Minggu, 18 Oktober 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 21

Soal Pemusnahan Aksesoris Burung Cenderawasih, Ini Respons MRP Papua Hingga Kementerian Kehutanan

0
Foto: Istimewa

PAPUA, JAGAINDONESIA.COM – Polemik pembakaran aksesoris burung Cenderawasih oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) pada 20 Oktober 2025 lalu menyita perhatian publik Terkait hal ini, Asisten Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi Papua, Yohanes Walilo mengimbau kepada masyarakat agar bijak menyikapi hal ini karena BBKSDA menjalankan tindakan tersebut dalam rangka penegakan hukum atas satwa yang dilindungi.

“Kami menegaskan bahwa tindakan BBKSDA dilakukan berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam penanganan barang bukti pelanggaran konservasi,” ujarnya, dikutip dari ANTARA, Kamis (23/10/2025).

Meski begitu, dia menekankan pentingnya koordinasi stakeholder terkait dengan unsur-unsur masyarakat dengan mempertimbangkan nilai-nilai adat dan kultur masyarakat setempat. Di sisi lain, Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Nerlince Wamuar mengapresiasi tindakan pemusnahan aksesori mahkota burung cendrawasih oleh BBKSDA, namun ia menyesalkan tidak adanya koordinasi pihak BBKSDA dengan lembaga kultur.

“Tugasnya (red, BBKSDA) memang melindungi flora dan fauna endemik Papua,” ujar Nerlince Wamuar melansir laman resmi MRP, Rabu (22/10/2025).

“Misalnya polisi sita minuman keras, harus dimusnahkan. Itu sesuai regulasi yang mengaturnya. Demikian juga BBKSDA melakukan hal serupa sesuai fungsi tugasnya. Supaya ini menjadi edukasi bagi semua orang Papua,” ujar Wamuar.

Menurutnya, masyarakat Papua yang merasa memburu, membunuh dan memperjual-belikan burung Cenderawasih, Kasuari, dan Kuskus pohon, patut menyadari bahwa tindakan memburu hewan-hewan tersebut adalah ilegal.

“Jangan sampai suatu waktu hanya menjadi cerita kepada generasi Papua bahwa, Papua pernah punya burung surga yang indah. BBKSDA juga perlu memperhatikan individu dan kelompok masyarakat yang masih memburu dan menjual hewan berstatus dilindungi tersebut,” ucapnya.

Meski begitu, Wamuar mengatakan, mestinya ada koordinasi dengan MRP sebagai lembaga kultur guna bersama mencari solusi tepat, untuk penanganan penyebaran hewan dan benda sakral yang merupakan ikon budaya masyakarat Papua.

“Cenderawasih itu berbeda dari burung lainnya. Kami orang Tabi punya cerita rakyat dengan mitologinya bahwa burung surga itu dilahirkan seorang perempuan Tabi, sehingga sangat disayangkan jika upaya pemusnahannya dengan cara dibakar,” katanya.

Sementara itu, Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Papua, khususnya kepada para tokoh adat dan lembaga kultural seperti Majelis Rakyat Papua (MRP), atas munculnya kekecewaan terkait pemusnahan barang bukti berupa mahkota Cenderawasih.

Direktur Jenderal KSDAE, Prof. Satyawan Pudyatmoko, menjelaskan bahwa pemusnahan itu merupakan bagian dari proses penegakan hukum terhadap perdagangan satwa liar dilindungi dan bagian-bagiannya, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 5 Tahun 1990 sebagaimana telah diubah melalui UU Nomor 32 tahun 2024 mengenai Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Namun demikian, Kemenhut memahami bahwa sebagian barang bukti tersebut memiliki nilai budaya yang tinggi bagi masyarakat Papua.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas timbulnya kekecewaan dan rasa terluka yang dirasakan oleh masyarakat Papua. Kami memahami bahwa mahkota cenderawasih bukan sekadar benda, melainkan simbol kehormatan dan identitas kultural masyarakat Papua,” ujar Prof. Satyawan di Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Ia menegaskan bahwa tidak ada sedikit pun niat dari Kementerian Kehutanan untuk menyinggung, mengabaikan nilai budaya, atau melukai masyarakat Papua. Kejadian tersebut murni dalam kerangka upaya penegakan hukum. Menurutnya, kejadian ini juga menjadi pembelajaran penting bagi seluruh jajaran agar dalam setiap langkah pengambilan keputusan di lapangan, juga mengedepankan pertimbangan aspek sosial dan budaya secara menyeluruh.

