Minggu, 18 Oktober 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 22

Tak Terkalahkan, Tim Basket Putra dan Putri STIH Melaju ke Semifinal Rektor Cup Unipa

0

MANOKWARI, JAGAINDONESIA.COM – Tim basket putra dan putri binaan dari Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari berhasil menjuarai grup pada ajang Rektor Cup Unipa tahun 2025. Kedua tim basket STIH selama babak pengisian grup tampil gemilang sehingga tidak terkalahkan oleh tim lainnya.

Pertandingan yang berlangsung di sport center Unipa pada 5 Oktober 2025 tersebut tidak hanya diikuti oleh tim dari mahasiswa se-perguruan tinggi di kabupaten Manokwari, melainkan juga perwakilan siswa dari tingkat SMA.

Tim basket putra STIH Manokwari membuka pertandingan perdana melawan tim basket Fekon Unipa dengan hasil dimenangkan oleh STIH Manokwari, skor akhir 51-23. Selanjutnya STIH vs F. Teknik Unipa skor akhir 43-12. STIH vs UTE skor akhir 37-18 dan STIH vs Smanda skor akhir dengan menang WO.

Sementara itu, tim basket putri STIH Manokwari vs Fahutan Unipa dengan skor akhir 37-12, STIH vs SMA Negeri 2 skor akhir 39-10, STIH vs Polbangtan skor akhir 46-18. Dengan kemenangan tersebut, tim basket putra dan putri STIH Manokwari yang merupakan kebanggaan almamater dengan julukan jas merah ini sudah mengantongi poin tertinggi untuk melaju ke babak berikutnya.

Bahkan menurut penanggung jawab tim Hart Tapilatu menyampaikan bahwa tim putra dan putri STIH Manokwari telah siap melaju ke partai semifinal dan optimistis masuk final, sedangkan bagi tim basket putri akan melaju ke semifinal.

“Untuk tim putra basket STIH sudah juara grup dan masuk di 8 besar dan sudah masuk semifinal, dan untuk tim putri sudah masuk semifinal” ungkap Tapilatu.

Ia mengatakan, tim basket putri STIH menjalani partai semifinal pada Rabu, 8 Oktober 2025 dan tim putra STIH pada Jumat, 10 Oktober 2025. Adapun tim basket yang turun pada pertandingan Rektor Cup Unipa antara lain, Fahutan Unipa, Fekon Unipa, Fakultas Sastra Unipa, Fakultas Teknik, FEB, Fekon Unipa, Taruan, UTE, STIH Manokwari, SMA Negeri 02, SMA Negeri 1, SMA Oikumene, Uncri, SMA Vilanova, Polbangtan dan Taruna. (WRP)

Momentum HUT ke-21, DPD RI Dorong 4 RUU Prolegnas dan 4 Isu Kritis Saat Paripurna

0
(Foto: Dok. DPR RI)

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Memasuki usia 21 tahun, DPD RI menekankan penguatan fungsi legislasinya sebagai senat dalam perumusan kebijakan nasional hingga daerah. Hal ini dipandang krusial untuk menegaskan kewenangan DPD RI agar sejajar dengan DPR RI sebagai wakil daerah.

Di momen ini, DPD RI mendorong empat Rancangan Undang-Undang (RUU) prioritas Prolegnas 2025, yakni RUU Pengelolaan Perubahan Iklim, RUU Pemerintah Daerah, RUU Masyarakat Hukum Adat, dan RUU Daerah Kepulauan.

Hal ini disampaikan Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin dalam acara dialog kebangsaan dan kenegaraan yang dihadiri oleh Pakar Otonomi Daerah Djohermansyah Djohan, Pakar Hukum Tata Negara Andi Irmanputra Sidin, Pengamat Politik Hendri Satrio, serta Akademisi Rocky Gerung itu.

“DPD RI harus didefinisikan ulang sebagai kamar kedua dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Kehadiran DPD RI bukan sekadar simbol, tetapi kebutuhan nyata agar suara daerah tidak hilang di tengah hiruk-pikuk politik pusat,” ujar Sultan dalam acara dialog yang bertajuk “Napak Tilas Kelembagaan: Upaya Merajut Visi dan Perspektif untuk Kinerja DPD RI yang Lebih Berdaya” di Lobby Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (30/9/2025).

