Minggu, 18 Oktober 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 16

Kemenko Polkam Pantau Program Prioritas Presiden di Kabupaten Sorong

0
Foto: Kemenko Polkam

JAGAINDONESIA.COM – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) melalui Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri melaksanakan pemantauan pelaksanaan Program Prioritas Presiden di Kabupaten Sorong. Hal ini untuk memastikan implementasi program strategis nasional berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Kerja Sama Bilateral Amerika Kemenko Polkam, Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko setelah meninjau langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sorong Aimas, SPPG Sorong Klamasen, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Mariyai di Distrik Mariat, Puskesmas Distrik Mariyat, serta Pasar Induk Mariyat.

Ia mengatakan bahwa hasil pemantauan menunjukkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), KDKMP, dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara umum telah berjalan dengan baik.

“Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, pelaksanaan program prioritas Presiden di Kabupaten Sorong berjalan cukup baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Pangestu menjelaskan bahwa Program MBG berperan penting dalam meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, sementara Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mendorong penguatan ekonomi berbasis desa dan kelurahan. Adapun program Cek Kesehatan Gratis dinilai mampu memperluas akses layanan kesehatan dasar bagi warga.

“Program-program ini saling mendukung, mulai dari aspek kesehatan, gizi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dampaknya sudah mulai terlihat langsung di lapangan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Pangestu juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sinergi Pemerintah Kabupaten Sorong, perangkat daerah, pengelola program, serta partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung keberhasilan Program Prioritas Presiden.

“Kami mengapresiasi kerja sama dan komitmen seluruh pihak di daerah. Ke depan, koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat agar keberlanjutan program dapat terjaga dan manfaatnya semakin optimal bagi masyarakat,” tutupnya. (Rls)

MPR For Papua Angkat Bicara Soal 3 Penempatan Baru Prajurit TNI Batalyon di Papua

0
Senator Filep Wamafma.

PAPUA, JAGAINDONESIA.COM – Sekretaris MPR for Papua, Dr. Filep Wamafma angkat bicara menanggapi penempatan prajurit TNI Batalyon baru-baru di tiga kabupaten di provinsi Papua. Ketiga kabupaten tersebut antara lain Biak, Supiori dan Waropen. Pasalnya, penempatan prajurit TNI batalyon baru ini telah menuai sorotan hingga adanya penolakan dari masyarakat adat.

Diketahui, Lembaga Kultur Kankain Karkara Byak (KKB) bersama para kepala suku (Mananwir Bar Wamurem, Manfasfas Bar Wamurem dan Manfun Kawsa Byak) menyatakan menolak penempatan prajurit TNI Batalyon Yonif TP 858, Yonif TP 859, dan Yonif TP 860 di wilayah adat Byak Kabupaten Biak Numfor dan kabupaten Supiori, Papua.

Pernyataan itu disampaikan Lembaga Kultur Kankain Karkara Byak dan para kepala suku yang mengklaim mewakili seluruh masyarakat adat Byak. Senator Filep pun menekankan bahwa aspirasi penolakan ini harus ditanggapi secara positif dan perlu ditindaklanjuti.

“Kami memberi perhatian serius dan mendorong agar kondisi ini segera ditanggapi secara positif oleh pemerintah. Terlebih di kabupaten Biak Numfor, sudah ada institusi keamanan yakni TNI AL dan TNI AU termasuk Polri. Hemat saya, yang ada saat ini sudah sangat cukup untuk menjaga kedaulatan negara di kawasan pasifik,” kata Dr. Filep kepada wartawan, Jumat (9/1/2026).

Lebih lanjut, Dr. Filep menyampaikan, penempatan prajurit TNI Batalyon dan pos TNI di berbagai kampung tanpa adanya situasi yang emergency atau darurat, dikhawatirkan akan berdampak pada aktivitas masyarakat Adat.

“Memang dalam UU TNI sudah jelas, bahwa aparatur negara ini bertugas untuk menjaga teritorial. Namun kita justru sangat senang dengan adanya Babinsa yang melaksanakan tugas pembinaan dan pendampingan, maka itu jauh lebih bagus penempatan Babinsa atau tentara Otsus yang diperbanyak. Biar mereka (tentara Otsus) ini membaur dan membangun bersama-sama rakyat,” tuturnya

Filep yang juga merupakan Ketua Komite III DPD RI itu menekankan, penempatan prajurit organik dapat menimbulkan kesan ketiga daerah tersebut masuk dalam kategori rawan konflik atau penyangga daerah rawan konflik sehingga menimbulkan rasa takut dari masyarakat.