“Konservasi tidak hanya soal menjaga dan melindungi satwa di alam, tetapi juga tentang penghormatan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. Kami berkomitmen untuk terus membangun komunikasi dan kolaborasi bersama masyarakat Papua dengan menjunjung tinggi prinsip saling menghormati,” lanjutnya.

Sebagai tindak lanjut, Kemenhut telah menginstruksikan Balai Besar KSDA Papua untuk segera melakukan komunikasi dan dialog dengan lembaga adat, MRP, dan tokoh masyarakat setempat. Dialog ini bertujuan memperkuat pemahaman bersama serta merumuskan mekanisme yang lebih baik dalam menangani barang bukti satwa liar yang memiliki nilai budaya, dan dalam upaya konservasi sumber daya alam hayati di wilayah Papua.

“Kami akan mengkaji kemungkinan agar barang bukti bernilai budaya dapat dikelola untuk mendukung fungsi edukatif melalui kerjasama dengan lembaga adat atau museum daerah, tanpa mengurangi aspek hukum perlindungan satwa liar,” jelasnya.

STIH Mulai Sidang Skripsi, Dr. Filep Wamafma Dorong Mahasiswa Jalani dengan Integritas

0

MANOKWARI, JAGAINDONESIA.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari secara resmi memulai proses Sidang Skripsi bagi mahasiswa/i Program Studi Ilmu Hukum Tahun Akademik 2024/2025.

Acara Pembukaan Sidang Skripsi dipimpin langsung oleh Ketua STIH Manokwari, Dr. Filep Wamafma, pada Sabtu (18/10/25), bertempat di Kampus STIH Sanggeng Manokwari.

Dari total 200 mahasiswa tingkat akhir, sebanyak 19 mahasiswa telah mendaftar untuk ujian skripsi tahap awal. Proses ujian akan dilaksanakan secara bertahap mulai Senin, 20 Oktober 2025 hingga tuntas bagi mahasiswa yang telah siap.

Seluruh proses akademik ditargetkan harus selesai pada Desember 2025, sehingga Wisuda dapat dilaksanakan pada Januari 2026. Dr. Filep Wamafma menyampaikan pesan motivasi dan penekanan penting tentang integritas akademik.

“Tidak ada mawar yang tak berduri, tidak ada keberhasilan seseorang tanpa ada perjuangan. Bagi saya, kalau hadapi tantangan dan sukses itu ceritanya mantap. Maka jangan sekalipun mundur, jangan ragu-ragu dan mundur. Nikmati proses,” ujarnya.

Senator Papua Barat ini juga menegaskan bahwa ujian skripsi adalah puncak dari proses pendidikan S-1 dan tidak akan ada kompromi meskipun penguji berasal dari internal kampus.

“Kami punya kewajiban akademik untuk memastikan bahwa setiap lulusan yang kita uji di STIH Manokwari keluar dan berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan. Integritas kita jaga di kampus ini,” tegasnya.

“Ada waktu dimana kita bercerita, bercanda, berdiskusi, tetapi waktu ujian tidak ada kompromi dan tawar-menawar. Maka dari itu, Anda jangan anggap enteng soal ujian. Anda harus siapkan diri Anda untuk hadapi tantangan yang ada,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Filep Wamafma juga menyinggung isu penting mengenai penyesuaian status perguruan tinggi. Ia berharap mahasiswa dapat lulus tepat waktu untuk menghindari potensi kendala administrasi akibat perubahan status.

“Lebih bagus kalian keluar dengan status Sekolah Tinggi Ilmu Hukum sebelum penyesuaian kita untuk menuju ke Institut yang sebentar lagi akan dikeluarkan,” jelasnya.

Ia menyebutkan, mahasiswa yang lulus tahun ini berpotensi menjadi lulusan angkatan terakhir STIH Manokwari. Setelah ini, kampus akan membuka lembaran baru dengan program Institut Ilmu Hukum dan Pembangunan Teknologi Papua.

“Kita sudah 50 tahun, cukup kita mengakar, sekarang kita sudah berbuah dan kita harus menjawab keseantero tanah Papua dan keseluruh negeri ini, untuk menyiapkan generasi yang kaya akan sumber daya manusia di tanah Papua,” terangnya.

Ia berpesan semua mahasiswa dapat menaati aturan yang berlaku dan menyelesaikan proposal skripsi mereka rampung bulan ini, demi kelancaran proses kelulusan.  (Rilis)

Respons Keluhan Warga, Senator Filep Desak PLN Tinjau Ulang AMDAL Gardu Induk Amban

0
Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma.

