Ia menjelaskan, salah satu langkah konkret yang dilakukan kampus adalah memperluas akses pendidikan melalui berbagai program, termasuk pemberian beasiswa bagi mahasiswa berprestasi maupun yang berasal dari keluarga kurang mampu.

“Kami berupaya membuka akses pendidikan seluas-luasnya, agar semua punya kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang,” katanya.

Saat ini, jumlah mahasiswa STIH Filep Wamafma tercatat sebanyak 1.861 orang. Dari jumlah tersebut, 1.289 mahasiswa menerima beasiswa, yang dinilai sebagai indikator kuat bahwa kampus hadir secara inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Ini bukti bahwa kampus tidak hanya tumbuh, tetapi juga dipercaya oleh masyarakat dan pemerintah,” ujarnya.

Ketua STIH juga mengingatkan pentingnya keterbukaan informasi kepada orang tua mahasiswa, terutama terkait bantuan pendidikan yang diterima.

“Orang tua harus tahu bahwa anaknya mendapat beasiswa, sehingga ada rasa percaya dan dukungan yang terus terbangun,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, ia turut mengimbau mahasiswa untuk tetap fokus menjalani pendidikan dan tidak terlibat dalam aktivitas yang tidak berkaitan langsung dengan proses akademik.

“Tugas utama mahasiswa adalah belajar. Jangan teralihkan dengan hal-hal yang tidak penting,” kata Filep.

Guna meningkatkan kualitas pendidikan, STIH Filep Wamafma aktif menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga strategis, di antaranya Kejaksaan Tinggi, Pengadilan Agama, Ombudsman, BPOM, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hingga DPD RI.

“Kerja sama ini menjadi bagian penting dalam membangun kualitas kampus yang unggul dan berdaya saing,” ucapnya.

Selain itu, kampus juga memperluas jejaring dengan perguruan tinggi di dalam dan luar negeri sebagai langkah menuju internasionalisasi. Dukungan terhadap tenaga pengajar pun diperkuat melalui jaminan BPJS dan asuransi lainnya.

“Kami pastikan dosen mendapatkan jaminan yang layak agar dapat menjalankan tugas dengan baik,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada akademik, STIH Filep Wamafma juga berkontribusi dalam isu sosial melalui kerja sama dengan Korem di Papua Barat dengan membentuk pusat kajian kemanusiaan.

Menutup pernyataannya, Ketua STIH menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan dan transformasi kampus ke arah yang lebih baik.

“Kami akan terus bergerak maju, menjadikan kampus ini sebagai institusi pendidikan hukum yang berkualitas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman,” katanya.

Sumber: RRI