JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional. Lexteam, yang merupakan representasi kreatif dari mahasiswa STIH Manokwari, berhasil melaju ke babak final dalam ajang lomba film pendek bergengsi yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XIV (LLDIKTI).
Adapun tema yang menjadi ikon dalam lomba film pendek ini adalah “Berbeda, Bersama dan Aman di Dunia Digital”. Sementara Lexteam STIH Manokwari mengkreasikan tema tersebut dengan mengusung judul “Solusi”.
Dengan membawa karya “Solusi”, Lexteam menyajikan narasi yang kuat dengan melibatkan berbagai stakeholder di Kabupaten Manokwari. Film ini menjadi istimewa karena memadukan unsur edukasi hukum dengan realita sosial yang didukung langsung oleh para pemangku kepentingan setempat.
Ketua Lexteam STIH Manokwari, David Vincent Naibaho mengatakan bahwa poduksi film ini dikerjakan secara kolektif oleh 5 mahasiswa aktif yang bertindak sebagai tim produksi sekaligus talenta di depan layar. Berikut punggawa Lexteam, antara lain David Vincent Ariel Naibaho selaku Ketua, Pangihutan Gultom, Gabriel Derek Alesandro Duwiri, Alicia Najla Putri Insani dan Novald Madilla Salis.
Naibaho menyampaikan, perjalanan Lexteam menuju babak final tidaklah mudah, yakni harus bersaing ketat dengan 52 tim tangguh yang berasal dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dari seluruh penjuru Indonesia.
Menurutnya, melalui proses kurasi yang ketat, Lexteam berhasil membuktikan kualitasnya dengan terpilih ke dalam jajaran 10 besar nasional hingga saat ini telah mencapai puncak final.
“Keberhasilan ini tidak lepas dari restu dan dukungan penuh dari Ketua STIH Manokwari, Bapak Dr. Filep Wamafma, S.H., M.hum selalu pihak institusi yang memberikan apresiasi tinggi dan fasilitas bagi mahasiswa untuk terus berinovasi di luar mimbar akademik,” ungkap Naibaho.
Dia menambahkan bahwa untuk sampai ke babak final, penentuan juara dilakukan melalui sesi presentasi dan penjurian via Zoom, yang berlangsung marathon pada hari Sabtu, 25 April 2026 mulai pukul 09:45 hingga 19:00 WITA.
Dalam momen itu, seluruh sivitas akademika STIH Manokwari memberikan doa dan dukungan agar Lexteam dapat memberikan hasil terbaik.
“Kami bangga bisa membawa nama STIH Manokwari dan optimis untuk meraih juara. Film ‘Solusi’ adalah kerja keras tim dan bukti bahwa mahasiswa hukum juga bisa bersuara lewat karya visual,” ujar David Naibaho.
Atas perjuangan itu, Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Lexteam yang sudah berhasil masuk ke babak final saat ini lewat karya film pendek yang dapat bersaing ke tingkat nasional.
Dengan karya film pendek ini, Filep Wamafma mengatakan bahwa mahasiswa STIH Manokwari tidak hanya berkarya di bangku kuliah, namun juga mampu berkarya lewat kreativitas melalui pembuatan film.
“Suatu kebanggaan tersendiri bagi kami, karena mahasiswa STIH bisa mengikuti ajang film yang dilombakan secara nasional, bahkan secara penilaian sangat ketat, namun kualitas dan kecerdasan mahasiswa STIH tidak terkalahkan dalam ajang ini,” ungkapnya.
“Selalu ketua STIH Manokwari, saya apresiasi kepada Lexteam STIH Manokwari yang sudah berhasil masuk di babak final pembuatan film pendek dan berhasil lolos ke final secara nasional,” ungkap Filep.
Saat ini Lexteam STIH berharap penuh kepada dukungan seluruh sivitas untuk memberikan dukungan melalui Instagram dengan follow akun Instagram kavinya_lldikti dan bantu like postingan tim dan jumlah terbanyak akan diumumkan pada hari ini, 2 Mei 2026. (WRP)