Dalam keynote speech-nya, Sultan menawarkan sebelas gagasan pembaruan demokrasi yang dinilai relevan untuk memperkuat sistem politik nasional. Beberapa di antaranya adalah pembentukan Badan Legislasi Nasional sebagai wadah sinergi DPR RI, DPD RI, pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil, pemberian kewenangan bagi anggota DPD RI untuk mengusung calon kepala daerah independen, penetapan empat wakil presiden yang mewakili sub-wilayah Indonesia, hingga kehadiran Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) yang ditetapkan MPR untuk menjaga arah pembangunan nasional.

“DPD RI adalah harapan bahwa demokrasi bukan hanya milik masyarakat kota, tetapi juga mereka yang hidup di perbatasan, di pulau-pulau kecil, dan daerah terpencil. Inilah saatnya memperkuat suara daerah dalam panggung nasional. Tugas kita adalah memastikan keadilan sosial hadir bagi seluruh rakyat,” katanya.

Selanjutnya, pada Sidang Paripurna Penutup Masa Sidang I/2025-2026 di Hari Ulang Tahun ke-21, DPD RI mendesak pemerintah untuk segera menindaklanjuti empat isu kritis nasional yang mendesak untuk segera ditangani.

Keempat isu tersebut antara lain: penyelesaian konflik tata ruang dan harmonisasi UU Desa, revisi UU Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba), evaluasi sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025, dan perbaikan pengelolaan Transfer ke Daerah (TKD), yang disoroti Komite IV karena serapan yang rendah, pemotongan berat yang membebani daerah 3T, serta lemahnya akuntabilitas dan temuan proyek mangkrak.

Lebih khusus pada SPMB, Komite III DPD RI menindaklanjuti dengan melakukan pengawasan atas pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), khususnya terkait pelaksanaan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Tahun 2025. Dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan, Komite III DPD RI telah melakukan berbagai kegiatan inventarisasi materi.

“Berbagai kegiatan telah kami lakukan untuk menginventarisasi materi ini. Pada dasarnya kami mendukung SPMB, hanya saja perlu dipastikan kebijakan yang diambil mengakomodasi kepentingan daerah,” ucap Ketua Komite III DPD RI saat Rapat Finalisasi Pengawasan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas di Jakarta, Senin (29/9/25).

Senator asal Papua Barat itu memaparkan bahwa pihaknya telah melaksanakan rapat dengar pendapat umum/rapat kerja dengan kementerian terkait, pemerintah daerah, para guru, kalangan akademisi, dan organisasi profesi. “Tidak itu saja, kami juga telah melakukan penyerapan aspirasi masyarakat daerah melalui kunjungan kerja Komite III, kunjungan kerja daerah pemilihan (dapil), serta kegiatan reses,” paparnya.

Berdasarkan rangkaian kegiatan tersebut, Komite III DPD RI bersama tenaga ahli telah menyusun draft naskah pengawasan UU Nomor 20 Tahun 2003 ini. Untuk itu, Komite III DPD RI menggelar finalisasi draft untuk memperoleh masukan terakhir sebelum dokumen tersebut disampaikan dalam Sidang Paripurna DPD RI pada 2 Oktober 2025. “Hasil finalisasi ini nantinya akan menjadi bagian dari Hasil Pengawasan DPD RI terhadap pelaksanaan UU Sisdiknas, khususnya terkait SPMB 2025,” terang Filep. (UWR)

Menteri PANRB: Kartu Kesejahteraan dan Kartu Usaha Diharapkan Berbasis Digital

0
Ilustrasi. [Foto: pexels.com/ThisIsEngineering]

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengambil langkah strategis dalam memperkuat ketepatan sasaran program bantuan sosial serta peningkatan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui implementasi Kartu Kesejahteraan dan Kartu Usaha. Dua kartu itu diusulkan menjadi satu ekosistem digital dengan bantuan sosial yang saat ini sedang dalam uji coba digitalisasi.

Inisiatif ini didorong dengan pendekatan transformasi digital dan kolaborasi lintas sektor yang mengutamakan kebutuhan pengguna (user-centric).