PAPUA BARAT, JAGAINDONESIA.COM – Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr. Filep Wamafma, mendesak PT PLN agar meninjau ulang dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) terkait pembangunan Gardu Induk (GI) 150 kV, Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT), dan Transmisi Line (TL) di kawasan bekas Ranch Peternakan Amban, Manokwari.

Pembangunan proyek tersebut menuai sorotan karena lokasinya berdekatan dengan pemukiman warga, asrama mahasiswa, dan fasilitas publik seperti Puskesmas Amban. Warga setempat mengkhawatirkan potensi dampak lingkungan dan kesehatan akibat aktivitas proyek itu.

Filep menerima keluhan dan aspirasi dari puluhan warga terdampak yang menghendaki adanya ruang dialog dengan pemda dan PLN guna menemukan solusi dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Pace Jas Merah itu lantas menggelar pertemuan bersama perwakilan PLN, masyarakat terdampak, dan instansi terkait di Kantor Perwakilan DPD RI Papua Barat, Manokwari, Selasa (21/10/2025).

Pada pertemuan yang juga dihadiri oleh Kepala Ombudsman Papua Barat Amos Atkana, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Manokwari, Distrik Amban, dan pihak kelurahan itu, Filep menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan memang penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, namun harus tetap memperhatikan aspek keselamatan warga.

“Kita apresiasi upaya PLN dan pemerintah menghadirkan listrik berdaya tinggi di Manokwari. Tapi di sisi lain, kekhawatiran masyarakat juga tidak boleh diabaikan. Mereka berhak atas rasa aman dan lingkungan yang sehat,” ujar Filep.

Lebih lanjut, senator asal Papua Barat itu meminta PLN tidak mengedepankan jalur hukum sebagai solusi utama dalam menghadapi penolakan masyarakat, melainkan membuka ruang dialog terbuka dan transparan guna mencari solusi bersama.

“Kalau masyarakat merasa khawatir terhadap risiko radiasi atau bencana, PLN seharusnya hadir sebagai mitra masyarakat, bukan sebaliknya. Jangan sampai pendekatan hukum justru memperlebar jarak kepercayaan publik,” tegasnya.

Filep juga mempertanyakan keabsahan dokumen AMDAL yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan proyek. Ia menekankan, AMDAL hanya dapat dijadikan acuan kuat apabila disusun oleh ahli independen yang berkompeten dan memiliki lisensi resmi.

”Kalau AMDAL dibuat oleh pihak yang tidak berkompeten, tentu hasilnya patut diragukan. Karena itu, saya mendorong PLN menunjuk ahli independen untuk melakukan riset ulang terhadap potensi dampak yang dikhawatirkan masyarakat,” ungkap Filep.

Tak hanya itu, Filep yang juga Sekretaris MPR For Papua menambahkan, DPD RI akan mengirim surat resmi kepada PLN untuk meminta penjelasan dan tindak lanjut terkait berbagai aspirasi warga yang disampaikan dalam pertemuan tersebut. DPD RI memberikan waktu hingga 4 November 2025 bagi PLN untuk menyampaikan laporan tertulis dan komitmen penyelesaian.

“Jika PLN tidak mampu menuntaskan persoalan ini, maka DPD RI akan turun tangan langsung sesuai kewenangan kami,” tandas Filep.

Diketahui, pembangunan Gardu Induk Amban merupakan bagian dari proyek nasional untuk memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Manokwari. Lahan seluas beberapa hektare untuk pembangunan tersebut sebelumnya dihibahkan oleh pemerintah Kabupaten Manokwari kepada PLN UIP MPA UPP Papua Barat.

STIH Manokwari dan Mitra Google Kembali Gelar Edukasi Literasi AI di Dataran Warpramasi

0
Foto: Klik Papua

MANOKWARI, JAGAINDONESIA.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari bersama Kaizen Collaborative Impact kembali menggelar edukasi literasi kecerdasan buatan (AI) melalui program AI Ready ASEAN di Dataran Warpramasi (Warmare, Prafi, Masni, dan Sidey), Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Program yang diinisiasi ASEAN Foundation dengan dukungan Google.org ini menjadi langkah penting dalam mendorong literasi AI yang etis dan bertanggung jawab di kawasan Asia Tenggara.

Kegiatan yang berlangsung di Manokwari itu mendapat dukungan penuh dari Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, dan dikemas dalam seminar bertajuk “Inovasi Hari Ini, Warisan Esok Hari” di Gedung Serbaguna Prafi, Sabtu (16/10/2025).