“Sebagai putra dari suku Byak dan Saireri, saya meminta kepada Panglima TNI agar mempertimbangkan kembali penempatan prajurit TNI Batalyon di wilayah Biak, Supiori dan Waropen guna memelihara hubungan yang baik antar masyarakat dan TNI,” sebut tokoh intelektual Papua asal wilayah adat Saireri ini.

Sebaliknya, kata Dr. Filep, apabila TNI mengabaikan aspirasi masyarakat adat, maka dikhawatirkan akan dapat menciptakan konflik baru. Oleh sebab itu, ia mengemukakan, MPR for Papua dalam waktu dekat akan bertemu dengan Panglima TNI, untuk meminta keterangan terkait penempatan prajurit TNI Batalyon tersebut.

“Kami akan menindaklanjuti ini, apa yang menjadi urgensi? Sehingga Biak, Supiori, dan Waropen yang aman ini ditempatkan prajurit batalyon. Saya pikir, masih banyak daerah-daerah lain yang membutuhkan, seperti di wilayah konflik atau perbatasan,” ujar Dr. Filep.

Selanjutnya, ia mengutarakan, sebagai lembaga legislatif penghubung rakyat dengan pemerintah, pihaknya tidak mengetahui perihal penempatan prajurit tersebut.

“Belum pernah ada konsultasi atau informasi dari TNI terkait pen-drop-an pasukan atau pembentukan batalyon di Papua ke MPR for Papua. Kami di DPD RI merupakan wakil daerah yang dipercaya oleh rakyat mengemban amanah dan aspirasi, maka penting bagi kami untuk mengawal persoalan ini,” ujar Filep.

“Jadi sudah semestinya, semua kebijakan yang ada di tanah Papua wajib dikoordinasikan dengan anggota-anggota parlemen asal Papua baik secara kelembagaan maupun komisi atau komite terkait,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Dr. Filep meminta, Presiden Prabowo Subianto segera meninjau kembali atau menghentikan penempatan pasukan baru di wilayah yang tidak terdampak konflik.

“Kami minta agar pendropan pasukan di wilayah-wilayah masyarakat yang tidak ada konflik ini, untuk dihentikan. Supaya memberikan rasa nyaman bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Adat Suku Byak, Apolos Sroyer mengatakan, penempatan personel Batalyon Yonif TP Yonif 858, Yonif TP 859, dan Yonif TP 860 di Biak Numfor dan Supiori, terjadi sejak 29-30 November 2025. Aparat militer tiba di Biak menggunakan kapal milik TNI Angkatan Laut (AL).

“Hal itu membuat masyarakat kaget dengan hadirnya personel TNI Batalyon tersebut. Kurang lebih jumlah personel dari tiga Batalyon yang diturunkan di Biak itu 1.700 an,” kata Apolos Sroyer.

Menurutnya, personel TNI itu dibagi ke sejumlah titik, Batalyon Yonif TP 858 ditempatkan di wilayah adat Wamure atau Biak Timur dan Batalyon TP 859 serta Batalyon TP 860 ditempatkan di Kabupaten Supiori.

“Kehadiran personel (TNI) ini sangat mengkhawatirkan, dan sangat mengganggu aktivitas masyarakat adat di Kabupaten Biak Numfor serta Supiori yang adalah wilayah adat Byak,” ucapnya.

Dia mengatakan, secara umum masyarakat tidak mengetahui rencana penempatan personel militer di lokasi-lokasi tersebut. Apolos menyebut, hanya oknum masyarakat tertentu yang melakukan pertemuan-pertemuan terbatas dan rapat-rapat tertutup dengan dengan pihak TNI, kemudian melepaskan ratusan ribuan hingga hektare tanah untuk pembangunan pos atau markas TNI.

Senator Filep Wamafma Ingatkan Masyarakat Waspadai Modus TPPO

0
Tahanan TPPO. [Tangkapan layar TVRI Papua Barat]

PAPUA BARAT, JAGAINDONESIA.COM – Ketua Komite III DPD RI Papua Barat, Dr. Filep Wamafma menekankan pentingnya masyarakat Papua Barat mewaspadai modus perdagangan orang yang kini marak diperbincangkan.

Tindak pidana perdagangan orang atau TPPO merupakan kejahatan serius yang dapat menimpa siapa saja tanpa memandang usia, jenis kelamin, maupun latar belakang. Tindak kejahatan ini dapat menyasar semua kalangan baik anak-anak, remaja hingga orang dewasa.

Filep Wamafma, selaku senator dapil Papua Barat yang juga Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum STIH Manokwari itu menyampaikan agar masyarakat mengenali modus pelaku TPPO yang menggunakan berbagai cara untuk menjerat korbannya. Beberapa modus yang sering dijalankan antara lain, tawaran kerja palsu dengan iming-iming gaji tinggi dan fasilitas menarik.