“Kami mendukung sepenuhnya persiapan dan peluncuran kartu ini. Namun kita perlu mengintegrasikan program-program ini secara menyeluruh. Kita perlu membangun ekosistem yang terintegrasi. Saya usul agar kartu ini tentunya dapat dibangun berbasis tata Kelola digital DPI (Digital Public Infrastructure),” ungkap Rini pada Rapat Tingkat Menteri Terkait Perencanaan Kartu Kesejahteraan dan Kartu Usaha, di Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Jakarta, Jumat (26/9/2025).

Implementasi kartu-kartu ini akan berjalan efektif bisa ditopang oleh DPI yang meliputi Digital ID untuk autentikasi, Data Exchange untuk keterhubungan data lintas instansi, dan Digital Payment untuk memastikan transaksi yang cepat dan aman. Pembangunannya harus mengedepankan perlindungan data, security by design, serta security awareness, untuk membangun digital trust.

“Dengan demikian, Kartu Kesejahteraan dan Kartu Usaha bukan instrumen yang berdiri sendiri, tetapi bagian dari Upaya kita untuk integrasi layanan pemerintah menuju layanan terpadu,” jelas Rini.

Rini mengungkapkan perlunya strategi perencanaan yang komprehensif. Pertama, fokus pada program yang menuntut kolaborasi lintas sektor. Kedua, perlu desain keterpaduan top-down yang memanfaatkan tata Kelola digital dan data, dengan layanan yang suer-centric.

“Ketiga, DPI harus diperkuat untuk menjamin akuntabilitas,” tegas Rini. Berikutnya adalah keamanan siber dan perlindungan data pribadi wajib diterapkan secara konsisten untuk menjaga kepercayaan publik.

Terakhir, regulasi yang adaptif harus disiapkan. Regulasi yang tidak kaku dan dinamis sebagai dasar pemanfaatan teknologi lintas sektor.

Saat ini, piloting digitalisasi bansos sedang berjalan melalui interoperabilitas Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Program Kartu Kesejahteraan dan Kartu Usaha diharapkan menjadi bagian lanjutan dari piloting ini, khususnya dalam aspek penyaluran Bansos yang lebih terpadu dan efisien.

“Kita ingin memastikan supaya bantuan-bantuan ini tepat sasaran. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mewujudkan layanan publik yang lebih akuntabel, efisien, dan fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta penguatan sektor UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital,” pungkas Rini. (Rls)

Mahasiswa STIH Juarai Lomba Debat Keperempuanan HMI-Kohati Cabang Manokwari

0

MANOKWARI, JAGAINDONESIA.COM – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Forum Solidaritas Mahasiswa Islam (FOSMI) Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari meraih juara III Lomba Debat yang diselenggarakan oleh Korps HMI-Wati (KOHATI) Cabang Manokwari, 13 September 2025 lalu di Aula Sastra Unipa Manokwari.

Debat Publik tersebut diikuti oleh tiga orang mahasiswa semester 1 STIH Manokwari yaitu Nova Agustina, Jannu Rhama Khisan dan Mirna. Lomba debat keperempuanan tersebut mengusung tema : “Perempuan Berdaya untuk Indonesia Emas 2025; Mengutamakan Peran Strategis KOHATI dalam Kebangsaan”.

Kegiatan lomba debat ini diikuti mahasiswa dari perguruan tinggi se-kabupaten Manokwari, termasuk organisasi-organisasi Islam. Capaian juara ini menjadi suatu kebangaan bagi mahasiswa/i STIH khususnya semester 1 yang sudah mampu bersaing dalam kegiatan debat mahasiswa.

Selanjutnya, penghargaan bagi para pemenang berupa hadiah dari penyelenggara Korps HMI-Wati (Kohati), disampaikan masing-masing oleh Yunda Nurlaila Muhammad (Majelis wilayah FORHATI Papua BARAT), Dr. Samy Djunire Saiba, M.Si (ketua KNPI Papua Barat), dan MD Kahmi Kanda Muh. Rasul.

Hadiah lomba diserahkan kepada juara I, II, dan III di Aula KNPI Provinsi Papua Barat, Sabtu 20 September 2025. Adapun kegiatan lomba debat tersebut merupakan rangkaian agenda yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Milad Korps HMI-Wati (KOHATI) yang Ke-59 Tahun. (WRP)

Raker dengan Kemendikdasmen, Komite III DPD RI Bahas SPMB Hingga Sinkronisasi Dapodik dan DTSEN

0
Raker Komite III DPD RI bersama Kemendikdasmen RI, Senin (29/9/2025). [Foto: istimewa]

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Komite III DPD RI melaksanakan Rapat Kerja dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI pada Senin, 29 September 2025. Raker ini berkaitan dengan inventarisasi materi pengawasan atas pelaksanaan UU Sisdiknas, diantaranya tentang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025.