Kegiatan tersebut diikuti sembilan sekolah di wilayah Prafi, yakni SMA Negeri 1 Warmare, SMK Negeri 5 Masni, SMK Negeri 6 Masni, SMK Negeri 4 Prafi, MAN Manokwari, SMA Negeri 1 Masni, SMA Negeri 1 Prafi, STMK Pelita Sembab, dan SMA YPK Sion.

Ketua STIH Manokwari menegaskan, lembaganya melalui L2M (Lembaga Layanan Masyarakat) telah berupaya melakukan pemetaan (mapping) agar sasaran edukasi bisa menjangkau siswa-siswi di Manokwari dan wilayah Prafi.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dimaknai sebagai pendidikan non-kurikulum atau ekstrakurikuler yang penting untuk membentuk karakter generasi muda. Banyak orang berpikir pendidikan hanya soal nilai dan fasilitas, padahal yang lebih penting adalah membekali sumber daya manusia dengan pengetahuan dan kemampuan menghadapi dunia digital,” ujarnya.

Menurutnya, edukasi dini tentang perkembangan teknologi menjadi bagian dari upaya membentuk generasi berkualitas, tidak hanya unggul di kelas, tetapi juga memiliki daya saing di bidang lain, termasuk teknologi AI.

Ia menilai, salah satu kelemahan di Papua Barat adalah kurangnya peta inovasi dan kreativitas dalam menciptakan gagasan baru. Karena itu, STIH Manokwari bertekad menjadi pionir visioner dalam mengembangkan pendidikan nonformal berbasis teknologi.

“Mudah-mudahan pemerintah daerah melalui dinas teknis bisa memahami bahwa pendidikan nonformal seperti ini sangat dibutuhkan untuk menunjang pembentukan karakter dan kapasitas generasi muda,” ucapnya.

Sebagai wakil daerah di DPD RI, Filep Wamafma juga menegaskan komitmennya agar generasi Papua Barat dapat bersaing secara nasional melalui literasi teknologi.

“Program seperti ini bukan sekadar kegiatan formal, tetapi bagian dari tanggung jawab kita membangun kecerdasan anak-anak Papua agar mampu memanfaatkan teknologi untuk pendidikan, bisnis, ekonomi, maupun kreativitas,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan Kaizen Collaborative Impact, Ismita Saputri, menjelaskan bahwa program AI Ready ASEAN diluncurkan serentak di sepuluh negara anggota ASEAN dengan target meliterasi 5,5 juta masyarakat agar mampu menggunakan teknologi AI secara etis dan bertanggung jawab.

“Fokus utama program ini adalah agar generasi muda dan masyarakat dapat memahami serta memanfaatkan AI dengan benar. Program ini hadir karena banyak keresahan di tengah masyarakat terkait penyalahgunaan teknologi,” jelas Ismita.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dr. Filep Wamafma sebagai tokoh pertama yang menghadirkan program AI Ready ASEAN di Tanah Papua.

“Ini pertama kalinya AI Ready ASEAN hadir di Papua. Harapannya tidak ada lagi kesenjangan digital antara barat dan timur Indonesia. Kesetaraan akses belajar teknologi harus bisa dirasakan seluruh masyarakat,” ujarnya.

Menurut Ismita, masih terdapat ketimpangan digital antara wilayah barat dan timur Indonesia. Karena itu, Kaizen berupaya memastikan teknologi dapat diakses dan dimanfaatkan oleh semua lapisan masyarakat, termasuk di Papua Barat.

“Terkait daerah Manokwari, khususnya di wilayah Prafi, masih sedikit konten lokal yang terekam di ruang digital, seperti budaya, makanan, obat tradisional, atau potensi wisata. Teknologi seharusnya bisa digunakan untuk memperkenalkan kearifan lokal itu,” terangnya.

Ia menegaskan, melalui program ini diharapkan anak-anak Papua terbiasa memanfaatkan teknologi secara positif, termasuk untuk mempromosikan budaya dan potensi daerahnya.

“Kita ingin mengubah ruang digital agar lebih positif. Anak-anak bisa mulai dengan mendokumentasikan kegiatan budaya, tradisi, atau hal-hal unik di sekitarnya dan membagikannya ke dunia digital,” tutup Ismita. (Rls)

Senator Filep Desak MenPAN-RB Tutup Peluang Praktik Mutasi ASN Secara Non-Prosedural di Papua

0
Sekretaris MPR for Papua, dr. Filep Wamafma.

PAPUA BARAT, JAGAINDONESIA.COM – Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma menanggapi keluhan masyarakat terkait dugaan praktik pemindahan ASN keluar Papua secara non-prosedural. Filep menekankan pentingnya Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) memperhatikan masalah klasik di tanah Papua ini dan segera mengambil kebijakan tegas, misalnya dengan membentuk Satgas Khusus.

