Rabu, 1 April 2026
BerandaUncategorizedRapat Bersama Kemenkes, Komite III DPD RI Berhasil Perjuangkan Beasiswa Dokter Spesialis...

Rapat Bersama Kemenkes, Komite III DPD RI Berhasil Perjuangkan Beasiswa Dokter Spesialis Khusus Putra-Putri Papua

JAKARTA, JAGAINDONESIA.COM – Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma menyampaikan bahwa rapat bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Kunta Wibawa Dasa Nugraha membahas tentang persoalan kesehatan yang berlangsung pada Senin (9/2/2026). Poin pembahasan itu diantaranya mengenai target pembangunan 24 rumah sakit baru di seluruh tanah Papua pada periode 2025-2029.

Pada kesempatan itu, Filep mengapresiasi agenda pemerintah tersebut dan mengusulkan adanya peningkatan afirmasi bagi pembangunan SDM kesehatan di Papua. Menurutnya, kehadiran rumah sakit baru sudah semestinya didukung dengan ketersediaan tenaga kesehatan yang mumpuni.

“Dalam rapat dengan pak Sekjen, sejumlah hal penting menjadi kesepahaman bersama terkait isu-isu kesehatan di Papua. Yang pertama adalah soal sarana-prasarana dan yang kedua sumber daya manusia (SDM) nakesnya,” ungkap Filep dalam keterangan yang diterima Senin (9/2/2026).

“Kami apresiasi bahwa pemerintah melalui Kemenkes akan membangun 24 rumah sakit di tanah Papua. Nah, bagi saya, sarana prasarana ini sangat penting dan juga sangat bermanfaat bagi tanah Papua, namun pembangunan infrastruktur yang berjalan juga harus dibarengi dengan pembangunan SDM nakes, utamanya tenaga dokter. Oleh sebab itu, Kemenkes memutuskan bahwa akan mengagendakan program beasiswa afirmasi khusus untuk putra-putri Papua untuk memenuhi kebutuhan itu,” kata Filep lagi.

Menyambut hasil positif tersebut, Filep mengatakan pada tahun ini, melalui anggota DPD RI akan mengidentifikasi potensi putra-putri asli Papua di daerah masing-masing dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan Dinas Kesehatan setempat.

“Jadi kita akan memaksimalkan semua potensi anak-anak Papua untuk memenuhi kebutuhan dokter, khususnya untuk mengambil spesialisasi melalui jalur beasiswa Kemenkes ini. Nah, upaya ini saya coba perjuangkan sebagai bagian dari komitmen bahwa kehadiran kita adalah untuk berdampak memberikan hasil yang nyata. Sehingga kita tidak hanya mengandalkan dana Otsus” sebutnya.

“Saya akan ke Papua Barat dan Tanah Papua pada umumnya, kita akan rekap semua dokter-dokter dengan kebutuhan spesialisnya, yang tentu ada syarat dan standar untuk beasiswa yang diminta. Kita akan rekomendasikan ke Kemenkes, semoga anak-anak atau adik-adik kita yang ingin memiliki spesialisasi dapat terbantu maksimal. Tapi tentu kami berharap ketika mereka nanti menjadi dokter spesialis akan seratus persen alias hidup dan mati mengabdi untuk Papua,” tegasnya.

Di kesempatan yang sama, senator Papua Barat itu juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah memberikan banyak beasiswa bagi dokter-dokter di Papua. Sebagai senator, dirinya merasa berkewajiban memperjuangkan kemajuan bagi sektor kesehatan di Papua, selain perjuangan beasiswa PIP untuk siswa SD, SMP berupa PIP, dan KIP untuk mahasiswa.

“Kita kedepankan putra-putri asli Papua. Saya sudah koordinasi dengan semua bupati/walikota dan mudah-mudahan kolaborasi ini berjalan kita bisa siapkan sumber daya dokter spesialis. Kita berharap spesialisasi yang diusulkan pun adalah spesialisasi yang sesuai dengan kebutuhan di daerah masing-masing. Saya sekali lagi apresiasi Kementerian Kesehatan yang mengamini untuk memberikan afirmasi beasiswa bagi putra-putra asli Papua, khususnya di bidang kedokteran,” tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

- Advertisment -