“Jadi masyarakat kita harus melek isu TPPO ini. Pelajari betul modusnya, banyak sekali kasus-kasus yang telah dipidana. Umumnya pelaku memanfaatkan kelemahan korban, memanfaatkan mereka yang membutuhkan uang, yang ingin mencari pekerjaan dengan iming-imingi tawaran pekerjaan, tetapi tidak sesuai,” ujar Filep dalam tayangan TVRI Papua Barat, Kamis (8/1/2026).

“Nah, tentu banyak kasus, khususnya anak-anak muda yang dijanjikan untuk bekerja dan lain sebagainya, tetapi tidak sesuai dengan kebutuhan yang diminta, akhirnya bukan kesejahteraan yang didapat, malah penderitaan, maka masyarakat harus mengantisipasi hal ini, melindungi keluarga dan kerabat,” sambung Filep.

Lebih lanjut, Filep Wamafma menambahkan sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk mewaspai TPPO ini, diantaranya masyarakat dapat memastikan terlebih dahulu kebenaran tawaran pekerjaan tersebut dan memeriksa profil orang yang menawarkan pekerjaan.

“Untuk mengantisipasi, yang pertama adalah kita perlu memastikan bahwa kebutuhan kerja yang diminta itu benar atau valid dan apakah sesuai dengan apa yang diharapkan. Yang kedua, jika benar ada info pekerjaan, maka akses informasi sebanyak-banyaknya melalui semua sistem termasuk di tingkat pemerintahan, dan pantau perkembangannya, catat persyaratan, tahap-tahap dan tanggal-tanggal pentingnya,” ujar Sekretaris MPR For Papua ini.

“Yang ketiga, yang paling penting adalah tahu dulu siapa yang mengajak untuk bekerja. Verifikasi, validasi, dan periksa profil orang tersebut. Jangan sampai orang ini adalah agen atau jaringan yang berkonspirasi untuk perdagangan orang. Ini sangat membahayakan, lebih khusus para wanita. Karena korban perdagangan orang ini lebih  banyak kaum wanita,” kata Filep lagi.

Oleh karena itu, Filep Wamafma kembali berpesan kepada masyarakat Papua Barat, khususnya para kaum perempuan untuk mengenali dan memahami TPPO, termasuk modus yang sering digunakan pelaku, serta cara melindungi diri dan orang terdekat, guna meminimalisir risiko menjadi korban. (UWR)

Senator Filep Ingatkan Pemprov Pastikan Kopermas Tak Ditunggangi Mafia Tambang

0
Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, SH, MHum.

PAPUA BARAT, JAGAINDONESIA.COM – Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum, memperingatkan Pemerintah Provinsi Papua Barat agar berhati-hati dalam menyetujui pengelolaan tambang rakyat, khususnya tambang emas rakyat di wilayah Bawah Barat, yang dikelola melalui Koperasi Peran serta Masyarakat Adat (Kopermas).

Pada prinsipnya, Dr. Filep menegaskan pihaknya mendukung langkah Gubernur dan para Bupati dalam menata serta melegalkan aktivitas tambang rakyat. Namun demikian, ia mengingatkan adanya potensi penyusupan mafia tambang yang memanfaatkan wadah koperasi masyarakat untuk kepentingan bisnis ilegal.

“Secara prinsip kami sangat setuju dan mendukung apa yang dilakukan gubernur maupun bupati. Tetapi harus sangat hati-hati, karena ada kemungkinan mafia tambang menyusup dalam bentuk koperasi masyarakat. Secara legalitas mereka sah, tetapi di balik itu ada pemain-pemain besar yang mengendalikan. Maka kita perlu waspada,” tegas Filep.

Menurutnya, sebelum memberikan persetujuan atau rekomendasi operasional terhadap Kopermas pengelola tambang rakyat, pemerintah provinsi dan kabupaten wajib melakukan proses verifikasi yang ketat, menyeluruh, dan transparan. Verifikasi tersebut penting untuk memastikan koperasi benar-benar dimiliki dan dikelola oleh masyarakat, bukan ditunggangi oleh pemodal besar dari luar daerah.

“Pemerintah harus memastikan bahwa koperasi yang mengelola tambang rakyat adalah koperasi milik rakyat sendiri, bukan dikelola oleh pemodal-pemodal besar atau mafia tambang yang hanya menjadikan masyarakat sebagai tameng,” ujarnya.

Dr. Filep menilai praktik tambang ilegal yang dibungkus dalam bentuk koperasi tidak hanya bermuatan ekonomi, tetapi juga sarat dengan kepentingan politik. Ia menduga terdapat aktor-aktor ekonomi-politik, baik dari dalam maupun luar Papua Barat, yang memiliki kepentingan bisnis di kawasan tambang dan sengaja menciptakan situasi tersebut.

“Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga bermuatan politik. Saya menduga ada ekonom-ekonom politikus yang memiliki kepentingan bisnis di kawasan tambang, baik dengan menggunakan orang-orang lokal maupun pihak dari luar Papua Barat,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pada prinsipnya tambang ilegal merugikan masyarakat, daerah, dan negara. Namun dalam praktiknya, keberadaan mafia tambang kerap sulit dikendalikan karena memiliki jaringan kekuasaan dan modal yang kuat.

“Kalau pemodalnya dari luar dan masyarakat hanya dijadikan alat, maka itu tidak akan berdampak pada kesejahteraan rakyat maupun peningkatan pendapatan asli daerah,” ucapnya.

Selain kepada pemerintah daerah, Dr. Filep juga mengimbau masyarakat pemilik hak ulayat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran pembentukan Kopermas. Ia menyarankan masyarakat untuk meminta pendampingan hukum sebelum terlibat dalam pengelolaan tambang rakyat.

“Bila perlu masyarakat harus meminta bantuan hukum, pendamping atau konsultan hukum agar mendapat pemahaman yang lebih baik. Jangan sampai karena keterbatasan pengalaman, justru masyarakat adat menjadi korban,” pesan ketua STIH Manokwari.

Pemerintah Bakal Bangun PTN di 3 Provinsi Papua Hingga Ratusan PTN-PTS Teken Kontrak Kinerja 2026 Perkuat Tata Kelola

0
Ilustrasi pendidikan. [Shutterstock/Cherries]

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Pemerintah melalui Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan adanya rencana pembangunan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di tiga provinsi di Papua.

Pasalnya pasca pemekaran 4 provinsi baru, terdapat tiga provinsi yang belum memiliki perguruan tinggi yakni Provinsi Papua Pegunungan, Papua Pegunungan Tengah dan Papua Barat Daya.

Menurut Mendiktisaintek, keberadaan perguruan tinggi di suatu daerah sangat penting sebagai kebutuhan mendasar untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia. Rencana ini disampaikan dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan seluruh kepala daerah se-Papua di Istana Kepresidenan Jakarta.

Pertemuan itu diantaranya dalam rangka koordinasi percepatan pembangunan Papua, selaras dengan Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua (RIPPP).

“Tentu kita memiliki perencanaan ya, beberapa, 3 provinsi di Papua itu belum memiliki perguruan tinggi negeri,” ungkap Brian di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari Kompas, Selasa (16/12/2025).

“Kita akan lihat seperti apa yang mungkin untuk dibangun PTN,” sambung Brian

Di awal tahun ini, Kemdiktisaintek melaksanakan penandatanganan Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak Tahun 2026 pada Senin, 5 Januari 2026. Ratusan pimpinan PTN Badan Hukum (BH), PTN Badan Layanan Umum (BLU), PTN Satuan Kerja (Satker), serta PTS meneken Kontrak Kinerja tersebut yang dilakukan secara simbolis.

Melansir dari laman resmi Kemdiktisaintek (5/1), Kampus yang mewakili masing-masing kategori tersebut antara lain Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, IPB University, Universitas Udayana, Politeknik Negeri Samarinda, Universitas Malikussaleh.

Kemudian Universitas Pattimura, Universitas Timor, Universitas Samudra, Universitas Telkom, Universitas Ciputra Surabaya, Universitas Yapis Papua, dan Universitas Mahasaraswati Denpasar. Pimpinan perguruan tinggi lain yang hadir turut menandatangani kontrak kinerja setelah kegiatan simbolis dilaksanakan.

Menteri Brian mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah untuk memperkuat tata kelola pendidikan tinggi yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada capaian kinerja yang terukur.

“Kita punya peran masing-masing untuk berjuang lebih keras lagi dalam melahirkan terobosan baru, membangkitkan industri maju, dan melakukan hilirisasi penelitian. Dengan kebersamaan, kita bisa membentuk satu orkestra nasional yang saling mengisi dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tegas Menteri Brian.

Dia menyebutkan, Indonesia memiliki kekuatan strategis besar melalui SDM yang ada di kampus dan harus dikelola secara konsisten dan berintegritas agar mampu melahirkan SDM unggul, riset yang kuat, serta hilirisasi inovasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Indonesia memiliki lebih dari 4.400 perguruan tinggi, lebih dari 300.000 dosen, dan hampir 10 juta mahasiswa. Dampak ekonomi, sosial, dan terhadap lingkungannya besar selama prosesnya. Kami berharap akan dapat terus diperbesar dan memberikan multiplier effect,” ujar Menteri Brian.