Menurutnya, keberadaan satgas ini penting untuk mengawasi proses pemindahan ASN dari satu daerah ke daerah lain berjalan sesuai dengan prosedur yang ada, utamanya dengan mempertimbangkan kebutuhan di daerah.

“Masalah ini cukup lama jadi keluhan masyarakat, saya kerap kali mendengar kabar adanya proses pemindahan pegawai negeri di tanah Papua ke daerah lain tanpa melalui mekanisme prosedural. Salah satu modusnya, para pegawai dari luar Papua itu diduga awalnya mengambil kuota dari Papua. Kemudian, setelah bekerja beberapa waktu, mereka mengajukan pindah,” ujar Filep dalam keterangannya, Jumat (17/10/2025).

Setelah mendapatkan SK, lanjut Filep, ASN memanfaatkan oknum tertentu yang memiliki pengaruh untuk memerintahkan atau mengintervensi proses pemindahan pegawai tersebut kembali ke daerah asal.

“Proses ini kami nilai sebagai cara yang sangat bermasalah dan tidak boleh ada pembiaran, karena sangat merugikan daerah. Kita tahu rekrutmen pegawai sesuai penempatan jelas untuk memenuhi kebutuhan daerah sendiri yang saat ini masih sangat kekurangan pegawai,” ucap Pace Jas Merah ini.

Lebih lanjut, Filep yang juga menjabat sebagai Sekretaris MPR For Papua itu menegaskan selain pengawasan atas masalah mutasi non-prosedural ini, rekrutmen ASN di tanah Papua mutlak memprioritaskan putra-putri asal Papua. Hal ini sangat penting untuk memitigasi perpindahan ASN kembali ke daerah asal di luar Papua dan untuk kebutuhan pelayanan publik di daerah.

“Praktik semacam ini berdampak pada terjadinya kekosongan pada posisi-posisi yang dibutuhkan di instansi-instansi vertikal atau otonom. Kondisi ini pasti menghambat kinerja pelayanan publik juga penyelenggaraan pemerintahan daerah,” urai Filep.

“Saya sebagai Senator Papua Barat memandang ini sebagai persoalan darurat sehingga membutuhkan perhatian ekstra dari Menteri PAN-RB. Untuk itu, Menteri PANRB perlu segera membentuk Satgas untuk mengevaluasi pemindahan ASN tak sesuai prosedur. Saya berharap, rekrutmen yang akan datang fokus saja pada putra-putri daerah asal sehingga tidak ada lagi mutasi-mutasi non-prosedural. Khusus di Papua, agar tidak ada lagi orang di luar Bumi Cendrawasih yang menggunakan kuota tapi setelah itu akan pergi dengan cara non-prosedural,” sambungnya.

Di kesempatan yang sama, dia mengingatkan bahwa Papua masih membutuhkan banyak SDM ASN yang kompeten dan berintegritas, terlebih Papua telah mekar bertambah empat provinsi baru. Selain itu, persoalan di berbagai sektor baik pendidikan, kesehatan, pelayanan publik di Papua masih membutuhkan penataan yang tertib dan efisien untuk masyarakat.

“Kami minta sekali lagi, sekaligus sebagai imbauan terbuka, siapa pun yang bekerja di Papua untuk tidak serta merta meninggalkan Papua pasca diangkat sebagai ASN, baik Pegawai Negeri Sipil maupun pegawai PPPK. Mari bersama-sama dengan putra-putri daerah di tanah Papua membangun Papua yang jauh lebih baik,” jelas Filep.

Filep Wamafma Kolaborasi dengan ASEAN Foundation Edukasi Pemanfaatan AI di STIH Manokwari

0

MANOKWARI, JAGAINDONESIA.COM –  Ketua STIH Manokwari, Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum menghadirkan program AI Ready ASEAN goes to west Papua sebagai sarana teknologi bagi pimpinan, dosen, staf dan mahasiswa/i di lingkungan kampus STIH Manokwari.

Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (16/10/2025) di aula utama STIH Sanggeng Manokwari. Dalam sambutannya, Filep menyampaikan terima kasih kepada pihak Direktur Eksekutif Yayasan Kaizen Collaborative Impact, Ismita Saputri yang telah merespons baik kerja sama ini dan hadir ke Manokwari untuk memberikan edukasi penggunaan AI Ready ASEAN kepada sivitas akademika STIH.

“Momen ini sangat spesial dan perlu disambut baik karena kita semua dikenalkan dengan program AI yang sering kita jumpai melalui google ketika akses internet, baik melalui handphone maupun akses internet lainnya. Maka kita siap akselerasi untuk kemajuan,” sebut Filep.

Ia menambahkan, tujuan dari program ini adalah membangun kesadaran etika dan tanggung jawab generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence.

Menurut Filep, program AI adalah salah satu program paling populer saat ini yang mempermudah akses informasi terutama bagi mahasiswa dan dosen. Namun perlu dipahami bahwa AI merupakan buatan manusia melalui program teknologi yang bisa dipelajari.

“Jadi perlu dipahami otak manusia jauh lebih sempurna, sebab manusia yang menyediakan sarana program AI. Artinya bahwa program AI hanyalah sarana yang membantu semua kalangan, termasuk mahasiswa dalam akses pembelajaran. Tapi poinnya, mahasiswa harus tetap aktif dan kreatif di era disrupsi saat ini,” katanya.

Untuk itu, Ketua Komite III DPD RI itu menyarankan kepada mahasiswa agar fokus mengikuti materi yang disampaikan sehingga mempermudah akses informasi yang bermanfaat untuk proses perkuliahan.

“Diharapkan kegiatan ini bermanfaat bagi mahasiswa, pelajar, pelaku UMKM, para dosen, dan guru se-kabupaten Manokwari,” pesan Filep dalam sambutannya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan Kaizen Collaborative Impact, Ismita Saputri dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada Dr. Filep Wamafma selaku Ketua STIH Manokwari.

Menurutnya, Dr. Filep Wamafma merupakan satu-satunya pimpinan perguruan tinggi di tanah Papua yang secara langsung melakukan MoU dengan pihaknya dan menghadirkan program AI Ready ASEAN ke Papua Barat, khususnya di kabupaten Manokwari.

“Saya baru pertama kali datang ke Papua dan lebih khusus di kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat,” ungkap Ismita Putri.

Ismita yang juga merupakan dosen akuntansi di Jakarta ini menyampaikan bahwa masyarakat Papua sejatinya siap mengakses teknologi untuk mendukung akselerasi pembangunan.

“AI Ready ASEAN goes to west Papua hadir untuk memberikan edukasi, khusus bagi mahasiswa sebagai pengguna sarana AI. Jadi teknologi itu hanya mempermudah referensi. Justru pengguna teknologi ini banyak salah menggunakan seperti pemanfaatan yang tidak bertanggungjawab, dan tidak etis, ini yang harus kita hindari,” sebut Putri.

“Di negara ini banyak anak sekali putus sekolah terjadi karena banyak orang beranggapan sudah ada AI dan dianggap guru dan dosen sudah tidak perlu. Padahal anggapan ini salah karena program AI adalah sebagai sarana yang memudahkan pembelajaran,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Ismita menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada Dr. Filep Wamafma yang langsung merespons baik program AI ini dan bisa berjumpa dengan ratusan mahasiswa STIH di Manokwari Papua Barat. (WRP)

Tim Basket Putra STIH Bertemu Fahutan Unipa di Semifinal Piala Rektor Unipa

0

MANOKWARI, JAGAINDONESIA.COM – Tim basket putra STIH Manokwari 1975 bertemu tim basket putra dari Fakultas Kehutanan Unipa di pertandingan semifinal basket yang berlangsung di sport center Unipa, Sabtu (11/10/2025) malam.

Selama babak pengisian grup hingga semi-final, tim basket putra STIH tidak terkalahkan dan unggul jauh dari tim lawan. Keberhasilan tim basket putra dan putri STIH di babak 8 besar disaksikan oleh Ketua STIH Manokwari, Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum.

Hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi para pemain basket dari STIH Manokwari hingga memberikan hasil terbaik. Adapun penanggung jawab tim basket putra STIH, Hart Tapilatu mengatakan, tim basket putra STIH sangat siap untuk bertanding di semifinal dan optimis akan melaju ke final.

“Kemenangan tim basket putra hingga menuju ke semifinal setelah mengalahkan tim basket fekon unipa skor 51-23, fakultas Teknik unipa skor 39-12, tim UTE skor 37-18, dan menang WO dari Smanda,” katanya.

