MANOKWARI, JAGAINDONESIA.COM – Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua (IHTP) secara resmi membuka kegiatan Matrikulasi Mahasiswa Baru Program Studi Magister Hukum Angkatan Kedua. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa memasuki lingkungan akademik sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia bidang hukum di Tanah Papua.
Pembukaan Matrikulasi Magister Hukum Angkatan Kedua ini menjadi momentum penting bagi IHTP untuk terus memperkuat mutu pendidikan hukum, pengembangan SDM, internasionalisasi kampus, serta kontribusi perguruan tinggi bagi masa depan Papua. Hal ini sesuai dengan visi IHTP yakni membangun SDM Papua yang unggul, berintegritas, berdaya saing, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan di Tanah Papua.
Dalam laporan panitia, proses penerimaan mahasiswa baru dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari verifikasi administrasi, tes potensi akademik, hingga wawancara. Tahapan tersebut dirancang untuk mengukur kemampuan akademik, kapasitas kognitif, komitmen belajar, serta kesiapan calon mahasiswa mengikuti pendidikan pada jenjang magister.
Berdasar data yang diterima, dari 49 peminat yang mendaftar, sebanyak 26 calon mahasiswa dinyatakan memenuhi persyaratan dan diterima pada Program Studi Magister Hukum IHTP. Dalam arahannya, pimpinan IHTP, Dr. Filep Wamafma menegaskan bahwa pendidikan tinggi merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pengetahuan, profesionalitas, karier, dan daya saing masyarakat Papua.
“IHTP mendorong agar lulusan S1 dapat segera melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Kita ingin membangun budaya akademik bahwa pendidikan terus berlanjut untuk mengembangkan keilmuan dan kapasitas akademik, terlebih IPTEK semakin cepat berkembang,” ujar Filep dalam keterangan yang diterima Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, kebutuhan terhadap sumber daya manusia berpendidikan tinggi di Papua semakin besar, khususnya dalam bidang hukum, pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik. Oleh sebab itu, IHTP berkomitmen terus memberikan kontribusi bagi kemajuan SDM Papua.
IHTP Perkuat Mutu dan Fasilitas Akademik Program Magister Hukum
Lebih lanjut, Filep menyampaikan bahw IHTP terus melakukan penguatan kualitas penyelenggaraan Program Studi Magister Hukum agar mampu bersaing dengan program magister hukum di luar Papua. Saat ini IHTP memiliki sekitar sembilan dosen bergelar doktor dan membangun kerja sama akademik dengan sejumlah dosen dari berbagai daerah, termasuk Makassar, Bali, dan Jakarta, serta akademisi bergelar professor.
“Penguatan SDM dosen juga akan terus dilakukan seiring dengan meningkatnya jumlah mahasiswa dan pengembangan kelas. Saat ini, IHTP masih membutuhkan sekitar 20 dosen tambahan untuk memenuhi kebutuhan pengembangan akademik. Kondisi ini sekaligus membuka peluang bagi lulusan magister untuk melanjutkan karier akademiknya, termasuk menjadi dosen setelah memenuhi persyaratan yang berlaku,” ujarnya.
IHTP juga memberikan ruang yang sesuai dengan kondisi mahasiswa yang sebagian telah bekerja dengan dapat mengikuti perkuliahan hybrid yakni melalui kombinasi luring dan daring. Selanjutnya, untuk mendukung kenyamanan proses pembelajaran, IHTP tengah mempersiapkan ruang kuliah khusus Magister Hukum di lantai tiga, yang ditargetkan dapat diresmikan pada November 2026 mendatang.
“Pengembangan fasilitas juga mencakup rencana ruang belajar di lantai empat, penguatan perpustakaan melalui kerja sama dengan Gramedia, serta pengembangan fasilitas pendukung mahasiswa, termasuk kafe kampus. Pembangunan fasilitas harus berjalan seiring dengan peningkatan budaya akademik,” sebutnya.
Membangun Pardigma Baru Soal Pendidikan Tinggi Papua
Di kesempatan yang sama, Filep Wamafma yang juga Sekretaris MPR RI For Papua itu menambahkan, IHTP juga membawa visi yang lebih besar, yaitu membangun kepercayaan bahwa perguruan tinggi di Papua mampu menghasilkan pendidikan yang berkualitas dan kompetitif.
Upaya ini hendak menantang pandangan yang mengidentikkan Papua dengan ketertinggalan dan keterbatasan melalui peningkatan mutu akademik, fasilitas, teknologi, dan pelayanan bagi mahasiswa. IHTP juga telah memperoleh apresiasi sebagai salah satu kampus perintis literasi digital di Tanah Papua.
“Kita ingin menunjukkan bahwa kampus di Papua juga mampu membangun standar pendidikan yang kompetitif. Mutu dan pelayanan bukan hanya tanggung jawab pimpinan, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh sivitas akademika,” tegas pimpinan IHTP.
Membuka Akses Beasiswa hingga Internasional
Dalam kegiatan matrikulasi, mahasiswa juga mendapatkan informasi mengenai berbagai peluang beasiswa yang dapat dimanfaatkan selama menempuh pendidikan. Selain dari pemerintah daerah, akses beasiswa juga diupayakan berasal dari kementerian dan berbagai program afirmasi pendidikan.
Sejumlah program beasiswa luar negeri, termasuk peluang studi ke Rusia dan Kazakhstan, turut diperkenalkan kepada mahasiswa. Selain itu, IHTP telah mengembangkan berbagai program internasional dengan mitra di Jepang, Malaysia, Cina, dan Thailand.
“Kami terus berupaya berkembang dan maju, mengikuti kualitas pendidikan tinggi hingga ke level internasional. Maka peluang pengembangan program internasional juga sedang kami kaji sesuai dengan skema kerja sama dan persyaratan masing-masing program. Selain itu, mahasiswa didorong untuk aktif mencari informasi melalui kanal resmi kementerian, lembaga pemberi beasiswa, serta jaringan kerja sama internasional yang tersedia,” sambungnya.
“Sekarang ini kami juga menggencarkan tertib akademik dengan target mahasiswa angkatan pertama dapat menyelesaikan proses akademiknya sehingga berpeluang mengikuti wisuda pada tahun berikutnya. Mahasiswa juga diminta membangun komunikasi yang aktif dengan Kaprodi Magister Hukum maupun pimpinan terkait apabila menghadapi persoalan akademik maupun administratif,” pungkas Filep.