Buka Rapat Perdana, Dr. Filep: Kolaborasi dan Inovasi Penting untuk STIH yang Adaptif dan Semakin Kompetitif

0

MANOKWARI, JAGAINDONESIA.COM – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari, Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum, memberikan arahan dalam Rapat Perdana Civitas Akademika STIH Manokwari yang berlangsung di Kampus STIH Manokwari, Sanggeng, Senin, (5/1/26).

Di kesempatan itu dia mengingatkan bahwa semangat persatuan, kolaborasi, ide dan inovasi menjadi kunci utama bagi STIH Manokwari dalam menghadapi persaingan perguruan tinggi yang semakin ketat.

“Hari ini perguruan tinggi tidak bisa lagi berjalan biasa-biasa saja. Kita harus termotivasi, bersemangat, dan siap bersaing untuk level up, karena dunia pendidikan tinggi sudah cenderung dominan mengarah pada industri jasa,” ujar Filep.

Soal industri jasa yang dimaksud yakni masyarakat akan menilai kampus dari berbagai aspek, terutama dari kualitas lulusan dan daya saing akademik.

“Publik akan melihat output, nilai-nilai, dan kualitas lulusan. Karena itu, kepercayaan masyarakat harus dijawab dengan kerja nyata dan strategi yang jelas,” katanya.

Filep menyebut, STIH Manokwari harus bersikap pro-aktif menghadapi perubahan. Seluruh sivitas akademika diminta terus berinisiatif melahirkan ide dan gagasan strategis yang bersumber dari pembelajaran dan pengalaman masing-masing.

“Kalau kita pasif, maka tidak akan muncul gagasan. Tanpa ide, kesempatan akan hilang, dan itu yang sering terjadi hari ini,” pesannya.

Menurut Filep, pengalaman akademik seperti penelitian, penulisan jurnal, dan pengabdian kepada masyarakat tidak cukup berhenti pada pencapaian individu, tetapi harus dikembangkan menjadi kekuatan institusi.

“Bapak dan ibu semua punya pengalaman. Pernah menulis jurnal, pernah meneliti. Pertanyaannya, bagaimana pengalaman itu kita jadikan ide untuk membangun kampus lebih kompetitif ke depannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pentingnya budaya observasi dan evaluasi di setiap unit kerja, baik akademik maupun administrasi. Observasi tersebut, kata Filep, harus dilakukan secara berkelanjutan dan terdokumentasi.

“Setiap bagian harus melakukan pengamatan. Apa masalahnya, apa yang terjadi di lapangan, itu harus dicatat. Tanpa observasi, kita tidak akan tahu persoalan yang sebenarnya,” katanya.

Dalam arahannya, Filep turut menyinggung soal disiplin kerja sebagai bagian dari profesionalisme institusi.

“Kalau sudah menjadi bagian dari institusi, maka syaratnya adalah patuh pada aturan. Disiplin itu prinsip dasar. Kalau tidak siap diatur, pilihan bekerja di luar selalu terbuka,” ujarnya.

Selain disiplin, ia meminta adanya kolaborasi antarbagian guna meningkatkan kinerja dan efektivitas kelembagaan.

“Kolaborasi itu kunci. Kita akan identifikasi setiap bagian, kita analisis kelembagaan, dan kita pastikan struktur kerja memberi dampak nyata, bukan hanya jabatan,” tutur Filep.

Terkait akademik, Filep menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi kurikulum secara menyeluruh agar sesuai dengan kebutuhan dan tantangan masa depan.

“Target kita jelas. Paling lambat bulan Juni, kurikulum baru harus siap untuk diterapkan pada semester pertama,” katanya.

Ketua STIH Manokwari itu mengajak seluruh civitas akademika untuk bersatu dalam satu visi membangun institusi.

“Persatuan adalah kekuatan kita. Dengan ide, disiplin, dan kolaborasi, saya yakin STIH Manokwari bisa berkembang dan bersaing,” terang Filep.

Awal 2026 Tarif Listrik Tak Alami Kenaikan Hingga Tingginya Partisipasi Masyarakat Ikuti Cek Kesehatan Gratis

0
Ilustrasi. [Foto: Unsplash Hush Naidoo]

JAGAINDONESIA.COM – Memasuki awal tahun 2026, pemerintah menerapkan sejumlah kebijakan nasional bagi masyarakat, diantaranya terkait penetapan tarif listrik. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tarif tenaga listrik Triwulan I (Januari-Maret) tahun 2026 bagi 13 golongan pelanggan non-subsidi tetap atau tidak mengalami perubahan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno mengatakan, Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero) menyebutkan penyesuaian tarif tenaga listrik bagi pelanggan non-subsidi dilakukan setiap tiga bulan dengan mengacu pada perubahan realisasi parameter ekonomi makro, meliputi kurs, Indonesian Crude Price (ICP), inflasi, dan Harga Batubara Acuan (HBA).

