Rabu, 21 Januari 2026
BerandaPendidikanPemerintah Buka 5.750 Beasiswa LPDP di 2026, Presiden Arahkan 80% Perkuat STEM

Pemerintah Buka 5.750 Beasiswa LPDP di 2026, Presiden Arahkan 80% Perkuat STEM

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada tahun ini menyiapkan kuota sebanyak 5.750 beasiswa bagi jenjang pendidikan S1, S2 hingga S3. Dari ribuan beasiswa ini, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menguraikan kuota tersebut mencakup 1.000 kuota untuk beasiswa Garuda (S1), 4.000 kuota untuk jenjang S2 dan S3, serta 750 kursi khusus bagi dokter spesialis.

“Kami ingin memastikan negara hadir dalam setiap langkah anak bangsa yang ingin maju. Program LPDP secara konsisten terus melahirkan talenta unggul. Untuk tahun ini, kami menargetkan 5.750 penerima beasiswa baru,” kata Brian di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1).

Menurutnya, pembagian kuota yang didominasi Program S2 dan S3 akan diselaraskan dengan target pertumbuhan industri yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita.

Khususnya untuk pendidikan tinggi bidang kesehatan, Brian menyampaikan, Kemdiktisaintek telah mencapai target Presiden dengan membuka 156 prodi baru, yang terdiri dari 126 prodi dokter spesialis dan 30 prodi dokter subspesialis. Prodi baru ini bermitra dengan sekitar 350 rumah sakit di seluruh wilayah Indonesia.

Selain itu, penambahan Prodi Baru PPDS ini diharapkan juga dapat meningkatkan aspek distribusi pemenuhan dokter spesialis/subspesialis dengan pembukaan prodi baru di 11 propinsi yang jumlah dokter spesialis nya masih kurang dan baru pertama memiliki prodi PPDS (termasuk NTT, Maluku dan Papua), serta menambah 6 jenis subspesialis baru untuk meningkatkan jumlah dosen maupun dokter subspesialis. Kemdiktisaintek juga sudah berkoordinasi dengan LPDP untuk peningkatan jumlah beasiswa untuk mahasiswa PPDS di tahun 2026.

Selain LPDP, pemerintah juga terus memperkuat akses pendidikan tinggi melalui program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Saat ini, tercatat lebih dari 1,1 juta mahasiswa aktif menerima bantuan KIP-K, yang mencakup pembiayaan uang kuliah serta biaya hidup. Total anggaran yang dialokasikan negara untuk program ini mencapai Rp 16 triliun per tahun.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memang menyebut Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar alokasi beasiswa LPDP diperbanyak untuk bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) hingga di atas 80 persen.

“Dan oleh karena itulah dalam forum tadi, Bapak Presiden langsung memutuskan untuk memberikan tambahan dana anggaran sebesar Rp 4 triliun, yang harapannya ini dapat memperkuat riset-riset untuk seluruh universitas, termasuk bekerja sama dengan BRIN,” ujar Prasetyo.

Dengan penguatan berbagai skema bantuan pendidikan tersebut, pemerintah menargetkan tidak ada lagi anak bangsa yang terkendala biaya untuk melanjutkan pendidikan tinggi, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

- Advertisment -