Terkait pelaksanaan SPMB, Komite III DPD RI mendorong pemerintah daerah untuk melaksanakan berbagai praktik program dengan melibatkan partisipasi bermakna dari masyarakatdan sekolah swasta dalam penyusunan juknis penyelenggaraan SPMB di daerah.

Di kesempatan itu, Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma mendorong agar Kemendikdasmen RI mempercepat penyelarasan kebijakan di daerah guna memitigasi persoalan dugaan kecurangan dalam pemadanan Data Kependudukan dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penentuan afirmasi pendidikan.

“Komite III DPD RI mendorong Kemendikdasmen melakukan koordinasi dengan Kemendagri, Kemensos dan Kementerian Komunikasi dan Digital agar sesuai kewenangannya melakukan akselerasi dan penyesuaian kebijakan di tingkat daerah,” kata Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma.

“Harapannya, permasalahan dan kecurangan terkait pemadanan data kependudukan ke dalam Dapodik, proses updating DTKS dan integrasinya ke DTSEN sebagai acuan jalur afirmasi, masalah teknis pada penggunaan aplikasi dan jaringan teknologi informasi pada pelaksanaan SPMB mendatang tidak terjadi,” katanya lagi.

Tak hanya itu, Komite III DPD RI juga meminta Kemendikdasmen memperkuat sinergi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia soal pemenuhan hak anak dan dengan Ombudman serta aparat penegak hukum terkait penegakan hukum bagi anak, utamanya di lingkup lembaga pendidikan.

“Kami juga mendorong Kemendikdasmen meningkatkan perhatian kepada satuan pendidikan yang dikelola oleh masyarakat seperti sekolah swasta untuk menjamin keberlangsungan lembaga, diantaranya dengan mengupayakan pelaksanaan pendidikan gratis di jenjang sekolah dasar sebagaimana keputusan Mahkamah Konstitusi melalui dukungan program dan kegiatan yang mengarah pada pemenuhan standar nasional pendidikan dan bantuan anggaran,” urainya.

“Komite III DPD RI mendorong komitmen Kemendikdasmen melaksanakan program sekolah inklusi pada sekolah formal, melalui pemenuhan akomodasi yang layak bagi peserta didik penyandang disabilitas, diantaranya melalui pemenuhan sarana dan prasarana serta tenaga pendidik,” sebutnya lagi. (UWR)

Kunjungi Tiongkok, Bahlil Targetkan Fasilitas Floating LNG di Bintuni Rampung Awal 2027

0
Bahlil Lahadila. [Foto: ANTARA/Bayu Prasetyo/aa]

JAGAINDONESIA.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan kerja ke Tiongkok untuk meninjau langsung pembangunan fasilitas Floating Liquefied Natural Gas (FLNG). Fasilitas ini akan menjadi salah satu yang terbesar di dunia dan dibangun untuk Indonesia di galangan kapal Wison New Energies, Kota Nantong. Fasilitas LNG terapung raksasa ini nantinya akan mengolah gas dari Lapangan Asap Kido Merah (AKM) di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, yang dioperasikan oleh Genting Oil Kasuri Limited .

Menurut Bahlil, pembangunan FLNG ini ditargetkan rampung pada kuartal pertama 2027 dan mulai beroperasi di Teluk Bintuni pada kuartal kedua hingga ketiga di tahun yang sama. “Fasilitas LNG Terapung ini diperkirakan selesai pada awal 2027, dan akan mulai berproduksi di Papua Barat beberapa bulan setelahnya,” ujarnya di Nantong, Rabu (13/8) waktu setempat.

Kapal FLNG yang tengah dikerjakan memiliki kapasitas produksi hingga 1,2 juta metrik ton LNG per tahun, dengan nilai investasi sekitar USD963 juta. Kehadiran fasilitas ini akan menjadi yang pertama di Indonesia sekaligus FLNG yang kesembilan di dunia.