“Berdasarkan perhitungan parameter tersebut, secara formula tarif tenaga listrik berpotensi mengalami perubahan. Namun untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah memutuskan tarif tenaga listrik Triwulan I Tahun 2026 tetap atau tidak mengalami perubahan,” jelas Tri, dikutip Jumat (2/1/2026).

“Masyarakat diimbau untuk menggunakan energi listrik secara bijak sebagai bagian dari upaya bersama mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional,” jelas Tri.

Sementara itu di sektor kesehatan, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menyebutkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencatat capaian signifikan dengan jumlah kehadiran peserta menembus 70 juta orang hingga 29 Desember 2025.

“Capaian lebih dari 70 juta peserta menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Aji Muhawarman seperti yang dikutip Rabu (2/1/2026).

“Ke depan, Kemenkes berharap CKG terus diperkuat sebagai fondasi layanan kesehatan promotif dan preventif guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan produktif,” kata Aji.

Berdasarkan Daily Report CKG per 29 Desember 2025 pukul 22.15 WIB, tercatat 70.292.151 peserta hadir dari total 73.128.356 pendaftar, atau setara 96,12 persen. Capaian tersebut didominasi oleh CKG Umum dengan tingkat kehadiran mencapai 96,97 persen.

Dari 47.393.692 pendaftar, sebanyak 45.957.044 orang tercatat hadir dan memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan pemerintah.

WALHI Kritik Model Komersialisasi Hutan Adat Papua, MenPAN-RB Ungkap 3 Aspek Penguatan Pengawasan Pemanfaatan Hutan

0
Ilustrasi perkebunan kelapa sawit. [Foto: ist]

JAGAINDONESIA.COM – Kebijakan pemerintah dengan model pembanguan yang menargetkan sejumlah daerah, termasuk tanah Papua mandiri dan swasembada pangan mendapat sorotan tajam dari kelompok masyarakat sipil.

Melalui siaran pers, 17 Desember 2025, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menilai kebijakan swasembada pangan dan energi yang dirancang pemerintah cenderung menguatkan dominasi korporasi atas lahan luas, bukan berbasis pada kebutuhan dan kearifan lokal masyarakat adat.

Menurut organisasi gerakan lingkungan hidup terbesar dan tertua di Indonesia itu, monokultur besar seperti sawit dan tebu justru mengancam keanekaragaman hayati, ekosistem hutan, dan ketahanan pangan tradisional masyarakat adat Papua.

“Kami WALHI Papua mengeluarkan pernyataan resmi yang menyuarakan kekhawatiran serius terhadap rencana pemerintah pusat dan daerah (termasuk kebijakan Presiden Prabowo) yang membuka tanah adat dan hutan Papua untuk proyek pertanian besar seperti perkebunan sawit, tebu, dan terkait program pangan/energi. Hal ini sebagai ancaman terhadap hak adat masyarakat Papua, kelestarian hutan adat, ketahanan pangan lokal, dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Maikel Peuki, Direktur Eksekutif Daerah Papua.

“Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Papua belum menghargai, menghormati dan mengakui masyarakat adat Papua sebagai pemilik tanah dan hutan adat Papua. Kami WALHI Papua menolak segala bentuk deforestasi pembukaan hutan adat di Papua dengan skala besar. Masyarakat adat Papua tidak mau mendapat bencana ekologis yang akan datang. Papua bukan tanah kosong, Papua tolak deforestasi, Papua tolak PSN,” sambung Maikel.

WALHI menyebut, Presiden Prabowo mengabaikan Otonomi Khusus dan Pemerintahan Khusus dengan Kewenangan tersendiri menghormati Tanah Papua bukan tanah kosong, terdapat pemilik adat yang berhak atas tanah dan hutan adat. Menurutnya, pemerintah pusat dan daerah belum melibatkan masyarakat adat secara bebas dan informatif (Free, Prior, and Informed Consent/FPIC) sebelum mengambil keputusan.

“Kebijakan ini dapat memicu konflik agraria, mempercepat kerusakan hutan, dan menghancurkan sistem pangan lokal yang selama ini bertumpu pada sagu, dan hasil hutan lainnya,” dikutip dari siaran pers WALHI.

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menerima audiensi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta (29/12/2025). Audiensi ini diantaranya membahas mengenai tantangan permasalahan pengawasan dan pengendalian kawasan hutan. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan ekologis, mencegah kerusakan, serta mempertahankan kualitas dan nilai sumber daya alam hutan tersebut agar tetap lestari.

