Free Porn
Kamis, 30 Mei 2024
Beranda Berita Daerah Anggota Satgas Tengkorak TNI Gugur Ditembak KKB Hingga Cara Panglima TNI Tangani...

Anggota Satgas Tengkorak TNI Gugur Ditembak KKB Hingga Cara Panglima TNI Tangani Penyanderaan Pilot

PAPUA, JAGAINDONESIA.COM – Seorang anggota TNI Satgas YPR 305/Tengkorak dilaporkan gugur usai kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Minggu (9/4/2023). Hal itu diungkapkan oleh Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman.

“Satu orang prajurit TNI atas nama Sertu Robertus Simbolon tertembak dan meninggal dunia,” kata Herman dalam keterangan tertulis, Senin (10/4/2023).

Herman menyebut kontak tembak antara prajurit TNI dengan KKB itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIT. Menurutnya, hingga kini petugas terus bersiaga guna mengantisipasi serangan susulan dari kelompok separatis teroris tersebut. Sementara itu, jenazah Sertu Robertus akan diberangkatkan hari ini ke Timika.

“Situasi saat ini di Sugapa, aparat TNI melaksanakan siaga untuk mengantisipasi serangan dari gerombolan KST,” katanya.

Di sisi lain, Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) melalui juru bicaranya Sebby Sambom menyebut pihaknya menembak 3 anggota TNI hingga satu anggota TNI meninggal dunia di Sugapa, Intan Jaya.

“Telah dilaporkan langsung oleh Komandan Batalion Yosua Maiseni bahwa mereka telah berhasil tembak 3 Anggota TNI dan salah satunya telah tewas di Rumah Sakit Sugapa, Kabupaten Intan Jaya,” kata Sebby lewat keterangan tertulis.

Kabar meninggalnya prajurit TNI Sertu Robertus Simbolon akibat serangan KKB bukan hal baru lantaran telah banyak prajurit TNI maupun Polri yang gugur lantaran ulah KKB di Papua. Pihak TNI-Polri juga telah memetakan sejumlah daerah rawan konflik bersenjata yang kerapkali terjadi serangan KKB bahkan mengakibatkan korban jiwa.

Sementara itu, Panglima  TNI Laksamana Yudo Margono menyampaikan bahwa pihaknya tidak ingin melaksanakan operasi militer dengan kekuatan penuh di Papua. Pertimbangannya karena Panglima TNI lebih fokus untuk keselamatan masyarakat dan menghindari dampak jatuhnya banyak warga sipil yang menjadi korban.

“Jadi kita harus terus berhati-hati dan mengutamakan keselamatan jiwa masyarakat dan juga kami mengutamakan tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, dan juga pemda para bupati. Semua pihak akan berusaha semaksimal mungkin supaya tidak timbul korban jiwa,” ujar Yudo Margono usai menghadiri Upacara HUT ke-77 TNI Angkatan Udara (AU) di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (9/4/2023).

Hal itu diungkapkan Yudo Margono saat ditanya perihal penanganan TNI terhadap penyanderaan seorang pilot Susi Air oleh KKB Nduga yang lebih dari 2 bulan lamanya belum juga bebas.

“Saya kira tidak usah diungkap lagi lah bolak-balik yang ditanya pilot terus. Nanti tambah bangga mereka. Yang jelas kita sudah berhasil menangkap beberapa KKB dan sudah menyita beberapa banyak senjata dengan operasi teritorial, operasi damai cartenz yang kita laksanakan bersama Polri,” ujarnya.

“Pilot tetap kita selamatkan dengan cara-cara yang persuasif. Karena kalau saya serang dengan kekuatan kita nggak ada artinya. Pasti banyak korban yang mati termasuk pilotnya dan mereka pasti sudah ancang-ancang kalau diserang TNI pasti pilot akan dibunuh pasti sama mereka,” ungkap Yudo.

Menurutnya, hal itu biasanya dimanfaatkan oleh KKB melancarkan berbagai fitnah melalui media sosial dan tuduhan yang tidak mendasar.

“Nanti difitnah TNI yang bunuh atau Polri. Ya ini lah makanya tolong ini para media tolong para media juga ikut meredam ini. Ini masalah kita bersama. Ya kami berusaha sekeras tenaga untuk itu tapi saya lebih menyelamatkan masyarakat Papua yang notabene banyak diganggu oleh para KKB,” tambah Yudo Margono.

“Pilot tetap menjadi prioritas kita namun saya tidak mau menggunakan cara militer, cara-cara perang karena memang nanti kalau perang pasti banyak ruginya. Pasti banyak penduduk banyak masyarakat yang menjadi korban karena memang sengaja digunakan mereka sebagai tameng,” pungkasnya. (UWR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini

- Advertisment -