Kunjungan ke galangan kapal ini merupakan tindak lanjut dari inspeksi Bahlil ke lapangan AKM pada Juni 2025 lalu. Saat itu, ia menegaskan pentingnya memvalidasi progres pembangunan fasilitas yang disebut sebagai FLNG terbesar di Indonesia tersebut. “Ini akan menjadi floating LNG terbesar di Indonesia, dan menurut laporan, yang kesembilan di dunia. Tapi kami tetap akan memvalidasi progresnya. Tim akan saya kirim ke pabrik di Tiongkok untuk memastikan pengerjaannya,” kata Bahlil di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, 11 Juni lalu.

Pembangunan FLNG ini berawal dari kesepakatan yang ditandatangani pada Juni 2024 antara Genting Group melalui anak usahanya, PT Layar Nusantara Gas, dan Wison New Energies. Nantinya, FLNG yang dibangun di Teluk Bintuni ini akan menerima pasokan gas dari proyek AKM yang diproyeksikan memproduksi 330 juta standar kaki kubik per hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD) mulai 2027.

Sebagai informasi, Wison Nantong Yard merupakan fasilitas galangan kapal yang beroperasi sejak 2006 di Kawasan Industri Teknologi Tinggi Nantong, Provinsi Jiangsu, sekitar 135 km dari kantor pusat Wison di Shanghai. Fasilitas ini khusus membangun struktur terapung seperti hull Floating LNG dan tangki SPB (Self-supporting Prismatic Type B), serta menyediakan layanan EPCIC (Engineering, Procurement, Construction, Installation, Commissioning).

Dengan kapasitas produksi hingga lima unit per tahun, Nantong Yard mampu merakit FLNG, kapal pengangkut LNG, FSRP (Floating Storage Regasification Power barge), sekaligus mengekspor modul dan tangki besar secara massal.

Sumber: ESDM

Apresiasi Pendamping PKH Diangkat Jadi ASN, Senator Filep: Kinerja Pendampingan Bisa Dorong KPM Graduasi dan Lebih Mandiri

0

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, SH, MHum mengapresiasi langkah Kementerian Sosial (Kemensos) yang mengumumkan akan mengangkat sekitar lebih dari 33.000 pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Saya menyambut baik kebijakan Presiden Prabowo melalui Menteri Sosial yang menyampaikan pengangkatan Pendamping PKH menjadi ASN. Kami di Komite III DPD RI juga telah menyampaikan aspirasi saudara-saudara pendamping PKH di daerah soal pengangkatan ini, karena mereka ini adalah pilar sosial yang juga layak diperhatikan kesejahteraannya,” kata Filep, Rabu (24/9/2025).

Lebih lanjut, senator Papua Barat itu mendorong pendamping sosial untuk menargetkan KPM PKH ‘naik kelas’ hingga graduasi terutama bagi usia produktif. Ia berharap pelatihan keterampilan bagi KPM terstruktur hingga mendorong pemberdayaan masyarakat rentan miskin menjadi pelaku ekonomi produktif.

“Saya meyakini kabar baik ini memberikan motivasi berarti bagi punggawa PKH untuk melaksanakan pendampingan sosial dengan penuh totalitas dan dedikasi bagi KPM, untuk mandiri dan meningkatkan kualitas hidup agar bisa segera graduasi atau lulus dari program bantuan dengan mengakses program-program kewirausahaan Kemensos,” sambungnya.

“Ada beberapa program Kemensos seperti PENA dan Prokus untuk KPM level up. Program Prokus dapat memfasilitasi modal usaha bagi KPM yang akan graduasi ataupun sudah graduasi namun masih rentan miskin. Jadi ini step selanjutnya untuk bertahap KPM memulai usaha dan lebih mandiri. Selanjutnya, pada program PENA, menyediakan modal usaha yang lebih besar bagi penerima PKH yang sudah graduasi,” katanya lagi.

Dia mengaku optimistis kinerja pendamping PKH yang dapat memenuhi tahap-tahap tersebut secara optimal akan dapat membantu upaya pengentasan kemiskinan. Selain itu, Filep memandang bahwa kelompok lansia juga dapat berkegiatan secara produktif yang justru akan membantu meningkatkan kesehatan fisik, mencegah demensia, mengurangi isolasi dengan interaksi sosial yang terjaga karena aktivitas kognitif dan sosial masih terus menstimulasi fungsi otak.