“Terima kasih kepada bapak ketua STIH yang langsung turun menyaksikan pertandingan pengisian dan memberikan dukungan baju bagi tim dalam pertandingan basket ini,” ungkap mahasiswa semester 5 di STIH itu. (WRP)

Sayangkan Ujaran Rasis ke Pemain Timnas, Filep Imbau Masyarakat Tetap Bijak dan Utamakan Kerukunan

0
Sekretaris MPR For Papua, Dr. Filep Wamafma, SH. MHum.

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma menyayangkan perilaku warganet yang menyerang akun media sosial pemain timnas dengan ujaran-ujaran rasis dan kebencian. Filep yang juga Senator Papua Barat itu menilai ujaran rasis kepada pemain Timnas, Yakob Sayuri tidak pantas dilontarkan kepada pemain nasional yang memang berjuang atas nama bangsa Indonesia.

“Saya menyayangkan perilaku masyarakat kita terutama dalam menggunakan media sosial, seperti mandarah-daging melontarkan ujaran rasis dan kebencian saat timnas menelan kekalahan. Memberikan opini bahkan kritik kepada pemain kita bisa disampaikan dengan bijak tanpa rasis dan melukai. Bagaimana pun timnas membela dan berjuang atas nama bangsa Indonesia, kritik baiknya disampaikan untuk membangun, bukan menyerang dengan rasisme,” ujar Filep kepada awak media, Sabtu (11/10/2025).

Lebih lanjut, pimpinan Komite III DPD RI yang membawahi bidang olahraga dan kepemudaan itu menyampaikan bahwa hal ini juga terjadi berulang. Tidak hanya kepada pemain asal Papua, ujaran kebencian kerap dilontarkan kepada pemain lain. Ia pun agar semua pihak belajar dari pengalaman lalu saat PSSI harus menerima sanksi dari FIFA usai insiden diskriminasi dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 25 Maret 2025 lalu.

FIFA menyebut insiden tersebut melanggar Pasal 15 terkait tindakan diskriminatif. Akibatnya, PSSI harus menerima dua hukuman sekaligus yaitu denda dan pembatasan jumlah penonton di laga kandang berikutnya. Aksi supporter dinilai merusak semangat fair play dan keberagaman yang dijunjung FIFA.

“Semua pasti ingat kita yakni PSSI diganjar sanksi FIFA karena supporter dinilai menyampaikan slogan xenophobia (red, ujaran kebencian) saat kontra Bahrain dan melanggar regulasi FIFA Disciplinary Code. PSSI didenda lebih dari Rp400 juta dan wajib menutup 15 persen dari total kapasitas Stadion GBK di laga berikutnya. Tentu ini jadi pelajaran, untuk saling jaga,” ujar Filep yang juga Sekretaris MPR For Papua.

“Hal yang sama juga terjadi usai laga Indonesia kontra Guinea, ujaran dilontarkan saat pemain masuk lapangan, pemanasan dan menyanyikan lagu kebangsaan, menyerang akun medsos Guinea dan sejumlah pemainnya dengan ujaran rasisme. Saya kira ruang olahraga ini juga harus menjadi sarana edukasi dan memperkuat budaya toleransi juga anti-diskriminasi, ini adalah nilai-nilai dan jati diri kita sebagai bangsa yang plural,” katanya.

Pace Jas Merah itu lantas mengatakan, selain edukasi juga diperlukan penindakan tegas dari aparat sesuai UU ITE tentang ujaran kebencian. Selain itu, Filep juga mendorong Kementerian Pemuda dan Olahraga serta PSSI memberikan atensi atas persoalan ini, termasuk menjamin dan melindungi pemain timnas dari intimidasi rasisme.

Sebagaimana diketahui, pemain Timnas Indonesia, Yakob Sayuri baru-baru ini mendapat serangan rasis dari warganet tanai air, buntut skuad Garuda mengalami kekalahan saat kontra Arab Saudi, Rabu (9/10) lalu.

Melansir pemberitaan arena.indozone.id, sejumlah ujaran kebencian dan rasis mewarnai kolom komentar akun medsos Yakob Sayuri, seperti ‘Mending ikut OPM sana dah, gak jelas banget di bayar juga’, lalu ditimpali ‘Hitam’ oleh akun lain, kemudian ‘Kera kok main bola’. Meski begitu, banyak akun lainnya yang juga memberikan semangat dan motivasi kepada Yakob Sayuri, bahkan mengingatkan pengguna medsos lain untuk menjaga sikap dan ujaran agar tidak rasis.