“Terdapat tiga aspek yang perlu diperkuat dalam optimalisasi pelaksanaan pemantauan, pengawasan, dan pengendalian pemanfaatan kawasan hutan di seluruh wilayah Indonesia. Tiga aspek tersebut yaitu tata kerja, fungsi, dan sumber daya,” dikutip Selasa (30/12/2025).

Rini menjelaskan bahwa pada aspek tata kerja, dapat dilakukan dengan perbaikan dan penyempurnaan tata kerja terkait koordinasi dan pelaporan hasil pengawasan terhadap izin pemanfaatan Kawasan hutan antara UPT dan Kantor Pusat Kementerian Kehutanan, penguatan independensi dan profesionalitas Penyidik Pegawai Negeri Sipil Kehutanan (PPNS) bidang kehutanan dan Jabatan Fungsional (JF) Polisi Kehutanan dari intervensi struktural atau pihak manapun.

Pada aspek fungsi, penguatan fungsi pemantauan, pengawasan, dan pengendalian pemanfaatan kawasan hutan di seluruh wilayah Indonesia dapat dilakukan khususnya pada UPT bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) dan Taman Nasional (TN), UPT bidang pengelolaan hutan lestari, dan UPT bidang penegakan hukum.

“Sementara itu pada aspek sumber daya dapat dilakukan dengan pemenuhan kebutuhan SDM yang diikuti dengan peningkatan kualitas kompetensi PPNS dan JF Polisi Kehutanan, serta pemenuhan kebutuhan anggaran dan sarana prasarana penunjang kegiatan operasional pemantauan, pengawasan, dan pengendalian pemanfaatan Kawasan hutan di seluruh wilayah Indonesia pada UPT di lingkungan Kementerian Kehutanan,” jelas Rini.

Kemdiktisaintek Luncurkan Jejaring Karier PMDSU: Perkuat Ekosistem Talenta Doktor Muda

0
Foto: Kemdiktisintek

JAGAINDONESIA.COM – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) gelar soft launching Jejaring Karier Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU), sebuah platform fasilitasi kolaborasi yang menghubungkan alumni PMDSU dengan perguruan tinggi, lembaga riset, dan pemangku kepentingan lainnya, Selasa (23/12).

Kegiatan yang diikuti oleh para pimpinan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH), Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi  (LLDikti) Wilayah VI, promotor,  alumni dan mahasiswa penerima PMDSU ini menjadi langkah awal implementasi platform strategis yang dirancang untuk memperkuat kontribusi talenta doktor muda bagi pembangunan pendidikan tinggi dan riset nasional.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Khairul Munadi menegaskan bahwa PMDSU merupakan salah satu kebijakan unggulan dalam menyiapkan sumber daya manusia doktor yang unggul, berdaya saing global, dan berkarakter kepemimpinan ilmiah. Namun demikian, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, melainkan dari dampak nyata yang dihasilkan oleh para alumninya.

“Alumni PMDSU merupakan sumber talenta strategis bagi pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia dosen dan peneliti nasional. Karena itu, kami mendorong perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk secara aktif memanfaatkan platform Jejaring Alumni PMDSU sebagai rujukan dan basis kolaborasi,” ujar Dirjen Khairul.

Dirjen Dikti juga menekankan bahwa Jejaring Karier PMDSU ini dirancang sebagai ruang interaksi yang dinamis antara lulusan dan calon lulusan PMDSU dengan institusi pengguna.

“Koneksi antara lulusan dan calon lulusan PMDSU dengan kebutuhan institusi dapat terus di-engage melalui platform ini, sehingga proses pertemuan talenta dan kebutuhan berlangsung secara terbuka, berkelanjutan, dan berbasis data,” tambah Dirjen Khairul.

Dirjen Khairul juga menegaskan bahwa Jejaring Karier PMDSU bukan merupakan sistem penempatan kerja, melainkan instrumen fasilitasi kebijakan. Negara hadir untuk mempertemukan potensi talenta dokter muda dengan kebutuhan institusi pendidikan tinggi dan riset secara transparan dan terukur.

Senada dengan hal tersebut, Plt. Direktur Sumber Daya, Sri Suning, menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga keberlangsungan platform ini.

“Platform Jejaring Alumni PMDSU yang sudah dikembangkan membutuhkan kontribusi semua pemangku kepentingan agar terjaga pemutahiran dan kualitas datanya. Keterhubungan alumni PMDSU ini adalah salah satu strategi untuk menguatkan ekosistem pendidikan tinggi Indonesia,” ungkap Sri Suning.

Melalui Jejaring Karier PMDSU, alumni dapat menampilkan profil, bidang keilmuan, dan portofolio keahliannya, sementara perguruan tinggi, lembaga riset, dan mitra lainnya dapat menyampaikan kebutuhan sumber daya manusia sesuai bidang keilmuan. Platform ini sekaligus menjadi basis data analitik untuk mendukung pengambilan kebijakan berbasis bukti.