“Selain itu, kami juga mendorong pemutakhiran data penerima PKH harus valid. Jangan sampai realisasi program ini tidak tepat sasaran dan harus bebas dari kepentingan apapun. Ini juga menjadi tugas pendamping PKH untuk memastikan penerima memang benar-benar layak,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, pengangkatan pendamping PKH menjadi ASN ini disampaikan juga oleh Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono dalam rapat kerja bersama Komite III DPD RI di Senayan, Jakarta, Selasa (23/9).

“Kemensos sedang mengatur. Dan sekarang kita sedang berjuang di Banggar supaya anggaran yang kita usulkan bisa terpenuhi. Tetapi ini sudah diangkat, sudah tinggal di-SK-kan, dan rencana tanggal 1 Oktober bisa diangkat,” ujar Agus.

Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kapasitas pendamping PKH agar kinerja mereka lebih terukur. Agus juga menegaskan pemerintah terus memperkuat anggaran perlindungan sosial pada 2025, di antaranya Program Sembako sebesar Rp43,86 triliun, PKH Rp28,7 triliun, serta program Permakanan Rp1,48 triliun.

“Kemensos akan terus berkoordinasi dengan daerah dan DPD RI agar program perlindungan sosial lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Komite III DPD RI: Penderita Obesitas dan Diabetes Meningkat Akibat Konsumsi Minuman Kemasan Perlu Perhatian Serius BPOM

0
Raker Komite III DPD RI dengan BPOM, Selasa (23/9/2025).

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Kenaikan konsumsi Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) terbukti berkontribusi terhadap meningkatnya prevalensi obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular di Indonesia. Hal ini mendapat sorotan dari Komite III DPD RI.

“Rapat kerja ini juga menjadi momentum strategis untuk menyatukan pandangan antara DPD RI dan BPOM dalam memastikan keamanan, mutu, dan peredaran MBDK di Indonesia, termasuk pengawasan terhadap label kandungan gula, iklan, promosi, dan distribusi produk,” ucap Ketua Komite III Filep Wamafma didampingi Wakil Ketua Erni Daryanti saat membuka rapat kerja dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam rangka Inventarisasi Materi Pengawasan atas Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, terkait MBDK, di Gedung DPD RI, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (23/9/25).

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menjelaskan melalui PP Nomor 28 Tahun 2024 ditetapkan strategi pengendalian konsumsi Gula, Garam, dan Lemak (GGL). Ia menambahkan kebijakan pelabelan gizi pada pangan olahan harus berjalan simultan dengan kebijakan pangan siap saji di industri produk makanan, sehingga dapat memberikan dampak signifikan terhadap upaya pengendalian penyakit tidak menular.

“Selain edukasi kesehatan masif kepada masyarakat berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, industri pangan perlu didorong untuk menyediakan produk olahan pangan yang sehat dengan kadar GGL yang rendah,” jelas Taruna.

Menanggapi, Senator asal Kalimantan Timur Aji Mirni Mawarni menyoroti minimnya sosialisasi yang dilakukan oleh BPOM di daerah-daerah karena terbatasnya sumber daya manusia dalam sertifikasi BPOM kepada UMKM.

“Sosialisasi sertifikasi BPOM bisa menggandeng banyak pihak kepada penggiat atau UMKM di daerah agar mendorong konsumsi dan produk makanan yang sehat,” ucap Aji Mirni.

Senada, Anggota DPD RI dari Bengkulu Destita Khairilisani menyoroti bagaimana BPOM melakukan pengawasan terhadap produk minuman dan makanan yang viral di berbagai daerah dan sangat mudah dikonsumsi oleh berbagai kalangan karena harganya murah.

“Saat ini banyak minuman dan makanan manis yang viral dan dijual di kedai-kedai, sasarannya adalah anak-anak kita. Bagaimana pengawasan dari BPOM?” cetus Destita.

Melalui rapat kerja ini, Komite III juga ingin mengetahui sejauh mana rencana pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan BPOM memperketat regulasi pelabelan gizi, peringatan kesehatan, serta wacana pengenaan cukai MBDK sebagai instrumen pengendalian konsumsi.