Turut Sponsori dan Suksesi SMAnsa Cup ke-9 Tahun 2025, Alumni Smansa Apresiasi Dr. Filep Wamafma

0

MANOKWARI, JAGAINDONESIA.COM – Senator Papua Barat, Dr. Filep Wamafma, S.H. ,M.Hum turut berpartisipasi mendukung dan menyukseskan SMAnsa Cup ke-9 Tahun 2025. Kegiatan yang menjadi ajang pertemuan alumni SMA Negeri 1 Manokwari ini berlangsung di lapangan Logam Futsal Reremi Manokwari, 4-18 Oktober 2025.

Meskipun Dr. Filep Wamafma tidak dapat hadir pada pembukaan pertandingan tersebut, namun dukungan penuh diberikan dan berpesan agar seluruh peserta mengutamakan sportivitas selama pertandingan berlangsung.

Salah satu alumni SMA Negeri 1 Manokwari, Herzon Korwa, S.H mewakili seluruh alumni menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dr. Filep Wamafma yang telah menjadi bagian dari sponsor kegiatan ini. 

“Ajang kompetisi SMAnsa Cup ke-9 Tahun ini menjadi ajang reuni dalam persaudaraan antara alumni dan siswa aktif. Kegiatan ini sudah dilaksanakan setiap tahun,” katanya, Selasa (7/10/2025).

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Senator Filep Wamafma dan sponsor lainnya seperti Bank Papua yang sudah mendukung kegiatan kami,” ungkap Herzon Korwa. 

Herzon menyampaikan bahwa pelaksanaan SMAnsa Cup ini dibagi dalam dua kategori yaitu legend dan reguler untuk mempertemukan alumni dan siswa aktif di SMA Negeri 1 Manokwari. Dia berharap kegiatan akan berjalan lancar, memperkuat persaudaraan dan memupuk jiwa sportivitas seluruh peserta. (WRP)

Kolaborasi dengan Kanwil Kemenkumham, Dr. Yohana: Skripsi Mahasiswa STIH Dapat Didaftarkan HAKI

0

MANOKWARI, JAGAINDONESIA.COM – Mahasiswa STIH Manokwari semester 7 yang terbagi menjadi 4 kelas kuliah menerima materi dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Papua Barat tentang tata cara pendaftaran Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari mata kuliah HAKI yang bertempat di ruang peradilan dan Perpustakaan STIH di Wosi, Manokwari. Demikian disampaikan Dosen Pengampu mata kuliah HAKI, Dr. Yohana Watofa, S.H., M.H. 

Yohana Watofa menyampaikan bahwa selain menerima materi kuliah di ruang kelas, mahasiswa/i juga menerima materi dan pendampingan tata cara mendaftar HAKI yang langsung dipandu oleh pegawai dari Kanwil Hukum Papua Barat.

“Jadi mahasiswa/i sudah dibekali materi pendaftaran HAKI dari pegawai Kanwil Hukum Papua Barat tentang cara mendaftar HAKI. Kami berharap materi ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa usai menyelesaikan skripsi,” ungkap Watofa, Selasa (7/10/2025).

Menurutnya, berdasarkan penjelasan pihak Kanwil Hukum, skripsi mahasiswa/i kelak dapat didaftarkan HAKI. Dengan bekal ini, kata Yohana, mahasiswa telah memahami banyak prosedur dan saat menjadi alumni STIH dapat menjadi konsultan hukum yang membidangi pendaftaran HAKI bagi masyarakat.

Menariknya lagi, lanjut Watofa, terkait administrasi pendaftaran HAKI merupakan tanggung jawab alumni sesuai petunjuk teknis dan  penjelasan pihak Kanwil Hukum Papua Barat.

“Agar diketahui publik, bahwa HAKI terbagi menjadi dua kategori, yaitu Hak Kekayaan Intelektual dan Hak Kekayaan Industri. Jenis Haki sendiri terbagi menjadi beberapa bagian yakni merek, paten, hak cipta, desain industri, rahasia dagang, dan indikasi geografis,” urainya.

“Untuk materi pembelajaran bagi mahasiswa/i semester 7 STIH sekaligus praktik dalam melakukan pendaftaran HAKI masuk kategori hak cipta karena bagian dari hak eksklusif pencipta atas karyanya dalam bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra. Pendaftaran HAKI diatur dalam undang-undang nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta,” katanya. (WRP)

Berita Terbaru