Rabu, 4 Maret 2026
BerandaPendidikanBuka Rapat Perdana, Dr. Filep: Kolaborasi dan Inovasi Penting untuk STIH yang...

Buka Rapat Perdana, Dr. Filep: Kolaborasi dan Inovasi Penting untuk STIH yang Adaptif dan Semakin Kompetitif

MANOKWARI, JAGAINDONESIA.COM – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari, Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum, memberikan arahan dalam Rapat Perdana Civitas Akademika STIH Manokwari yang berlangsung di Kampus STIH Manokwari, Sanggeng, Senin, (5/1/26).

Di kesempatan itu dia mengingatkan bahwa semangat persatuan, kolaborasi, ide dan inovasi menjadi kunci utama bagi STIH Manokwari dalam menghadapi persaingan perguruan tinggi yang semakin ketat.

“Hari ini perguruan tinggi tidak bisa lagi berjalan biasa-biasa saja. Kita harus termotivasi, bersemangat, dan siap bersaing untuk level up, karena dunia pendidikan tinggi sudah cenderung dominan mengarah pada industri jasa,” ujar Filep.

Soal industri jasa yang dimaksud yakni masyarakat akan menilai kampus dari berbagai aspek, terutama dari kualitas lulusan dan daya saing akademik.

“Publik akan melihat output, nilai-nilai, dan kualitas lulusan. Karena itu, kepercayaan masyarakat harus dijawab dengan kerja nyata dan strategi yang jelas,” katanya.

Filep menyebut, STIH Manokwari harus bersikap pro-aktif menghadapi perubahan. Seluruh sivitas akademika diminta terus berinisiatif melahirkan ide dan gagasan strategis yang bersumber dari pembelajaran dan pengalaman masing-masing.

“Kalau kita pasif, maka tidak akan muncul gagasan. Tanpa ide, kesempatan akan hilang, dan itu yang sering terjadi hari ini,” pesannya.

Menurut Filep, pengalaman akademik seperti penelitian, penulisan jurnal, dan pengabdian kepada masyarakat tidak cukup berhenti pada pencapaian individu, tetapi harus dikembangkan menjadi kekuatan institusi.

“Bapak dan ibu semua punya pengalaman. Pernah menulis jurnal, pernah meneliti. Pertanyaannya, bagaimana pengalaman itu kita jadikan ide untuk membangun kampus lebih kompetitif ke depannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pentingnya budaya observasi dan evaluasi di setiap unit kerja, baik akademik maupun administrasi. Observasi tersebut, kata Filep, harus dilakukan secara berkelanjutan dan terdokumentasi.

“Setiap bagian harus melakukan pengamatan. Apa masalahnya, apa yang terjadi di lapangan, itu harus dicatat. Tanpa observasi, kita tidak akan tahu persoalan yang sebenarnya,” katanya.

Dalam arahannya, Filep turut menyinggung soal disiplin kerja sebagai bagian dari profesionalisme institusi.

“Kalau sudah menjadi bagian dari institusi, maka syaratnya adalah patuh pada aturan. Disiplin itu prinsip dasar. Kalau tidak siap diatur, pilihan bekerja di luar selalu terbuka,” ujarnya.

Selain disiplin, ia meminta adanya kolaborasi antarbagian guna meningkatkan kinerja dan efektivitas kelembagaan.

“Kolaborasi itu kunci. Kita akan identifikasi setiap bagian, kita analisis kelembagaan, dan kita pastikan struktur kerja memberi dampak nyata, bukan hanya jabatan,” tutur Filep.

Terkait akademik, Filep menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi kurikulum secara menyeluruh agar sesuai dengan kebutuhan dan tantangan masa depan.

“Target kita jelas. Paling lambat bulan Juni, kurikulum baru harus siap untuk diterapkan pada semester pertama,” katanya.

Ketua STIH Manokwari itu mengajak seluruh civitas akademika untuk bersatu dalam satu visi membangun institusi.

“Persatuan adalah kekuatan kita. Dengan ide, disiplin, dan kolaborasi, saya yakin STIH Manokwari bisa berkembang dan bersaing,” terang Filep.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

- Advertisment -