“Penerapan cukai terhadap MBDK merupakan langkah konkret pemerintah atau negara untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya anak-anak yang nantinya akan menjadi generasi emas Indonesia,” tukas Filep.

Di Hadapan Wamensos, Komite III DPD RI Soroti Penonaktifan PBI JKN hingga Penyalahgunaan Narkoba

0

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Komite III DPD RI menyampaikan keprihatinan mendalam atas penonaktifan sebanyak 7,3 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan 1,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial. Kebijakan ini menimbulkan keresahan jutaan warga miskin dan tidak mampu di berbagai daerah karena kehilangan akses layanan kesehatan maupun bantuan sosial yang selama ini sangat dibutuhkan.

“Komite III DPD RI perlu untuk mengetahui apakah penonaktifan tersebut semata-mata memang terjadi karena adanya pengintegrasian data dari DTKS ke DTSEN, atau karena perubahan kriteria dan ukuran-ukuran sebagai pedoman penetapan penduduk fakir miskin serta tidak mampu yang layak menerima bantuan sosial,” ucap Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma saat Rapat Kerja dengan Kementerian Sosial di Gedung DPD RI, Jakarta, Selasa (23/9/25).

Data yang beredar di media menunjukkan dampak penonaktifan peserta hampir terjadi di seluruh provinsi. Salah satunya di Daerah Istimewa Yogyakarta terdapat 57.349 peserta nonaktif yang meminta verifikasi ulang, sementara di Jawa Tengah sekitar 41 ribu warga miskin di Demak terancam kehilangan layanan kesehatan.

“Di Jawa Barat, jumlah peserta nonaktif cukup besar seperti di Kabupaten Garut (201.230 peserta), Sukabumi (174.231 peserta), dan Bandung (144.154 peserta),” paparnya.

Selain itu, Komite III DPD RI juga menyoroti hasil survei penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Survei tersebut menunjukkan prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia pada kelompok usia 15–35 tahun mencapai lebih dari 1,95% atau sekitar 2,3 juta orang pada tahun 2023.

“Fakta ini mengonfirmasi bahwa pemuda masih menjadi kelompok paling rentan terhadap bahaya narkoba,” jelas Filep.

Filep menilai kondisi tersebut sangat memprihatinkan, apalagi di tengah keterbatasan fasilitas rehabilitasi. Saat ini hanya terdapat sekitar 30 Sentra Rehabilitasi Sosial milik Kementerian Sosial, beberapa Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO), serta sejumlah pusat rehabilitasi yang dikelola swasta dan masyarakat sipil.

“Jumlah tersebut belum sebanding dengan kebutuhan riil, sehingga banyak pecandu atau penyalahguna narkoba tidak terlayani dengan baik,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota DPD RI asal Provinsi Lampung Ahmad Bastian menegaskan bahwa fokus utama kebijakan Kementerian Sosial (Kemensos) dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem harus diarahkan pada masyarakat yang berada di desil 1 dan 2. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan masyarakat pada desil 1 memiliki penghasilan rata-rata Rp800.000 dan desil 2 sekitar Rp880.000.

“Artinya, kelompok masyarakat di desil 1 dan 2 adalah yang paling rentan dan patut menjadi fokus utama dalam penanganan kemiskinan ekstrem,” jelas Ahmad Bastian.

Di kesempatan yang sama, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyampaikan bahwa sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto ia telah memerintahkan agar bantuan sosial dibagi berdasarkan data yang valid. “Jadi hulunya adalah data, maka muncul Instruksi Presiden No. 4 Tahun 2025. Kami melakukan sinkronisasi bersama BPS untuk mendukung pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan utama dalam penetapan pemberian bantuan dan/atau pemberdayaan sosial,” tuturnya.

Dukung Digitalisasi Pendidikan, Senator Filep Dorong Pemerataan Akses dan Kualitas Literasi Digital ke Pelosok Daerah

0
Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, SH, MHum.

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Senator Papua Barat, Dr. Filep Wamafma mengapresiasi sekaligus mendukung agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka digitalisasi di sektor pendidikan. Ia menekankan, program ini harus dirasakan manfaatnya hingga ke pelosok daerah.