Hingga saat ini, Program PMDSU telah melibatkan 28 perguruan tinggi penyelenggara dengan total 1.719 mahasiswa, menghasilkan 3.164 publikasi terindeks internasional bereputasi, serta memperluas jejaring akademik global melalui program mobilitas dan kerja sama di 40 negara mitra PKPI. Selain itu, PMDSU telah melahirkan 873 alumni yang berpotensi besar untuk memperkuat regenerasi dosen dan peneliti nasional.

Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan “Diktisaintek Berdampak”, yang menekankan bahwa setiap program pengembangan sumber daya manusia harus menghasilkan dampak yang nyata, terukur, dan berkelanjutan. Data yang terhimpun dalam platform Jejaring Karier PMDSU diharapkan dapat membantu pemerintah memetakan sebaran talenta doktor muda, mengidentifikasi kebutuhan penguatan bidang ilmu, serta memperkuat regenerasi dosen dan peneliti nasional.

Direktorat Sumber Daya sebagai pengampu program diharapkan terus menyempurnakan platform ini secara bertahap, adaptif, dan partisipatif, dengan melibatkan masukan dari para pemangku kepentingan.

Soft launching ini menandai dimulainya fase implementasi awal Jejaring Karier PMDSU dan menjadi fondasi penguatan ekosistem alumni PMDSU yang lebih terstruktur, kolaboratif, dan berdampak bagi kemajuan pendidikan tinggi dan riset Indonesia. (Rls)

Dukung Papua Sehat, Filep Wamafma Gelar Pengobatan Gratis dan Makanan Sehat di Manokwari Barat

0
Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma bersama Dinkes Papua Barat menggelar pengobatan gratis untuk masyarakat di wilayah Distrik Manokwari Barat. (klikpapua)

MANOKWARI, JAGAINDONESIA.COM – Dalam rangka menuju Papua Barat Sehat, Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, kembali menggelar pengobatan gratis dan pemberian makanan sehat bagi ibu hamil dan bayi. Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Barat dan berlangsung di Kampus STIH Wosi, Manokwari, Senin (22/12/2025).

Filep mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan keterpanggilan dirinya sebagai wakil daerah untuk mendukung kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan yakni anak-anak, ibu hamildan menyusui hingga lansia.

“Ini merupakan bagian dari kepedulian saya untuk membantu pemerintah mewujudkan Papua Barat Sehat. Saya berharap masyarakat tidak hanya datang berobat, tetapi juga semakin peduli terhadap kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan,” ujar Senator Filep.

Ia mengimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan medis yang tersedia secara optimal, termasuk meminum obat sesuai anjuran tenaga kesehatan serta kembali melapor ke fasilitas kesehatan apabila keluhan tidak membaik.

Filep memastikan seluruh tenaga medis yang terlibat merupakan tenaga profesional dan berpengalaman.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu masyarakat menjaga kesehatan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Semoga masyarakat yang berobat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dalam keadaan sehat, penuh sukacita, dan kebahagiaan,” katanya.

Menurut Filep, kegiatan pengobatan gratis tersebut telah ditetapkan sebagai agenda rutin yang dilaksanakan setiap dua bulan sekali, dengan target menjangkau minimal dua hingga tiga titik layanan kesehatan di berbagai wilayah melalui kerja sama dengan rumah sakit dan puskesmas.

“Kita tidak bisa menunggu. Kita harus jemput bola, karena kultur masyarakat kita cenderung pasif. Oleh karena itu, pelayanan kesehatan harus hadir langsung di tengah masyarakat,” jelasnya.

Ia mencontohkan, kegiatan serupa yang sebelumnya digelar di Pasir Putih, Distrik Manokwari Timur, berhasil melayani sekitar 1.200 pasien.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dalam kegiatan di Wosi yang diperkirakan melampaui jumlah kunjungan layanan kesehatan reguler di puskesmas maupun rumah sakit.

Menanggapi tingginya jumlah peserta, Filep menilai kondisi tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh keterbatasan fasilitas kesehatan, tetapi juga oleh berbagai kendala yang dihadapi masyarakat, seperti biaya transportasi, kekhawatiran terhadap biaya pengobatan, serta persepsi birokrasi pelayanan kesehatan yang rumit.

“Dengan layanan gratis seperti ini, masyarakat berani menyampaikan keluhan sekecil apa pun. Ini menunjukkan bahwa kehadiran negara di tengah masyarakat sangat dibutuhkan,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut disambut antusias oleh warga dan diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Manokwari dan Papua Barat secara umum. (Rls)

Berita Terbaru