ” melek-an” secara intrepretasi dapat dijadikan alat untuk memfilter banjirnya informasi di era saat ini. Apalagi, di era post truth sekarang, hoax sudah menjamur di berbagai media. Untuk memilah dan memilih bahan bacaan itulah diperlukan sikap “melek-an sehingga masyarakat tidak terlena dan ter-nina bobokan dalam ayunan keadaan, tidak dicuri hak-haknya dalam mendapat penghidupan yang layak. Terutama juga hak untuk berserikat, berkumpul dan menyampaikan pikiran berupa lisan maupun tulisan yang di tetapkan dan dijamin oleh UUD 1945 pasal 28.

(Opini ini ditulis oleh W.E.Y Sastra Aksara, pegiat sosial, anggota komunitas kabut malam)

Wabup Tutup Pelaksanaan STQH ke IX tingkat Kab. Halteng

0
Wakil Bupati Halmahera Tengah, Abd. Rahim Odeyani saat menutup acara STQH ke IX tingkat Kabupaten Halmahera Tengah

HALMAHERA TENGAH, JAGAINDONESIA.COM – Kecamatan Weda Timur keluar sebagai juara umum dalam Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) ke IX tingkat Kabupaten Halmahera Tengah yang berlangsung di Banemo Kecamatan Patani Barat, Sabtu (13/3/2021).

Pelaksanaan STQH ditutup secara resmi oleh Wakil Bupati Halmahera Tengah Abd. Rahim Odeyani. Dalam sambutannya, ia menyatakan bahwa pelaksanaan STQH dijadikan tidak hanya sekedar ajang untuk mengukir prestasi tetapi juga sebagai sarana perekat rasa kebersamaan serta membangun kekeluargaan berdasarkan nilai-nilai islami. Hal itu tak lain dalam rangka menyongsong pembangunan untuk mewujudkan masyarakat yang aman dan tentram.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih oleh para juara, dan kepada yang belum berhasil ia tetap menyemangati agar terus mengasah kemampuan dengan berlatih.

“Saya berharap semangat Al-qur’an dapat menjadi jalan yang akan menghantarkan masyarakat menuju suatu tatanan kemasyarakatan yang memiliki komitmen moral untuk membangun kehidupan yang lebih baik, sejahtera lahir dan bathin” kata Abd. Rahim Odeyani.

Turut hadir dalam acara penutupan Anggota DPRD Halteng, asisten, staf ahli, pimpinan perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, para Camat, masyarakat Kabupaten Halmahera Tengah serta masyarakat Kecamatan Patani Barat dan sekitarnya.

Sementara untuk Qori terbaik dewasa berasal dari Kecamatan Weda atas nama Firmansyah Abu Yusuf dan Qoriah dewasa terbaik diraih oleh Mawaddah Muchsin dari Kecamatan Patani Barat. Sementara untuk perlombaan cabang 500 hadits diraih oleh Hayun M. Sahil dari Kecamatan Weda Selatan. (ismit)

Ini Cara Kelurahan Banjarmlati Kediri Hijaukan Seluruh Wilayahnya Dari Covid-19

0
AKBP Eko Prasetyo saat meninjau kebun hidroponik Banjarmlati pada Jumat (12/3/2021). Foto: Dok Pemkot Kediri

KEDIRI, JAGAINDONESIA.COM – Kelurahan Banjarmlati Kota Kediri telah berhasil menjadikan wilayahnya berstatus zona hijau penyebaran Covid-19. Keberhasilan tersebut diperoleh dengan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis skala mikro berkat hasil sinergitas 3 pilar dan peran aktif masyarakatnya.

Kelurahan Banjarmlati melakukan berbagai upaya yang dijalankan atas kerja sama 3 pilar yaitu Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Ketua RT yang didukung oleh masyarakat Banjarmlati. Bahkan beberapa upaya dilakukan masyarakat secara swadaya.

“Membuat posko PPKM, lumbung pangan hingga membuat kebun hidroponik dan kolam ikan. Semua itu adalah hasil swadaya masyarakat,” tulis akun resmi Pemerintah Kota Kediri @pemkotkediri pada Jumat (12/3).

Atas keberhasilan Kelurahan Banjarmlati menghijaukan wilayahnya atau berstatus zona hijau Covid-19, Kapolres AKBP Eko Prasetyo melakukan kunjungan untuk meninjau secara langsung pelaksanaan PPKM Mikro di Banjarmlati. Kunjungan Kapolres Kota Kediri dilakukan pada Jumat (12/3) yang dimulai dari kebun hidroponik hingga ke posko PPKM yang bertempat di kantor Kelurahan Banjarmlati.

Pemerintah Kota Kediri berharap keberhasilan Kelurahan Banjarmlati dapat menjadi motivasi kelurahan lain. Selain itu, keberhasilan PPKM Mikro juga merupakan hasil kerja sama 3 pilar yang didukung peran aktif masyarakat secara langsung. Sehingga masyarakat diharapkan terus bekerja sama bersama pemerintah untuk mencegah penularan virus Corona di tengah masyarakat.

Diketahui PPKM Mikro di Kota Kediri telah diperpanjang hingga 22 Maret 2021. Hal ini dilakukan untuk terus menekan angka kasus Covid-19 di wilayah Kota Kediri mengingat hingga Jumat (12/3) Kota Kediri masih berada pada Zona Oranye penyebaran Covid-19. Akan tetapi diakui oleh Pemkot Kediri bahwa perkembangan kasus Covid-19 di wilayahnya telah melandai. (AY)

Berita Terbaru