“Kami mendukung penuh program digital terbaru Presiden Prabowo yang menargetkan 73 persen sekolah di Indonesia memiliki smart tv. Saya optimistis agenda digitalisasi sektor pendidikan ini bisa mendukung pemerataan akses internet, kesetaraan kesempatan belajar, meningkatkan kualitas sumber dan bahan ajar yang selalu up to date. Jika ini terlaksana optimal, maka akan dapat mengikis kesenjangan pendidikan juga,” kata Filep dalam keterangannya, Selasa (23/9/2025).

“Pada tataran teknis realisasi, saya kira perlu adanya pendataan dulu untuk menginventarisasi daftar sekolah di daerah yang benar-benar membutuhkan fasilitas ini. Lalu memeriksa kesiapan infrastruktur penunjangnya, yang pasti ketersediaan listrik. Bagaimana alternatifnya jika listrik belum ada di sekolah-sekolah pedalaman. Hal-hal ini penting dipastikan agar program terealisasi maksimal dan tepat sasaran,” kata Filep lagi.

Lebih lanjut pace yang menjabat sebagai Ketua Komite III DPD RI ini mendukung kolaborasi lintas lini B-Universe dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang mempertemukan pemimpin industri, para akademisi, komunitas pelajar, gamers, dan pedagang dalam kegiatan DGVeRS 2025 untuk memperkuat sinergi di era transformasi digital saat ini.

“Kami di Komite III DPD RI mengapresiasi kegiatan DGVeRS 2025 oleh B-Universe yang bekerjasama dengan pemerintah menggandeng aktor dengan beragam profesi berkolaborasi membentuk masa depan digital yang sustainable. Saya berharap energi positif ini juga tercipta di daerah, di tanah Papua dimana industri besar banyak berdiri harus ikut memikirkan dan memberi solusi ketersediaan akses digital yang mapan bagi masyarakat pelosok kampung,” katanya.

Filep lantas menekankan bahwa transformasi digital mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga nasional, menggerakkan pelaku usaha mengembangkan bisnisnya dan memperluas jaringan serta pemasaran barang dan jasa.

“Karena bukan hanya untuk pendidikan, akses digital juga memberi dampak positif untuk sektor ekonomi karena dapat membuka peluang bisnis baru, mempromosikan pariwisata, seni dan budaya, kearifan lokal dan nilai-nilai sosial yang harus diketahui dan dilestarikan. Nah, adanya infrastrukur pendukung ini akan dapat mengasah dan meningkatkan literasi digital masyarakat, memanfaatkan teknologi untuk pengembangan kemampuan. Karena sumber pengetahuan dan perkembangannya juga dapat diakses di internet,” ujar Ketua Ahli dan Dosen RI (ADRI) Papua Barat ini.

“Meskipun survey APJII (red, Asosiasi Penyelenggaran Jasa Internet Indonesia) tahun 2025 ini menunjukkan penetrasi internet di Indonesia naik menjadi 80,66%, tetapi masih banyak tantangan besar kita seperti akses internet yang belum merata, kualitas literasi digital mayoritas pengguna masih rendah serta tantangan penipuan yang masih kerap lolos dan memakan korban. Maka akselerasi program ini sudah semestinya didukung dengan edukasi pengguna sekaligus keamanan siber,” kata Filep.

Sebagaimana diketahui, Kepala Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari menyosialisasikan program digital terbaru Presiden Prabowo dalam menyediakan smart tv untuk 330.000 sekolah. Menurut Qodari, angka tersebut setara dengan 73 persen dari total 450.000 sekolah di Indonesia.

“Pada tahun pertama beliau jadi presiden, beliau ingin agar 73 persen sekolah di Indonesia punya akses digital,” ungkap Qodari dalam DGVeRS 2025, acara kolaborasi B-Universe dengan Komdigi di The Dome Senayan Park (Spark) Jakarta Pusat, Sabtu (20/9/2025).

Menurutnya, pemerintah menargetkan seluruh sekolah di Indonesia, yakni sebanyak 450.000, nantinya bisa memperoleh smart tv melalui program ini.  Adapun, saat ini, sisa sekolah yang belum dapat disediakan akan memanfaatkan jaringan yang sudah tersedia.

“Pak Prabowo sangat menyadari pentingnya dunia digital. Indonesia sangat luas, sehingga bisa digunakan untuk meningkatkan pendidikan secara merata, memudahkan komunikasi, dan ada skala ekonomi,” pungkasnya.

Berita Terbaru